Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 38

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 38 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 37

Pagi menjelang, seperti biasa aku selalu sempatkan makan pagi bersama keluargaku. Dan seperti biasa pula sebelum berangkat jika ada Ibu, selalu dapat lumatan lama di garasi. Di hari kelima PKL, perusahaan melakukan produksi secara besar-besaran dikarenakan permintaan yang membludak.

Namanya juga perusahaan yang lumayan bonafit ditambah lagi sayuran beku yang diekspor ke jepang mengalami peningkatan permintaanya. Sampel datang berjubel seperti antrian tiket panjang di kala mudik.

Semua pengendali kualitas di laboratorium sibuk dengan sampel masing-masing. Sampel yang datang bertubi-tubi membuat kami harus pulang lebih larut lagi. Ketika semua sampel telah selesai di analisa, kami bisa beritirahat sejenak.

Kleeek… mbak echa masuk ke dalam ruangan

Oia, besok produksi masih dalam volume yang besar, jadi besok kalian pulangnya nelat ya

Ya kira-kira jam 3 sore, ndak papa ya? Ada tambahannya kok ucap mbak echa, memang jika hari sabtu kita hanya berkerja setengah hari

Aku jam 2 saja ya mbak, ada acara jam 4. Boleh ya mbak? Mau ke rumah saudara, ada acara nikahan ucap mbak ela

Oke, kamu arya, yanto, encus? Bisa ya ucap mbak echa

Iya, mbak aku bisa, nyante saja ucapku

tapi pasti jam 3 kan mbak? ucap yanto

iya mbak, pasti jam 3 kan? ucap encus

Iya jam 3, kalau ada tambahan lembur lagi aku belum tahu, tapi untuk pastinya besok jam 3 sore

Oke, gitu saja ya, sekarang kalian boleh pulang ucap mbak echa

Kami kemudian membereskan laboratorium dan membersihkannya. Setelah semua beres mbak ela terlebih dahulu meninggalkan laboratorium. Yanto dan encus kemudian menyusul mbak ela, aku masih berada di lab karena ada BBM masuk. Bu Dian.

From : Bu Dian
Ar…

To : Bu Dian
Iya bu Dian 🙂

From : Bu Dian
Pake senyum segala? Lagi seneng ya?

To : Bu Dian
Biar saya ndak di cap pembohong bu

From : Bu Dian
Maksud kamu?

To : Bu Dian
Ibu Dian bagaimana to?
Masa lupa sama sms saya? Kan banyak yang menunggu senyum Ibu
Makanya saya ikut senang bu 🙂

From : Bu Dian
Telat!

To : Bu Dian
Ya sudah bu, saya ndak jadi senyum 🙁

From : Bu Dian
Ha ha ha ha kamu itu bisa juga bikin ketawa
Sudah selesai PKL-nya?

To : Bu Dian
Namanya juga orang koplak bu, ya bisa bikin orang ketawa
Hati-hati lho bu nanti ketularan saya
Ini masih di lab bu, baru mau pulang tadi disuruh lembur

From : Bu Dian
Dapat uang tambahan dong?
Ndak papa, malah seneng bisa ikutan koplak 🙂

To : Bu Dian
Kasihan mahasiswa ibu nanti bu he he he
Ndak juga bu, kan saya magang bukan kerja

From : Bu Dian
Ya kali saja dapat tambahan, kan bisa gantian traktir aku

To : Bu Dian
Ndak berani bu, kalau pun dapat

From : Bu Dian
Owh.. kenapa?
To : Bu Dian
Sudah bu jangan dibahas lagi, bahas PKL saja 🙂

From : Bu Dian
Kok gitu?

To : Bu Dian
Ndak enak sama tunangan Ibu 🙂

From : Bu Dian
Ndak papa kok, atau ndak enak sama mbak diah?

