Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 42

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 42 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 41

Gila, jam 08:00 aku terlambat! teriakku. Segera aku raih Smartphoneku sebuah BBM. Ku buka BBM terlebih dahulu, dan itu dari Ibu menyuruhku untuk minta ijin terlambat. Segera aku telepon perusahaan, tanpa berpikir panjang aku ijiin untuk terlambat berangkat dengan catatan sampai di tempat PKL pukul 10:30 dikarenakan membantu ibu begitulah alasanku.

Setelahnya, aku kupakai pakaianku dan kuraih handuk segera aku turun kebawah dengan masih membawa Smartphoneku. Baru aku sampai di pintu kamarku, sebuah nomor meneleponku.

Hallo, selamat pagi

Hallo papah…. (Eh… mbak echa)

Eh mamah echa he he he…

capek banget ya kemarin Ar? Hi hi hi

Iya mbak, jadinya hari ini bangun kesiangan

Ya sudah, boleh terlambat asal tetap berangkat ya, nanti pas istirahat langsung ke ruanganku

Iya mbak, oia kok keruangan mbak echa?

Aku pake daleman kesukaan kamu ar, hi hi hi (WOW WOW WOW)

iya dech mbak echa, jadi nakal ya?

nakalnya Cuma sama kamu hi hi hi… oia aku mau cerita nanti, pokoknya sekarang istirahat dulu ya persiapan buat nanti hi hi hi dah arya…

Iya mbak tuuuuuuuuuut

Tepuk jidat, hanya itu yang bisa aku lakukan. Bisa-bisa aku memang menjadi Penjahat Kelamin sungguhan, eits tidak bisa, tidak bisa, lha wong dia yang minta bukan aku. Ya sedikit pembelaanlah untuk posisiku sekarang.

Kulanjutkan langkahku keluar kamar, hingga ketika aku turun dari tangga aku terdiam sejenak melihat pemandangan di dapur. Aku sangat terkejut pagi itu, ibu hanya menggunakan celemek saja tanpa kaos atau rok .

bu… ucapku

Kok Ibu? balasnya sambil menoleh ke arahku

Eh… Diah, kalau ketahuan? ucapku membenarkan

Sudah tenang saja, dia sudah berangkat kok… ucap Ibu santai, segera aku melangkah ke arahnya dan kupeluk dari belakang

Ini lanjutan tadi malam ya? ucapku sambil mencium leher jenjangnya

bukan, bonus… agar peju sayang tambah ndak keluar

Diah tahu kok, pasti nanti si echa minta lagi jadi biar dia dapat kontol saja tapi ndak dapat peju hi hi hi ucapnya nakal

berarti pagi ini harus dikeluarkan? tanyaku

Harus! kanda harus dikeluarkan, diah ndak peduli kalau kanda tambah loyo, pokoknya si echa harus dapat sisa diah ucapnya dengan wajah sedikit cemberut

jangan cemberut gitu dong sayang, iya dikeluarkan setiap pagi, tapi buatin minuman kuat ya kalau pagi habis keluar, kasihan kanda nanti PKL-nya gimana? ucapku memohon

Iya, pastinya kanda, asal bangun pagi setor dulu ke diah baru dibuatin ucap Ibu

pasti diah ibuku sayang cup cup cup… ucapku sambil mencium dan mengendusi leher jenjangnya

Ughh… kanda… emmmm… kanda mau apaaaahhh aarghhhhhh…. desah Ibu

ingin kenthu kamu sayang… ucapku pelan di dekat telinganya

emmmhhh… Cuma itu kanda? Kuno egghhh bangethh…. tantang Ibu yang sedikit membuatku berhenti di tengkuk lehernya, hmmm… kelihatanya memang harus sedikit nakal.

Anakmu ini pengen ngenthu kamu bu, pengen ngecrot di wajah Ibu, pengen nusukin kontol di tempik kamu bu mmmmm slurpp… ucapku sambil mengulum sedikit kupingnya

Ibu juga pengen kamu kenthu sayang, ayo anakku masukin kontol kamu di tempik Ibu mmmhhhhh ucap Ibu sambil mendesah

Sejenak aku peluk erat tubuh Ibuku, kemudian kedua tanganku mulai meremas kedua susu besarnya itu. Remasan-remasan halus dan kecupan mesra di tengkuk lehernya membuat ibu menggelinjang kenikmatan.

