Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 39

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 39 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 38

Pagi menjelang, aku raih handuk dan kupakai kaoe serta celana kolorku. Aku kemudian turun kebawah dan ku dapati Ayah sedang menonton televisi di tempat kami bersetubuh malam tadi. Ku sapa Ayah dan aku berjalan kearah Ibu. Aku duduk di kursi meja makan.

Oia antara ruang makan dan ruang TV dibatasi tembok yang tingginya lebih dari meja makan. Kucolek pantat ibu dan Ibu menoleh ke arahku. Ibu tersenyum kepadaku, karena pagi ini dedek arya bangun langsung aku lorotkan celana kolorku di hadapan ibu. Tanpa basa-basi Ibu kemudian jongkok didepanku tertutup meja makan dan tembok. Dikulumnya batang kemaluanku.

Lho ar, Ibumu kemana? ucap Ayah tiba-tiba yang tidak melihat keberadaan Ibu yang sedang berjongkok di depanku. Sesaat itu berhenti mengulum dedek arya, namun kemudian melanjutkannya lagi dengan perlahan memaju mundurkan kepalanya

argh… ndak tahu romo, mungkin lagi di belakang ucapku sambil mengelus-elus kepala Ibuku

owh ya sudah, nanti kalau sudah balik suruh buatkan teh hangat ucap Ayahku yang kemudian berkonsentrasi ke televisi lagi

Iya Romo ucapku

Dengan segera ibu memaju-mundurkan kepalanya lebih cepat. Kurasakan sedotannya lebih kuat. Gesekan antara kulit dedek arya dan dinding mulutnya membuatku semakin belingsatan. Di pagi hari membuat ku merasakan lebih cepat untuk mencapai klimaks.

Dan… Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot. Spermaku keluar dimulut ibu, sejenak Ibu berdiam di depan selangkanganku, aku menunduk dan terpejam. Ibu kemudian bangkit dan sedikit memuntahkan spermaku di tempat cuci piring dan langsung berkumur.

Bu, disuruh buatin teh hangat romo ucapku, agak sedikit keras agar Ayahku mendengarnya

mmm iya… balas Ibu

mandi gih ucap Ibu

gih bu ucapku yang langsung bangkit dan mandi

ni kang mas ucap Ibu yang ku dengar dari dalam kamar mandi

Setelah beres mandi, ku lihat Ayah masih di depan televisi menikmati acara tersebut. Tak kulihat Ibu, aku kemudian ke kamarku. Sesampainya di kamarku, aku dapati ibu berada di kamarku. Ditariknyaku dan di dorongnya aku hingga rebah di kasur. Ibu kemudian menutup pintu kamar, dan berjalan ke arahku. Ibu sedikit membungkuk, dengan tangan kananya diremasnya dedek arya.

Pagi-pagi sudah nyusahin Ibu saja ucap Ibu dengan wajah judes. Aku sedikit takut.

e… itu anu bu… arya dah ndak kuat… ucapku. Dengan posisi merangkak, diatas tubuhku ibu mencum bibirku

Ndak papa sayang, ibu suka karena kamu tambah berani. Ibu juga senang karena gimana ya? Merasa senang saja bisa melakukannya ketika ada dia hi hi hi cup mmmmm ucap Ibu yang kemudian melumat bibirku. Ibu kemudian bangkit dan menyuruhku segera berangkat PKL

Bu… ucapku

Iya… balas Ibuku yang membalikan badan ketika hendak membuka pintu kamarku untuk kembali turun ke bawah

engggg… itu kok Ibu tambah ennggggg gimana ya berani saja? ucapku

hi hi hi… ibu baca-baca artikel, dan sempat nonton film di Smartphonemu waktu kamu masih tertidur kan ada adegan silent sex. Ibu jadi kepengen, Dan lagian kalau kamu ndak dijatah, bisa-bisa kamu main diluar. Kan bisa terkena penyakit nanti sayang ucap Ibu

huft… yang penting sama arya saja bu ucapku

Pasti, ibu jamin… ehemmmm… ucap ibu terneyum kepadaku sembari meninggalkanku di kamar

Selepas itu, aku berangkat PKL. Sebelum berangkat Ibu kini lebih mengendalikan aku. Dengan sedikit ancaman kalau main diluar, harus ada hukuman dirumah. Aku sedikit geleng-geleng dengan sikap ibu kali ini. Katanya cemburu, dan aku bisa maklum akan hal itu.

Sesampainya di tempat PKL, sampel datang lebih banyak. Seperti kata mbak echa kemarin, kami harus lembur hingga jam 3 sore. Jam 2, mbak ela pamit pulang tapi sampel masih menumpuk banyak. Hingga jam 3 yanto dan encus minta ijin pulang.

kan sampelnya masih banyak, kalau lembur 2 jam lagi bagaimana? ucap mbak echa yang kini berada di lab bersama kami bertiga

aduh mbak, gimana ya? Mas arya saja mbak, kemungkinan satu orang sudah cukup mbak ucap yanto

Iya… iya sekalian latihan he he he ucap encus

Lho Lho Lho… balasku

Mau ya Ar, nanti ada uang saku, okay? ucap mbak echa

Yah mbak, kalau aku sendiri bisa sampai malam mbak ucapku

Ayolah mas tolongin kita, aku sama yanto mau ada acara keluarga juga, pleaseeeeee ucap encus

mau ya mas? ucap yanto.

Mau ndak mau kini aku mahasiswa magang menghandle semua pekerjaan dilaboratorium. Yanto dan encus akhirnya pulang, mbak echa pun tampak senang ada yang membantunya. Aku kini sendirian di dalam laboratorium, hingga pukul 6 sore sampel masih tersisa sedikit lagi. Mbak echa kemudian meyuruhku istirahat dan makan terlebih dahulu.

