Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 41

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 41 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 40

Aku kemudian menceritakan kejadian yang baru aku alami. Kulihat raut cemburu ibu mulai terlkis di setiap nanometer wajahnya. Ibu membuang muka dan hanya memandang televisi. Tak digubrisnya aku, bahkan ketika aku mau memeluknya ibu menepis tanganku.

Kamu dihukum ucap Ibu

Eh… maaf bu… tapi bu…

Iya bu, Arya salah… balasku

pokoknya dihukum, masuk kamar, istirahat dulu sana ucap Ibu

Aku kemudian beranjak ke kamarku. Sudah tidak ada lagi pikiran untuk memecahkan misteri-misteri mengenai Ayahku. Hingga sore hari ketika aku mandi pun Ibu tidak mau memandangku. Wajahnya memang tidak melihatkan amarah kepadaku namun untuk memandangku saja tidak mau.

Aku kehilangan senyuman bidadariku karena keegoisanku dan rasa tidak ingin diremehkan dihadapan mbak echa. Bahkan sampai pada acara makan malam tiba Ibu juga masih cuek kepadaku. Aku akhirnya pasrah dengan perlakuan Ibu, karena aku tahu aku salah. Aku kemudian tidur tepat pukul 20:00 lebih awal dari biasanya karena aku sudah tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan.

Cik icik bum alala bum bum cik icik bum alala bum bum. Bunyi ringtone Smartphoneku. Ibu. kuangkat dengan rasa kantuk yamg masih menyelimuti, kulihat jam pada Smartphoneku, 12:00. Ada apa Ibu menelepon malam-malam? Kan bisa datang langsung ke kamar dan menghukumku?

Iya Bu, halo

Turun kebawah, ke kamar Ibu, ada hukuman buat kamu

Eh kok dikamar Ibu, Dia dimana bu? (karena bisa gawat kan kalau ibu meminta dan Ayah di sana)

Pokoknya kesini, biar kamu tahu rasanya dihukum tuuuuuuuuuuttt….

Aku terkejut, apakah Ibu sudah bilang ke ayah mengenai hubunga kita? Mati aku… aku kemudian bangkit, rasa kantukku hilang dan segera aku menuju kamar Ibu. Kusiapkan mental baja dan tulang besi serta otot kawatku. Kuhela nafas panjang di depan pintu kamar Ibu. Im ready to kill him, itulh kata-kata yang terus berputar di kepalaku. Kubuka pintu pelan kleeeeeeeeeeeeek….

Helaan nafas panjangku akhirnya kembali normal, ku buka pintu kamar orang tuaku. Kleeeeeeeeek…. dan kulihat sesosok wanita keturunan jepang dengan pakaian kebaya hitam dengan belahan dada sangat rendah berhiaskan jarit bermotif batik keris sedang duduk bersimpuh disamping kanan kepala suaminya.

Kebaya yang sangat ketat atau bisa dibilang sangat seksi sekali, rambutnya di sanggul dibelakang kepalanya. Dengan wajah sedikit cemberut dia menyuruhku segera mendekatinya. Jari telunjuknya naik turun mengisyaratkan agar aku lekas mendekatinya.

berdiri disitu… ucap Ibu menunjukan posisi dimana aku harus berdiri. Tepat di samping kepala Ayahku.

Bu, pelan nanti kalau dia bangun bagaimana? Arya siap dihukum tapi tidak begini juga bu ucapku sedikit memelas

Banyak bicara kamu arya! Dasar lelaki!

Takut ya?! Bukannya kamu sudah janji mau melindungiku? ucap Ibu tegas.

Aku menganggukan kepala dan menunduk dengan wajah bersalahku. Namanya juga berdiri dan Ibu duduk bersimpuh sekalipun aku menunduk, tetap saja aku bisa melihat wajah Ibu. Tiba-tiba tangan halus ibu nan putih mengelus-elus dedek arya di dalam celana kolorku. Aku sedikit terkejut, spontan aku memegang tangan ibu dan mencoba mencegahnya. Maklum, rasa takut sudah level 99.

bu… bisiku

kamu itu dihukum, beraninya pegang tanganku, taruh tanganmu dibelakang ucap Ibu dan aku menurutinya dengan raut wajah yang masih sama

Ibu cemburu…. ucapnya, aku hanya menunduk

bukan karena kamu bermain dengan banyak wanita, hanya saja kamu selalu memanggil mereka dengan sebutan mesra. Sedangkan denganku, kamu selalu memanggilku dengan sebutan itu-itu saja. Dan hanya ada tambahan sayang cinta, dan itu membuatku terkadang bosan

Kamu tidak pernah punya panggilan sayang khusus buatku, itu yang membuat aku sangat cemburu ucapnya. Tanganya mulai meremas batang dedek arya yang tercetak.

