Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 54

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 54 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 53

Pagi menjelang, Ibu rani siuman dan sadar setelah operasi semalam. Dengan segera tante membawa rani beserta ibunya ke rumahnya. Pagi-pagi sekali sebelum matahari terbit dan penghuni rumah sakit melakukan aktifitas, kami semua sudah sibuk memeprsiapkan kepergian rani dan Ibunya kerumah tante asih.

Sebenarnya kami ingin segera pulang kerumah, namun rani memintaku untuk mengambil beberapa barang dirumahnya. Ya, sebelum polisi melakukan menemukan dan mengidentifikasi mengenai mayat yang akan mereka temukan. Segera aku dan koplak ke rumah rani dengan membawa mobil, motor kami tukar dengan mobil pikep (pick-up) wongso.

Sesampainya dipos satpam kulihat dua orang satpam masih teler. Langsung kami menuju rumah rani beberapa barang berharga, dokumen serta beberapa foto kami ambil, hufth seperti orang mau dagang saja. Dan kemudian ku antar kerumah tante asih.

Kakak-kakak, terima kasih ya ucap rani dengan senyumannya setelah kami bergotong royong memasukan barang-barangnya

Iya… teriak kami semua, yang melangkah meninggalkan rumah dan aku paling belakang

Kak arya… ucap rani sedikit pelan

Terima kasih… ucap rani yang berlari dan kemudian memelukku

Iya sama-sama adikku ucapku

Aku dan koplak kemudian akhirnya pulang menuju kerumah masing-masing. Sebelumnya kami kembali ke rumah wongso untuk mengambil motor kami. Perjalanan pulang kerumah aku ngebut secepat-cepatnya, sudah tidak tahan lagi dengan rasa kantuk.

Sesampainya dirumah, aku langsung buka pintu gerbang dan kututup lagi. Kuparkir motorku tanpa harus memasukannya ke dalam garasi. Tak ada mobil ayahku, sama seperti sebelum-sebelumnya. Aku langsung menuju ke pintu rumah, dan…

Kamu baik-baik saja sayang? ucap Ibu dengan wajah gelisahnya, dengan kebaya berwarna hitam menerawang berbalut jarit yang benar-benar membuatnya semakin mengagumkan

Eh… Ibu aku terkejut

Sudah masuk dulu sayang ucap Ibu, ingin sekali aku memeluknya dan melepaskan hasratku ketika melihat tubuh seksi ibu dari belakang. Aku kemudian masuk lalu kututup pintu dan duduk di kursi ruang tamu begitupula dengan ibu duduk dikursi sebelah kiri depanku.

Ibu tahu? ucapku

Tante asih cerita sama ibu ucap Ibu

Tenang saja bu, arya baik-baik saja. Kan ada kolak he he he ucapku

Yang penting kamu hati-hati ya sayang ucap Ibu

Iya ibuku yang cantik ucapku yang tersenyum kepadanya, kami kemudian saling pandang.

Dalam hening kami saling bertatapan. Ibu kemudian tersenyum, matanya menyipit. Aku lalu berdiri dan kugeser meja didepanku. Aku berada didepanku dan berdiri memandang ibu yang sedang duduk didepanku. Perlahan dan Begitu lambat, tubuh ini membungkuk dan kudaratkan ciuman di bibirnya.

Dibalasnya ciuman itu dengan ciuman lebih hebat dari ibu. Lelah tubuhku hanya inginkan tubuh Ibu. Dipeluknya kepalaku dengan kedua tangannya dengan sangat erat.

Puaskan dirimu, kau masih kekasihku sekarang, aku akan menurutimu sayangku ucap Ibu

Iya,bu… sayangku… arya sudah kangen sekali ucap ku

Kamu ingin apa, kekasihmu ini akan menurutinya ucapnya

Aku ingin menjelajahi tubuhmu, sudah lama aku tidak menjelajahinya ucapku

Lakukan, ibu akan menurutinya… ucap Ibu dengan desah dan kami kembali berciuman.

Kedua tanganku meraba bukit kembar milik ibu, aku remas secara perlahan. Keras, karena masih tertutup oleh bungkusan kemben didalamnya. Ciumanku semakin turun kebawah, keleher ibu. Desahan-desahan nafas menambah birahi kami semakin meningkat.