Mbak echa telah memesankan makan malam untukku. Mbak echa kemudian kembali ke ruangannya dan meninggalkan aku dilab. Aku kemudian keluar ruangan untuk makan dan sssshhhh aaaaahhhh dunhill mild. Aku kemudian menelepon Ibu.

Halo sayang

Bu, ini aku disruh lembur di PKL, sampelnya masih ada untuk di analisa sedangkan karyawannya malah pada pulang, Arya ijin pulang malam

Lho gimana to perusahaan itu, malah kamu yang disuruh lembur? Tapi bener kamu masih di tempat PKL? Hayooo…

iiih Ibu, kalau ibu ndak percaya, ibu ntar aku telepon pakai nomor kantor sini

iya.. iya ibu percaya, ya sudah kamu menginap saja di tempat temen kamu

Lha nanti dia ngapa-ngapain Ibu gimana?

dah tenang saja, dia belum pulang, paling besok pagi

Beneran ndak papa?

Ya ndak papa. Asal kalau ada apa-apa cerita sama Ibu dan kalau apa-apanya kaya gitu harus siap dihukum sama Ibu

tapi dihukumnya ndak suruh pergi dari rumahkan?

Ya ndak to ya, sudah cepet kamu selesaikan pekerjaan kamu

Siap Ibuku sayang

selamat PKL sayangku emmmuaaaachhhhh….

iya ibu emmmuaachhhhh

Selepas aku telepon dengan Ibu, aku kemudian kembali di laboratorium tepat pukul 18:45. Kembali kerutinitas analisa, Beberapa sampel sudah aku analisa dan tersisa sedikit. Kleeeek… pintu lab terbuka, dan mbak echa masuk ke dalam lab. Masuklah mbak echa, yang mengenakan baju ketat yag berwarna biru muda dan legging hitam, bagian kepalanya dihiasi oleh kerudung berwarna biru.

Makasih ya ar, kalau ndak ada kamu bisa-bisa ndak jalan analisanya ucap mbak echa yang duduk diseberang meja

Santai saja mbak, ndak papa, aku tadi juga sudah minta ijin sama Ibuku mbak ucapku sambil menganaisa sampel

Sebenarnya aku juga ndak tega, tapi mau bagaimana lagi perusahaan kadang memeras keringat tapi ndak ada tambahan. Mereka yang sudah biasa di lab jadinya sudah tahu, akhirnya mereka sering menolak kalau tambahannya sedikit. Aku juga ndak bisa apa-apa kalau begitu ucap mbak echa

Lha mbak echa kok tadi mau ngasih uang saku aku segala? ucapku

Itu uang pribadi aku ar ucap mbak echa

ndak usah saja mbak, ndak enak sama yang lain nanti ucapku

ndak papa santai saja, kamu pulang malam ndak papa? ucapnya

sudah biasa, tadi ibu nyuruh aku nginap di rumah teman ucapku

nah selesai juga akhirnya lanjutku yang sudah menyelesaikan semua pekerjaan

Akhirnya selesai juga ucap mbak echa

Lha mbak pulang malam apa ndak dicari suami mbak? ucapku

ndak, suamiku itu sering berubah-ubah kadang dingin kadang hangat ucap mbak echa

owh… ucapku yang tidak ingin melanjutkan pembahasan mengenai suaminya

dia itu kaku ar ucap mbak echa

…. aku hanya diam dan memandangnya sambil membersihkan alat lab

kamu kok malah diem diajak bicara ucap mbak echa

ya mungkin mbak echanya yang kaku duluan dan memang dasaranya lelaki itu kaku dan keras mbak ucapku sekenanya

nyatanya kamu bisa luwes ucap mbak echa

ya aku pun juga pastinya akan kaku juga mbak kalau yang berhadapan dengan aku kaku, sama seperti cowok lain ucapku

Ehhhh… ucapnya sambil meletakan kepalanya di atas tumpukan tangannya

dia sebenarnya hangat ar, tapi kadang dia tidak bisa sehangat itu ketika kita melakukan… ucap mbak echa berhenti

Owh… kurang komunikasi kali ucapku sok tahu dan tanpa pikir panjang. Ya mungkin karena aku pernah melakukannya

Hmmm… kamu pernah ya Ar? ucap mbak echa

eh… itu aku tahu dari internet ucapku

bohong! Jujur ar ucap mbak echa

iya aku pernah mbak, eh perna apa mbak maksudnya? ucapku mengelak kembali

berlagak bodoh lagi, ya hubungan ranjang ucap mbak echa

hufttthhh… iya deh aku ngaku pernah mbak ucapku yang masih membersihkan alat-alat lab

terus, ceritain dong ke akuucap mbak echa

yeee… mbak kan juga sudah pernah melakukannya ngapain aku cerita-cerita, parno kali ucapku

huh dasar cowok! ucap mbak echa

yeee marah…. ucapku

Dulu sebelum menikah, aku pernah ar sama cowokku sebelum suamiku sekarang. Enak orangnya dan beberapa kali melakukan dengan dia aku merasa jadi wanita. Tapi sialnya dia selingkuh, dan ketika sama suamiku waktu pacaran juga sama seperti ketika setelah menikah kaku curhatnya