Kedua tanganku kemudian menyusup ke dalam celemek yang menutupi susunya itu dan kukeluarkan susunya dari samping celemeknya. Kini celemeknya berada di tengah-tengah susu ibu. kuremas lebih kuat susunya, remasanku semakin maju kedepan hingga pada puting susunya. tepat diputing susunya, kupelintir puting susu Ibu dengan jempol dan jari-jariku.

Argghhhh… anakku… ergghhh… terus sayang pelintir sesukamu sayangku… mmmhh… remas lebih kuat… ucap Ibu dengan tangan kanannya menarik kepalaku untuk mendekat ke wajahnya dan slerrp… slerrpp… kami berciuman.

kamu suka susu ibu nak, erhhhh… mainkan mainkan sesukamu tubuh ini milikmu nak owghhh… ucap Ibu

Ya bu, aku suka, Ibu semalam lupa memberikan servis ke kontolku dengan susu ibu yang besar dan montok ini, susu ini harusnya juga menghukum kontol arya semalam ucapku nakal

Kalau begitu ergghh… pelan sayang… oufthhhh… sekarang hukum ibumu nak, tubuh ibu akan servis seluruh tubuhmu ucap Ibu, aku yang dibelakang tersenyum senang.

Aku memang sedikit suka ketika ibu nakal, tapi mungkin untuk pagi ini karena aku lebih suka ngenthu ibu yang anggun dan penurut. Tangan kananku kemudian turun dan menyibak kain yang menutupi selangkangannya.

Perlahan jari tengahku mendekati vagina indah milik ibu, dari bagian atas vaginanya jari tengahku mencari-cari klitorisnya. Lama jari-jariku menguak vagina ibu, dan hap dapat. Langsung aku mainkan melodi jariku di klitorisnya.

erghhh…. rintih ibu ketika jari-jariku memainkan klitorisnya, kini ibu bertumpu pada tempat piring yang sudah dicuci itu. Tubuhnya hanya bertumpu pada kedua siku tangannya. Kepalanya merunduk melihat kebagian selangkangannya yang sedang di obok-obok oleh jari-jariku

Iya ibu Arya hukum, sekarang ibu ingin apa dari arya ayo bu katakan kepadaku, apa yang ibu inginkan dari anak ibu ini? ucapku memancing Ibu

ibu ingin dikenthu sama anakku… owgghhh… sssshhhhhhh…. ucap ibu dengan kepala yang merunduk dan kemudian menengadah ke atas

kuno ah.. jawabku meniru ucapanya

owghh ibu ingin kontol anak ibu masuk ke tempik ibu, ingin merasakan peju kamu diwajah ibu erghhhh… ingin disodok kontolmu terus aryaaahhh arggghhhhh… racaunya

suka ya kontol anakmu ya bu? ucapku nakal

suka suka kontol arya aissshhhhhhhhh esh esh esh terus masukan jari kamu kocok tempik ibu kocok tempik diah kandahhh owghhhh… racaunya

arggggggggghhhhhhhh….. teriak ibu yang kemudian tubuhnya mengejang beberapa kali terasa cairan hangat mengalir di jariku dan di sela-sela paha ibu.

Aku kemudian mundur dan memandang Ibu yang setengah badannya berada di tempat piring yang telah dicuci itu. Ku amati tubuhnya yang putih dan indah, segera aku lorotkan celanaku. Ku pandangi lagi pemandangan indah itu, tuuh indah itu masih tersengal-sengal menikmati sisa-sisa kenikmatan.

Aroma cairan kenikmatan ibu menusuk hidungku ditambah lagi aroma keringatku yan gbercampur dengan ibu menambah nafsuku semakin menggebu-gebu. Aku harus menghukumnya, he he he

PLAK PLAK PLAK kutampar bokong bundar nan indah itu setelahnya aku langsung duduk di kursi yang aku hadapkan ke arah ibu

argh… uwh… iya kanda sayangucap Ibu sambil menoleh kebelakang

Ayo… sini cepat sayangku, hukumannya belum selesai ucapku sambil mengelus-elus dedek arya