To : Bu Dian
Iya itu salah satunya bu
Bu, saya ijin pulang dulu disini sepi takut sama disamperin setan he he he

From : Bu Dian
Preman kok takut sama setan :p

To : Bu Dian
Yah namanya juga PREMAN,
Pasti laREi kalau Melihat setAN he he he

From : Bu Dian
Ha ha ha Okay, hati-hati ar

To : Bu Dian
Iya bu Dian 🙂

Aku kemudian bangkit dan berbalik ke arah pintu

WAAAAAAAAAAAAA…. teriakku kaget melihat sesosok manusia di pintu laboratorium

Apaan kamu itu ar teriak-teriak bikin takut saja?! ucap mbak echa

Mbak echa juga aneh, kenapa juga berdiri di pintu bikin kaget saja, sudah lab sepi kaya gini ucapku

aku baru mau pulang, lihat kamu masih di lab ya aku samperin, belum juga menyapa kamu sudah teriak ucap mbak echa

Namanya juga orang kaget and takut mbak ucapku

Dah yuk mbak, cabut dah merinding mbak he he he lanjutku

Ah kamu jangan nakut-nakutin ucap mbak echa

Aku dan mbak echa kemudian berjalan beriringan menuju tempat parkir. Langkah mbak echa nampak bertambah sangat cepat. Aku tertinggal dibelakangnya.

Mbak kenapa cepat-cepat, takut ya? ucapku

Kamu tadi juga, ngapain nakut-nakutin? ucap mbak echa.

Mbak echa kemudian menungguku dan berjalan di sampingku. Tatapannya tampak lelah dengan kegiatan hari ini. wanita berkerudung merah muda meutup bahunya, baju merah muda berkancing yang ketat dengan celana jeans pensil hitam berhiaskan sepatu berwarna putih. Wanita ini sebenarnya tampak ayu namun ada sesuatu yang disembunyikan dari dalam dirinya.

Mbak, tidak usah dipikirkan nyante saja kali ucapku memecah kesunyian ketika kami berjalan bersama

Apaan sich kamu itu ucap mbak echa

lha itu, wajah mbak echa tampak murung, lagi banyak pikiran ya mbak? ucapku

Iya… ucap mbak echa

Namanya juga pekerjaan mbak, banyak masalah yang pastinya terjadi, apalagi perusahaan yang baru berkembang seperti ini, pasti banyak sekali hal-hal yang harus disesuaikan dengan permintaan konsumen, ya… agar produk kita laku dipasaran dan diakui oleh badan pengawas dari pemerintahan mbak ucapku panjang lebar

Sok tahu kamu itu Ar ucap mbak echa

Eh… salah berarti perkiraanku mbak he he he ucapku

bukan, masalah pekerjaan Ar, tapi yang dirumah ucap mbak echa

waduuuu… kalau yang dirumah, berarti masalah listrik, air, cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan motor gitu ya mbak ucapku

Ha ha ha ha emang masalah rumah itu saja? ucap mbak echa

Ya kan saya masih nubie mbak alias masih awam hal-hal rumah yang aku tahu di tipi-tipi ya seputar itu-itu saja mbak ucapku

bukan masaah itu, tapi suamiku ucap mbak echa, deg… aku langsung terdiam sejenak dan tak berani melanjutkan kembali. Terlihat tempat parkir karyawan sudah terlihat di depan kami.

kok diem? ucap mbak echa

he he he ndak mudeng aku masalah kaya gitu mbak, daripada sok tahu mending ndak usah tahu mbak he he he ucapku sambil menuju motorku yang aku parkir di dekat mobil briyo hijau. Dan ternyata mbak echa juga berjalan ke arah yang sama.

ya mungkin saja kamu bisa memberikan pandangan ar ucap mbak echa

ini mobil mbak echa

wah kereeeeen!ucapku mengalihkan perhatian

Kamu itu diajak ngobrol tapi nyambungnya ke tempat yang lain ucap mbak echa

walah mbak, kalau pandangan tentang metode analisa aku bisa mbak, kalau pandangan masalah misterius mbak aku ndak bisa ucapku sambil duduk di atas revia dan memakai helm

Owh…

Oia Ar, bagaimana kalau kita makan dulu sebelum pulang? tawar mbak echa kepadaku

ndak usah mbak, aku dah sms ibuku kalau aku mau pulang. Kasihan kan sudah dimasakan tapi ndak aku makan ucapku sambil menyalakan mesin motorku

Iya dech, kapan-kapan saja

Hati-hati pulangnya ar ucap mbak echa sembari membuka pintu mobil

mbak juga hati-hati ya ucapku, dibalas anggukan oleh mbak echa

Aku jalankan REVIA terlebih dahulu meninggalkan mbak echa. Kulihat matahari sudah terlelap dalam tidurnya dan sinar terangnya mulai digantikan oleh sinar lampu jalan. Tubuhku sangat lelah dengan kegiatan hari ini, ditambah lagi bayang-bayang esok hari yang makin banyak sampel akan datang.