…. aku diam, dan masih sibuk dengan melap alat-alat lab satu persatu

iiih kamu itu, mbok dijawab kenapa to ucap mbak echa jengkel

Eh… itu anu mbak emmmmm….. ucapku kemudian berdiam sambil berpikir

emmm… apa alasan pacar mbak pertama selingkuh? Atau meninggalkan mbak? ucapku mencoba menelisik

mmmm apa ya mmmm oh iya, dulu dia pernah bilang ke aku . katanya aku egois kalau sedang berhubungan, awalnya tidak lama kelamaan egois gitu katanya. Menurut kamu, egoisnya perempuan itu seperti apa? ucap mbak echa. Aku kemudian menata alat-alat lab dan duduk diseberang meja, kini aku berhadapan dengan mbak echa

maaf mbak sebelumnya, aku tidak pernah tahu hal-hal dalam rumah tangga. Egois itu ingin menang sendiri, apa ketika mbak berhubungan tidak pernah berkomunikasi dengan suami mbak mengenai ehem ehemnya, misal setelah ehem ehem itu selesai ucapku

ndak pernah, lha wong kadang kalau dia sudah keluar dia langsung tidur ar, aku ya ikutan masa aku disuruh nungguin orang tidur ucap mbak echa

Kalau waktu main? ucapku menelisik

Hmmm.. gimana ya, aku sukanya ya gimana istilahnya… ucap mbak echa sedikit bingung

lha gimana? ucapku

ya menguasai permainan lah, istilahnya begitu ucap mbak echa

Owh dominasi, mbak echa suka mendominasi? Gitu? ucapku

Iya bener-bener, mendominasi hi hi hi… ucap mbak

Hmmm… sejenak aku berpikir, aku menundukan kepalaku dan kadang-kadang aku memandang mbak echa

mbak tahu ndak? ucapku

Apa? ucapnya

Aku saja, sebagai seorang cowok itu inginnya mendominasi permainan walau kadang aku ingin didominasi, tapi hanya kadang saja mbak. Selebihnya aku harus yang menguasai, walau begitu komunikasi paling penting mbak. Yang terpenting jangan selalu mendominasi, harus ada take and givenya, aku ambil kepuasan dan juga memberi kepuasan ucapku sok tahu

Hmmm… ucap mbak echa sambil memandangku dalam

Kamu tahu banyak ya? Aku selalu ingin mendominasi dan suamiku aku jadikan objek. Habis mau bagaimana lagi dia lambat ar ucap mbak echa

bukannya tahu banyak, dari internet mbak he he he

Yeee mbak echa-nya kali yang suka mengambil kesimpulan sepihak. Harusnya mbak echa, tanya ke suami mbak, pengennya apa? Kalau dilihat dari cerita mbak, suami mbak echa itu pendiam ya? ucapku

Bener-bener peramal kamu ar, ita dia pendiam jarang ngomong ucap mbak echa

makanya diajak ngomong mbak ucapku

iya iya… hmmmm…. ar ucap mbak echa yang berdiri dan berjalan ke arahku

Iya mbak ucapku

apa kamu bisa menunjukan kepadaku, bagaimana agar cewek yang egois seperti aku bisa memahami sorang pria? ucap mbak echa yang berdiri tepat disampingku

Eh…. aku terkejut dengan kata-kata mbak echa

ajari aku ar, agar aku bisa melakukannya dengan suamiku. Paling tidak ajari aku agar aku bisa menghilangkan keegoisanku di hadapan suamiku dan agar aku bisa mengambil serta memberi kepada suamiku ucap mbak echa

Yeee…. ndak mbak ucapku

Please ar, ajari aku ucap mbak echa yang kemudian secara paksa membalikan tubuhku ke arahnya. Seketika itu pula di hadapanku dia mulai meremas lembut selangkanganku

eh.. mbak jangan mbak, bagaimana kalau suami mbak tahu? ucapku

Dia ndak bakal tahu ar, kalau kamu tidak memberi tahunya ucap mbak echa santai kepadaku dan tangannya masih meremas-remas lembut selangkanganku

mmmhh… mbak sudah mbak… ucapku

Kamu ternyata hanya bisa bicara Ar, omong thok (omong doang-bahasa kerennya) ucap mbak echa. Mata kami saling beradu satu sama lain, matanya tajam ke arah mataku. Kata-kata terakhirnya membuat aku sedikit tidak terima walau pada dasarnya aku memang tidak tahu menahu mengenai perihal rumah tangga.

Tapi ucapannya itu membuat aku sedikit terbakar, sudah tahu ada petroleum eter (zat yang sangat mudah terbakar) pakai di kasih api. Aku kemudian memandangnya denga senyuman, ku remas tangannya dan kuarahkan untuk membuka relseting celanaku.

Sebenarnya aku tidak ingin mbak, tapi aku tidak terima dengan ucapan mbak ucapku. Mbak echa sedikit terkejut dengan ucapanku namun kemudian dia tersenyum kepadaku. Perlahan mbak echa membuka resleting celanaku, dengan sedikit memaksa dia tarik celanaku. Aku sedikit mengangkat pantatku dan toeeeeengggg…. dedek arya keluar, dedek arya tampak memasang wajah jengkelnya.

Menghina kita ini kak, aku ndak terima! Buat dia tergila-gila kak ucap dedek arya (ingat ucapan dedek arya hanya halusinasi saja)

gede dan panjang ar, punya suamiku hampir sama gedenya cuma lebih pendek sedikit ucap mbak echa dengan tangan mengelus-elus dedek arya

Kalau ndak suka ditutup saja mbak ucapku

suka? Bagaimana aku bisa bilang suka, Cuma lihat doang ucap mbak echa yang masih memandang dedek arya dan mengelus-elusnya. Seakan-akan terhipnotis, aku arahkan kedua tanganku dibahunya, dengan sedikit menekannya mbak echa sekarang berjongkok dihadapanku. Pandangannya tidak lepas dari dedek arya

Coba dikulum mbak ucapku sedikit nakal

Ndak! Jorok tahu! ucap mbak echa sedikit membentakku dan memandangku dengan wajah marahnya. Wah dah kepala tanggung dia sudah jongkok, sayang sekali jika dia harus berdiri lagi. Apa dia belum pernah mengulum ya? Wajahnya memang tampak marah sekali. Kasihan suaminya tidak pernah merasakan nikmat dikulum. Harus sedikit aku paksa agar dia mengenal nikmatnya dedek arya. Wah tambah gila aku ini, masa bodoh!

