Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 55

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 55 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 54

Pintu masuk rumah dikunci, kubawa pakaianku di tangan kiriku. Ibu membawa kebayanya ditangan kanannya. Kami berjalan beriringan dan saling berciuman. Tangan kiri ibu mengelus-elus dedek arya yang tertidur, dan tangan kananku melingkar meremas susu kanan ibu. hingga di dalam kamar kulempar semua pakaianku begitu pula dengan ibu. kami berdua rebah, ibu membelakangiku dan kupeluk tubuhnya.

Sudah bangun kontol anakku yang nakal itu ya? ucap ibu ketika aku memeluknya, dedek arya sudah kembali bangkit

heem bu, minta disodok lagi? ucapku

Heem, dimasukin saja sayang terus bobo sambil dipeluk kamu ya ucap ibu manja

Perlahan aku angkat kaki kanan ibu, dan kumasukan dedek arya.

Masih anget saja bu tempiknya ucapku

iya dong, kan dipanasin setiap hari buat kamu hihihi… dah bobo yuk ucap ibu

kalau tiba-tiba pengen gimana bu ucapku

udah masuk ya tinggal digoyang kan? ucap ibu

nakal deh ibu sekarang muachhh… ucapku sambil mengecup lehernya

kan kamu yang minta ucap ibu

Kami berdua kemudian tidur bersama dengan dedek arya tertancap di vagina ibu. hingga kami terlelap dalam lelahnya pagi ini….

Siang hari aku terjaga, tubuhku terlentang. Mataku perlahan terbuka memandang ke arah bawah tubuhku. Tak ada lagi dedek arya padahal aku merasakan bahwa dedek arya sedang tegang tapi aku tidak bisa melihatnya. Ternyata dedek arya sudah berada dalam mulut ibu.

Ibu essshhh… ucapku dengan masih rasa kantuk

mm…. slurrrpp… ibu pingin dipejuhi lagi, tapi giliran ini… ucap ibu yang kemudian duduk mengangkang, ditunjukannya vagina indah itu.

jadi pengen dipejuhin didalam ya bu? ucapku nakal

heem… owhhhh…. besar keras dan emmmmhhh… terasa sekali… ucap ibu secara perlahan memasukan dedek arya ke dalam vaginanya

sudah disodok mash sempit saja bu owhhh yahhh… ayo bu bergoyang… ucapku

seperti ini arghhh… edian kontol anakku ngobok-ngobok tempik ibunya sendiri arghhh… ndak rugi kalau tempik ibu kamu masuki sama kontol kamu owhhh…. racaunya

Enak kan bu, mmmyah terus bu ucapku sambil kedua tanganku meremas susu sekal yang menggelantung indah dihadapanku

lebih keras bu goyangannya, kontolku keenakan… racauku

owghh… ini kan yang kamu mau nak owghh… tempik ibu… kontol kamu benar-benar mentok ke dalam… racau ibu

Lama kami berada di posisi ini, ibu terus menggoyang tubuhnya. Kepalanya mendongak ke atas dan semakin tak karuan. Aku bangkit dan kupeluk tubuh ibu, kudaratkan ciuman di bibirnya. Kurebahkan ibu di kasur, aku lepas dedek arya dari vaginanya dan kukangkangI tubuhnya

bu diemut lagi ya ibuku, emut kontol arya anakmu ini ucapku yang menyodorkan dedek arya kemulutnya, dan langsung dikulum habis dedek arya. aku tidak berlama-lama, setelah aku puas dengan posisi mengangkangi ibu aku posisikan kembali di selangkanganya

arghh… tempik sempit enak sekali ouhw.. racauku

arghhh…. kontol kamu besar sekali, sodok yang keras nak… sodok lebih dalam tempik ibu ouhw racaunya

Aku pegang kedua pinggang ibu, aku mulaimempercepat tempo. Goyangan pinggulku semakin keras dan semakin liar. Racau kotor dari mulut kami berdua menghiasi persetubuhan ini. aku tidak tahu kenapa ibu semakin liar, aku juga bertambah semakin liar.

Walau liar wajahnya tetap terlihat anggun, pandanganku melihat dia sebagai sosok seorang wanita penuh dengan keanggunan yang membutuhkan kehangatan.