Ampuuun vaginawatiku, ampuuun…. aku benar-benar minta ampuuuun ucap dedek arya

Dasar kamu bisanya menjilat bathinku terhadap dedek arya

kamu tahu, Aku juga ingin merasakan kebahagiaan dengan kamu memanggilku dengan panggilan sayang tapi kamu tidak pernah memanggilku dengan sebutan itu lanjutnya

Tapi bu, aku lebih suka memanggilmu dengan sebutan Ibu ucapku pelan

Owh gitu ya… jadi kamu lebih suka sama echa, ima, maya gitu atau erlina? ucap Ibu

bukannya begitu bu itu anu… e… itu….

Baiklah, arya harus panggil ibu apa? lanjutku

Diah, aku ingin kamu panggil aku diah, itu membuatku merasa bahwa aku benar-benar kekasihmu ucap Ibu

Eh… aku terkejut dan diam sesaat

Di… di… Diah… ucapku pelan

Iya, mas arya ehemm…. ucapnya sambil tersenyum kepadaku, membuatku sedikit lega

Bu… eh… diah, di luar saja… pintaku

owh… tenang mas, dia sudah aku kasih obat kok kang mas

Kalo kang mas mau teriak, teriak saja ndak bakalan bangun, wong obatnya saja dosis tinggi kang mas ucap Ibu. suasana berubah menjadi sangat horny dan penuh nafsu, apalagi pakaian Ibu yang sangat aku idam-idamkan. Kebaya hitam seksi, selain memperlihatkan belahan dadanya juga melihatkan bahunya yang putih mulus. Aku mulai terangsang dengan sentuhan-sentuhan lembutnya.

Diah emmmh… boleh aku panggil kamu dengan sebutan dinda juga kan? ucapku

boleh kang mas, boleh diah seneng kalau dipanggil dinda ucap Ibu

jangan panggil aku kang mas, aku ndak suka, aku bukan dia ucapku

oh… maaf sayang, kanda saja ya, muach…. ucapnya sambil mencium dedek arya. kucoba memegang tangannya dan langsung ditepisnya

Kanda masih dalam hukuman, kanda pokoknya harus nuruti dinda malam ini ucap Ibu

Eh… iya, ufthhh… kanda krasa enak banget sssshhhh… ucapku pelan

Dengan gerak cepatnya, ibu meloloskan celanaku. Dilorotkannya hingga bagian bawah, dengan satu dua gerakan kakiku celana itu terlepas dari kakiku. Dedek arya kini mematung dan mengacung ke arah wajah Ibu.

Ayo diah, dindaku… ucapku merajuk dan memohon kepadanya

E e e e… minta ijin dulu sama yang dibawah kanda, masa ndak ijin dulu, ndak enak to ya ucap Ibu. Ergh… bikin suasana kacau saja ini tubuh bernyawa yang lagi asyik tidur

Woi, mahesa mulai sekarang dan seterusnya jangan pernah sentuh kekasihku ini, adindaku ini, sekarang kamu cukup menjadi pasangannya tapi untuk cinta dan kasih sayangnya hanya denganku ucapku sambil melihat kebawah tampak senyum Ibu terbuka lebar

Iiih kanda sekarang galak, masih dihukum kok galak, ndak boleh galak, pelan-pelan ucap Ibu

Aduh… ucapku, aku kemudian berimpuh, ku ucapkan pelan suaraku tepat di depan wajah Ayahku

Romo, arya harap romo mengijinkanku menjadi suami Ibu, dengan catatan romo jangan pernah menyentuhnya lagi, dan dinda kamu harus menjaga agar kamu tidak disentuh olehnya ucapku pelan

Iya kanda, sekarnag kanda berdiri lagi, tangannya dibelakang, ingat kanda sedang dihukum ucap Ibu

Aku kemudian berdiri kembali seperti semula dengan tangan berada di belakang. Kepala Ibu kemudian maju perlahan, dibukannya mulutnya dan dijulurkannya lidahnya. Lidahnya kini bermain-main di ujung dedek arya, sensasi yang luar biasa. Ditambah lagi, kegiatan yang dilakukan Ibu berada tepat diatas wajah Ayah.