Trap trap trap trap… suara langkah seseorang melintas di depan laboratorium, aku menoleh ke arah luar laboratorium tampak bayangan seseorang. Ya suaranya sangat jelas, karena posisi perusahaan sekarang memang sudah mulai sepi. Kudengar suara langkah itu kembali dan aku perkirakan menuju ke arah laboratorium. Tampak bayangan itu mendekat ke pintu laboratorium yang terbuat dari kaca buram.

Dengan segera kugeser kursiku dan tarik mbak echa dengan paksa, mbak echa tampak terkejut. Kini posisi mbak echa berjongkok tepat di selangkanganku dibelakangnya terdapat meja lab, dan dihadapannya aku yang sedang duduk dikursi dengan dedek arya berwajah sini memandangnya.

Segera aku raih bagian belakang kepala mbak echa, kudorong kedepan. Kuarahkan dedek arya ke mulut mbak echa. Mbak echa nampak mencoba menolak, aku tutup hidung mbak echa yang seketika itu mulutnya menganga dan slebbb masuklah dedek arya di mulut mungil mbak echa. Aku kemudian mengalihkan pandanganku ke pintu lab yang akan terbuka. Ku sadari bahwa kepala mbak echa sedikit terlihat, segera aku raih tasku dan ku letakan dihadapanku. Dan masuklah seseorang.

Lho ar, masih disini? ucap pak humas

Erghh… iya pak, baru saja emmhhh selesai… ucapku sedikit merasakan ngilu dan sakit karena gigi mbak echa mengenai dedek arya

Ada apa kamu? Sakit? ucap pak humas. Kucoba menenangkan diriku dan menahan rasa sakit ini, ku turunkan tangan kiriku dan kuraih bagian belakang kepala mbak echa. Ku dorong kedepan dan kutahan.

Owh… ndak pak, Cuma sedikit capek saja, ada apa pak? ucapku

ndak, ini aku mencari managermu, mbak echa, lihat ndak? ucap pak humas yang kemudian duduk di seberang meja, di kursi dimana mbak echa tadi duduk

Wah ndakh tahu pak, tadi memang masuk kesini tapi kemudian keluar lagi ucapku. Sambil mengambil Smartphoneku di dalam tas. Kurasakan mbak echa mulai meronta dan hendak berdiri tapi aku mencoba menahannya. Ku ketik sebuah pesan di Smartphoneku

Owh ya sudah, mau menyesuaikan laporan sebenarnya, lha kamu kok belum pulang? Mau bareng? ucap pak humas

Eh… ucapku sedikit kaget. Dengan berbagai gaya, aku letakan Smartphoneku di bawah meja tepat dihadapan mata mbak echa.

Tertulis :
Jangan berdiri, kalau ketahuan, pak humas bisa minta jatah juga dan mbak akan melayani 2 orang. atau mbak mau kedepannya dijadikan mainan sama pak humas? Lebih baik kulum dan nikmati!

Owh ndak pak, nunggu mbak echa saja. Ndak enak kalau pulang duluan, kan aku juga harus kasih laporan pak ucapku sekenanya. Mbak echa mulai tidak meronta setelah membaca kalimat yang aku ketik di Smartphoneku. Dia kini hanya mengulum tanpa aktifitas apapun, hanya berdiam dengan mulut tersumpal dedek arya.

Owh ya sudah, nanti kalau mbak echa sudah balik kesini bilangkan ke dia kalau bagian humas mencari. Biar nanti kalau ada waktu bisa mampir ke office, gitu ya Ar? ucap pak humas

Okay pak ucapku dengan senyuman

Ya sudah aku ke kantor dulu ucap pak humas yang kemudian berdiri dan keluar dari lab. Posisi mbak echa masih berada di selangkanganku , suara derap langkah mulai menghilang dan mbak echa sedikit mendorongku. Dia berdiri dan menatapku dengan wajah yang marah

Kamu benar-benar gila Ar! Cuih cuih cuih

bagaimana kalau ketahuan?! Kamu itu bajingan! ucap mbak echa, sembari memandangku dan mengelap mulutnya. Terlihat mbak echa merasa jijik dengan apa yang dilakukannya barusan. Aku hanya memandangnya dengan tersenyum, melihat reaksinya berbeda dari yang aku harapkan. Sambil berdiri, Aku masukan kembali dedek arya kedalam celanaku.

Maaf mbak, mbak sendiri yang minta pembuktian ditambah lagi mbak sedikit menghinaku. Dan sekarang mbak sendiri yang kecewa atas permintaan mbak ucapku sambil memandangnya

Kalau mbak mau mengeluarkan aku dari PKL sekarang juga ndak masalah mbak ucapku tersenyum kepadanya

ndak ada kaitannya sama PKL, aku tidak suka perlakuan kamu tadi. Jijik tahu ndak kamu! ucapnya sedikit membentak. Kurah tas punggungku, ku berjalan kearahnya dan tepat dihadapannya.