Kujilati leher jenjang itu hingga bagian belahan susu ibu. susu yang tampak menyembul dari kebaya yang seksi ini. jilatanku, ciumanku masih berputar-putar di arean belahan susu ibu, dan remasan lembut tanganku masih berada disusu ibu.

kudorong tubuhnya perlahan, kuangkat kedua kakinya sembari menyingkap jarik yang melilit pinggang hingga kaki bagian bawahnya. Ibu mengangkat sedikit pinggulnya dengan bantuan kedua tangannya. Yupz, tak ada Celana Dalam. Setelah jarik ibu sudah berada di pinggangnya, aku lebarkan kedua kakinya, kaki kanan tetap berada di lantai yang satu aku posisikan menekuk dan bertumpu pada kursi.

Ayo nak, kamu kangen kan sama tempik ibu? ucap ibu

kangen bu, sudah lama aku ndak mainin ini tempik, apa kabarnya tempik ibu ini? ucapku nakal

Kangen sama kamu, tambah sempit nanti kalau kamu masuki ucap ibu

Masuki pakai apa bu? ucapku

pakai kontol anakku sayang ini… ayo jangan dilihati nak, kan bukan film ucap ibu

memang mau diapakan bu? ucapku

iiih… nakal deh, tempik ibu pengen dijilati sama kamu anakku sayang, mmmmhhhh…. ucap ibu disertai desahan, kudekatkan wajahku ke vagina ibu

Wangi sekali slurrp… slurrrp… ucapku kemudian menjilati vagina seperti halnya eskrim

Khusus buat kamu emmmmhhhh nak… jilathhhhhh…ti terus nak ibu benar-benar kangenhhh sama kamuwh… owhh…. racaunya

Lidahku kemudian aku julurkan dan bermain diitil ibuku. Jarik tengah kanan mulai aku masukan dan kumainkan di bagian bawah vaginanya. Lama dengan posisi itu, aku kemudian menusukan jari tengah kananku lebih ke atas, dan aku korek-korek dinding atas bagian dalam vagina ibu.

Owhh… yah disitu nak enak banget owhh… terusshhh… mmmmhhh…. lebih kuat, mainkan sesukahhhhmuhhh owhhh… iya anakku begitu… mainka tempik ibumu yang kering itu owh… racaunya, yang membuat aku semakin bernafsu dan semakin kuat dalam mengocok vaginanya

Arghhh… lebih cepathhh lebih cepat…. tempik ibu mau muncrat…. arhhh… terus kocok tempik ibu nak… sedot lebih kuat itil ibumu itu owhh… yah terussshhhh… racaunya, dengan tubuhnya semakin tegap dan bergoyang

Arghhhhhhhhhhhhhhhh….. teriaknya dengan tubuh mengejang beberapa kali, aku hanya diam dan kemudian berdiri melihat ibu yang mengejang merasakan nikmat

kamuhhh nakal anakku erghh… egh… eghh… egh… ucapnya dengan tubuh sedikit mengejang, setelah beberapa saat tubuh ibu kemudian maju dan meraba selangkanganku

yang didalam kangen ndak ini hashhhh… ucap ibu

kagnen banget, kangen bibir, sama tempik Ibu ucapku

pengen diapain ucap ibu sambil memandangku ke arahku, senyuman nakal terlukis di bibirnya

Pengen dijilati sama diemut sama bibir kamu ibuku, owhhh… desahku yang merasakan rangsangan ketika jari-jari itu mulai bergerak disekitar selangkanganku

begini ya ucap Ibu yang kemudian membuka resleting celanaku, tanpa berlama-lama.

