Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 43

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 43 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 42

Hari kelima, hari terakhirku PKL sebelum penarikan di hari keenam. Aku berangkat seperti biasa, namun pagi ini Ayah tidak berangkat kerja sehingga membuatku tidak mendapat servis dari Ibu. Tapi di dalam garasi hanya sekedar pelukan, kecupan mesra dan lumatan bibir yang aku dapat itu sudah membuat aku cukup bahagia.

Sesampainya di tempat PKL tepatnya di lab di depan pengendali kualitas yang lainnya, mbak echa memberitahukan ke aku kalau aku bisa pulang lebih awal nanti tapi sebelumnya harus menemui mbak echa di ruangannya ketika istirahat.

Tak ada yang aneh dengan sikap mbak echa, karena setiap kali dihadapan bawahannya wajahnya kembali seperti semula. Hingga waktu istirahat aku menuju ke ruangan mbak echa. Mbak echa mengisyaratkan kepadaku untuk tidak mengunci pintunya

Oke mbak, ada apa ya? ucapku yang kemudian duduk di sofa disamping mbak echa

siiip! Kamu tahu aja Ar kalau Mamah papahnya ndak sekarang canda mbak echa

Yeee… kan ndak dikunci mbak ucapku

hi hi hi…

Gini Ar, nanti kamu pulang jam 3 sore ya, terus ke tempat ini dan ini tanda buktinya, kamu kesana langsung nanti aku susul ucap mbak echa

Eh… ucapku sambil membaca alamat tersebut.

Aish! Ini kan hotel tempat pak dhe warno, bu dhe ika dan tante ima waktu itu. Wah… ceritanya ngamar di hotel ini bathinku

kok bengong? ucap mbak echa

Eh… Ya kan lagi mikir mbak, dan aku sudah ingat ini hotel yang di sampingnya ada pemandangan yang bagus kan mbak? ucapku

Iya, nanti kesana ya Ar, mamah-papah lagi, kangen ucapnya

nginep mbak? tanyaku, mbak echa geleng-geleng kepala

pengennya Ar, tapi suamiku sekarang tergila-gila sama iniku ar, jadi ya maafnya ndak nginep hi hi hi cukup perpisahan sederhana saja kok ar… ucapnya sambil menunjuk selangkangannya yang tertutup rok itu

owh untung deh, masalahnya kalau menginap bisa dibunuh orang rumah aku mbak ucapku yang sebenarnya aku malas untuk keluar rumah apalagi harus menginap di hotel

iya, sebentar saja kok, suami aku juga cuma ngebolehin sampai jam 6 doang ya lebih dikit boleh lah

Oia Ar, makasih ya sudah di ajarin, sekarang baru tahu aku nikmatnya seks dan aku ndak akan pernah merasakan nikmat kalau tidak disuruh ngemut ini ucapnya sambil mentowel selangkanganku

Yaelah! Kemarin aja nolak ndak mau-ndak mau, sekarang terima kasih minta acara perpisahan lagi! Dasar gatel kamu! teria dedek arya

Bisa diem kagak kamu! bathinku berperang dengan dedek arya

oh iya mbak sama-sama, lagia aku juga dapet ini sama ini sama ini dari cewek berkerudung cantik seperti mbak ucapku sambil mentowel bibir, payudara dan mengelus selangkangannya

iiih Ar, sudah ingat itu ndak dikunci lho ucapnya

Iya mbak aku he he he ucapku

Sebentar kami bercanda, kemudian aku meninggalkan ruangan mbak echa. Remasan halus aku lakukan pada payudaranya, mbak echa menggelinjang pelan namun kemudian mengingatkan aku agar tidak nakal. Aku kemudian ke kantin dan berkumpul dengan mbak ela, yanto serta encus.

Kami bercanda bersama, sedih? Tentunya tapi tidak sesedih perpisahan yang cetar membahana. Karena disisi lain aku masih bisa bertemu dengan Yanto dan encus sedangkan mbak ela kemungkinan pun aku juga masih bisa bertemu.

Selepas istirahat kami kembali di lab, suasana lab juga sama saja bercanda dan bergurau bersama. Hingga akhirnya tepat jam setengah tiga aku ijin pamit ke penghuni lab.