Hari yang pendek dengan jadwal produksi yang padat dapat dipastikan kalau sampel yang datang akan bertambah lebih banyak lagi. Sesampainya dirumah, ketika hendak naik ke kamar. kulihat Ibu masuk ke rumah dari pekarangan rumah, Ibu tersenyum manis kepadaku.

Ku ganti arah langkahku, kira-kira satu setengah meter dari pintu belakang rumah aku langsung memeluknya. Aku tahu Ayahku ada di pekarangan rumah sedang bertelepon ria.

Dia lagi ngobrol di belakang sama teleponnya ucap Ibu. Seketika itu pula aku memegang kedua pipi Ibu dengan kedua telapak tanganku, kulumat bibirnya dengan lembut

puasi aku sekarang bu, mumpung dia lagi sibuk ucapku pelan

Heem… ucap Ibu

Kedua tangannku masih memegang kedua pipinya, kucium lembut bibirnya. Dengan ujung jarinya ibu mengelus-elus lembut dedek arya yang masih terbungkus oleh celana. Luamatan antara bibir kami semakin ganas.

NIMAAAAAAAAASSSSS! teriak ayah, mengagetkan kami berdua

Iya kang mas, ada apa? ucap Ibu yang berbalik dan masih aku peluk dari belakang

Ambilkan rokokku di atas TV! ucap Ayah

Iya kang mas ucap Ibu yang kemudian melepaskan pelukanku, aku masih berdiri di tempat yang sama. Setelah Ibu menyerahkan rokok, Ibu kembali kepadaku dan memelukku.

Hmmm… kayaknya ndak bisa sayang ucap Ibu pelan

Padahal dah On Fire ini bu ucapku pelan

sabar yah sayangku, mandi dulu gih, bersih besih, bau tuh hi hi hi bisik Ibu pelan

Aku lepaskan pelukanku, sedikit kecupan pada bibir ibu sebelum aku pergi ke kamarku. Akifitas yang seperti biasanya aku, mandi dan diakhiri oleh makan malam bersama Ayah dan Ibuku. setelah semua selesai aku kembali ke kamarku, kucoba merenungi semua petunjuk dan masih tetap saja buntu.

Mungkin memang harus pelan-pelan terlebih dahulu agar nantinya aku bisa merangkainya menjadi sebuah bukti kuat. Saatnya untuk tidur agar esok aku bisa lebih fresh lagi. Tapi ada yang kurang hari ini, aku tidak mendapatkan jatah dari Ibu. Aaaahhhh cenggurrr…. zzzzzzzzzzz.

Centung… centung… centung.. suara notifikasi BBM yang membuatku terjaga. Ibu. Kulihar jam dinding menunjukan pukul 12:00 malam.

From : Ibu
PING!

From : Ibu
PING!

From :
Ibu
PING!
To : Ibu
Iya bu…

Tak ada jawaban dari Ibu, selang beberapa saat dari BBM terakhir. Kleeeeeek….. ceklek. Deg, seorang wanita masuk ke kamarku melalui pintu yan gsudah tertutup kembali.

Ibu… ucapku penuh dengan senyuman

Kamu tidak mau melewatkan ini kan sayang? ucap Ibu dengan tangan kanannya memegang baju dan rok yang sudah dilepasnya. Ibu mengenakan tangk top coklat muda tipis dan G-String putih. Ketika aku hendak berdiri Ibu, melempar pakaiannya dan langsung menubrukku. Aku kini rebah dikasur.

Kamu dibawah saja sayang, ibu lagi pengen diatas kamu terus

Ingat sayang, Ibu di atas ucap Ibu dengan senyuman nakalnya. Ibu langsung mengulum bibirku dengan lembut, tangan kanannya berada di samping kiri kepalaku dan tangan kirinya mengelus-elus selangkanganku.

Masukan tanganmu dibawah bantal sayang, Ibu tidak mau melihat tangannmu, atau tidak sama sekali malam ini ucap Ibu

Asalkan arya bisa memuaskan Ibu ucapku sembari menelusupkan tanganku di belakang bantal

Ciuman ibu turun ke leherku, membuat aku menggelinjang. Perlahan turun kebawah tubuhku, disingkapkannya kaosku, lidahnya menari-nari diperutku kemudian naik keatas bermain-main dputingku.