Iya kanda, maafkan dinda ya sayang ya ucap Ibu yang kemudian beranjak ke arahku dan langsung memposisikan dirinya bersimpuh di selangkanganku

sandarkan kepalamu di pahaku, kecupi kontolku dan jilati juga…

Oia dinda ibuku, tolong perlakukan kontolku seperti permen ya dinda dan jadilah wanita yang suka memuaskan kontol anakknya ucapku nakal

iya kanda anakku.. cup cup cup ucap ibu sambil mengecup dedek arya dari samping kiriku sehingga pemandangan itu terlihat seperti seseorang yang makan sate namun ini di kecup dan dijilati

PLAK ku tampar pahanya

Ehh… ada apa kanda anakku, apakah dinda ibumu ini ada salah? ucap Ibu

Kalau lagi memainkan kontol pandangi mataku dinda ibuku ucapku, ibu hanya tersenyum dan kemudian mengecupi dan menjilati dedek arya sambil berpandangan denganku

Aku yang duduk dengan gagah, kedua pahaku terbuka lebar serta seorang wanita cantik sedang memainkan kelaminku, dedek arya. pemandangan ini sungguh indah, ditambah aroma keringat kami berdua. Ku elus perlahan kepala Ibu dengan tangan kiriku dan punggung tangan kananku mengelus-elus pipinya.

Sudah puas apa belum dinda? ucapku, kepalanya mengangguk

PLAK kutampar lagi paha kirinya pelan

Ingat jawabannya harus belum puas terus sekalipun nanti kamu keluar terus sayang, karena ibu sedang dihukum ucapku dengan tersenyum, Ibu hanya mengangguk

Sudah puas?ucapku kembali dan ibu hanya menggeleng hanya aku balas dengan senyuman kepadanya

Sekarang kulumin dan jilatin pake lidah ya sayangku perintahku

Iya kanda, dinda kulumin ya kontolnya ucap Ibu

Ibu kemudian merubah posisinya bersimpuh di hadapanku, dibukanya mulut Ibu. dimasukannya perlahan dengan lidah menjulur kedepan terlebih dahulu. Sebelum masuk, lidahnya bermain-main di lubang dedek arya.

sensasi yang sangat luar biasa bagiku, melihat Ibu sedang memainkan lidahnya di dedek arya. kulihat Ibu tersenyum walau mulutnya sedikit terbuka. Dimajukannya perlahan kepalanya dan masuklah dedek arya ke dalam mulut ibu. kepalanya kemudian maju mundur mengulum batang dedek arya, lidahnya menyapu-nyapu batang dedek arya setiap kali kepalanya maju mundur.

Argghhh… bu kontol anakmu terasa nikmat sekali, lebih kuat bu sedotannya, ayo dinda di sedot lebih kuat lagi rintihku sambil mendongakan kepalaku

Sedotan Ibu semakin kuat membuat aku kelojotan dan merintih nikmat. Kepalanya kemudian maju mundur dengan lebih cepat lagi, sehingga membuat batang dedek arya merasakan nikmat luar biasa. Kadang kuluman itu dilepas dan lidahnya bermain sebentar di ujung penis tepatnya di lubang kencing dedek arya, setelahnya dimasukan lagi.

Aku merasa tidak kuat dengan kuluman Ibu kemudian mengehntikannya dengan memegang kepala Ibu. ku bangkitkan Ibu dan kuposisikan menungging dengan separuh tubuhnya berada di meja makan. Ku buka bongkahan pantat Ibu dan perlahan kumajukan dedek arya ke dalam vaginanya. Tepat di depan mulut vaginanya kumainkan sebentar

Owghh…. kanda, capat masukan dinda sudah tidak tahan lagi kanda owghhh… ucap Ibu

Apanya yang dimasukan yang jelas dong Dinda Ibuku ucapku sedikit nakal

Kontol kanda anakku, kontol anakku, Ibu mohon masukan ke dalam tempik Ibumu nak, Ibu sudah tidak tahan lagi ucap Ibu

Owhhh…. balasku

Egggggghhhh…. rintih tertahan Ibu ketika kuhentakan keras dedek arya ke dalam vagina Ibu

Perlahan aku mulai menggoyang pinggulku. Dimulai dari goyangan pelan hingga akhirnya aku goyang semakin cepat. Tubuh depan Ibu ambruk di meja makan, kedua buah payudaranya tergencet oleh tubuhnya sendiri. Kupegang pinggul ibu dan kupompa semakin cepat.