Mbak Ela, aku pamit dulu ya mbak, maaf-maaf kalu ada salah selama aku disini ucapku pamitan kepada mbak ela

Owh… okay, santai saja ar, kita malah terbantu, bener ndak yan? Cus? ucap mbak ela

Iya mbaaaaak ucap mereka bersama

Ha ha ha… oia cus aku pamit dulu ucapku

Okay mas ucap encus

Yan, pamit yow ucapku

Iya mas… ucap yanto

Bukannya besok masih kesini Ar? ucap mbak ela

Iya mbak, tapi ya langsung penarikan mbak ndak ikut bantu-bantu ucapku

Oh iya ding he he he ucap mbak ela

Selepas obrolan sebentar aku kemudian ke ruangan mbak echa. Mbak echa kemudian menyuruhku untuk segera menuju ke tempat tujuan. Aku percepat pergerakanku, segera aku keluar dari perusahaan. Pamit dengan pak humas dan satpam? Besok sajalah besok kan aku masih ke sini ngantar surat penarikan.

Sesampainya di hotel tempat pak dhe dan tante ima bertemu, aku langsung menuju resepsionis. Ku perlihatkan kertas yang bertandakan lambang hotel tersebut. Resepsionis kemudian memberikan aku kunci dan setelahnya aku bergerak menuju ke kamar hotel tersebut.

Sesampainya di kamar hotel, kamar dengan model yang sama dengan milik bu dhe waktu itu. Aku membuka jendela dan menyulut sebatang dunhill, aku duduk di pinggiran jendela.

entah apa yang akan terjadi sore ini, besok aku akan…. bathinku

Centung… centung… centung…. BBM notifikasi. Bu Dian. Kubuka pesan tersebut.

From : Bu Dian
PING!

From : Bu Dian
Hai Ar, apa kabar?

From : Bu Dian
Besok penarikan ya?

To : Bu Dian
Baik Bu, bagaimana kabar Ibu?
Iya bu besok penarikan

From : Bu Dian
Baik juga, kalau begitu besok kita ketemu di perusahaan jam 8 pagi saja ya

To : Bu Dian
Ibu juga ikut? Kan hanya penarikan saja bu

From : Bu Dian
Kamu kan tanggung jawabku, jadi aku harus tahu tentang kamu di tempat PKL

To : Bu Dian
Iya bu terima kasih sebelumnya
Tapi biasanya dosen tidak ikut tidak apa-apa bu
Berdasarkan pengalaman kakak tingkat

From : Bu Dian
Pokoknya kamu datang saja jam 8
Ndak usah bantah

From : Bu Dian
Iya bu iya, maaf saya hanya menyarankan ke ibu saja
Mungkin saja ibu ada urusan atau bagaimana daripada nanti mengganggu urusan ibu

From : Bu Dian
Ya, mpe ketemu besok

To : Bu Dian
Iya bu

Dasar dosen judes, di gampangin malah pengen susah. Kakak tingkatku saja tidak ada yang diantar dosen waktu penerjunan apalagi penarikan. Dian JUDES! bathinku

Jujur saja aku tidak pernah tahu jalan pikiran dari dosenku ini. kenapa juga harus dia yang menjadi Dosbing dan DPL-ku, membuat rumit saja dengan kehadiran dosen ini. rumit? Jelas rumit… karena setiap kali aku bertemu dengannya membuat aku kadang membencinya kadang juga muncul rasa kasih sayang.

Ah bodoh lah… aku kemudian melepas jaketku serta baju HEM-ku, dan kini hanya mengenakan celana jeans dan kaos oblong. Aku merebahkan tubuhku di tengah-tengah tempat tidur yang luas, itu hingga aku terkantuk dan tertidur.

Eh… eh… eh…. apa ini? bathinku

Kubuka mataku yang sudah terlelap dan kupandangi bagian selangkanganku. Seorang wanita berkerudung merah jambu sedang mengulum dedek arya, entah kapan bagian bawahku telanjang seperti ini. sambil menjilati batang dedek arya dari bawah keatas dipangdangnya wajahku dengan senyuman nakalnya, mbak echa.

Erghhh… mbak… ucapku lirih yang diiringi oleh gelombang nafsu yang mulai meledak-ledak

Kok mbak? Mamah dong pah slurpp slurrppp… ucap mbak echa

oh ya mamah, ini jam berapa oughhhh…. sedot kencang mah…. racauku

jam slurp setengah slurp lima slurpp…. ucap mbak echa sambil menjilati dan mengulum

terus mah lebih kuat lagi sedotannya oughhh ya jilati semuanya mah emmmhhh…. ucapku

Kira-kira beberapa menit berselang tiba pintu kamar hotel terbuka. Dengan wajah penuh kenikmatan aku kemudian menoleh kearah pintu hotel. Masuklah seorang wanita yang tidak asing lagi bagiku, mbak ela.