Dipelorotkannya celanaku seklaigus celana dalamku. Dan toeeeeng dedek arya kembali akan beraksi. Tangan ibu memegang kedua pahaku, dan bibirnya mulai menciumi ujung kepala dedek arya. kadang lidahnya dikeluarkan dan bermain-baim di lubanng pipis dedek arya. ah, ternya aku menyukai posisi ini, tapi akan terasa lelah jika aku harur berdiri.

bu, aku duduk ya, ibu dibawah ucapku

heem… apapun maumu anakku ucap ibu

Aku bergantian dengan ibu, aku duduk dikursi dan ibu sekarang berada dibawahku. Tangannya secara lembut melepaskan celana jeans dan celana dalamku dengan bibir masih menciumi dedek arya. setelah lepas, tangannya mulai mengocok pelan dedek arya.

bu, tangannya di bawah saja, arya pengen ibu pakai mulut arghhh ucapku

iya sayang… ucap Ibu yang kemudian menurunkan kedua tangannya disamping kedua lututnya yang bersimpuh

cepetan bu, kulum kontolnya ucapku

kontol siapa? ucap ibumenggodaku

kontoll arya bu ucapku

Siapa yang ngulum, jelas dong sayangku ucap ibu masih menciumi ujung dedek arya

Emutin kontol anakmu bu, kontol anakmu sudah pengen di emut sama mulut ibu ucapku dengan nada penuh nafsu

iih.. nakal deh, gini ya? ucap ibu,

Ibu kemudian memasukan dedek arya perlahan dengan mata msaling berpandangan denganku. Kedua tangannya berada dibawah, sebuah posisi yang indah. Hanya bibirnya saja yang bermain-main di dedek arya. Kepalanya maju mundur perlahan, kedua tanganku mengelus-elus rambut ibu dengan tubuh bersandar pada kursi. Terlihat jika ibu tersenyum ketika mengulum dedek arya.

Owhh… ibu suka? ucapku sambil memandangnya

iya, suka kontol anaknya sendiri slurrppp mmmmmhhhh… ucap ibu yang kemudian kembali mengulum dedek arya, kepalanya maju mundur

bu, owhh… elusin yang dibawah emmmmhhh…. yang dibawah zakar… ucapku. Jari-jari lentiknya kemudian mengelus-elus dengan ujung jarinya di bawah zakarku

yah, begitu owhh… lebih enak bu ucapku. Setelah cukup lama ibu mengulum dedek arya, tampaknya aku harus memulainya.

Kupegang kepala ibu dan kutekan lebih kedalam lagi, tak ada perlawanan dari ibu. setelah itu aku tarik kepalanya dan kucium bibir indahnya itu. Kuangkat tubuh ibu dan akupun ikut berdiri.

Kuposisikan ibu duduk mengangkang di kursiku, kedua kakinya aku sandarkan di sandaran tangan kursi. Kuarahkan dedek arya ked vagina ibu, dengan bertumpu pada sandaran tangan kursi. Aku menekan perlahan.

bu… owhhh tempikmu sempit sekali… arghhhh… ucapku dan langsung kepalaku diraih ibu dan dikulumnya bibirku

mmmmh… mmhhh mmmhhh hanya itu yang aku dengar dari bibir kami berdua

Aku semakin cepat dan memompa pinggulku, posisi ini lebih melelahkan karena aku benar-benar harus membungkuk. Dipegangnya kedua buah pipiku, dan kami saling berpandangan. Aku terus melakukan aksiku dan memompa vagina ibuku sendiri. Wajahnya mengrenyit dan tetap menatapku tanpa berkata-kata. Kucium bibir indahnya kembali, dan aku terus memompanya.

ermmmmm… emmmmhhh….. emmmmmhhhh… mmmmhhhhhh…. slurrpp….. mmmmhhhh desah ibuku, lama kami dalam posisi ini

emmmmm arghhhhhhh….. racau ibu, aku yang kelelahan kemudan kucabut dedek arya yang masih berlumur cairan vaginanya

emut bu… ucapku dengan menyodorkan dedek arya ke arah ibu, tanpa menolaknya ibu kemudian bangkit dan langsung mengulum dedek arya yang masih berlumuran cairan vaginanya

enak kan bu? Enakan mana sama punya suamimu bu ucapku semakin nakal

slurrppp… arhhhh jelas enak punyamu nak slurrrppp…. ucap ibu disela-sela emutan, wajahnya memandangku dan dia tampak tersenyum