Owgh Diah. Kanda suka jilatanmu diah, hukum kanda karena terlalu mesra dengan yang lain ucapku meminta

hmmm… kanda janji ya jangan panggil sayang-sayang lagi sama yang lain ucap Ibu yang kemudan menjilati lubang kecil di ujung dedek arya

Iya diahku, dindaku owghh… kulum dinda, kanda sudah kangen dikulum, kulum kontol anakmu dengan bibir manism bu ucapku

Kanda ndak boleh minta aneh-aneh, sekarang kanda sedang dihukum, ingat itu ya! ucap Ibu sedikit membentak

Aku hanya mampu terdiam menerima perlakuan Ibu. Tak bisa aku meminta, dan hanya mampu menunggu apa yang akan dilakukan oleh Ibu. ku pandangi wajahnya yang juga memandangi wajahku, Ibu tersenyum manja kepadaku.

Tangan kananya sedikit mengocok batang dedek arya, dan lidahnya masih menari-nari di ujung dedek arya. pemandangan yang selama in imembuatku rindu, kebayanya. Dibuka mulutnya semakin lebar, dan dimasukannya helm dedek arya kedalam mulutnya. kepalanya maju mundur, bibir indahnya mengusap helm dedek arya.

Owghh… nikmat sekali bunda, hukum arya bunda hukum kanda… arghhh…. rintih kenikmatanku

Kepalanya semakin maju menandakan mulut indahnya mulai melahap sebagian batang dedek arya. dan itu sudah maksimal, karena tak bisa keseluruhan batang dedek arya bisa masuk ke dalam mulutnya. kepalanya maju mundur, terlihat sekali ketika kepalanya mundur bibirnya tampak mancung menberikan sedotan kuat pada batang dedek arya.

tangan kirinya mengelus-elus bagian bawah zakarku, membuat aku semakin ON FIRE FIRE FIRE. Semakin lama, semakin basah batang ddek arya dengan denga air liur Ibu, beberapa tetes air liurnya menetes kebawah dan jatuh di kening ayah, ada juga yang jatuh tepat dibibirnya. Sensasi yang luar biasa.

Aku hanya mampu mendesah, tak berani aku berakta-kata. Hukuman paling nikmat yang pernah aku rasakan. Kepalanya smeakin cepat bergoyang, sedotannya semakin kuat, lidahnya selalu menyapu-nyapu bagian bawah batang dedek arya.

Owghh… dinda diah, kanda mau keluar sayangku, owgh…

Diaaaaaaah… kanda keluaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar…. ucapku sedikit berteriak

Croot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Spermaku akhirnya keluar dimulutnya, dilepaskannya kulumannya. Dengan salah satu tangannya menengadah di bawah dagunya menjaga jika ada yang terjatuh. Dibukanya mulutnya lebar dan diperlihatkannya kepadaku, sedikit encer tapi ada beberapa yang masih kental. Ditelannya yang berada dalam mulutnya dan tapi ada kejadian dimana Ibu menjatuhkan sedikit kewajah Ayah.

Aduh mahesa maaf, itu tuh anak kamu nakal sekali masa Ibunya suruh ngulum kontolnya, dicrotin dimuka kamu lagi, ndak papa ya mahesa… biar kamu tahu rasa

Kanda juga nakal, ngecrot sembarangan masa dimulut ibu kamu sendiri ucap Ibu

Dinda kok tambah nakal bicaranya ucapku

Biar, kanda tahu rasanya dinakali sama dinda ucap Ibu dengan senyum nakal

Ibu kemudian menyuruhku berdiri diatas kepala Ayah. Ibu kemudian merangkak tepat di atas wajah Ayah, tapi terlebih dulu Ibu menyingkap jaritnya hingga di pinggangnya. Ibu kemudian menoleh kearah belakang dan memandangku. Aku tahu maksudnya.

Kakanda, sekarang kakanda hanya boleh pakai tangan kanan saja ndak boleh lebih, sama mulut kanda. Ingat kalau lebih, kita selesai sekarang! ucap Ibu sedikit membentak.

Aku hanya mengangguk mengiyakan apa perintah Ibu. Posisi kedua paha Ibu tepay berada di samping kanan kiri leher Ayah. Vaginanya telrihat sangat indah, merah merekah seperti tidak pernah digunakan saja. Aku kemudian memajukan kepalaku dan dengan tangan kananku aku buka bibir vaginanya.

