Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 48

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 48 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 47

Mulai dari sekarang hingga akhir dari hidupku ar. Kamu boleh melakukan apa saja terhadapku dan aku tidak akan lari, mau kau jadikan aku pelacurmu pun aku mau ar. Asal kamu berjanji mau melindungi ayahku, hanya itu ucapnya dengan air mata mengalir

Eh… aku bukan seperti mereka ucapku pelan, sambil menundukan kepalaku

Aku sudah siap ar ucap mbak ara, aku kemudian memandangnya dan sangat terkejut melihat mbak ara sekarang hanya menggunakan BH dan celana dalam tipisnya. Kini dia sedang mencoba melepaskan BH yang menutupi payudaranya

Mbak, sudah mbak…. ucapku

Eh… Aku hanya ingin ayahku hidup ar, aku mohon hiks hiks hiks hiks… ucapnya yang kemudian duduk bersimpuh dengan kedua tangan menutupi wajahnya, Bhnya tersangkut di kedua lengannya dan memperlihatkan payudara indahnya yang menggemaskan. Kupalingkan wajahku dari pemandangan itu, dan kusulut sebatang dunhill

mbak, aku tahu mbak sangat menyayangi ayah mbak… aku pun juga tak tega jika kemudian hari mbak meninggalkan desa ini ketika ayah mbak disingkirkan oleh komplotannya ucapku

hiks hiks hiks aku tinggal disini karena aku ingin mengajak ayahku lari, tapi ayahku tidak ingin. Jika dia lari semua kerabatnya pasti akan mati. Aku… aku…. hiks hiks hiks ucapnya terpotong

Baiklah mbak, aku akan membantunya keluar dari jebakan mereka dan mbak tidak perlu menyerahkan harga diri mbak kepadaku. Aku berjanji akan menolongnya… ucapku pelan dan tersenyum kepadanya

be…benarkah Ar? ucapnya dengan senyum mengembang dengan pipi yang basah oelh air matanya. Aku mengangguk pelan dan tersenyum

terima kasih ar, tapi jika kamu menginginkannya kapanpun bahkan sekarang, aku akan memenuhinya. Aku sudah berjanji kepadamu ucapnya, Aku kemudian berjalan kearahnya, kupakaikan lagi BH-nya dan pakaiannya. Mbak ara menurut dan hanya diam.

jangan niru mbak erlin, nanti aku tambah pusing ucapku dengan senyuman

Eh… erlin sayang sekali sama kamu ar, tapi sayang kamu sayang sama dosen kamu ya? ucap mbak ara

Eh… kata siapa? Pasti dari mbak elrin? Mbak erlin tahu apa? ucapku yang kemudian duduk di sampingnya

Bukan dari erlin, tapi ketika kamu mendapat hukuman dari tante kamu, tante asih. Walau percakapan kalian tampak judes tapi aku bisa merasakan kalau dari kata-kata yang keluar dari mulut kalian menyembunyikan rasa saling sayang ucapnya

Mbak nguping? ucapku, dan mbak ara mengangguk

waktu itu aku ingin menemui kepala rumah sakit, yang juga teman pak dhe kamu itu. Pas lagi jalan, aku melihatmu mendapat hukuman. Akhirnya aku mendengarkan percakapan kalian, lucu tapi kalian memang cocok ucapnya

Ndak cocok… ucapku

Kamu tahu ar, aku juga mencintai orang yang lebih tua dari aku. Ketika dia berumur 30 tahun dan aku berumur 15 tahun, dia mengangkatku sebagai anaknya. Tapi setelah istrinya meninggal, hidupnya sangat kelimpungan.

Aku yang semula merasa kasihan akhirnya aku mencoba untuk menggantikan posisi istrinya. Tapi lambat laun aku mencintainya akhirnya kami menikah siri, dan laki-laki itu adalah ayahku, si buku ucapnya

Eh…. aku terkejut mendengar ucapanya

mungkin tabu ketika didengar, tapi aku mau menjadi istrinya. Itulah kenapa, apapun akan aku lakukan agar dia hidup, jika semua telah berlalu aku ingin meresmikan hubunganku secara sah dimata negara, aku tidak peduli kata orang mau dia lebih tua, mau dia dlunya seperti apa, kesalahan apapun aku akan menerimanya, karena aku mencintainya ucapnya

Aku hanya tersenyum mendengar penjelasannya. Cinta? Mungkin itulah cinta. Tak memandang umur maupun status. Tapi kadang cinta bisa berubah menjadi benci, karena jarak cinta dan beni hanya 0,0000001cm.

Tapi cinta bisa membuang benci, menghilangkan benci walaupun terkadang tanpa disengaja bisa mendatangkan benci. Cinta dapat menerima semua kekurangan dan kesalahan dari masa lalu, tapi cinta yang aku miliki untuk dia he he he, hilang dan tak tahu apakah akan kembali.

Cinta… cinta, bahkan seorang dewa dalam dongeng negeri tirai bambu pun harus jatuh menjadi seekor babi hanya karena cinta. Setiap kali dia melihat pedihnya cinta dia selalu mengucapkan, beginilah cinta deritanya tiada akhir, dasar ti pat kai. Itu hanya contoh kecil penderitaan karena cinta, benarkah cinta membuat sakit? Benarkah cinta membuat menderita?

Setiap orang dapat melihatya dengancara berbeda, tapi cintalah yang membuat semuanya menjadi damai. Sasuke yang hidup dengan kebencian, sedangkan naruto hidup dalam kebencian namun dia ubah menjadi sebuah cinta.