Arghh…. Ibu tempik ibu sempit, Arya anakmu ini suka tempik Ibu… owghhh…. yah… arya ingin pompa terus tepikmu bu racauku

Assshh… terussshhh nak, terus pompa tempik ibu dengan kontolmu owghhh…. masukan lebih dalam lagi kanda… dinda suka kontol kanda masuk ke tempik dinda… ah ah ah ah nikmathhhh kandaaaahhh nikmat sekali kontol kanda anakku owhhh… yah terush buat ibu keluar… owhhh… yah terus sayangku… begitu… kocok lebih keras owghh dan lebih aaaahhhhhhh dalam lalgi ohhh… ya terus sayangku terussshhhh…. racaunya semakin nakal

Owhhh… kontolku mentok di tempikmu bu owhh… nikmat sekali… yah aku akan terus memompa tempik Ibu owh… nikmat sempit dan menjepit bu owhhh tempikmu nikmat… racauku

Setiap kali goyangan kata-kata nakal keluar dari mulut kami berdua. Kami sudah tidak lagi peduli dengan tetangga jika mendengar teriakan kami. Mendengar? Mana mungkin mereka mendengarnya perumahan ini adalah perumahan yang sepi di pagi hari, kalaupun ada orang mereka juga tidak akan mendengarnya ha ha ha.

Lama kami bersetubuh, aku kemudian memeluk tubuh ibuku dari belakang. Terasa spermaku mulai berkumpul di ujung dedek arya.

Owhhh bu… pejuku mau keluar, peju anakmu mau keluar di tempikmu owhhh… aku ingin keluar di tempikmu bu yaahhhh owhhh sssshhhh cup cup cup… slurpp slurrp slurrrp ucapku sambil mengecupi punggungnya dan menjilatinya

keluarkan pejumu di tempikku sayang, keluarkan yang banyak jangan sisakan untuk yang diluar arghhhh owh owh owh owh … sirami tempik ibu dengan pejuhmu… ibu juga mau keluar lebih keras lagi owghhh lebih dalam lagi yaahhh begitu lebih keras dan lebih dalam lagi kanda sayangku owhhh…. racaunya yang membuat aku semakin mempercepat pompaanku

Anakmu keluar yahh… keluar di tempikmu bu aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh…. ucapku sambil memeluk erat tubuh ibu

Ibu juga anakku kandaaaaaa aaaaaaaaaaaaa…. egh egh egh egh ucap ibu

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Cairan kenikmatan kami bersatu, tubuh kami mengejang bersamaan. Aku peluk tubuh ibu dengan erat, mencoba mengatur nafas begitupula dengan ibu. lama kami berpelukan, ibu kemudian sedikit mendorong tubuhku untuk berdiri, aku pun berdiri. Ibu berbalik dan kemudian memeluk tubuhku dengan erat. kukecup keningnya.

bu… susunya belum nyervis, hukumannya berarti belum selesai sampai has has has susu ibu servis kontol arya ucapku

iiih nakal kamu, masa ibu suruh servis kontol kami terus ucap ibu

haru to ya… hukumannya selesai kalo servis susu ibu sampai ke kontol arya ucapku nakal

Iya sayang, mmmm nikmat banget tubuh kamu hangat sekali sayang ucap Ibu

tubuh Ibu juga…balasku

Lama kami berpelukan, tak membuat kami lupa akan waktu. Ibu segera menyuruhku mandi untuk segera berangkat ke tempat PKL. Setelah aku mandi begitupula dengan ibu aku pamit untuk berangkat PKL. Sebelumnya aku diberikan minuman hangat penguat tubuh. Tepat di garasi, Ibu tiba-tiba mengulum dedek arya dengan paksa.

Dengan paksa pula ibu memposisikan aku rebah di lantai garasi. Dengan gerak cepat, dimasukannya dedek arya ke dalam liang vaginanya untuk kedua kalinya di pagi hari ini hingga ibu klimaks dan aku kentang. Ibu melepaskan dedek arya dan memasukannya kembali ke dalam celanaku.

Bu, kalau gini arya harus mandi lagi dong protesku

ndak usah, biar yang dikantor kamu itu dapat bekas ibu hi hi hi ucap Ibu

yaelah.. segitunya bu bu ucapku

hush, nurut sama ibu atau ibu ndak mau dihukum lagi atauuuuu kamu ibu hukum lagi tapi lebih berat? ucap ibu

iya bu, hukuman ibu seperti tadi malam saja bu jangan lebih berat lagi he he he ucapku

Kami kemudian berpelukan dan saling melumat bibir. Setelahnya aku pamit dan berangkat menuju tempat PKL. Sesampainya di tempat PKL aku mengobrol sebentar dengan pak satpam, tepat pukul 11:25 aku langsung menuju ke ruangan mbak echa.

