Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 13

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64

Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 13

Ouwh… saya kira saya itu mirip dengan seseorang di masa lalu bapak he he he tapi ya ndak mungkin ya pak ya ucapku cengengesan mencoba menyelidiki

Tidak mas, sebenarnya sekilas wajah kamu mirip dengan seorang wanita tapi aku lupa siapa dia hanya saja bukan wajahnya tapi kulit putih kamu itu yang mirip sama masnya ucap pak koco

Jika saja saya ada hubungannya dengan wanita tersebut bagaimana pak? ucapku langsung ke poin utama

Eh… suara terkejut yang pelan menunjukan ekspresi wajah terkejut dari wajahnya, pandangannya menelanjangi setiap nano meter wajahku. Dari ujung rambut hingga ujung kakiku tak lepas dari pandangannya.

Sebenarnya siapa kamu? Kamu bukan mahasiswa yang mencari tugas ucap pak koco yang membuat suasana menjadi tegang

Saya Arya, Arya Mahesa Wicaksono begitu ucapku dan seketika itu pula orang itu mendelik dan terlihat wajahnya menjadi takut dengan sedikit lukisan kebersalahan di wajahnya

Pulanglah dan cepat pergi dari rumahku, jangan kau bawa-bawa aku lagi! ucapnya sedikit membentak dan berdiri menunjuk ke arah pintu keluar

Saya tidak akan membawa pak koco dalam masalah ini, hanya saja saya ingin tahu mengenai semua yang pak koco ketahui mengenai Si pembuat masalah itu, Mahesa Wicaksono, dan bapak pasti tahu nama itu ucapku santai yang masih duduk dan menyulut dunhill mild, mendengar kata-kata si pembuat masalah membuat ketakutan pak koco mereda

Sudah… lah aku tidak ingin ikut capmur urusan kalian para manusia kotor yang membuat aku hancur seperti ini ucapnya kembali, dia melihatku dan menatapku dengan tajam.

Kutatap matanya dengan mata penuh ketenangan kemudian dia duduk dan mengambil rokok dunhiill di atas meja dan menyulutnya tampak matanya menerawang jauh ke masa lalu, masa dimana dia terjerumus dalam kejahatan ayah dan om.

Baiklah… setelah aku ceritakan pergilah dan jangan sangkut pautkan aku dengan mereka lagi ucapnya

Sebelumnya, Apakah Ibumu itu seorang jepang berkulit putih… ucapnya dengan semburan asap putih tembakau yang terbakar

Jika yang saya maksud sama dengan yang pak koco maksud, berarti wanita yang bapak lihat di masa lalu itu adalah Ibuku jawabku, dipandangnya aku dengan wajah menyesal dengan kepulan asap yang mulai menyelimuti ruangan ini

Maafkan aku, jika saja kedua bajingan itu tidak menjebakkku….. aku tidak akan pernah membantu mereka memperkosa Ibu dan satu lagi gadis india itu, jika kau mau membunuhku sebagai balasan karena perbuatanku di masa lampau, monggo silahkan ucapnya, ternyata memang benar itu adalah Ibu dan tante ima, aku hanya menggelengkan kepala dan tersenyum kepadanya walau dalam hatiku aku ingin membunuhnya

Tidak, kenapa harus membunuh anda, saya kesini hanya meminta keterangan dari pak koco

Jika tidak keberatan ceritakan kepada saya kenapa pak koco ikut rencana mereka ucapku kepada pak koco

Karena…. karena hiks hiks hiks…. tiba-tiba air mata pak koco mengalir dari matany, tangan kanannya mencoba menyeka air yang mengalir itu, terharu ketika aku melihat itu, kejahatan apa lagi yang diperbuat oleh Ayah dan om Nico.

Akan kuceritakan semuanya, dari awal hingga akhir dan yang membuat aku bersalah hingga sampai saat ini kepada Ibumu, wanita india itu dan juga….. istriku…. setiap kata-kata yang terucap nampak berat sekali keluar dari mulutnya. Istrinya? Kenapa?

Hufth…. hm…..sssshhhhh…. hela nafasnya disertai kepulan asap dunhill mild keluar dari hidung dan mulutnya membuat suasana ini menjadi lebih berkabut se-berkabutnya pikiran dan masa lalunya.

Dulu, aku hanyalah seorang penjaga losmen yang kesehariannya mengurusi losmen yang sekarang menjadi hotel melati. Losmen tersebut merupakan losmen paling laris karena pelayanan dan kuallitas kamarnya yang istimewa.