Mbak tahu? ucapku pelan

Apa?! kamu mau perkosa aku! ucap mbak echa

E-GO-IS!ucapku pelan dan tegas

aku pulang dulu mbak, besok-besok lagi ndak usah minta bukti kalau dikasih ndak mau ucapku sedikit sinis kepadanya. Aku kemudian melangkah menuju ke pintu lab, tiba-tiba tanganku di pegang oleh mbak echa

Egois gimana maksud kamu? ucap mbak echa

Ya, kan bisa lihat sendiri kan? ucapku yang sedikit membalikan tubuhku ke arahnya

Aku ndak ngerti ucapnya

Cowok itu paling suka kalau alat kelaminnya di mainkan, mungkin mbak jarang memainkan punya suami mbak, mungkin kalau mbak sudah basah minta dimasuki dah selesai. Kepuasan cowok kan ndak Cuma ketika masuk, pemanasan juga bagian penting mbak ucapku mencoba melepaskan genggaman tangannya.

Tapi tiba-tiba mbak echa bergerak dengan cepa mendahuluikku dan merapatkan pintu lab, dan klek.,.. suara pintu lab dikunci. Kemudian dia bersandar di pintu dan memandangku. Aku bengong dengan sikapnya, perlahan dia bergerak ke arahku dan berjongkok dihadapanku.

Perlahan dan pasti, dia mulai membuka celanaku, ditariknya pelan celanaku dan toeeeng… dedek arya tegak berdiri. Di elus-elusnya dengan tangan kanannya.

Main-main sama kakakku, kakakku paling jago main kata-kata, pake marah segala, kalau aku dah masuk baru tahu rasa kamu ha ha ha ha tawa dedek arya

Diam kamu ndul bathinku yang bergejolak

Aku memang egois ar, ajari aku agar tidak menang sendiri. Setiap kali aku main sama suamiku, aku selalu ingin di atas. aku tidak pernah melakukan pemanasan, karena sebelum aku bermain aku selalu memainkan punyaku sendiri dihadapannya.

Baru setelah aku merasa akan keluar, kupaksa suamiku memasukan burungnya. Dan kami bisa keluar bersama ar, aku kira itu sudah membuatnya cukup puas ar, tapi ternyata aku baru sadar kalau pemikiran laki-laki itu berbeda dengan perempuan.

jujur ar, kadang aku tidak suka dia memainkan organ-organ seksku, karena bagiku itu hanya akan memperlama. Pandanganku, seks adalah yang penting sama-sama keluar, itu saja

semua itu aku dapatkan dari kakak perempuanku jelas mbak echa

Hmmm… mungkin suami kakak mbak memang menginginkan permainan seperti itu, tapi suami mbak tidak ucapku

Terus, aku harus bagaimana ar? ucap mbak echa pelan yang memandangku dan tangannya masih mengelus-elus dedek arya.

Ku raih kepala bagian belakang dan kudorong ke depan. Mbak echa yang sudah tahu keinginanku langsung membuka mulutnya lebar. Dimasukannya dedek arya ke dalam mulutnya, perlahan aku maju mundurkan kepalanya.

aduh… jangan kena gigi mbak, sakit ucapku sambil mengrenyitkan dahi

mmm… ah ah ah… terus bagaimana aku tidak pernah ar ucap mbak echa

Kaya ngemut es krim mbak ucapku

Dimasukannya lagi dedek arya ke dalam mulutnya. Kini perlahan tapi pasti, dedek arya masuk keluar dari mulutnya. Walau terkadang terkena giginya, aku bisa menahannya. Lama kelamaan mbak echa sudah bisa menikmati aktifitasnya, tampak wajahnya kini sudah tidak mulai jijik. Kulumannya memang benar-benar nikmat sebagai pemula. Sensasi ini bertambah panas dengan balutan kerudung di kepalanya.

Arghh… nikmat mbak, emmmhh…. terus mbak kulum terus sampai aku merasa cukup ucapku

mmm… mmm… mmm… mbak echa hanya bisa menjawab sekenanya saja, tangan kananya mengocok batang dedek arya dan mulutnya mengulum sebagian batang dedek arya hingga ujungnya,

Segera aku cabut dedek arya ku berdirikan mbak echa, kucium bibirnya dengan lembut. Tanganku memeluknya dan mengelus-elus punggungnya. Mbak echa juga tidak kalah, dia memluk leherku dan menekannya. Lumatan bibir kami begitu brutal, bibir kami saling berpagutan seakan-akan tidak ingin lepas.

Ku jatuhkan tas punggungku dan dengan gerak cepat aku buka resleting celana mbak echa. Kupelorotkan celana sekaligus celana dalamnya hingga posisi tubuhku agak sedikit turun namun tidak lepas ciuman kami. aku berdiri kembali dan masih berpagutan dengan bbir mbak echa, kaki kananku ku gunakan untuk menekan kebawah celana mbak echa.

Mbak echa kemudian mengangkat satu persatu kakinya, kini mbak echa telanjang pada bagian bawahnya. Ku posisikan diriku dibelakang mbak echa, kepala mbak echa menoleh kebelakang seakan-akan tak mau melepas bibirku. Kedua tanganku meremas payudara mbak echa, kubuka kancingnya satu persatu.

Terbakarnya nafsu membuat aku hilang kendali, karena sulitnya membuka kancing itu aku kemudian menarik baju mbak echa. Tak ada perlawanan darinya, kini terlihatlah BH berenda warna putih. Kuremas-remas kuat payudaranya, kuremas ke atas kesamping sesuka hatiku.

Kutarik keatas BH mbak echa dan munculah payudara montok dan sekal, maklumlah belum pernah menyusui. Dengan posisi masih berciuman aku maninkan puting yang sedikit merah itu.

ahhhh papah enaaakkkhhh… erghhh…. terus pah, mamah enak banget emmmhhh… ssshhhhh…. terus… mainkan pah, mamah suka dimainkan…. desah mbak echa yang tiba-tiba saja memanggilku papah

kangen sama suami ya mbak?hash hash ucapku dengan nafas memburu

erghh… ndak Ar, asssssssshhhh… ucap mbak echa

Iya terserah mbak ucapku

Masih di belakang mbak echa, Kuturunkan tangan kananku ke selangkangan mbak echa. Segera aku menyibak vaginanya, kumainkan dengan sedikit menusuk-nusukan jariku ke vagina mbak echa.