Disambutnya aku dengan senyuman, dan kemudian dengan bahasa isyarat tangannya aku di suruh untuk mengunci pintu ruangannya. Dengan isyarat tangannya pula, aku disuruh mendekatinya pula. Kini posisiku tepat disamping mbak echa..

Di ruangan manager pengendali kualitas atau lebih sering disebut dengan nama bekennya Quality Control. Ingat Control bukan kontol, aku sedang berdiri disamping managerku. Wajahnya nan ayu dengan balutan kerudung merah jambu, dan juga semua yang dipakai hingga rok berumbainya itu juga berwarna merah jambu.

Pah, nih… ucap mbak echa membuka roknya dan melebarkan pahanya. Tampak korset yang malam itu dia pakai, model sama hanya warnanya merah muda sama seperti dengan warna kerudung, baju serta rok rumbai.

Hmmm… mamah, pengen ya? ucapku, dia hanya mengangguk

tapi jangan dimasuki pah, takutnya ntar tercecer peju papah hi hi hi ucapnya.

Aku hanya tersenyum dan kemudian jongkok tepat dihadapan selangkangannya. Kuelus perlahan vagina yang tertutup celana dalam tipe G-Stringnya itu. Kadang aku juga menciumi vagina yang masih berbalut celana dalamnya.

Dengan sedikit gerakan, aku geser penutup itu dan aku masukan jariku ke dalam vagina mbak echa. Kutekuk dan ku coba mencari G-Spotnya lalu kukocok dengan perlahan sambil mengobrol dengan mbak echa.

Mamah… dikeluarin dulu ya, nanti dilap pakai tisu terus cuci di kamar mandi ucapku

erghh… papah nakal, owhhh… ya pah terserah papah, mamah juga sudah kangen jari papah owghh… racaunya

Sambil berciuman, aku semakin cepat mengocok tanganku di vagina mbak echa. Mbak echa kadang melepaskan ciuman hanya untuk melenguh, mendesah dan kadang merintih yang tertahan. Lama kami melakuakn aktifitas itu, hingga mbak echa mengalami puncak kenikmatannya.

Disambarnya tisu di atas mejanya dan kemudian dilapnya vagina hingga bersih. Aku kemudian bangkit, kucium sebentar bibirnya dan kuberikan kecupan pada keningnya. Setelahnya aku duduk di sofa ruangannya.

Mbak mau cerita apa? ucapku

iiih kok mbak sih… ucapnya sambil masih membersihkan cairan sisa-sisa kenikmatannya

iya mamah… mamah mau cerita apa? ucapku

dengerin ya pah… ucapnya

Mbak echa kemudian menceritakan bagaimana malam harinya setelah aku pulang. Mbak echa memberika servis yang luar biasa dari pengalaman melakukan hubungan seks denganku kepada suaminya. Suaminya sampai gelagapan dan tak sanggup meladeni mbak echa. Hanya dua kata yang dikatakan suami mbak echa kepadanya yaitu sangat puas.

Aku tertawa terkekeh-kekeh, mbak echa kembali bercerita mengenai dia mengulum penis, menjilati dan meminta suaminya menjilati miliknya. Suaminya bak orang idiot dengan seribu kebengongan ketika mendengar kata-kata kotor keluar dari mulutnya.

Tapi setelah semua terjadi, suaminya terus meminta mbak echa menservisnya hingga tengah malam. Dan ternyata mbak echa, terlambat datang ke kantor karena semalaman menservis suaminya yang merasa berada di surga.

Lha terus suami mamah sekarang berangkat kerja? ucapku

dia ijin tidak berangkat, nih lihat dari tadi dia ngirimi foto kontolnya terus, bahkan dia meminta pihak kantornya untuk tidak memberikan perjalanan dinas ke luar kota lagi tadi pagi, itu juga karena hi hi hi ucap mbak echa, aku haya tertawa pelan mendengar cerita mbak echa.