Ar, jika kamu memang menginginkan dosen kamu. Kamu seharusnya berjuang agar dia menjadi milik kamu… lanjutnya

tapi aku dan dia berbeda, dia seorang dosen mbak, aku mahasiswa , apa kata dunia? ucapku

Dunia akan mengatakan, itulah cinta sangat indah ucapnya dengan senyuman

Kami kemudian bercakap-cakap hingga sore menjelang. Aku sudah bisa melihat senyumannya kembali. Rugi? Mungkin iya karena aku melewatkan tubuh sintal dari dokter cantik satu ini. pikiranku kadang menyuruhku untuk mengambil jatah yang diberikan tapi hatiku mengatakan apakah aku akan menyakiti Ibu lagi?

Tidak, aku putuskan untuk tidak. Sore menjelang, kondisi pasien sudah membaik, mbak ara kemudian memberikan obat untuk dikonsumsi. Aku dan keluarga si bapak bersiap-siap untuk pulang kembali ke dusun kami.

Mbak, jika memang ada informasi terkait komplotan ayahku, segera hubungi aku ucapku pelan ketika hendak pamit

Iya ar, aku pasti informasikan dan terima kasih sudah mau menolongku dan jika kamu menginginkannya, aku siap… ucapnya

ndak lah mbak… jawabku

Oh iya sudah ada erlina kok hi hi hi candanya

mbaaaak jangan lagi deh, aku waktu itu kan terpaksa, mbak erlin juga mengancamnya benar-benar serius jelasku

iya, iya, dia memang suka nekat… oh ya ar, tolong kamu rahasiakan jati diriku kepada erlina, aku tidak ingin dia membenciku ucapnya dan aku hanya mengangguk

Ar… ucapnya kemudian mendekat dan berbisik kepadaku

Berjuanglah, aku yakin dosen kamu akan menjadi milikmu ucapnya, aku hanya memasang wajah datar kemudian melet di hadapanya

Sudah, nanti kalau ada apa-apa aku hubungi lagi ar, sekali lagi terima kasih dan tolong antar bapaknya sampai kerumah ya nanti aku ganti deh bensinya ucapnya

Iya bu dokter cerewet. He he he ucapku, sebuah pukulan ringan mendarat di lenganku

Ku antar bapak beserta istrinya sampai kerumah. Aku dan bapaknya bercakap-cakap panjang kali lebar selama perjalanan pulang. Dalam pikirku aku tak habis pikir jika petunjuk dan informasi semakin banyak aku dapatkan. Pikiranku melayang ke teka-teki dari pesan di email om nico. Hanya kurang satu, cermin rembulan. Tempat apa itu sebenarnya?

Hari berganti, semua progja KKN-ku telah aku selesaikan bersama kelompokku. Waktuku tinggal satu minggu, dan kami jadikan waktu yang tersisa sebagai waktu untuk bersenang-senang. Di hari pertama ketika ajeng, anta dan rino pergi mencari makan malam aku mendapati rani dan eri dengan wajah sangat ketakutan dan penuh kesedihan.

Ya aku ditinggal tidak mencari makan karena pada saat mereka akan pergi aku sedang mengeluarkan isi perutku.

Ran, Er, kalian kenapa? ucapku ketika melewati pintu kamar mereka, dan berhenti sejenak

Ndak papa kok ar ucap eri yang kemudian memaksakan sebuah senyuman di bibirnya

Heem ucap rani yang juga memaksakan sebuah senyuman, aku kemudian berjongkok dan memandang wajah mereka berdua hingga mereka salah tingkah

Sebenarnya aku ndak ingin tahu masalah kalian, tapi beberapa kali aku selalu mendapati kalian bersedih. Entah setelah mendapat telepon, entah setelah memebaca pesan di Smartphone kamu. Aku sebenarnya tidak mau peduli karena itu masalah pribadi kalian. Tapi jika memang ada yang bisa kamu bagi kepada sahabat-sahabat KKN-mu, kenapa tidak? Mungkin bisa meringankan beban pikiranmu ucapku

Sudah ar, tidak apa-apa, okay lihat kita berdua sudah tersenyum ucap eri, dan rani juga memperlihatkan senyumannya

Kasihan ya suami kamu besok ucapku santai dan berdiri sambil menyulut dunhill

kok kasihan? Apa kamu sesuatu tentang aku dan eri? ucap rani

Aku ndak tahu, kenal sama kalian saja baru sekarang, Cuma…. ucapku sambil mengeluarkan kepulan putih

Cuma apa? ucap eri

Cuma kasihan saja, suami kamu kelak hanya akan mendapatkan senyum palsu kalian he he he candaku

Arya! ucap mereka berdua serempak dan langsung berlari ke arahku, pukulan-pukulan ringan didaratkan di tubuhku. Kami kemudian bercanda hingga ajeng, anta dan rino datang. Tampak wajah rino dan anta berubah ketika melihat keakraban kami, ajeng, dia biasa saja karena sudah tahu aku.

waduuuuuuuh… ada yang ngambek nih he he he ucapku

Siapa tuuuuuh jawab ajeng

ini lho jeng, dua cowok ganteng dateng-dateng wajahnya cemberut, cemburu nih sama aku ucapku yang langsung beranjak pindah tempat ke belakang ajeng

kok cemburuuuu ada yang cinlok ya ar hi hi hi ucap ajeng

kayaknya eh bukan kayaknya tapi memang beneran cinlok jeng ucapku, sedikit aku lirik anta dan rino yang menjadi salah tingkah. Dan mereka juga mencoba menagncamku dengan kepalan-kepalan tangan, hanya bercanda.