Diah, tempikmu selalu membuat aku kangen sayang, slurrrrpp…. ucapku dan langsung menyosor vaginanya. Memang sedikit sulit denganposisiku sekarang ini, tidak bisa mengeksplor keseluruhan vagina Ibu.

owghhh… lihat mahesa, anakmu sedang memberiku kasih sayang aku yang tidak pernah kamu berikan kepadakuhhh.. arghhh… kanda owghhh…. terus masukan jari kakanda juga owghh… diah ingin merasakan lebih, buat diah kelua, harus keluar kanda sayang owghh….. racaunya

Ku masukan jari tengah kedalam vagina Ibu, dengan jempol yang selallu mencoba meraih klitorisnya ketika jari tengahku masuk tapi ketika jari tengahku nkeluar jangkauan jempolku tak sanggup meraih klitorisnya. Lidahku bermain-main di bagian vagina yang dekat dengan anusnya. Aku sangat menikmati momen ini , ditambah lagi keberadaan Ayah yang sangat aku benci ini berada di sini.

owghh… kakanda nakal sekali berani-beraninya mengocok tempik ibu kanda dihadapan ayah kanda… erghhh… kanda… kanda…. teruskan kanda…. dinda sangat menyukainya, diah sangat menyukainya teruss buat tempik diah keluar banyak… dinda ingin kanda buat tempik diah muncrat… dinda sayang kanda owghh… kandaku aryaaaa….. racaunya yang mulai terlihat nakal

Semakin cepat aku mengocok jari tengahku yang sedikit aku tekuk agar mampu menyentuh bagian G-Spotnya. Desah nikmat dan racaunya semakin menjadi-jadi. Aku semakin bersemangat menjalani hukuman dari Ibu.

kanda… Diah mau keluar… kanda… owghhh…. jari kanda bikin tempik diah enak owghhh…. terus kanda terus lebih cepat… buat tempik ibumu muncrat kanda,,, owghhh erghhhh… ah ah ah… anakku tempik ibumu nak, argghhhh kamu apakan owghh terus naaaaakkk owgh….

arya kamu erghhh buat ibumu ngecrot owgh…. egh egh egh egh egh egh teriaknya

Beberapa kali tubuhnya menggelinjang, melengking. Aku berhentikan kocokanku dan memperhatikan wanita keturunan jepang dengan kebaya seksinya ini menikmati puncak kenikmatan. Kepalanya kemudian jatuh diperut Ayah, cairannya aku tampung di telapak tangan kananku sedikit ada yang menetes di wajah Ayahku. Nafas ibu masih tersengal-sengal menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja ibu rasakan. Suara deru nafasnya sangat keras, terdengar olehku.

esh esh esh kanda sekarang masukan, buat Ibumu ini bisa meraskan nikmat lagi, diah ingin merasakannya lagi disini, masui tempik ibumu nak… cepathhh aahhhh perintahnya

Dindaku sayangku cintaku… erghhhh…. ucapku sembari memposisikan diriku tepat di belakang Ibu dan kemudian memasukan dedek arya yang sudah on kembali ke sarang tercintanya

Arghhh… kanda….. kontol kanda masuk ke tempik diah ibumu ini, dorong kanda erghhh…. terus… dinda suka sekali kontol kanda owghhh…. ucapnya sambil kepalanya mendongak keatas

iya diah, kontol arya senang sekali, owghhh sempit sekali dinda… rawat terus buat kanda…jangan berikan pada laki-laki lain selain kanda… kontol arya masuk ke tempik ibu, nikmat sekali diaaaaaahh racauku yang sangat bahagia sekali

erghh… iya kontol kanda masuk ke tempik ibu, nikmat sekali kanda… owgh… terus goyang lebih cepat kanda… buat dinda terbang dengan kontol kanda… erghhh… terus ah ah ah ah …. erghhhh… racaunya

Aku semakin cepat menggoyang, kedua tanganku berpegang pada pinggulnya. Suara persatuan bersatunya kelamin kami sangat keras terdengar, plek plek plek plek plek plek. Kedua taanganya sudah tak mampiu lagi menahan tubunya, Ibu ambruk lagi namun aku tetap menggoyang pinggulku dengan tem[o semakin cepat, dedek arya keluar masuk di vagina ibu.