Kamu adalah milikku bu owhhh… terus emut bu, tunjukan pada arya cintamu bu owhh… racauku, mendengar kata-kata itu ibu semakin mengulum dedek arya semakin kuat

ayo sayang, masukan lagi kontolmu ketempik ibumu, ibu sudah ndak kuat… ucap ibu yang melepaskan emutannya

iya bu… ucapku, kutarik ibu dan kuposisikan menungging dengan bertumpu pada meja

Tell me what you want son, hot or wild? ucap ibu ketika dedek arya sudah berada di depan vaginanya

both of them ucapku dengan dedek arya yang terhenti

lakukan semaumu, ayo masukan kontolmmu itu ke tempik ibu, garuk tempik ibu pake kontol kamu cepetan sayang biar ibu puasin kontol kamu ucap ibu mulai membakar birahiku

ooo.. jadi ibu mau disodok pakai kontol anaknya ya? ucapku

iya, cepetan sudah pengen digaruk-garuk pake kontolkamu ucap ibu

Seperti ini ucapku memasukan dedke arya perlahan

erghh… heem… mmmhhhh ucap ibu menikmati

kok diem bu? Mana hotnya? ucapku meminta

Dasar nakal banget kamu,ughhh…

cepetan goyang keras, sodok tempik ibumu ucap ibu

PLAK… tamparan tangan kananku di pantat ibu, yang kemudian mulai menggoyang pinggulku

Aaa… nakal banget kamu nak, tampar lebih keras lagi ucap ibu, dan aku semakin keras menampar dengan menggunakan tangan kanan walau sebenarnya sedikit ragu melakukannya

tempikmu sempit sekali buowh kontolku kejepit di tempik ibu owgh… racauku

emmmhh…. sssshhh… kamu ingin tempik ibukan? Sudah kangen kan sama tempikh ufthhh ibu? erghh… ayo puaskan birahimu kenthu lebih keras lagi… biar kamu puas dan ibu jugggaahhhhh owghhh… lebih dalamhhhh ibu sukahh kalau kontolmu mentokhhh didalam…. emmmhhh… racaunya

mentokh dimana buh… emmmmhhh…. ah… njepit banget buwh…. racauku

mentoj didalam tempik ibumu ini anakkku owhhh yeahhh… lebih keras.. tampar pantat ibu nak wmmmmhhh…. kontolmu benar-benar buat ibu gila… owgh penuh banget tempik ibumu ini rasanyahhhh owhhh…. terushhhh ssshhhhhhh… erghhhh…. racaunya

Segera aku mengocok dan menyodok lebih keras lagi dedek arya ke dalam vagina ibu. kubungkukan tubuhku dan kuraih susu ibu yang masih berbakut kebaya. Kuremas keras, walau yang masih berbalutkan kemben. Dengan sangat kasar karena dikuasai birahi, aku tarik kebawah kebaya yang hanya menutupi sebagian bahunya ini.

Iya begitu… sodok lebih keras lagi tempik ibu, erghhh… tarik robek nak… mainkan susu ibu, kamu sukahh kan susu owghhhh racaunya

ya aku suka susu besar ibu, indah, putih, kenyal owghhh… racauku

Sejenak aku berhenti agar aku bisa merobek-robek kebaya ibu. dengan petunjuk ibu aku buka kemben yang menutupi susu indahnya. Dan bergelantunglah dua buah susu indah ibu segera akumeremas dan memainkan putingnya.

Ayo sayang jangan susu terus, tempik ibu jangan dianggurin aw… ucapnya kemudian kaget ketika aku mulai menggoyang lagi

Emmmhhh sssshhh terus sayang, genjot lebih keras lagi tempik ibu ouwhh…. kontol kamu benar-benar mantab ouwhh…racau ibu yang membuat birahiku semakin meningkat.

enak ndak bu kalau arya beginikan ucapku, tangan kiriku masih meremas susu kirinya dan tangan kananku menelusur ke keselangkangannya yang kemudian bermain-main di klitoris ibu, bibirku menciumi punggung ibu.