Siapa yang cinlok ar? ucap eri

heem… ucap rani

Yaelah dasar cewek ndak peka! Sudah tahu ada dua cowok ganteng cemburu sama aku, ya jelaslah mereka ndak suka aku dekat sama kalian berdua, pake nanya segala, tuh aku mau dihajar sama mereka berdua he he he ucapku membuat mereka berempat menjadi salah tingkah, aku dan ajeng hanya tertawa terpingkal-pingkal.

Tak ada yang berani beranjak dari tempat kami berkumpul, karena setiap kali mereka mau meninggalkan tempat aku dan ajeng selalu mencandai mereka. Ya, cemburulah, hatinya panaslah ha ha ha hingga kami semua mengantuk dan tertidur tetap di tempat kami makan.

Kulihat wajah mereka berlima tampak kelelahan, kuambil selimut dan juga bantal-guling dari kamar cewek dan kamar cowok. Ku selimutkan ke tubuh teman-teman lelakiku ini dan juga teman perempuanku.

Terima kasih… ucap pelan rani ketika aku menyelimutkan selimut ketubuhnya

Eh… sudah tidur, lagi dah malam ucapku pelan

mungkin jika tidak ada kamu, kelompok kita akan menjadi sunyi, terima kasih atas kebahagiaanya ar ucap pelan eri ketika aku menyelimutinya dan aku hanya tersenyum

aw… bisiku pelan, karena ajeng mencubit tanganku ketika menyelimutinya

Kutinggalkan mereka dan aku nongkrong didepan rumah. Segelas teh panas dan juga dunhill menemaniku. Kubalut tubuhku dengan selimut tebal agar tetap hangat tubuh ini. tanpa sadar aku tertidur di depan rumah hingga pagi menjelang.

Hari-hari kami lalui bersama-sama,canda tawa dan kebahagiaan terpancar dari semua wajah teman-teman KKN-ku ini. berpoto bersama, berselepi bersama, bergurau bersama adalah hal yang indah yang kami lakukan selama KKN.

Hingga waktu itu, malam hari sabtu aku diajak ajeng berjalan-jalan dengan mobilnya kesebuah tempat di dusun kelompok KKN lain berada. Aku diajaknya kesebuah danau yang sangat indah, waktu itu bulan purnama bulan yang sangat sempurna.

Mengingatkan aku akan perempuan yang memuji bulan. Ah, kenapa aku bisa ingat akan dirinya lagi. Aku dan ajeng duduk di sampin danau alamin ini. pinggiran danau mirip sekali dengan pantai.

Ar, indah ya… ucap ajeng

ya indah lah, kalau tidak indah mana ada yang mau kesini ha ha ha candaku

kamu itu masih sama saja, suka bercanda ucapnya

aku masih sama jeng, tidak berubah balasku, ajeng kemudian berdiri dan perlahan berjalan memasuki pinggiran danau hingga pinggangnya tenggelam

jangan dalam-dalam nanti tenggelam, mobil kamu aku jual ha ha ha ucapku

Ar, kesini ucapnya tanpa menghiraukan candaku. Aku kemudian berdiri, kuletakan benda-benda berhargaku di dekat tas ajeng. Aku pun ikut menenggelamkan pinggangku tapi aku lebih kedepannya karena jika aku sejajar dengan ajeng hanya sampai pada selangkanganku

indah ndak bulannya? ucap ajeng

indah jeng… jawabku

lihat rembulan didanaunya, seperti cermin ya? ucap ajeng

Eh… iya jeng ucapku

Eh.. cermin? Apakah ini yang dimaksud oleh ayah dan kawanannya bathinku tersadar akan kata-kata ajeng

berarti, jika yang dimaksud cermin adalah danau, perumahan ELITE, ada danau disana, apakah pertemuan mereka akan diadakan disana? bathinku

Ar… ucap ajeng pelan memecahkan keheningan antara kami berdua

iya… mmmmmm…. jawabku namun mulut ini sudah disumpal oleh bibirnya. Aku melangkah mundur dan hingga aku terjatuh di tepian danau yang tak begitu dala. Aku kini duduk dengan perutku tertutup oleh genangan air danau dan ajeng berada di atasku

Jeng, sudah hentik…. ucapku terpotong

I dont care abaut what you say, i dont care abaut your wise word again ar

i know that you wont love me, but i love you ar, meskipun kamu tidak menginginkanku tapi… ucap ajeng terpotong

Jeng, jika kamu memaksaku aku akan memben… ucapku terpotong

i just want to give you my first time, biarkan aku bahagia denganmu sekali saja ar, sekali saja

and if you refuse it, youll see my body swiming in here, a body without soul ucapnya

jeng jangan nekat, apa kamu gila ucapku

Just once, right here, right now, my first time is for you ucapnya yang kemudian medaratkan sebuah ciuman di bibirku, aku mencoba menolak tapi bisikan ajeng membuat aku tak kuasa.

please… peluk aku ar, sekali saja buat aku bahagia bersamamu ucapnya

Kupeluk tubuh ajeng dengan kedua tanganku. Aku kini duduk tegap dengan kedua tangan memeluk tubuhnya. Ajeng kini duduk tepat di atas perutku. Aku dan dia kini saling melumat bibir, pikiran bersihku sudah hilang, logikaku kabur entah kemana.

Tanpa aku sadari, ajeng sudah tidak lagi memakai celana dalamnya, aku dapat melihatnya ketika roknya tersingkap ke atas. dengan paksa ajeng menarik celana training yang aku pakai beserta celana dalamku hingga di pahaku.