Arghh sayang… enak sayangku, aku cinta Ibu ucapku

Katakan itu terus sayangku slurp slurp uca Ibu sambil memainkan bibirnya di putingku

aku cinta Ibu… aku cinta Ibu… aku cinta Ibu… aku cinta Ibu… aku cinta Ibu… aku cinta Ibu… aku cinta Ibu… aku cinta Ibu… aku cinta Ibu… aku cinta Ibu… ucapku berurutan membuat ibu semakin hebat dalam kulumannya.

Ibu kemudian duduk di atas perutku. Di sentuhkannya telunjuk jari Ibu dari kening kemudian turun ke hidung, kemulut, leher, dan bermain-main di putingku

Anak nakal! ucap Ibu sedikit membentakku, membuat aku terkejut

Ergh… Maaf bu ucapku sembari memperlihatkan wajah bersalahku

Iya kamu itu anak nakal, suka memberi jatah ke yang lain, tapi Ibu jarang kamu sentuh huh! ucap Ibu ketus

Tapi salah Ibu sendiri, jarang dirumah hi hi hi lanjut Ibu yang kemudian mengangkat pantatnya. Kini posisi Ibu berada di selangkanganku. Ditariknya celana kolorku dengan paksa dan toeeengg…

Ampun vaginawati, bukan aku yan menginginkannya tapi kakak yang memaksaku untuk masuk ke dalam vagina lain hiks hiks hiks rintih dedek arya (hanya Arya yang bisa dengar)

Cuup… ini juga nakal sekali ucap Ibu yang langsung melumat dedek arya. Dimainkan lidahnya diujung dedek arya, tatapan mata Ibu tampak sangat sensual. Setelah puas di ujung batang dedek arya, dikulumnya dedek arya dengan mulut Ibu.

Arghhh… bu, Arya sukahhh… terusshh bu emmhhh…. ucapku, namun tiba-tiba Ibu mengehentikan kulumannya

Suka? ucap Ibu

Kulum lagi sayangku ucapku

Iya kang mas Arya ucap Ibu

Kuluman diah membuat aku kembali on fire, aku sudah tidak peduli lagi. Dalam hatiku aku tidak ingin melepaskan Ibu tapi dari semua gelagat selama ini, ibu ingin sekali lepas dariku. Aku paham namun bukan sekarang. Kulihat kepalanya maju mundur memuaskan batang dedek arya. Sedikit cairan pelumas keluar dari ujung dedek arya.

sayang, cairan beningmu enak mmmmm…. ucap Ibu

Ibu, suka? ucapku yang masih sedikit kaku

Suka mmmm slurrppp… ucap Diah

Ibu kemudian berdiri mengakangi dedek arya yang masih tegak. Di geser penutup vaginanya, secara perlahan dimasukan ke dalam. Kepalanya mendongak ke atas, bibirnya bawahnya di gigitnya

sayang… tempik Ibu penuuuhhh sekali… erghhh…. ucap Ibu yang kemudian blesss semua batang dedek arya masuk ke dalam vaginanya. Ibu kemudian jatuh telengkup di atas tubuhku

Bu… ucapku pelan

ergh… maafkan Ibu, sayang. Ibu terlalu sering berada diluar rumah sehingga melupakanmu. Ibu ingin kamu yang sekarang adalah kamu yang selalu masuk ke dalam tubuh ibu. Ibu ingin melakukan semua yang kamu inginkan dan Ibu inginkan. Ibu ingin kamulah yang paling sering menyentuh Ibu.