Setelah ngobrol lama dengan mbak echa, aku kemudian ke lab untuk melanjutkan tugasku sebagai mahasiswa PKL. Tak ada yang aneh, kami semua bercanda satu sama lain. Yanto, encus dan mbak ela pun semua sadar kenapa aku terlambat. Ya mereka bersimpati karena hya aku yang mengerjakan sampel hingga malam hari.

Seandainya mereka tahu, aku telah menggagahi manager mereka. Hingga ketika menjelang pulang, mbak echa meminta salah satu dari kami untuk menemaninya membuat laporan. Ya seperti biasa itu adalah alasan mbak echa yang intinya agar mereka menolak semua dan pulang sehingga hanya aku yang tertinggal di lab. Dan itulah yang terjadi, setelah semuanya pulang aku bawa semua barang bawaanku dan masuk ke ruangan mbak echa.

Mbak echa tampak duduk dikursi managernya, segera aku tutup pintu dan menguncinya. Kudekati mbak echa, dia masih duduk dan mendongak memandang wajahku. Kami berbalas senyuman, pelan tapi pasti mbak echa kemudian membuka celanaku dan dikeluarkannya pentungan yang ada didalamnya. Dengan lahapnya layaknya eskrim dia langsung menjilati dedek arya.

kupegang pangkal dedek arya dan kadang aku gerak-gerakan ke kanan dan kekiri membuat mbak echa sedikit kelabakan menangkap dedek arya dengan mulutnya. kadang aku tamparkan dederya ke pipi mbak echa, pemandangan yang indah seorang wanita berkerudung merah jambu sedang mencoba berusaha melahap dedek arya.

Ayo mamah, kok ndak dikulum? ucapku nakal dengan gerak cepat digenggamnya dedek arya dengan tangan kanannya

papah nakal, diem dulu napa, dah kangen niiiih… ucap mbak echa, yang serta merta langsung melahap dedek arya.

Kulumannya memang sudah lebih baik dari malam itu, kupegang kepalanya dan kumaju mndurkan perlahan. Mbak echa mengikuti gerakan tanganku dengan terkadang dia menggerakan bola matanya ke atas memandangku.

Aku hanya mampu tersenyum dengan apa yang ada dihadpanku. Setelah puas, aku angkat mbak echa dan aku posisikan menungging di meja kerjanya. Kusingkap roknya dan Kutarik G-Stringnya ke atas kemudian aku goyang-goyangkan.

eehhhh papah, kena itil mamah itu emmmm… enak pah terus… uftthhhh…. mamah sudah ndak tahan pah, masukin saja pah kontol papah ke memek mamah… sudah kangen banget… ucap mbak echa

mau main cepat nih? ucapku menggoda

iya pah, udah kangen kalau kelamaan nanti banyak yang curiga pah, suami aaaahhhh mamah juga sudah nunggu mamahh essshhhhh cepetan pah masukin kontol gede papah itu owhhhh…. ucap mbak echa

iya mah, oia mamah tadi pengen apa? ucapku menggoda lagi yang masih menggoyang-goyangkan G-stringnya

pengen kontol pah, kontol papah masuk ke memek mamah cepeeeeeeeeeeethhhhhh efthhh… racaunya

Sebenarnya didalam hatiku aku tertawa puas karena sudah mengerjai mbak echa, namun dipikiranku terlintas ibu. Tak apalah ini kan bekas tadi pagi he he he. Aku lorotkan G-stringnya hingga ke paha mbak echa, dengan segera aku cari lubang senggamanya.

Kuarahkan dedek arya ke vagina mbak echa. Kutarik tubuhnya agak sediit mundur dan ku tekan punggungnya agar vaginanya lebih terlihat lagi. Kugoyang-goyangkan dedek arya di sekitar vagina mbak echa.

papaaaaaaaaaaaaah masukin kontolnya pah, cepetan mamah sudah basah dari tadi pah, pleaseee pah please… ucap mamah

mamah nakal bicaranya, ini mah…. ucapku sembari menghentakan dedek arya jauh ke dalam vagina mbak echa.