Dan toeeeeeeeng dedek arya tampak segar bugar, sudah lama sekali dia tidak mendapatkan jatah. Wajahnya garang dengan taring yang runcing siap menerjang vagina-vagina yang berada dihadapannya.

Wanita? Ancaman? Aku selalu kalah dengan ancaman seorang wanita. Seakan-akan mereka tahu akan kelemahanku, Ibu, erlina, dan kini ajeng sama-sama meberikan ancamanyang membuat aku luluhb lantak tak berdaya membuat diriku dikuasai oleh nafsu. Kini tanganku dengan penuh nafsu meremas-remas payudara ajeng yang terbungkus oleh kaos tanpa lengan itu.

ehmmm…. arya, remas terus ar, jadikan malam ini aku milikmu ucap ajeng yang kemudian menciumku lagi

Kutarik kaos ajeng ke atas dan tersembulah payudara ranum ajeng. Tidak begitu besar dan tidak begitu kecil, kuremas dengan lembut. Ciumanku kemudian turun ke payudaranya membuat ajeng menggelinjang tak karuan.

Ah ar, hangat sekali lidahmu ohhh…. ucapnya tapi aku tak menjawabnya

Dengan perlahan, ajeng menggesek-gesekan vaginanya kepada dedek arya. sensasi hangat dan dingin menyelimuti dedek arya yang berada didalam air danau ini. tanpa menunggu lama, ajeng melepaskan diri dan memegang dedek arya, diarahkannya dedek arya ke vaginanya. Entah bagaimana dia tahu mengenai posisi ini, mungkin dari film xxx. Tepat ujung dedek arya berada di mulut vaginanya, ditekannya secara perlahan

Ergh… ucapnya

Jeng, sudah jeng kalau sakit kita bisa hentikan sebelum semuanya terja… arghhhh…. ucapku terhenti karena ajeng dengan paksa menekan vaginanya hingga melahap habis dedek arya

ash ash ash ash ash Penuh sekali ar, burungmu besar sekali, vaginaku penuh erghhhhh…. ucapnya

jeng… erghhhh…. ucapku merasakan sakit terjepit oleh vaginanya

Ajeng kemudian mulai menggoyang naik turun pinggulnya. Kedua tanganku kini menumpu tubuhku dari belakang. Kusaksikan ajeng memompa dengan perlahan, payudaranya tampak bergoyang pelan. Rasa sakit di awal memang sangat sakit, tak ada pelicin di vagina ajeng namun lama-kelamaan aku merasakan vaginanya terasa licin. Kulihat kebawah tampak sedikit noda merah menempel pada rok putihnya.

Arya… oh… aku cinta kamu ar, ah ah ah ah… aku bahagia ar ah ah ah ah aku bisa menyerahkan mahkotaku kepadamu owhhh…. ucap ajeng

owh jeng… arghhh….. yah… mmmmhhhh ssssshhhh… aku tak mampu berkata-kata hanya mampu mendesah. Tubuh ajeng semakin lama, semakin cepat. Sempitnya vagina ajeng membuatku sangat tidak tahan dengan gerakan anik turunn tubuh ajeng.

Ah… arya, aku rasanyah pengen pipis owhh… erghhhh…. arya sayang, ajeng sayang sama arya… owh…. ucap ajeng

jeng owhhh… desahku, tiba-tiba ajeng berhenti dengan nafas yang tersengal-sengal

tadi aku pengen pipis tapi pas berhenti kok malah ndak kerasa hash hash hash ucap Ajeng yang benar-benar sepolos aku ketika pertama kali bersama ibu

sudah jeng, sebelum owhhh jeng arghhhhhh….. ucapku dimana ajeng kembali menggoyang tubuhnya.

arya sayang, ajeng… argh…. ajenh pipiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisss….teriaknya

Tubuhnya ambruk, dan memeluku sangat erat. tubuhnya mengejang beberapa kali, terasa cairan hangat membasahi dedek arya. aku masih bertumpu dengan kedua tanganku dengan nafas sedikit tersengal dan dedek arya masih berenang di dalam vagina ajeng.

Apakah kamu akan menghentikan ini semua ar? Sekali saja ar, anggap aku sebagai istri kamu, setelahnya aku akan menjadi ajeng seperti dulu lagi, sekali saja ar, aku mohon, setelahnya tidak…. ucap ajeng dengan pipinya yang menempel dadaku

baiklah istriku, malam ini saja tapi aku mohon setelahnya jangan kau umbar cintamu lagi dan aku minta maaf jika setelahnya akan melukai hatimu… ucapku yang kemudian memeluk tubuh yang sedang memelukku

Aku janji ar, setelahnya kamu harus punya pacar, kalau tidak aku akan mengejarmu hingga kamu mau denganku, ingat itu suamiku cup…. ucapnya yang bangkit memandangku dan kemudian menciumku, kami saling melumat bibir.

Kuangkat tubuh ajeng, tangannya kemudian meraih celana dalam yang mengambang. Dengan sedikit kesusahan melangkah karena celana trainingku ada dipahaku, aku angkat dan aku rebahkan tubuhnya di pinggir danau. Dengan posisi konvensional aku pandangi tubuhnya terlebih dahulu.

Sayang, aku ingin kamu membuka semuanya… ucap ajeng, dengan wajah datar yang kemudian tersenyum aku membuka kaos yang dikenakannya. Kini tubuh ajeng telanjang dihadapanku, dengan rok yang tersangkut di pinggangnya. Buah dada yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil namu pas segenggaman tanganku. Sekal, ranum dan kencang.