Bu, aaaaarya mau mejuhi tempikmu… aaaarya mau keluar… racauku

Keluarkan… pejuhin tempik ibumu… ucapku

bu ayo bilang dong enak ndak kontol anakmu ini ucapku

Enak kontolmu nak, mentok didalam, ibu selalu puas dengan kontolmu… ouwh… kontol ayahmu tidak pernah buat ibu puas… kamu yang arghhh pertama kali buat ibu keluar terus-terusannn ouwhh… racaunya

iya bua tempikmu paling nikmat ouwh… yahh… enak sekali buwh…. kontoku tambah linu, tambah pengen terus keluar racauku, dengan semakin memepercepat goyanganku, susu ibu naik-turun tidak karuan

arya keluaaaaaaaaaaar….. teriakku

Awhhh…… teriak ibuku

Crooot Crooot Crooot Crooot Crooot Crooot Crooot Crooot

Kupeluk tubuhnya dan kuciumi wajahnya. Tubuhnya mengejang dengan kedua tangan berada diatas kepalanya. Setelah reda, kedua tangannya memelukku. kami berdiam diri mengatur nafas kami berdua. Setelah reda, ku angkat wajahku dan kupandang ibu dan kami saling berpandangaan.

Bu maafkan arya kalau minta yang aneh, aneh… ucapku

Ibu sudah tidak peduli lagi dengan semuanya, yang penting kamu bisa menyelamatkan semua kelaurga kita, yang penting kamu puas begitupula dengan ibu, tidak bisa ibu pungkiri dengan kamu ibu merasakan kepuasan ucap ibu

terima kasih bu ucapku

Dan masalah dian, jika dia memang menginginkanmu dan berbicara dengan ibu, ibu akan menghentikan ini semua. Jika tidak, ibu akan melayani lebih dari yang tadi sayang sampai kamu benar-benar bosan dengan ibu ucap ibu, membuatku sedikit tertegun. Masa bodohlah…

terima kasih bu.. tapi kalau tubuhnya seksi seperti ini terus mana bisa bosan bu ucapku kemudan menciumnya

Kami bergumul bersama, saling berciuman hingga merasa cukup. Ibu dengan tubuh telanjangnya bangkit dan meninggalkanku di kamar.

ibu mau siapin makan dulu, kamu bersih-bersih ya sayang ucap ibu sebelum meninggalkanku

Akku termenung didalam kamar, seakan sekarang semuanya telah berubah. Waktu yang kami tunggu seakan tidak akan pernah datang lagi. Aku bangkit dan membersihkan tubuhku dikaram mandi, kulihat ibu di dapur sedang memasak.

Setelah bersih, Segera aku berpakaian dan duduk diruang TV. Ibu kemudian berjalan ke arahku dengan menggunakan tank-top tanpa bra dan celana ketat selutut terlihat cetakan puting susu serta vaginanya menunjukan ibu tidak menggunakan celana dalam. Langsung kutarik ibu dan kupeluk serta kucium bibirnya diatas pangkuanku.

Bu.. pengen lag… ucapku

mmmhh…. iya sayang… ucap ibu

bu emutin lagi ya, tapi tangannya dibawah… ucapku

pasti kebanyakan nonton film ya?

begini sayang… ucap ibu yang memposisikan duduk bersimpuh ditengah-tengah selangkanganku

Heem begitu bu… ucapku

Ibu kemudian menarik celanaku hingga terlepas. Kedua tangannya berada di sebelah kanan dan kiri pahanya. Ibu melihat ku dengan senyuman, wajahnya tepat didepan dedek arya.

kaya anjing saja nih, pasti imajinasimu sudah kemana-mana ya sayang ucap ibu

Heem.. bu pengen selalu melihat ibu ngemut nda pakai tangan kelihatan lebih seksi ucapku

argghhh… ya bu terus… lanjutku

Slurrrp… dielus-elus dong kepala ibu…slurpp…ucap ibu sambil memandang wajahku. Ku elus-elus kepala ibu, kadang elusanku menelusup di kedua buah susunya.

Sayang sandaran saja, biar kelihatan kaya raja dan ibu jadi ratu seks kami sayang ucap ibu,

Kulipat tanganku di belakang kepalaku, sambil bersandar aku melihat ibu dengan bibir indahnya mengemut-emut dedek arya. rambutnya digelung ke belakang, membuat lehernya terlihat lebih indah. Memang benar-benar seperti seorang raja, duduk bersandar dengan kedua tangan berada dibelakang kepalaku. Sedang dedek arya dikulum oleh ratu-ku, ough… benar-benar nikmat.