Erghh… kanda… setubuhi ibu kanda, kenthu ibumu lebih keras di hadapan ayahmu… terus kanda.. owghhh… kontol kanda, dinda suka kontol kanda… besar kuat dan arghhhh… menyentuh rahim dinda ibumu ini owghhh… arghhh…. erghhhh… dalam sekali… kontol kanda memenuhi tempik ibu arghhhhh….

iya akan kanda penuhi tempik ibu dengan kontol anakmu, ah ah ah ah… kanda suka tempik ibu, arya suka tempik ibu, anakmu suka tempik ibu… owghhh… ibu aku cinta kamu bu…..kanda cinta dinda diah… racauku

owghh… kanda anakku, ibumu juga cinta kamu, asssshhhhh owgh kontol anakku buat aku keluaaaaaaaaaaaaarr….. ucapnya, seketika itu tubuhnya menggelinjang untuk kedua kalinya. Cairannya mulai membasahi batang dedek arya.

istirahat duluhh ash ash ash kanda…. ucapnya. Aku yang semula masih menggoyang kemudian membenamkan dedek arya didalam vagina Ibu dan kudiamkan

Ibu kemudian maju dan terlepaslah batang dedek arya dari vaginanya. Aku masih tetap pada posisiku dan kini ibu memposisikan dirinya tepat di samping Ayah, dia berbaring dan kemudian menyuruhku mengambil posisi di selangkanganya. Lalu aku bangkit dan memposisikan diriku tepat di selangkangan Ibu. posisiku, Ibu dan ayah kini sejajar. Tangan kananya meraih leherku.

Kanda, jangan sungkan-sungkan, tempikku bukan miliknya lagi, cintaku juga bukan miliknya lagi, sekarang semua menjadi milikmu. Masukan anakku… ibu ingin malam ini kita lewati bersama dengan ayahmu. Ayo nak, masukan kontolmu ke tempik ibumu ini yang Cuma ingin kontol anaknya ucap Ibu.

kumajukan bibirku dan melumat bibirnya, tangan kanan ibu mengarahkan dedek arya ke vaginanya dan bless…. ku tekan sangat dalam. Tanganku dengan sedikit memaksa mencoba merobek kebayanya namun ditahan.

Ini nanti, tidak ada susu saat ini kanda…. ucap ibu nakal

kapan? Aku pengin nyusu diah… ucapku manja

nanti, sekarang puaskan diah, arya… ucap Ibu

Aku tersenyum dan kemudian menggoyang pinggulku. Dengkuran keras ayah masih terdengar dari awal kami bercinta hingga sekarang. Entah berapa dosis yang diberikan oleh ibu kepada ayah, namun bisa dipastikan overdosis.

Kalau ndak bangun bagaimana coba? Bodoh ah! Aku goyang semakin keras, ibu mendesah keras tepat di samping ayah. Kepalanya menggeleng-geleng ke kanan kekiri merasakan dedek arya menyentuh rahim. Terasa sangat mentok di dalamnya.

Arghhh… mentok arya… kontolmu menthok di tempik ibu owghh… racaunya

diah, mana yang lebih enak diah, punyaku apa punya mahesa? ucapku

punya anakku, punyamu, punya kanda paling enak dan terenak, ternikmat owghhh… buat diah selalu bisa keluar erghhh… aisssshhhh aaaarrrhhhhh esttthhhhhhhh kanda…. kandaku anakku… nikmaaaaaaaaaaaaaaaaathhhh arghhhh…. terus sodok tempik ibumu dengan kontolmu anakku owghhhh….nikmat sekaliiihhh argghhhh…. racaunya

iya sayangku, kontolku masuk dan menyodok tempikmu, aku ngethu ibuku, enak sekali owghhhh… nikmat sekali… tempikmu enaaaaak… aku mau keluar ibu, keluar di tempik indahmu keluar di tempik diaaaaaahhh… arghhh… ucapku

Semakin sering aku menggoyang lebih cepat,semakin terasa kenikmatan gesekan antara dinding vagina ibu dengan kulit dedek arya. membuat aku semakin cepat menggoyang dan semkin cepat untuk merasakan kenikmatan. Sungguh sensasi yang berbeda aku rasakan ketika bercinta di samping orang yang selama ini aku benci.

diah, aku keluar aku hampir keluar owghhhh… ucapku

diah juga sayang, keluar bersama sayangku, kanda aryaaaahhhhh….balasnya

aku keluaaaaaaaaaaaaaaaar……. ucapku. Kuhentakan sekeras-kerasnya ke dalam vagina ibu. tubuh ibu melengking dan mengejang beberapa kali.