Istriku…. mmmmm…. ucapku yang kemudian mencium bibir indahnya, tangannya melingkar ditubuhku aku mulai menggoyang perlahan. Terasa sangat licin dan sempit vagina ajeng

Owhhh aryaaa…. sayaaaang…. mmmmhhhhh… burung kamu mentok di dalam ufthhh…. terus sayang aku ingin kamu puas dan kamu juga puaskan aku… malam ini ahhhh malam ini aku milikmu ucap ajeg

Jeng, vagina kamu sempit owh…. terasa menjep…. pithh….arghhh…. ucapku

Aku semakin cepat memompa tubuhku. Nafsuku kembali kepuncak membuat aku semakin brutal dalam menggoyang. Ajeng hanya mampu mendesah, kepalanya menggeleng-geleng ke kanan dan kekiri. Kadang tubuhnya melengking ke atas, payudaranya bergoyang naik turun dihadapanku.

Sayang… aku mau pipis lagi owh… terus sayangku… aku ingin merasakan spermamu owhhh…. ucap ajeng

Aku akan keluarkan diluar, supaya….mmmm…. ucapku terpotong karena ajeng meraih kepalaku dan menciumku

keluarkan didalam, aku mohon… aku ingin merasakan sperma mu whhh owhhh terus… burung kamu oeh… lebih keras sayang, lebih keras cepat….. oh….. ucap ajeng , tanpa pikir panjang aku semakin cepat meggoyang pinggulku dan…

Crooot crooot croooot croooot croooot croooot croooot

Langsung kupeluk ajeng, tubuh ajeng juga mengejang dan memeluku. Kuciumi leher jenjangnya dan pelukannya semakin erat aku rasakan. Deru nafas kami bersatu dengan suara heningnya malam.

terima kasih ar, sperma kamu hangat ucap ajeng

jeng… apakah kamu ingin hamil dariku… ucapku

tidak, cukup tulisan sejarah dalam hidupku tentang malam ini, tidak perlu monumen ar ucapannya

maksud kamu? ucapku

hi hi hi… cukup ingatan saja, ndak perlu kenang-kenangan, aku sudah persiapkan semuanya ucap ajeng

Walau aku tidak mengerti maksudnya tapi aku paham bahwa dia tidak ingin memiliki anak dariku. Dan itu membuatku sangat tenang. Lama kami berpelukan, aku bangkit dan kulepas dedek arya. tampak spermaku mengalir keluar dari vaginanya, dengan cepat aku lap menggunakan tanganku. Sedikit rasa sesal ketika melihat bercak merah dirok ajeng.

Aku menyesal kakak, karena aku mendapatkan perawan lagi he he he ucap dedek arya

MATAMU SU (NJING) bathinku melawan dedek arya

dari mana kamu belajar jeng? ucapku memecah keheningan

aku sudah dewasa ar, dari video teman-teman kosku ucap ajeng

Aku tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala. Kutarik tubuh ajeng untuk bangkit, kunaikan celanaku. Tanpa dugaanku, ajeng melepas roknya, dan semua pakaiannya dibawanya di kedua tangannya.

Aku sempat menyuruhnya untuk memakainya tapi dia menolak karena dia ingin memperlihatkannya kepadaku, hanya untuk malam ini. aku kemudian berjalan bersamanya, kepalanya direbahkannya di bahuku. Hingga di depan mobilnya,

Suamiku, istrimu ingin sekali lagi sebelum matahari terbit, karena ini malam pertama dan terakhir bagiku ucap ajeng yang berjalan mendahuluiku dan bersandar di depan mobil

Sekarang aku ingin kamu yang menginginkannya lanjutnya, aku hanya menggeleng-gelengkan kepala dan tersenyum kepadanya, aku dekati tubuh telanjang itu dan kubalik tubuhnya. Tanpa berpikir panjag aku turunkan celanaku

Gaya anjing sayang… ucap ajeng

biar istriku tahu rasanya he he he ucapku

Suamiku nakaaaaal ucap ajeng

Dan blesss…. masuk semua dedek arya kedalam mantan vagina perawan ini. kupeluk tubuhnya degan kedua telapak tanganku meremas kedua buah susunya. aku menggoyang dengan cepat, membuat aku semakin tidak tahan.

terus sayangku… terushhhhhh aarghhhh… buat istrimu ini selalu mengingat malahhhhh inihhh owh….racaunya

suamimu ini juga akan mengingatnya owhhh…. ucapku

Lama sekali dalam posisi ini tanpa berganti. Kugoyang semakin cepat, sempitnya vagina ajeng membuatku semakin kalang kabut. Kugoyang dan kugoyang, kuciumi punggung indah nan putih ini. semakin keras dan cepat, hingga aku hentakan dengan keras dan sangat dalam….

croooot croooot croooot croooot croooot croooot croooot

kupeluk dengan sangat erat tubuhnya. Tubuhnya juga ikut mengejang tanpa ada satu kata terucap dari kami berdua. Kubalik tubuhnya dan terlepaslah dedek arya dari vagina ajeng. Ku lihat senyuman kebahagiaan dari wajahnya.