Seandainya kamu tahu sayang, sejak pertama kali Ibu melakukannya bersama kamu, ibu meraskan indah bersamamu. Dan Ibu benar-benar merasakan kebahagiaan bersamamu sayang, terlebih lagi dia tidak pernah menyentuh Ibu sejak beberapa tahun yang lalu. Dan mulai sekarang Ibu akan benar-benar menjadi wanitamu dan selalu menunggumu dirumah sayangku ucap Ibu

Aku sayang Ibu, cinta Ibu… ucapku dibalas senyumannya

Sayang, sekarang sekalipun ada dia, Ibu ingin melakukannya bersamamu hingga waktu untuk kita berpisah datang sayang ucap Ibu

Jika Ibu menginginkannya Arya akan selalu…. ucapku terpotong

Ssssttt… kita sudah berjanji sayang ucap Ibu mengingatkanku. Ibu kemudian bangkit, kedua tangannya bertumpu pada lutut kakiku yang aku tekuk.

ergh sayang, nikmatilah tempik ibu yang selalu ibu rawat untukmu erghhh… kontol kamu akan selalu merasakan nikmat di tempik ibu sayangkuwh…. owghhh… Ibu akan buat kamu selalu berada dirumah sayang emmmhhhh…. kontol kamu milik tempik ibu ahhhhhh…. racaunya

Ibu… owhhh nikmat tempikmu nikmat Ibu, owgh… ayo sayangku lebih keras lagi racauku. Ibu kemudian mengocoku vaginanya dengan cepat dan keras. Dalam posisi itu aku hanya bisa merasakan nikmat yang menjalar ke seluruh tubuhku. Kulihat setian ayunan pinggulnya membuat dia menggelinjang nikmat

Argh… kontol kamu arghhh menyentuh ahhhh rahimku sayang owghh… nikmat owghhh… ibu mau keluarr… ucap Ibu

Keluarkan, bu aku ingin meraskannya arghhh…. racauku

Ibu keluaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar…. aaaaaaaaaaaaaaaryaaaa… ucap ibu setengaj berteriak. Tubuhnya ambruk lagi di atas tubuhku. Membuat aku sedikit ketakutan jika dia mendengarnya

sayangku cintaku, esh esh esh esh… ucap Ibu sambil memelukku

bu… hash hash has ucapku tersengal

hmmm.. jawabnya

kalau dia bangun bagaimana? ucapku

tenang saja, kamu berteriak dia tidak bakalan bangun. Ibu sudah kunci kamar, kalau dia bangun kita pasti tahu. Lagian dia tadi juga minum obat tidur, dia tadi minta ibu membelikan obat tidur, katanya dia susa tidur hi hi hi ucap Ibu

hash has has… bu ucapku

Sssst… gendong Ibu tanpa melepas kontol kamu sayang, di ruang TV ucap Ibu

sayangku nakal ternyata balasku dengan senyuman nakal

Dengan posisi dedek arya masih menancap aku gendong Ibu menuju ke ruang TV. di depan TV aku duduk dan Ibu masih dalam posisi duduk di pangkuanku. Dedek arya masih saja tegang siap berperang. Ibu kemudian secara perlahan menaik turunkan tubuhnya, kedua tangannya berpegang pada bahuku.

Ergh… sayang… kontol kamu lebih terasa masuk sangat dalamhhh erghhh… argh ah ah ah… nyentuh rahim ibu erghhhh racaunya

ergh… linu bu.. emmmhh… tapi enak… susu ibu menggantung indah arghhhhh… balasku

enakh sayang? Eh eh mau yang lebih enakhh ash ash ash… ucap Ibu

mau bu, goyang terus bu… terusshhhhh erghhhhhh ucapku,

Setelah aku menjawab pertanyaannya Ibu kemudian menggoyang pinggulnya naik turun lebih cepat. Susu ibu naik turun tidak beraturan, tubuhnya melengking. Kedua tangannya bertumpu pada kedua lututku

Ibu merasa nikmat sekali sayang owgh… kontol kamu eghh… selalu bisa bikin ibu senang… owhh sayangku… erghhhh…. ucap Ibu

arya juga bu, enak sekali, tempik ibu enak seklai arghhh.. nikma bu…. racauku

Ibu kemudian menghentikan goyangan pinggulnya. Tubuhnya ambruk ke tubuhku, nafasnya mengalir ke dadaku. Kupeluk tubuh ibu dan aujung jariku mengelus-elus punggungnya.

emmmmhhh…. geli sayang ucap ibuku menerima perlakuanku

suka kan?mmmmhhhh… ucapku

Heem… ucap Ibu

Ku bangkitkan tubuh ibu, kemudian aku arahkan tubuh ibu untuk menungging dengan bertumpu pada sofa. Kuarahkan dedek arya kelubang vaginanya, Doogy style. Sebuah gaya yang bisa membuatku lebih cepat klimaks, karena lubang vagina ibu lebih semppit dari biasanya. Dan bless… dedek arya masuk semua. Perlahan aku mulai menggoyang pinggulku, kedua tanganku memegang pinggang Ibu.