Owhh yah… itil ibu kamu apakan ufth… pinter banget kamu sayang… enak banget yeah… ermmmmggghhhh ssshhhh terus… goyangghhhh…. plintir itil ibu enyakkk ouwhh… y abegituh sayangku… racaunya menerima perlakuanku

ufthh… tempikmu tambah becek banget bu… tambah enak… arghhh… ya bu… owhhh jepit lagi kontol anakmu bu… jepit kontol anakmu pakai tempikmu yang sering dianggurin sama suamimu bu owh… yahhh… racauku semakin liar

begini emmhhh…. arghhh…. yahhh… emmmhhh…. dah ndak pernah nganggur owh sayang kan sudah kamu sodok terus ouwhh… tempik ibumu ndak pernah nganggur sejak kontolmu masuk ketempik ibu owh… racaunya menikmati

iya ya bu… enak mana b sama kontol suamimu? ucapku menggoda

Enak punya mu owhh yah… terus kontol kamu enak, paling enak daripada kontol kecil suamiku owh… racaunya

aku sodok lagi yah aku sodok lagi tempikmu owh… racauku

Lama kami dalam posisi doggy style, tampak vagina ibu semakin becek. Terasa cairan-cairan pelumas dari vaginanya keluar semakin banyak. Apalagi tambahan dari sisa orgasmenya, walau becek tapi ibu selalu menggerakan dinding vaginanya untuk menjepit dedek arya.

owghh… nak istirahat owghhh ibu ndak capekkhhh owghh… ucap ibu,

Tak berlama-lama, aku langsung menarik tubuhnya dan kurebahkan di sofa yang berada di kanan pintu masuk rumah. Aku kangkangan kedua kakinya,kaki kanannya berada di atas sandaran sofa dan kaki kirinya menjuntai kebawh. Dengan segera aku posisikan tubuhku di selangkangan ibu.

Sebentar jangan terburu-buru sayangku, biar ibu lap dulu ucap ibu seembari mengelap vaginanya dengan kain jariknya

Ayo bu cepat, kontolku sudah ndak tahan pengen ngenthu tempikmu paksaku

iya, silahkan anakku yang ganteng, masuki tempik ibumu dengan kontol besar dan kuatmu itu, kontol yang aaaaaaaaawwwwwwwww…. lebih besarhhhh dari kontol ayahmuwhhh owhhh… ucap ibu yang kemudian menjerit karena aku memaksa masuk kontolku

owghhh besar kontolmu owghh… emmmmhhh esssshhhh… lebih dalam lagi…. mentokin ke dalam tempik ibu… ufthhh… enak sayang emmmhh… racaunya yang kemudian kutekan lebih kedalam

Tubuhku membungkuk dan kedua tanganku meremas susu ibu. kulumat bibir indahnya, kedua tangannya berada diatas kepalanya. Kupercepat goyangan pinggulku.

Owghh ibu, arya mau keluar… ucapku

kibu jugaahhh… keluar sama-sama owghhh terus lebih keras… sodok lebih keras tempik ibu… sodok pakai kontol besarmuhh orghhh… racaunya

Aku ingin meju di tubuh ibu… ucapku

terserah… pejuhin tubuh ibumu ini owghh… racaunya

AKU HAMPIR KELUAR BU .. ucapku

ibu juga… aaaaaaaaaaaaa teriak ibu tubuhnya mengejang

Ku tarik dedek arya dari vagina ibu, segera aku berdiri disamping wajah ibu. dan…

Crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot

Tumpuh semua spermaku diwajah ibu, beberapa tembakan aku arahkan ketubuhnya. Kini wajah dan dada ibu berlumurkan air maniku.

hashhh hashhh hashhh kamu itu ibu sendiri kamu pejuhin… hash hash hash ucap ibu disela-sela nafasnyayang tersengal-sengal

ibu seksi banget hash hash bu bersihin kontol arya pakai mulut ibu ya pintaku dengan segera ibu menagangkat sedikit kepalanya, kedua tangannya memegang pinggulku dan mulutnya mulai mengulum dedek arya

Owh… enak banget bibir ibu ucapku sambil menikmati kulumannya

mmmmhh…. slurrrp… kamu itu masa ibu suruh bersihin kontol nakal ini sluurpp mmmmm… ucap ibu disela-sela mngulum dedek arya

Setelah benar-benar bersih, aku jatuh terduduk dilantai karena lelah. Ibu membersihkan sisa-sisa sperma yang menempel di waja dan tubuhnya. Ibu kemudian bangkit dan melepas semua kebaya yang di kenakannya.

Yuk, bobo sayang dikamar kamu ucap ibu mengajakku

heem… ucapku

Bersambung