Aku pun juga merasakan kebahagiaan, kupeluk tubuhnya sekali lagi dengan sangat erat. setelahnya aku dan ajeng masuk ke dalam mobil. Kulihat jam di Smartphoneku menunjukan pukul 03:00. Dalam perjalanan pulang ajeng memakai satu persatu pakaiannya. Tiba-tiba dia buka celana trainingku dan bleppp dikulumnya dedek arya

Jeng sudah, aku tidak bisa konsenn essssshhhhhh… desahku

Mulutku masih perawan, slurppp slurppp… ucapnya, aku hanya bingung kenapa tak ada rasa sakit ketika dikulumnya. Bahkan kulumannya tampak sangat profesional, membuat aku kelojotan hinga aku menginjak pedal rem dan berhenti sejenak menikmati oral seks dari ajeng.

jeng aku mau keluar…. racauku

mmm…. mmmm ucap ajeng yang tambah bersemangat mengulum dedek arya

croooot croooot croooot croooot croooot croooot

tumpahlah spermaku dimulut ajeng. Semua ditelan dan bahkan dijilatinya sisa-sisa yang ada di dedek arya. setelahnya kami berciuman agak lama. Tanpa ada sepatah kata, aku melanjutkan lagi perjalanan pulang. Hingga akhirnya kami sampai di posko KKN kami.

uuuuhhhh capeknyaaaaa…. ucap ajeng yang keluar dari mobil dengan mengangkat kedua tangannya

sama he he he ucapku dengan senyum cengengesan, didekatinya aku dan kami berciuman di depan posko KKN kami.

Sudah dua aku berikan, yang satunya buat suamiku nanti hi hi hi ucap ajeng yang langsung berjalan didepanku, kuraih tangannya.

jeng, jika kamu baru pertama kali kenapa waktu kamu kulum punyaku ndak ada rasa sakit? ucapku

ketahuan dah pernah ya? Hi hi hi ucapnya. Aku hanya tersenyum dan menggaruk-garuk kepala belakangku

latihan pake mentimun, tahu sendiri kan kalau teman-temanku semuanya pemain. Aku sebenarnya risih, tapi temanku ngajari aku begitu. Di depan aku jaim, tapi pas dikamar aku latihan sendiri hihihi ucapnya, kukecup kembali bibirnya dan dia tersenyum

terima kasih, ini adalah kenangan terindahku bisiknya

Kami kemudian masuk ke dalam posko, tampak sepi dan hening hanya suara dengkuran yang aku dengar. Ajeng langsung merendam pakaiannya dan aku berganti pakaian dan tidur hingga pagi menejelang.

niiiih…. tahu kan? ucap ajeng, yang duduk dengan membawa segelas air putih tepat disebelahku. Menunjukan sebuah pil yang masih terbungkus. Ya, aku bangun kesiangan dan langsung ngopi dan menyulut dunhill di depan posko. Teman-temanku yang lain semuanya pergi tamasya, menikmati hari-hari terakhir KKN.

itu kan? ucapku

ssssssttttt…. pil KB, aku kan dah janji sama kamu hihihi ucapnya dan kemudian meminumnya

Hari berganti aku dan teman-teman KKN-ku terus menikmati masa-masa terakhir di desa ini. Dan Well well well wewe gombel, KKN pun berakhir. Sedih juga ketika aku harus berpisah dengan mereka. Apalagi setelah kebersamaan dengan mereka selama 6 minggu. Tapi mau tidak mau semuanya harus berakhir dan berpisah.

Kini aku sudah dirumah, ibu tidak ada dirumah apalagi ayahku. Ibu sudah aku kabari kalau KKN-ku sudah selesai namun ibu masih harus di rumah kakek. Ayah, entalah apa yang dia pikirkan dan lakukan sekarang. Hari demi hari sudah aku lalui, kadang aku tersenyum kadang aku malu. Ingatanku kembali ketika aku pertama kali dengan Ibu, kemudian tante ima, mbak maya, tante wardani, mbak erlina, mbak echa, mbak ela dan terakhir adalah ajeng.

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku mengingat semua kejadian yang telah terjadi. Aku duduk termenung dan senyum-senyum sendiri di pinggir tempat tidurku. Ingatanku pun kembali ke masa dimana aku mulai mengetahui kelakuan ayah, bagaimana dia dan om nico memperlakukan tante war dan juga orang-orang disekitarnya. Kakek wicaksono dan nenek mahesa pun masuk kedalam ingatanku. Mbak erlina anak dari KS, mbak ara anak dari si buku. Aneh juga kan? Seiring berjalannya waktu aku semakin menemukan banyak petunjuk.

Pada saat langit berwarna pelangi
Seribu doa terucap
Di cermin darat untuk sang rembulan
‚Äč
Sudah aku pecahkan, dan aku sudah tahu tempat cermin darat untuk sang rembulan, adalah sebuah danau. Jika benar, mereka akan bertemu di malam tahun baru tepatnya di perumahan ELITE tempat dimana arghhhh kenapa harus nama itu kembali muncul.

Im on my way Im on my waaaaay home sweet home. Ringtone Smartphone. Ibu

Ya bu

kamu sudah pulang nak, maaf ibu tetap dirumah kakek sampai besok minggu. Bagaimana KKN kamu?

baik, bu. Ndak papa bu asal ibu aman disana

Kepingin ndak?

Eh… ndak bu

dapat ya disana?

Ibu maaf

ndak papa, yang penting kamu tidak menjadi penjahat saja hi hi hi

ndak lah bu

ya sudah, ibu mau kumpul-kumpul lagi sama pakdhe dan tante kamu mereka semua ada disini. Oh iya dia lagi perjalanan dinas selama dua bulan sampai besok minggu depan, wong pas ibu minta ijin malah dia yang nyaranin ibu suruh keruma kakek hi hi hi

iya bu, salam buat mereka. Begitu ya bu, baguslah kalau begitu rumah ini jadi damai

iya iya, lebih damai lagi kalau ada ibu kan?

iya sih he he he

dah dulu ya sayang, dadah sayang muach

muach juga

Hari berganti, sejak aku tiba hari senin di rumah. Tak ada yang aku kerjakan selain tidur, bangun, makan nonton TV dan sedikit bokep. Indah dan enak bukan, semua tersedia dirumah, aku sekarang menjadi anak rumahan seperti yang lainnya.