Ibuku sayang lebih keras, aku pengen mejuhin tubuh kamu lagi ucapku santai

Sluuurppp… heem iya sayanngku… pengen di mana mejuhinya… slurppp… ucap ibu

Erghh… pengen di ergghhh wajah… dan ermmmhhh… di susu Ibu yang besar itu owhhh… ucapku sambil memejamkan mata

Slurrppp… gini ya? ucap ibu yang kemudian aku membuka mata melihat ibu melepas tank-topnya

Di jepitnya dedekarya dengan kedua susu besarnya itu. Ibu kemudian meludahi dedek arya, pemandangan yang penuh sensasi. Dinaik turunkan tubuhnya agar susu indah itu menggesek dedek arya. ketika tubuhnya turun, lidahnya keluar dan menjilat ujung dedek arya. kadang ketika tubuhnya turun, dilahapnya ujung dedek arya dengan bibirnya.

Owh… ibu tambah seksi sekali… ucapku

Seksi apa nafsuin sayang? ucap ibu

Seksi dan nafsuin bu owhh… ucapku sambil mengelus pipi kananya, kepalanya pun miring ke kanan meminta elusan lebih

arya… sayangku kamu nakal sekali… emmmhhhtapi ibu suka sayang, lebih nakal lagi sayang mumpung bajingan itu ndak ada dirumah… ucap ibu, sambil menaik turunkan tubuhnya

Kalaupun dirumah, aku tetap akan nakal bu… ucapku

beneran sayang… ouwh…. nakalin ibu terus ya sayang… ucap ibu

pasti bu… ayo bu lebih cepat lagi arya pengen banget mejuhin ibu racauku sambil jempolku aku masukan kedalam mulut ibu

Emmmhhh… slurrppp…. hanya itu yang aku dengar

Tubuh ibu semakin cepat naik turun, mulutnya pun semakin kuat menyedot jempol tanganku. Ujung dedek arya semakin sensitif. Aku meraih kepala ibu dengan tangan kiriku, aku sudah tidak tahan lagi.

bu aku pengen mejuhin ibu… owhhh…. arya mau keluar… racauku, dan ibu tidak membalasnya. Tubuhnya semakin cepat bergerak.

arya keluar bu…. teriakku, ibu masih menggoyang dan…

Croot croot croot croot croot croot croot croot croot croot

Ketika tembakan pertama ibu berhenti dari menggoyang tubuhnya. Kepalanya ditundukan dan langsun disembur oleh dedek arya pada tembakan kedua dan seterusnya. Aku langsung rebah kebelakang besandar pada sofa ruang TV. kulihat ibu masih mengapitkan susunya pada dedek arya.

masih tegang nak, sayang kalau dianggurin ucap ibu

hesh hes hesh yang sayang dianggurin kontol arya apa tempik ibu ucapku

Nakal kamu, ya dua-duanya sayangku ucap ibu sambil memutar tubuhnya dan berpose mennungging

Aku langsung bangkit dan memeluk tubuh ibu. kuciumi punggung putih nan indah ini. kulorotkan celana ketat ibu.

tampar nak, ibu sekarnag suka kalau kamu tampar pantat ibu ucap ibu

Hanya dengan arya ibu begini, ndak boleh sama yang lain ucapku

PLAK… PLAK… hanya dua kali aku menampar pantat ibu

aw… seandainya kamu sudah tidak lagi main sama ibu, berarti ya itu terakhir kalinya tempik ibu dimasuki kontol ucap ibu

Janji bu? ucapku sambil mengarahkan dedek arya ke vagina ibu

Janjihhh… emmmhh… itu kontol jangan di depan tempik ibu, dimasukan sayang ucap ibu

begini ibu sayang? ucapku, memasukan dedek arya dan mulai menggoyangnya

Yah… begitu… owhhh sampai dalam lagi, kontol kamu benar-benar panjang sayang ouwh… erghh… goyang lebih keras racaunya

Aku memegang kedua pantat ibu yang montok dan besar ini. kulihat lubang anus yang merekah yang pernah aku masuki, timbul dalam pikiranku untuk memasukinya lagi. Tapi pertama aku harus membuat ibu ke puncak terlebih dahulu.