Mbak… mbak, sudah ada mbak ela ucapku

Sudah tenang saja Ar, aku kesini kan juga pengen gara-gara mbak echa hi hi hi ucap mbak ela yang kemudian menutup pintu dan melangkah mendekati kami berdua

tenang saja papah, sekarang kan hari terakhir mamah kasih mami tuh ucap mbak echa santai

iiihh gemesin ternyata ya mbak, ndak rugi aku ikut mbak ucap mbak ela

Aku hanya terbengong-bengong dengan kelakuan mereka berdua. Yang satu berkerudung merah jambu dan yang satunya lagi berkerudung biru muda. Mbak echa masih sibuk mengulumi batang dedek arya, yang kemudian tiba-tiba menarik kakiku.

Aku yang tidak tahu apa yang akan mereka lakukan hanya pasrah dan menuruti tarikan mbak echa yang kemudian di bantu mbak ela. Kini posisiku duduk di pinggir ranjang dengan kedua paha terbuka lebar. Dan….

Papi, sekarang papi harus kuat ya papi, akan ada mamah sama mami hi hi hi ucap mbak ela yang kemudian cup melumat bibirku

Aku sedikit terkejut dengan tindakan mbak ela yang kini duduk disampingku dan mbak echa yang sibuk mengulumi dedek arya. setelah keterkejutan itu, nafsuku kembali meledak-ledak. Kulumat bibir mbak ela, kurengkuh tubuhnya dengan tangan kananku sedang tangan kiriku meremas-remas payudaranya.

Dibukannya kaosku oleh mbak ela, memang terlihat lebih profesional daripada mbak echa ketika pertama kali aku main. Ini aku benar-benar telanjang di hadapan dua wanita berkerudung ini. Dijilatinya putingku oleh mbak ela, kuelus kepalanya dengan tangan kiriku sedang tangan kananku mengelus-elus kepala mbak echa. Trisum? Ini pengalaman pertamaku.

Mah, gantian dong… ucap mbak ela

sluuurrrrp ah… iya mi, ni enak lho mi, mamah aja ketagihan hi hi hi ucap mbak echa

haduh… mah, mi… satu-satu… sajah hash hash has bbbbbbbbbebebeb… ucapku yang langsung disumpal oleh bibir indah mbak echa sambil memainkan putingku.

Kini giliran mbak ela yang mengulum batang dedek arya. benar-benar sensasi yang luar biasa, dua wanita berkerudung ini memiliki nafsu yang besar terhadapku. Ciuman mbak echa turun ke putingku dimainkannya lidahnya.

Batang dedek arya pun tak kalah nikmat, di jilatinya dan dikulumnya oleh bibir indah mbak ela. Selang beberapa saat, mbak echa turun dan bersimpuh disebelah mbak ela. Mbak ela masih mengulum batang dedek arya naik turun sedang mbak echa tiba-tiba mengulum buah zakarku.

Ayo mah, mi nikmati kontol papah ini kontol papi ini oughhh… nikmat sekali… senyum dong mah mi ke papah owghhh… ucapku yang kemudian mereka berdua melakukan aktifitasnya dengan memandangku. Entah dikomando atau tidaknya, mereka secara bergiliran menikmati batang dan zakarku.

terushhh sedooooth yang kuat, kontol papah mau keluar owghhh ayo mih kulum yang telur papi ughhhh…. racauku

arghhh keluar mau keluar mamah mami papah mau keluar papi keluaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar…. teriakku

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Dengan gerak cepatnya mereka membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya ke arahku. Dengan memgang dedek arya, kuarahkan ujung penisku ke mulut mereka masing-masing. Beberapa ada yang tercecer di wajah mereka.