Tak pernah aku membuka BBM-ku kecuali ada pesan masuk, sekalipun ada pesan masuk aku hanya membalas seperlunya saja dan tak pernah aku membuka update status dari kontak-kontak BBM-ku. Malas! Kalau harus membaca namanya. Aku sadar aku salah, tapi aku sudah bertekad untuk berhenti berharap dan mundur!

Hingga di sabtu pagi ini aku keluar untuk membeli rokok. Maklumlah sehari bisa satu bungkus dunhill karena tidak ada kerjaan dan hanya bermalas-malasan saja. Menunggu ya hanya itu yang aku bisa lakukan, tak ada informasi tambahan dari emaiil dan Smartphone KS yang membuatku tak bisa bergerak lebi jauh lagi.

Aku hanya memikirkan jalan supaya aku bisa berada di danau itu untuk mengetahui siasat mereka.

berapa bu? ucapku di depan warung

17.200 mas ucap ibu warung

Ku ambil dompetku, ku buka uangku hanya 17.000,-. Di dompetku ada saku kecil dengan penutup perekat yang sudah lama sekali tidak pernah aku buka. Ketika aku buka bukannya menemukan uang malah menemukan kalung monel dan sebuah gantungan cincin. Aku malah bingung, kenapa ada kalung dalam dompetku.

Bu kurang dua ratus nanti aku balik lagi ndak papa ya bu? ucapku

Ya ndak papa, biasanya juga beli disini kok ya bisa kurang to mas? ucap ibu warung

Hehehe biasa bu, lagi ndak dapat uang saku ucapku

Aku kemudian kembali ke rumah, dengan sejuta pertanyaan tentang kalung ini. entah ini kalung siapa, aku hanya memandangnya ketika aku duduk di meja komputerku. Tak pernah aku ingat, kalung ini milik siapa. Kuletakan kalung itu di atas meja komputerku.

Hingga malam menjelang karena tak ada pekerjaan apapun aku kemudian pergi ketempat dimana aku bisa melihat rembulan. Tempat dimana aku mengajak ibu dan bu di… arghhh… ku tancap gas dan sampailah aku disini. Aku duduk di bangku yang biasa aku duduki. diujung bangku dengan sekaleng W&A dan dunhill menemani kesendirianku.

Ar…. ucap seorang wanita.

Aku menoleh ke arah suara itu. Aku memandangnya setelah sekian lama aku tak berjumpa dengannya. Hanya suaranya yang terakhir aku dengar dari dalam telepon ketika aku memutuskan untuk menjadimahasiswa yang baik. Ya dia bu dian.

Eh…. ucapku terkejut

Boleh aku duduk ucapnya pelan

Silahkan bu, saya juga sudah selesai kok ucapku sambil berdiri

Saya pulang dulu bu, silahkan dipakai bangkunya ucapku tersenyum kepadanya dan kemudian melangkah pergi membelakanginya

AKU MOHON JANGAN PERGI LAGI! AKU MOHON!

Aku tidak ingin berpisah denganmu lagi untuk waktu yang lama, sudah cukup bagiku sekali saja berpisah darimu dan melihatmu menghilang dari kaca jendela bis

AKU MOHOOOOOOOOOOOOOOON ARYAAAAAAAAAAAAAAAAAA hiks hiks hiks hiks hiks hiks ucapnya terisak, ucapannya membuatku berhenti melangkah

jangan pergi lagi hiks hiks hiks jangaaaan hiks hiks hiks aryaaaa hiks hiks hiks isaknya

Bis? bathinku

Aku menoleh ke arah wanita yang terduduk dengan kedua kakinya menekuk kebelakang. Wajahnya tertunduk melihat kelantai jalan ini. Kedua tangannya menutupi wajahnya, dapat kulihat air mata mengalir dari sela-sela jarinya dan menetes kebawah. Ingatanku kembali kemasa itu, masa dimana aku….

Apa ini?, kenapa ada sesuatu yang ingin kembali masuk ke dalam kepalaku? Ada apa? bathinku yang tiba-tiba saja sebuah ingatan yang buram yang berasal dari masa lalu ingin masuk ke dalam pikiranku

Aku mohon jangan pergi lagi, apa kamu tidak merasa lelah membuatku mencarimu? Hiks hiks hiks hiks

Aku mohon tinggalah, hiks hiks hiks…

Apa kau hiks hiks hiks sudah melupakan aku?hiks hiks hiks ucap wanita itu, bu dian. Wajahnya berlumurkan air mata yang tertutup dengan kedua tangannya

A… apa maksud bu dian? Sungguh A… Aku tidak mengerti sama sekali? ucapku, dengan pandangan kebingungan mencoba mengingat kembali

APA DARI DIRIKU INI TAK ADA YANG MENGINGATKAN KAMU AR? APA KAMU BENAR-BEAR SUDAH MELUPAKAN AKU? MELUPAKAN YANG PERNAH KAMU KATAKAN KEPADAKU?! Hiks hiks hiks

LIHAT AKU AR… LIHAT AKU hiks hiks hiks

LIHAT AKU ARYAAAAAAA! Hiks hiks hiks hiks teriaknya yang masih terduduk dengan kaki bertekuk kebelakang, tangan kananya rebah dan menumpu tubuhnya di depan kedua lututnya sedangkan tangan kirinya diletakannya di dadanya mencoba menunjukan kepadaku agar aku bisa menatapnya dan mengingatnya.