Owh bu… bolehkah arya memasuki ini lagi, dulu arya pernah janji satu kali tapi arya kepingin lagi ucapku sambil memasukan jempol tangan kananku ke dalam anusnya

Arghh… terserah kamu sayang… oughhh… terserah… yang penting kamu puas dengan tubuh tua ini ucap ibu

Ibu memang sudah tua tapi tubuh ibu serasa 20 tahun yeah… menjepit banget tempik ibu racauku

Terserah owh… hajar terus sayang… hajar tempik ibu ouwh yahh begitu goyang lebih keras lagi… emmmhh… lebih dalam lagi sayangkuwh owh…. racaunya

Aku terus menggoyang tubuh dan pinggulku. Ibu meracau tak karuan ketika dek arya menghujam lebih dalam dan lebih keras dari sebelumnya. Tubuh bagian depannya ambruk tak kuat menahan hentakan demi hentakan yang aku berikan. Kepalanya menunduk mencoba melihat dedek arya yang menghujami vaginanya.

Lebih cepat… ibu mauh…. owh… ke lu… ar…. aaaaaaaaaaaaaa teriaknya

Dan kuhujamkan dedek arya lebih dalam dan kudiamkan. Menikmati sensasi cairannya keluar membasahi batang dedek arya. tubuh ibu tampak mengejang sebentar dan nafasnya yang semula tidak teratur menjadi teratur. Ku cabut dedek arya dan ku buka anus ibu dengan kedua jempolku. Kumasukan dedek arya secara perlahan

pelaan arghhhh… itu jarang kamu masuhki owh…. pelan sayang… ucapnya

Iya bu ini pelan, enak ndak bu? ucapku

Sakit tapi teruskan sayangh ouwh.. emmhhh… ucapnya, tubuhnya kembali terangkat menikmati tusukan dedek arya di anusnya

masuk semua bu, digoyang ndak bu? ucapku

Digoyang sayang biar kamu keluar, yang pelan dulu sayang jarang kamu masuki itu… ucapnya

Aku kemudian menggoyang perlahan pinggulku. Semakin lama semakin cepat kepala ibu tampak mendongak keatas. Setelah ritme goyanganku stabil, aku peluk tubuh ibu. sempit dan lebih sempit dari vaginanya. Kupeluk tubuhnya, tangan kiriku kugunakan untuk menopang tubuhku dan tangan kananku kugunakan untuk memainkan susu ibu.

kepala ibu menoleh kebelakang dan kami saling berciuman. Ciuman antara ibu dan aku semakin lama semakin panas membuatku semakin cepat menggoyang pinggulku. Saking kerasnya menggoyang, pinggul ibu jatuh kelantai dengan kedua tangannya menekuk. Kini posisi ibu telengkup denan tangan tertekuk sebagai tumpuan dan kedua tanganku masuk kedalam meremas susu ibu.

ouwh bu… arya rasanya pengen keluar… racauku

keluarkan… pejuhin ibumu nak ouwh… balasnya

owuh ibu tempikmu enak,anusmu enak susumu besar, arya mau keluar bu…. ucapku

keluarkan sayang… pejuhin ibumu balasnya, langsung aku cabut dedek arya dan aku berlutut dibelakangnya

Croot croot croot croot croot croot croot croot

Semburan spermaku tumpah dipunggung ada pula yang mengenai rambut ibu yang digelung. Setelah semua keluar, aku langsung dududk mekangkang disamping ibu. ibu kemudian berputar dan kepalanya berada dipahaku, dikulumnya dedek arya untuk membersihkan sisa-sisa cairan kenikmatanku.