Setelah puncakku selesai, aku bertumpu dengan kedua tanganku kulihat mereka melap wajah mereka dengan jari-jarinya. Setelah beberapa saat. Kutarik mereka berdua untuk rebah di tempat tidur, kulolosi celana dalam mereka semua. Dan…

Papiiiiiiiiiiiiiii…. erghhh diapain itu piii erghhhhhh… aduuuh enak banget pi memek mami oughhhh terus pi jilat pi itil mami, sedot pi jilati pi…. ucap mbak ela

erghhhhhhhhhhhh… papah owghhh kocok yang lebih keras pah jari papah enak owghhh… yah terus pah terussshhhh…. ucap mbak echa yang aku kocok dengan jari tengah kananku

papi papi aduh pi kok enak banget pi, aduh jari papi ouhhhh…. terus pi lebih keras lagi pi ngocoknya… ucap mbak ela yang menerima jilatan lidah dan kocokan jaru kiriku

Lama aku melakukannya, tubuh mereka bergerak tidak karuan. Hingga akhirnya tubuh mbak ela mengejang terlebih dahulu, tak menunggu lama aku berpindah fokus ke vagina mbak echa. Langsung aku lahap vaginanya.

hesh hesh hesh… mamah ndak salah pilih papah ucap mbak ela yang kemudian menciumi mbak echa dan meremas-remas susunya

Erghh… mami owghh… papah… essssssssssssshh yang keras pah nyodoknya ouwgh… lebih keras lagi mamah mau keluar… mami remas yang kuat mih owghh…. racaunya

egh egh egh egh egh.. tubuh mbak echa mengejang aku kemudian bangkit dan memandang separang wanita berkerudung ini sedang menikmati sisa-sisa kenikmatan.

Segera aku mendekati mereka berdua, tanpa babibu aku mulai melepaskan pakaian mereka semua. Tanpa disuruh pun mereka melepaskan semua pakaiannya begitu pula dengan kerudungnya. Sekarang di hadapanku terpampang dua wanita telanjang. Yang satu manager yang satunya kepala lab, WOW.

pah, mami dulu saja tuh dah pengen tapi papah dibawah ya hi hi hi ucap mbak echa

Aku hanya tersenyum dan kemudian memposisikan tubuhku terlentang. Mbak ela dengan perlahan memasukan dedek arya di vaginanya.

ufttthhh sempit banget mih…emmmmm….. ucapku

sempitlah pih, punya papih gede… erghhhh…. ah ah ah ah ah ah ah…. ucap mbak ela yang setelahnya menggoyang pinggulnya naik turun. Mbak echa kemudian memposisikan dirinya mengakangi kepalaku. Sambil merasakan nikmat dari vagina mbak ela, aku mainkan kembali klitoris mbak echa. Kulihat mbak echa juga memainkan puting susu mbak ela yang sedang naik turun memompa dedek arya.

owghh… kontol gede emmmm mentok pih mentok pih owghh…. mamah owghh… terus mah dimainkan mah…. racau mbak ela

awwww… papah jangan digigit pah ucap mbak echa sedikit menngangkat pinggangnya, aku hanya tersenyum

Tiba-tiba, mbak ela menaik turunkan pinggulnya dengan sangat cepat. Kepalanya mendongak ke atas, ritme goyangannya lebih cepat. Mbak echa kemudian turun dari kepalaku dan kini duduk di kasur tepat di atas kepalaku. Kupegang tubuh mbak ela, kuremas susu indahnya itu. Rambut panjangnya awut-awutan dengan susu seukuran mbak echa namun lebih kecil sedikit.

papih pappih kontol papppppih masuk dalem enak , besar, mamih suka arghhh mami suka kontol papik di memek mamih owghhh argghhh yah enak enak enak bangetttthhhhh aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ucapnya yang kemudian ambruk di atas tubuhku, perlahan mbak ela kemudian turun dari tubuhku dan tidur terlentang dengan nafas tersengal-sengal. Kucium keningnya dan pipinya, namun tak perlu lama, mbak echa langsung menelantangkan tubuhku. Dinaiki tubuhku dan…

ini kontol kesukaan mamah owghhh… yah enak sekali… hmmm…. owgh…. dalemmmm bangetthhh oghhhh…. erghhh…. ucapnya sambil menggoyang pelan pinggulnya

ayo goyang mamah sayang… ucapku

Seperti ini pah… ah ah ah ah ah ah ah… kontol nikmat kontol papah nikmat oghh… yah nikmat sekali ouwghh yeah…..mmmmm… ucap mbak echa, aku hanya mampu memandanngnya dengan meremas-remas susunya

Sama seperti mbak ela, tubuh mbak echa tiba-tiba menggoyang dengan kecepatan tinggi. Aku tak mampu lagi meremas susunya, kupegang pinggulnya saja. Kedua tangannya bertumpu pada dadaku. Goyangannya semakin liar

owgh papah enak banget kon… tol… pa…. pah aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ucapnya yang langsung ambruk di tubuhku.