Tubuh mbak echa kelihatan sekali merasakan rangsangan, tubuhnya meliuk-liuk setiap kali jari-jemari kananku bermain-main di vaginanya ditambah lagi tangan kiriku tidak berhenti bermain-main di puting susu mbak echa.

Arghh… papah… erghhh enak bangethh pah… mamah ndak pernah diginiin sama suami mamah, erghhh… papah ayo pah terus pah… mainin sepuasnya, memek mamah buat papah ufthhhh… racaunya

Kudorong tubuhnya, kuciumi lehernya, mbak echa hanya bisa mengaduh dan merintih nikmat atas perlakuanku. Kuhentikan kegiatanku dan ku posisikan mbak echa duduk di meja lab. Kubuka selangkangan mbak echa, kumajukan bibirku.

Jijik pah jangan… ucap mbak echa, aku tidak menghiraukan.

Segera aku memasukan jari kananku ke dalam memek mbak echa, dengan sedikit menekuknya aku maju mundurkan jariku. Dengan masih memainkan jariku aku mencium bibirnya tangan kirku memainkan puting susunya.

Dengan bertumpu pada tangan kanannya, tangan kiri mbak echa meraih bagian belakang kepalaku menekannya untuk mencium bibirnya lebih ganas. Suara desahan mulut yang tersumpal keluar dari bibirnya.

Mungkin jika tak aku seumpal dengan bibirku akan ada teriakan keras. Setelah puas, aku menarik bibirku dari bibirnya dan berpindah ke vaginanya. Segera aku menjulurkan lidahku ke vagina mbak echa, kusapu vaginanya dengan lidahku.

Arghhhh… papah nikmat sekali… emmmhh…. terusshhh oghhh papahku… mainkan… semua milik papah, mamah suka sekali papah owgh… itil mamah enak banget pah… mamah suka… arghh arghhh mamah, mamah, punya papah owghh… pahh terushh lebi kerasssh mamah mau klimaks pah owgh…. racau mbak echa

enka banget pahhhh…. arghhhhhhh… sangat nikmat pah, jangan berhenti… ashhhh… papah papah hebat arghhhh….racaunya kembali

aku perkuat kocokanku dan lebih kasar lagi jari-jariku bermain-main di vagnanya. Dan…

Papahh…. owghhh…. ehg ehg ehg ehg … ahhhhhh racaunya,

Tubuhnya melengking, cairan hangat mengalir dari vaginanya. Kuhentikan aktifitasku an kucabut jariku dari vaginanya. Aku berdiri dan Kulihat tubuhnya masih tersengal-sengal, matanya terpejam. Balutan kerudung itu sedikit acak-acakan. Selang beberapa saat matanya terbuka, kedua tanganya terbuka dan memelukku. Ku balas pelukannya dan kuelus-elus punggungnya.

Nikmat sekali pah… mmmhhhh hesh hesh hegh ahhhh… ucap mbak echa

Manggilnya kok papah mbak? Pasti lagi ngebayangin main sama suaminya ya he he he jawabku selengekan

Kamu sekarang papahku ar, aku mau kamu ajari aku semua ar, sisa PKL kamu disini aku adalah istrimu ar, aku siap kapanpun ucapnya masih sambil memelukku

Beneran mbak? ucapku

mamah, mamah… kalau Cuma kita berdua panggil aku mamah ucap mbak echa

Iya mamah, mamah papah belum keluar ucapku yang sudah terbakar birahi. Aku juga tidak habis pikir mbak echa bisa dengan mudah aku peluk.

iya pah, masuki burung papah, kita ke sofa ruangan mamah ucap mbak echa

burung? Gak ada burung disini mah ucapku

iiih papah jorok, iya dech kontol, pindah yuk pah ucap mbak echa

Disini saja mah ucapku sambil mendorong tubuhnya agak sedikit kebelakang. Kini mbak echa bertumpu pada kedua tanganya, kakinya aku buka lebar dan perlahan aku masukan dedek arya ke dalam vaginanya. Licin dan becek, blessss… masuk secara perlahan batang dedek arya.

erghhh… pah penuh pah lebih penuh daripada kontol suamiku… pelan pah, masuknya pelan pah agak sakit pah ufthhh… papahku owghh… enaaak enaaak banget pah emmmm enak pah terus pah di goyang pah ashhh racaunya

memek mamah kok sempit sekali, jarang dimasuki ya? ucapku menggoda sambil mengoyangnya sebentar dan perlahan

iya pah paling seminggu sekali pah owghhh… aduh pah, diem dulu sebentar pah… mamah pengen nikmati kontol papah sebentar owgh… racaunya

Papah dah ndak tahan mah erghhh…. pengen ngocok memek kamu pengen ngenthu memek kamu mah ucapku yang kemudian mulai menggoyang perlahan

Iya pah kenthu pah, kenthu memekkuhhh owhhh… terus pah pelan pelan dulu pah, kontol papah kebesaren pah… owghhh…. ucap mbak echa

Tanpa pikir panjang lagi, aku kemudian mulai menggoyang pinggulku. Dimulai dengan pelan kemudian bertambah kecepatan menggoyang. Kedua tangan mbak echa sudah tidak dapat menyangga tubuhnya, mbak echa tergeletak di meja lab dengan vagina yang diobok-obok oleh dek arya.