arghhh…. sayang nikmat, lebih keras lagi… erghhh… buat bu keluar sayangku ucap Ibu

Pasti… siap ya Ibuku sayang ucapku

Aku kemudian mulai menggoyang pinggulku lebih cepat dan keras dari biasanya. Ibu merintih nikmat merasakan dedek arya keluar masuk sesuka hati di vaginanya. Kepalanya ambruk ke depan, kemudian menoleh sedikit kebelakang. Kuraih susu ibu yang menggantung dengan kedua tanganku, goyanganku semakin keras di vagina ibu.

Arghh… ibu sempith sekalihh owghhh… lebih sempit owghhh…. racauku

sempit mana sama perawan erlina sayang erghh… erghh… erghh… racaunya

sempit punya ibu, lebih enak punya ibu owghh… ibu yang paling nikmat…. racauku

terus sayanghhh nikamati tempik ibu sayang… erghhh kenthu lebih kerassshhhhh…. erghhhh…. ucap Ibu

Goyanganku semakin keras dan semakin kuat. Kepala ibu tampak mendongak. Kedua tangannya tampak mencoba meremas sofa yang empuk itu. Susunya semakin bergoyang lebih cepat lagi. Aku merasakan spermaku akan segera keluar. Ku alihkan tanganku ke pinggang ibu.

Keluarkan di mulut ibu sayanghhhh… ibu ingin se..permahhh muwhh owghhh…. terusshhh… goyang lebih kerasshhh… masukan lebih dalam kontol kamuwhhh sayangkuwwhhhh ibu sukaaaahhhhh… racaunya

iya bu eh eh eh eh ucapku

aku keluar… arghhhh racauku.

Segera aku cabut penisku, dan bergeser disamping ibu. Ibu kemudian merubah posisinya duduk dilantai. Dibukannya mulut ibu lebar, dan kuarahkan dedek arya ke mulut ibu. Tapi sebelum masuk kemulut ibu, spermaku keburu keluar terlebih dahulu.

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Spermaku keluar dimulur ibu, ada beberapa yang kelaur di wajahnya. Ada juga yang sudah berada di mulutnya. Tangan kanan ibu kemudian meraih batang dedek arya, dan sedikit menogocoknya dengan posisi mulut masih menganga lebar. Aku hanya diam dan menikmati pemandangan itu. Setelah yakin spermaku sudah tidak keluar lagi, ibu melap wajahnya dengan tangan kiirinya dimasukan sisa-sisa sperma ke dalam mulutnya.

slurrrp… slurrrp…mmmm… cairan cintamu memang ternikmat buat ibu ucap Ibu

dan cinta ibu sangat indah bagiku ucapku. Aku kemudian duduk disebelah ibu yang masih sibuk dengan kegiatannya. Kupeluk tubuh Ibu dan ku masukan wajahku ke dalam lembah susunya. beberapa saat kemudian, ibu mengelus-elus kepalaku.

kamu tahu sayang, kamulah yang pertama dan yang terakhir untuk ibu. Karena dengan kamu, ibu bisa menikmati yang namanya cinta dan seks hi hi hi ucap Ibu

Arya juga bu mmmmhhh… ucapku dengan sikap manja masih memeluknya dan menggeleng-gelengkan kepala di antara kedua susunya

tapi jangan jadikan ibu yang terakhir ya, kalau bisa dian tuh yang terakhir hi hi hi ucap Ibu

males banget, ngapain juga ibu bahas-bahas dia ucapku

terlanjur suka sama dia ucap Ibu

pokoknya sama ibu dulu sekarang mmmhhhhh… ibu ya ibu ucapku manja

Iya sayang iya… hi hi hi ucap Ibu

Setelah lama kami berpelukan, kami menyudahi persetubuhan ini. Ibu kemudian menyuruhku untuk bersih-bersih secukupnya dan segera untuk tidur. Setelahnya ibu kemudian bersih-bersih. Sebelum kami berpisah, dengan tubuh telanjangku aku memeluk ibu sangat erat dan kami saling melumat bibir. Aku kembali ke kamarku dan Ibu kembali ke kamarnya.

Bersambung