Namun aku hanya terdiam mematung dihadapannya dan menatapnya. Tangan kirinya, telapak tangan kirinya mengusap air mata yang menagalir di pipinya. Telapak tangan itu mengusap air mata di pipi kanannya kesamping kanan kemudian air mata di mata kirinya ke samping kirinya. Tiba-tiba yang aku lihat…

Eh… siapa dia? bathinku

Tiba-tiba gambaran akan masa lalu muncul dihadapanku. Yang kulihat bukan lagi seorang perempuan dewasa berkulit putih, tapi seorang gadis memakai baju SMA yang hanya menutupi sebagian lengannya dengan posisi yang sama. Bajunya lusuh terkena kotoran dan debu tanah dengan rok abu-abu diatas lutunya.

Wajahnya gelap, tak seputih sebelum gambaran ini datang. Rambutnya pendek seperti potongan lelaki, tubuhnya tampak kurus sekali. Kulitnya pun gelap hampir mendekati hitam. Di salah satu kakinya hanya mengenakan kaos kaki putih sedangkan yang satunya lagi masih menggunakan sepatu hitam dengan alas berwarna putih.

Mbake-nya…. suara seorang bocah muncul

Tanpa aku sadari bayang-bayang seorang bocah yang tiba-tiba berlari di sampingku membawa sepatu dan tas cangklong bahu (tas yang dipakai menyilang di bahu, sling bag mungkin istilahnya) berwarna hitam. Dia berlari ke arah gadis SMA tersebut, bocah itu memakai seragam SMP. Tampak seragamnya tampak lusuh, bercak-bercak darah tampak di pakaian seragamnya. Tak bisa aku melihat wajah itu, namun sekarang aku ingat.

Aku… itu aku…. bathinku, dan bayang-bayang itu kemudian hilang dan berganti dengan perempuan dewasa, bu dian.

hiks hiks hiks hiks hiks hiks…. tangisnya

Kini tatapanku menjadi tatapan orang yang sangat terkejut. Jantungkku berdetak sangat kencang, bibirku sedikit terbuka teringat akan masa lalu itu. Masa dimana aku, aku arya mahesa wicaksono, bertemu dengan seorang gadis SMA dengan senyum manisnya.

ingatanku kembali ke masa dimana aku melihat senyum itu, senyum yang telah lama tidak aku lihat dan aku bisa melihatnya kembali ketika pertama kali aku kuliah di semester 5. Ketika kuliah dengan dosen bernama Dian Rahmawati. Gadis itu, adalah Dian Rahmawati. Dosenku adalah gadis dengan senyuman indah yang dulu aku pernah memujinya. Gadis itu sekarang ada di hadapanku.

Gadis yang memiliki senyuman indah…

Gadis yang aku kagumi…

Gadis dengan wajah kalemnya…

Gadis dengan tatapan menentramkan…

Gadis yang pernah tertunduk malu dihadapanku…

Gadis itu, Dosenku…

Gadis itu, Dian Rahmawati….

Mbake-nya…. ucapku pelan

Mbake-nya… ucapku mengulangi dengan nada datar, yang kemudian dia sedikit tersenyum kearahku sambil mengusap air matanya

Teringat akan semua kesalahan yang pernah aku buat. Teringat akan kegilaan yang pernah aku buat, bersama ibu dan yang lainnya. Wanita ini mengingatkan aku akan semua kesalahanku. Wanita ini membuat aku merasa malu. Wanita ini membuat aku merasa bersalah. Wanita ini membuat aku merasa menyesal karena telah melakukan kesalahan-kesalahan yang seharusnya tidak aku perbuat.

Wanita yang selalu aku idamkan, wanita yang bersih. Merasa aku tidak pantas untuknya. Lututku lemah untuk menopang tubuhku, aku terjatuh dengan posisi lutut terlebih dahulu. Aku sangat-sangat menyesal, kenapa aku harus mengotori diriku? Kenapa aku harus bertemu dengannya dengan keadaan seperti sekarang ini? tubuhku ambruk ke depan dengan kedua tanganku menopang tubuhku. Tangan kananku memukul-mukul tanah.

Arghhh……. teriakku, yang kemudian bangkit dan duduk berlutut di hadapannya, menatapnya kembali

Maafkan aku… hanya itu yang mampu terucap, malu, membuatku tak sanggup untuk memandangnya. Kualihkan pandanganku ke arah rembulan, saksi bisu pertemuan yang tak terduga ini

hiks hiks hiks hiks… kamu ingat aku sekarang Ar? ucapnya dengan isak tangis

Ya, aku ingat kamu, perempuan yang tak pernah aku tahu namanya… ucapku dengan wajah menengadah ke langit atas

hiks hiks hiks… Aku yang salah Ar, maafkan aku… aku dipaksa oleh felix, dia yang mendorongku… ucapnya pelan

Ucapannya tak aku hiraukan kembali, aku hanya menyesali semua kejadian yang telah terjadi. Tubuh ini rasanya ingin lari dari tempat ini, tapi hati ini melarangnya, hati ini tak ingin lari karena ada hati yang diinginkan oleh hatiku.

Aku memang dulu pernah pacaran dengan felix hiks… ucapnya dengan suara parau tapi isak tangisnya sudah mereda

Seandainya kamu tahu ar,bagaimana aku selalu….. ucapnya yang kemudian menceritakan masa lalunya.

Bersambung