Kedua tangannya bereaksi dengan memainkan putingnya sendiri, mungkin karena sudah terbiasa masturbasi. Pemandangan yan gsangat indah, wanita berkerudung dengan baju terbuka, BH terangkat di atas paydaranya yang lumayan besar. Ya, seorang manager QC wanita yang sedang di sodok oleh mahasiswa PKL atau bisa dibilang jatuh kedalam pelukan karyawannya sendiri.

Tubuhnya bergoyang, payudaranya naik turun. Matanya terpejam, lama aku menggoyangkan pinggulku gerakan tubuhnya semakin tidak teratur. Kedua tangannya yang semula bermain-main diputing susunya mencoba menahan gerakan pinggulku namun tak mampu.

Kepalanya mendongak ke atas, tubuhnya bergetar dan bergoyang racaunya kembali terdengar. Tak ada lagi yang kulihat wibawa seorang manager, namun yang kulihat sekarang adalah seorang wanita yang butuh dipuaskan. Butuh laki-laki untuk mengajarinya memuaskan suaminya.

Arghhh papah… jebol memekku pah arghhh… kontolmu nanggok pah arghhhh… terus pah terus arghhh… kocok kontolmu lebih keras pah arghhh lebih dalam lagi, memeku butuh kontol papah aieshhhhh… ayo terus pah terus puaskan mamah pah… agh agh agh agh… erghh… kontol papah enaaaaakkk owghhhh…. racaunya. Aku sedikit tersenyum dengan nafas sedikit tersengal-sengal

Mamah, ash ash ash mamah itu manager kok ngomongnya jorok! ucapku dengan nafas tersengal

iya mama assssshhhhhhhh… mamah manager yang butuh KONTOL PAPAH arghhhhh… terushhh pah mamah hampir sampai…. erghhhhh… terus papahku sayanghhh erhhhh racaunya

Sebentar mamah, papah juga maughhhh keluarghhhhh… ucapku yang semakin cepat menggoyang. Kedua tanganku semakin membuka lebar kedua pahanya dan dedek arya semakin leluasa masuk keluar di vagina manager echa ini.

Papah owghh… mamah mau keluarrrrrrr…. ashhhhhhhhh racaunya

papah juga owgh…. ucapku. Seketika itu pula,tubuh mbak echa melengking tubuhnya bergetar. Tubuhnya menggelinjang beberapa kali, namun aku tetap meneruskan goyanganku. Dan beberapa saat kemudian

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Spermaku dan cairan hangat mbak echa yang baru saja keluar bercampur menjadi satu. Dengan nafas yang tersengal-sengal aku berdiam diri sejenak. Mbak echa hanya terpejam dengan nafas yang tersengal juga, kedua tangannya terbuka lebar. Dengan posisi dedek arya masih tertancap, Ku arahkan kedua tanganku untuk membelai kedua payudaranya.

Emmmhh… papah nakal, mamah mau istirahat dulu… ergh ergh… ucap mbak echa

mah, papah boleh minta dibersihin ndak? ucapku mencoba menggodanya

hash hash hash has… minta apa pah? Terserah papah ucap mbak echa

Aku kemudian naik ke meja lab. Aku kemudian berjongkok di samping kepala mbak echa. Kuarahkan batang dedek arya ke dmulut mbak echa. Matanya masih terpejam, mulutnya yang sedikit terbuka karena masih mengambil nafas panjang. Dengan sedikit memaksa, aku dorongkan dedek arya kemulutnya.

Awalnya mbak echa kaget, berusaha menolak namun setelah menatapku dan aku menganggukan kepala. Mbak echa membuka mulutnya dan melumat serta mengulum batang dedek arya. aku jatuhkan pantatku di meja lab, dan mbak echa bangkit.

Dengan posisi menungging mbak echa membersihkan dedek arya dengan mulutnya. Kulihat sedikit spermaku mengalir dan menetes dari vagina mbak echa. Sebuah pemandangan eksotis, ketika seorang wanita berkerudung melumati dedek arya. ah kenapa aku jadi ngat mbak erlina? Kalau masalah wanita berkerudung memang yang dikepalaku hanya ada mbak erlina, untuk masalah wanita dewasa dengan kenyamanannya, pastilah Ibu.

Setelah semua bersih, kukecup kening mbak echa. Dia hanya tersenyum manja kepadaku kemudian memelukku. Beberapa saat kami berpelukan kemudian kami berbenah. Aku pakai kembali celanaku, dan saat aku melihat mbak echa timbiul pikiran isengku. Entah kenapa pikiran ini bisa muncul, dan aku bisa setega itu berpikir seperti sekarang ini. jika sama Ibu dan mbak erlina aku tidak sanggup karena mungkin ada rasa sayang terhadap mereka berdua.

Mah, celana dalamnya ndak usah dipakai ucapku

iiih papah apa-apain sich, nanti tembus dan dilihat orang ucap mbak echa

kok ndak nurut sama papah to? Katanya minta diajarin ucapku

iya nurut sama papah dech ucap mbak echa. Aku melihat gunting lab, skuambil dan segera Kudekati mbak echa. Dengan sedikit memaksa, aku potong BH mbak echa dan kusuruh mbak echa memakai pakaiannya tanpa dalaman.

papah, jangan pah, nanti kecetak di baju mamah ucap mbak echa

biar tambah seksi mah he he he ucapku dengan kendali penuh.

Kini mbak echa menngenakan legging dan baju tanpa dalaman. Baju yang dipakainya sudah tidak dapat dikancingkan lagi, jadi dengan kedua tangannya dia harus memegang bajunya agar tidak terbuka. Sebuah pemandangan yang menggairahkan. kudekati mbak echa, dan sedikit aku raba dan remas susunya tak ada perlawanan dari mbak echa. Setelah puas, aku kemudian pamit pulang ke mbak echa.