Ough… masih linu bu pelan… uftthhh…. has has has ucapku tersengal

slurppp mmm… iya sayang… oia mau makan ndak? Itu sudah ibu suapin.. slurrrppp…. ucapnya

Sebentar bu istirahat, habis sarapan dan makan sian tempe masalahnya he he he ucapku

Tapi belum mimik susu kan? ucap ibu yang kemudian bangkit dan duduk di pahaku

Dimimik susunya sayang… ucap ibu

Aku kemudian mengenyot susu ibu secara bergantia, dedek arya pun tertidur karena kelelahan. Tapi posisi ibu yang duduk di pahaku berbuat sedikit nakal. Tubuhnya naik turun dan menggesek-gesekan vaginanya di dedek arya. awalnya tidak begitu terasa tapi setelah beberapa lama ibu melakukan itu, dedek arya menjadi bangkit kembali. Dengan cepat ibu memasukan kembali dedek arya ke dalam vagianya

Ibu ndak capek? ucapku

capek sih capek, tapi kasihan tuh kedinginan makanya ibu selimuti hi hi hi ucap ibu nakal

Bu makan yuk… ucapku

Ayuk ucap ibu yang kemudian berusaha bangkit tapi aku tahan, aku peluk tubuhnya dan aku angkat dengan posisi dedek arya tertancap di vaginanya

Aw nakal ya sayangku ucap ibu

Kami kemudian menuju meja makan, aku duduk dikursi dan ibu sedikit membalikan tubuhnya mengambil makanan. Ibu kemudian berusaha menyuapiku tapi aku tidak mau. Aku suruh ibu mengunyah terlebih dahulu dan disuapkan ke aaku setelah mengunyahnya.

Kalau begitu ambilnya lebih banyak, ibukan juga lapar ucap ibu dan aku hanya tersenyum kepadanya

Begitulah hari ini, ibu menyuapiku dengan makanan yang telah dikunyahnya. Dan kadang ibu menyuruhku mengunyah makanan yang akan dia makan. Hingga akhirnya setelah makan kami kelelahan dan mandi bersama. Ibu kemudian berpakaian sopan karena mungkin saja ayah akan pulang. Kami tidur dikamarku dan kupeluk ibu dari belakang hingga sore menjelang.

Aku terbangun dengan kepala sedikit pusing, dengan malas aku bangun dan menuju kelantai bawah. Kulihat jam menunjukan pukul 18:00, dan aku dapati ibu dengan pakaian yang sopan duduk i ruang TV. disambutnya aku dengan bibir yang maju kedepan dan kubalas. Ibu kemudian menunjuk-nunjuk ke arah pekarangan rumah. Langsung aku melompat dari tangga dan duduk di samping Ibu.

baru datang… ucap ibu

Ouh… ada informasi bu? ucapku, ibu hanya menggeleng

Ibu kemudian mengecilkan suara televisi, dan kami kemudian diam mendengarkan ayah yang berada dibelakang.

Benarkah itu dia?

APA?! Bagaimana mungkin?!

ARGH! Kenapa bisa seperti ini? bagaimana dengan anak perempuannya dan istrinya? Apa ada dirumah?

APA?! Tidak ada sama sekali?!Pasti ada mata-mata disekitar kita, kita harus lebih hati-hati lagi

Oke reng (nico), kamu suruh orang awasi rumahnya (Suara televisi kemudian aku keraskan sedikit agar tidak menimbulkan curiga)

Nanti aku akan ke sana, jam 10 aku belum istirahat setelah tadi malam

oia, jika nanti kamu melihat anaknya, langsung kamu bawa saja

Dan ingat… beberapa hari lagi, di cermin darat rembulan (Deg, ketika aku mendengarnya aku serasa telah melupakan itu semua)

Dan… lewat email, Smartphone itu (milik KS) kelihatannya menjadi sumber malapetaka kita

Setelah percakapan itu, ayah kemudian masuk dengan wajah penuh rasa takut. Entah apa yang ada di dalam pikirannya tapi yang ada dalam pikiranku adalah sebentar lagi pasti aku akan menjatuhkanmu. Ayah kemudian duduk sebentar bersamaku dan ibu, kemudian aku candai Ayah.

Ayah pun sedikit membalas, aku tidak berani membahas masalah yang baru saja aku dengar. Wajahnya tampak begitu suram dan kelam. Ayah kemudian beranjak pergi dan masuk ke kamar, setelah kurang lebih satu jam terdengar dengkur ayah.

Ibu kemudian memberitahuku mengenai berita di TV tentang orang yang terbakar dalam mobil. Ada 5 orang. 1 orang terbakar di dalam mobil yang tertabrak truk, 2 orang terbakar di dalam jurang, dan 2 orang lagi terbakar setelah menabrak monumen.

Bersambung