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Kedua kalinya aku keluar, entah yang keluar sperma atau hanya cairan putih aku tidak tahu. Hanya saja aku bisa merasakan nikmat menjalar di tubuh kami berdua. Kupeluk erat tubuh ibu dan kuciumi seluruh wajahnya. Aroma wangi keringat tubuhnya menyeruak indra penciumanku. Aliran deras nafasnya mengalir di leherku.

terima kasih arya, diah senang banget, kontol kamu bikin diah puas… ssh ssh ssh ssh ucap ibu

arya juga diah…has has has has…ucapku

Lama kami berpelukan mengumpulkan energi yang cukup. Ibu kemudian mendorongku dan aku bangkit, duduk dipinggir ranjang. Kulihat ibu duduk dan mengelap wajah Ayah yang terkena cairan cinta kami berdua di awal pertempuran kami. dambilnya minyak wangi dari meja riasnya dan disemprotkan ke seluruh tubuh ayah. Setelahnya, didekatinya aku.

Kanda, bopong Diah, Diah pengen bobo bareng kanda ucapnya

nanti kalau kesiangan bisa ketahuan diahbalasku

tenang saja, kan bisa dikunci kanda hi hi hi ucapnya. Aku hanya tersenyum, kuraih celana kolorku dan kubopong ibu ke kamarku dengan dedek arya menggantung di selangkanganku. Tak lupa, ibu menyuruhku berhenti sebentar untuk mengunci pintu. Sesampainya di kamar, kurebahkan tubuhnya.

Kanda, ndak pengen nyusu? Tapi diah ndak bisa buka, dibukain kanda ucapnya manja

Diah manja sekali hari ini ucapku

Biar disayang kanda terus hi hi hi ucapnya.

Dengan sekuat tenagaku aku sobek kebaya ibu, kulepas semua yang berada di tubuhnya. Kulepas kaosku, dengan tubuh telanjangku ku peluk ibu dengan sangat erat. kini aku tidur bersama bidadariku. Kucium bibirnya dengan mesra, perlahan ciuman itu turun semakin kebawah. Tepat di susunya aku menyedot kedua susu itu secara bergantian.

Sedot yang kuat, netek yang puas sayang seperti dulu ughhhh…. mmmmmmhhhhh…. ucap Ibu yang kemudian melenguh atas perlakuanku.

Lama aku mengulumi puting susunya layaknya anak kecil. Tubuhku tidak dapat berbohong akan rasa lelah yang datang. Ku posisikan kepalaku berhadapan tepat dengan wajah Ibu dan kemudian aku mencium bibirnya. Setelah puas berciuman aku peluk tubuh telanjang Ibu, namun ibu kemudian membalikan tubuhnya dan membelakangiku

Kanda, kontolnya masih bisa berdiri tidak? ucap Ibu

sedikit tegang diah, mau dimasukan lagi? ucapku

Heem… pengen bobo sambil kontol kanda masuk ke tempin diah ucapnya sambil mengangkat salah satu kakinya

Tanpa komando tambahan aku kemudian mencoba memasukan dedek arya ke vagina Ibu. Dengan segala upaya, kucoba memasukan dedek arya yang sudah setengah pingsan ini kedalam vagina Ibu. semakin sering mencoba semakin bertambah tegang dedek arya dan sleebbbb masuk. Kuturunkan kakinnya dan kupeluk tubuh ibu.

Peluk diah yang erat… ucap Ibu

iya sayangku yang manja… ucapku

mmmm…. suara senyum manjanya

Akupun kemudian terlelap, entah esok mungkin aku akan ijin tidak berangkat. Bagaimana tidak, melihat sikap ibu seperti ini mengalihkan semua konsentrasiku untuk PKL. Pelukanku emakin erat, sambil meremas-remas susunya aku mengecup leher indahnya. Semakin lama perlakuanku semakin lemah, kudengar dengkuran halus ibu. aku pun mulai tertidur….

Pagi menjelang, ku raba-raba tempa tidurku dan tak kudapati tubuh indah yang menemaniku semalam. Dengan mata yang sangat berat aku melihat sekeliiing kamarku. Pandanganku masih rabun, kucoba memandang jam dinding di kamarku. Tak terlihat jelas, aku kemudian bangkit dan mendekatinya

Bersambung