Mbak echa menjerit tertahan dengan kepala mendongak ke atas kemudian diletakannya lagi di meja kerjanya. Perlahan aku mengooyangnya, diawali dengan kecepatan perlahan kemudian semakin cepat aku menggoyang.

owghh… becek banget mah… udah pengen banget ya mah ughhhhh… racauku

iya pah, sudah argh dari ssssshhhh tadi emmmmhhh… terus pah dorong yang kuat, sodok memek mamah lebbih kuat lagi… owhhhh lebih dalam pah lebih dalam mentok pah…. ucap mbak echa kesetanan

Aku semakin menggoyang cepat. Suara kelamin beradu sangat nyaring kami dengar. Ditambah suasana perusahaan yang sudah mulai sepi membuat suara perpaduan kelamin kami lebih nyaring lagi.

papaaaaahhh… owghhh…. terussshhhh buat mamah keluar… buat mamah ngecrot kaya papah owghhh… papah enak pah sangat enak… owghh… kontol papag enaaaaaaaaaakkhhhhhh ah ah ah ah ah ah…. racaunya

mah, papah manu keluar… ucapku

bareng-bareng pah… mamah juga mau keluar… ucapnya

Goyanganku semakin keras, membuat mbak echa kelojotan dengan sendirinya. Kupegang pinggulnya lagar kecepatan goyangku lebih kuat lagi. Kepala mbak echa menggeleng-geleng ke kanan dan kekiri. Setelah lama aku menggoyang, Aku merasakan dedek arya mau muncrat.

Kuhentakan keras, dan tubuh mbak echa melengking. Bersamaan dengan keluarnya cairan vagina mbak echa, aku cabut dedek arya dari vaginanya. Kutarik dengan cepat tubuh mbak echa agar jongkok diselangkanganku. Dengan sigap mbak echa, membuka mulutnya dan ku arahkan dedek arya ke mulut mbak echa. Dengan sedikit kocokan…

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Keluarlah semua spermaku di dalam mulut mbak echa, ada beberapa yang muncrat hingga ke kening mbak echa. Kulihat mbak echa masih membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya menunggu semua spermaku keluar. Setelah semua spermaku keluar, kutarik kursi beroda milik mbak echa dan aku duduk dihadapanya. Mbak echa pun kemudian membersihkan sisa-sisa sperma yang belepotan di wajahnya.

papah, enak pah tapi sedikit pah, kemarin banyak keluar ya pah hi hi hi ucap mbak echa yang tidak tahu kemarin aku dihabisi oleh Ibu

iya mah, mamah juga kan yang ngeluarin banyak ucapku

hi hi hi… iya sih he he he ucapnya

Setelah kami selesai, kami kemudian membersihkan diri kami masing-masing. Setelah semua bersih, kami memutuskan untuk pulang. Sebelum keluar dari ruangan mbak echa, kami berpelukan dan saling melumat bibir kami. Dan akhirnya kami berpisah ketika kami harus mengendarai kendaraan kami masing-masing, tak ada yang curiga.

Lelah tubuhku menemaniku hingga dirumahku. Ibu menyambutku namun tampak sinar kelelahan terpancar dari wajahnya. Ayah berada dirumah, walau sebenarnya kami bisa saja nekat tapi tubuh kami berdua sudah cukup lelah menjalani hari ini. dan ibu tahu, jika aku lebih lelah daripada dirinya.

Menjelang hari kedua hingga hari keempat minggu terakhir aku PKL, semua berjalan seperti hal-nya di hari pertama. Berangkatku selalu terlambat, paling tidak perusahaan masuk pukul 07:30 dan aku sendiri masuk pukul 10:00. Tak ada yang protes, dan tak ada yang komplain karena memang alasan yang disampaikan mbak echa ke pihak kantor adalah aku mengurus keperluan penarikan PKL jadi hingga hari terakhirku PKL aku datang terlambat.

Padahal tidak, pagi hari setelah ayah berangkat Ibu memberikan servis seperti pada hari pertama tapi aku selalu melarangnya dengan menggunakan payudara indahnya dengan berbagai alasan aku ungkapkan, padahal didalam hati aku masih ingin menghukum ibu.

setelah dengan Ibu, di tempak PKL aku memberikan finger atack kepada vagina mbak echa dikala istirahat dan kemudian dick atack kepada vagina mbak echa ketika pulang. Alasan selalu sama, membantu membuat laporan padahal laporan bisa saja dikerjakan oleh mbak echa sendiri. Bahkan mbak ela pun tidak tahu bentuk laporan seperti apa yang kami kerjakan. Ya mungkin saja kalau dia tahu, kami sedang mengerjakan sex report ha ha ha.

Bersambung