Kukecup keningnya dan kemudian aku rebahkan di sampingku. Aku kemudian bangkit dan mencoba menubruk mbak echa.

paaah… sama mamih yang sudah istrirahat tuh… ucap manja mbak echa

oh iya… ucapku langsung merangsek ketubuh mbak ela dan bet bet bet blessss

awwwwwwwww….. pelan piiiiih

pelan pih pelan aggh ah ah ah kontol papih masuk dalem banget owghhh… terusssh pih tersu pih owghh ya begitu pih terus pih jangan berhenti ucapnya

memek mamih sempit enak mih owghh… racauku. Aku menggoyang dengan lebih cepat lagi.

papih mami keluaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar ucap mbak ela dengan tubuh melengking ke atas dan kemudian mengejang lagi

hash hash has… sama mamah pih hash hash hash ucapku sedikit kecewa karena baru saja menggoyang sudah keluar lagi. Aku beranjak kembali ke arah mbak echa dan blesss….

Ayo pah, puaskan dirimu pah akan mamah buat papah keluar…. ucapnya dengan senyuman nakal

Owghh… ya mah buat kontol papah keluar… ughhhh smepit enak mah…. ucapku sambil menggoyang

iya pah terus goyang lebih keras lagi pah owghh…. nikmat pah kontol papah nikmat ucap mbak echa

Aku terus menggoyang dengan sangat keras dan cepat. Tubuh mbak echa bergerak tidak karuan, hingga akhirnya tubuhnya melengking dan kurasakan cairan hangat membasahi dedek arya. namun aku tidak menghiraukannya. Aku tetap dan terus menggoyang pinggulku.

cepeet pah, mamah capeeekhhh arghhh cepat pah keluarkaaaaaaaannn…. racaunya

iya mah ini sedikit ah ah ah lagiiiiiihh…. oghhh… ucapku

papah keluaaaaaaaaaaaaar….. ucapku

Yang langsung mencabut dedek arya dan kuarahkan ke wajah mbak echa. Dan crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot tumpah spermaku di wajah mbak echa. Mbak ela yang melihat itu kemudian mendekat dan menjilati spermaku yang berada di wajah mbak echa.

Aku kemudian duduk dan memandangi tingkah mereka. Aku hanya tidak habis pikir dengan ulahku selama ini hingga saat ini. kuamati mbak echa hanya terdiam dan kemudian memejamkan mata, nampaknya dia begitu kelelahan.

Di tambah lagi mbak ela yang kemudian memeluk mbak echa dan ikut tertidur. Aku kemudian bangkit dan ke kamar mandi membersihkan diriku. Setelah bersih aku pakai lagi pakaianku, kuamati 3 nampan berisi makanan di meja kamar. tanpa minta ijin aku langsung melahapnya.

Lapar ya pah? Hi hi hi ucap mbak echa yang kemudian bangkit dan menuju kamar mandi

heemmmm mmm ucapku memandang mbak echa yang masuk kamar mandi

Setelah selesai makan aku buka jendela kamar hotel, seperti biasa aku duduk di jendela dengan sekaleng minuman yang tersedia dimeja tadi. Kusulut dunhill, ku buang asap-asap penuh nikotin itu keluar jendela.

hati-hati pih ntar jatuh lho ucap mbak ela yang aku balas hanya dengan senyuman.

Mbak ela kemudian bergantian dengan mbak echa untuk membersihkan badan. Kulihat mbak echa tersenyum kepadaku sambil mengenakan pakaiannya. Mbak echa kemudian makan selang beberapa saat mbak ela keluar dari kamar mandi dan mengenakan pakaiannya lagi. Mereka kemudian makan bersama. Aku masih di jendela dengan dunhill ketiga yang aku sulut, kupandangi wajah ayu mereka ketika berkerudung.

Kenapa mbak eh… mamah ngajak mamih? ucapku tiba-tiba

kan dia simpanannya suami aku pah ucap mbak echa santai

Hah! aku terkejut

Sudah jangan terkejut gitu pah ucap mbak echa

ya mau gimana lagi pih, kan diajak mamih hi hi hi ucap mbak ela

Kemudian mbak echa menceritakan kejadiannya, dimana setelah dengan aku suaminya sering berada dirumah. Walau hanya baru beberapa hari setelah aku bermain dengan mbak echa, suaminya jarang sekali keluar karena sudah merasakan nyaman dengan mbak echa.