Pah, ini bagaimana? Nanti kalau ada pegawai yang masih disini dan tahu mamah kaya begini bisa diperkosa mamah

bagaimana? Ya tinggal jalan saja kan mah, sudah ndak ada orang santai saja mah, kalau ada yang mau memperkosa mamah, akan berhadapan dengan papah. Nanti mamah jalan bareng papah sampai parkiran terus kita pisah ucapku dengan senyum

kok pisah? papah kan sudah pamit nginep di kos teman, nginep dirumah mamah saja pah lanjut mbak echa

Hmmm… memang dirumah mamah ada apa? ucapku menggoda

Ada susu dan memek mamah, kalau papah mau, tapi kalau papah ndak mau ya ndak papa. Mau saja ya pah? ucap mbak echa merajuk. Dia bergerak mendekat kearahku dan memgang kepalaku. Didaratkannya bibirnya di bibirku.

Kena kamu! Beraninya main-main sama kakak ha ha ha ha ucap dedek arya

Diam kamu! bathinku berucap kepada dedek arya

Oke kakak, yang penting aku terima jadi ucap dedek arya

Tapi ada syaratnya mah? ucapku

Apa pah? ucap mbak echa

mamah ndak boleh megangi baju selama jalan sama papah ke parkiran, kalau ndak mau papah pulang ucapku mencoba menguasainya

iiihh.. oke ndak papa, tapi papah jagain lho ucap mbak echa dan aku hanya menagngguk tersenyum kepadanya

Aku bersihkan sisa-sisa pertempuran kamu di lab. Setelah itu aku dan mbak echa berjalan menuju tempat parkir, untungnya jalan yang kami lalui tidak ada CCTV-nya jadi aman. Selama berjalan kadang aku berbuat nakal dengan meremas susunya, mbak echa tak kuasa menolak dan hanya bisa menerima perlakuanku.

Sesampainya di tempat parkir, mbak echa kemudai masuk kedalam mobilnya. Ketika hendak menutup pintu, ku tahan sejenak kutarik tanganya dengan isyarat membuka relseting celanaku. Seakan tahu apa yang aku inginkan, mbak echa kemudian membukanya.

Dikulum sebentar mah, sebagai DP sebelum menginap ucapku

Iya papahku sayang mmmmmhhh…. ucap mbak echa yang kemudian melahap dedek arya

sudah mah, cukup… nanti dilanjutkan lagi dirumah ya mah ucapku setelah beberapa menit mbaj echa mengulum dedek arya

iya pah, ehm… ucap mbak echa tersenyum

Mobil mbak echa kemudian bergerak terlebih dahulu, aku kemudian memyusulnya dari belakang. Di pos satpam tampak pak satpam yang tertidur di pos-nya. Aku turun membangunkannya dan berpamitan sebentar. Mbak echa tidak berani keluar dari mobil, setelahnya mbak echa memacu mobilnya dan aku berada dibelakang mobilnya.

Aku nakal? Ya kali ini aku ingin nakal, mumpung ada wanita yang bisa aku nakali karena aku juga sudah tidak ingin lagi dengan tante ima, bisa gaswat kalau Rahman tahu ya mau bagaimana lagi Cuma tante ima yang bisa dinakali.

Disisi lain Karena aku tidak ingin nakal dengan ibu ataupun mbak erlina. Bahkan sama bu dian kalau saja aku jadian sama dia aku tidak akan memperlakukannya dengan seliar ini he he he mimpi kali yeee jadian sama bu dian. Mumpung ada kesempatan nakal, nakal saja dech he he he.

Sesampainya aku dirumah mbak echa, pintu gerbang rumah terbuka secara otomatis dan diikuti oleh pintu garasi. Mobil mbak echa masuk dan disusul dengan REVIA. Di dalam garasi dengan santai mbak echa keluar dari mobilnya dan bajunya dibiarkan terbuka lebih lebar dibanding dengan waktu dikantor.

Di ajaknya aku masuk ke dalam rumahnya melewati pintu dalam garasi yang lansung menghubungkan dengan ruang keluargan. Di dalam ruang keluarga itu mbak echa membalikan badanya sambil melepaskan kerudungnya dan langsung memeluk dan melumat bibirku. Benar-benar ganas sekali sekarang wanita berkerudung ini. Jari telunjuknya bermain di sekitar dadaku, sambil tersenyum nakal kepadaku

papah nakal banget ngerjain mamah ucap mbak echa

itulah imajinasi laki-laki mah, besok-besok kalau sama suami ditanya dulu apa imajinasinya ucapku

terus apa imajinasi papah sekarang? Mamah ingin tahu, mamah yakin mamah bisa memuaskan papah. Mamah ingin malam ini mamah pingsan sama kontol papah ucap mbak echa dengan senyuman nakal

Hmm… apa ya? ucapku mencoba beripikir

Ayo dong pah… desak mbak echa. Setelah beberapa menit aku memejamkan mata, akhirnya aku menemukan ide untuk malam ini. kupeluk mbak echa dan kubisikan sebuah imajinasiku.

iiih… papah maunya ucap mbak echa manja

Ada tidak mah? ucapku

lengkap pah, pokoknya papah tunggu disini jangan ngintip ya, kalau ngintip mamah teriak lho ucap mbak echa

Oke mbak ucapku yang kemudian melepas jaket dan tas punggungku. Kulepas bajuku dan kini hanya mengenakan kaos. Aku duduk di sofa keluarga sambil menyulut dunhill mild yang selama ini menemaniku. Kulihat mbak echa mondar mandir dari kamar kedapur dengan pakaian yang masih sama, setelahnya memberikan aku minuman hangat kepadaku untuk teman menungguku.

Bersambung