Dan satu-satunya losmen, pada saat itu belum ada losmen seperti losmen melati. Dulu orang-orang yang berlibur, mencari angin, selalu menginap di losmen itu tak terkecuali orang-orang yang sedang di mabuk asmara

Kurang lebih enam bulan aku bekerja di losmen itu aku dipertemukan dengan seorang wanita keturunan, yang kemudian aku nikahi. Aku selalu bekerja dengan giat untuk bisa membahagiakan istriku dan ayah Ibunya, hingga akhirnya aku berkenalan dengan Mahesa dan Nico, sepasang sahabat dengan gaya hidup glamor dan berfoya-foya.

Sebelumnya tidak ada masalah dengan mereka, aku sering di ajak mereka jalan-jalan ditraktir makan, rokok atau apapun itu. Masalah muncul ketika Orang tua istriku mengidap penyakit yang harus di operasi, aku kebingungan mencari uang hingga akhirnya aku meminjam uang ke mahesa dan nico.

Entah itu suatu keberuntungan atau kebodohanku. Tapi usahaku sudah mencapai tahap akhir dan Ayah Ibu istriku tidak dapat ditolong.

Hutang menumpuk, tapi dengan tenang aku menjalani hidupku dengan mengembalikan uang mereka satu persatu walau sedikit. Tapi Ketika itu Mahesa dan Nico meminta uangnya kembali dalam jangka waktu yang sebentar dan itu membuat aku kelabakan. Karena hutang terbanyakku ada pada mereka.

MAHESA BAJINGAN…. NICO BAJINGAN….! ucapnya berhenti ketika pak koco mengingat kejadian itu, air matanya mengalir sangat deras

Pak jika bapak tidak berkenan menceritakan kepada saya, mungkin itu sudah cukup jelasku kepada pak koco, karena aku tidak tega ketika melihat air matanya mengalir

Tidak, kamu harus tahu semua mengenai kedua bajingan itu, aku tidak peduli lagi jika kamu marah atau membenciku dengan aku menyebut mereka bajingan…

Ingat mas, tujuanku adalah untuk menunjukan wajah ayahmu itu agar kamu tidak mengikuti jejak mereka karena aku yakin kau adalah orang baik yang akan membawa mereka masuk dalam kubangan lumpur hufffffffffttth ucapnya dengan kepulan batang dunhill mild baru disulutnya

Saya memang ingin mengetahui semua tentang Ayah saya, Mahesa, setelah saya tahu saya tidak akan pernah lagi menghubungi bapak dan saya harap bapak juga tidak membocorkan kepada siapapun mengenai kunjungan saya kerumah ini ucapku dengan senyuman, sebuah tatapan kudapatkan dari pak koco tatapan akan keyakinan yang terus mendorongku untuk mengubah keadaan.

Baiklah aku lanjutkan….

Kedua bajingan itu, kemudian menyuruhku…. hufftttthh ssssshhhh…. mereka minta istriku untuk melayani mereka, aku tidak setuju dengan ucapan mereka. Ketika itu mereka meminta uang di rumahku. Dan… mereka memperkosa istriku di hadapan kedua mataku, dengan tubuh terikat itu aku hanya hiks hiks hiks hiks hiks bisa menangisi semua.

Mereka juga merekam adegan pemerkosaan itu dengan tawa masing-masing. Setelah kejadian itu istriku tidak pernah menyalahkanku akan semua itu, dia tetap sayang kepadaku. Tapi itu semua tidak berhenti begitu saja, Nico terus datang dan meminta jatah kepada istriku dengan kasar dengan bertubi-tubi, aku tidak bisa berbuat banyak karena aku pasti di lumpuhkannya terlebih dahulu hingga akhirnya istriku hamil dan melahirkan anak perempuan.

Walaupun sebenarnya aku tidak mempermasalahkan dari mana datangnya anak itu tapi Nico malah membawa pergi mereka berdua, entah dimana mereka. Yang aku ingat tentang istriku, hanya sebuah uluran tangan memohon kepadaku untuk diselamatkan, tapi apa dayaku pada saat itu aku terkapar dengan lumuran darah dari wajahku.

Aku sering memohon kepada Nico untuk mempertemukan aku dengan istriku tapi yang aku dapat adalah nihil, tendangan dan makian yang aku dapatkan, kucoba mencarinya tapi tak pernah aku temukan. Rindu kepda istriku masih aku simpan hingga sekarang

Dengan berbagai ancaman di daratkan kepadaku mulai dari video akan disebarkan, hutang belum dibayar dan akan dilaporkan polisi akhirnya aku menuruti semua permintaan mereka. Jujur saja aku rindu akan istriku. 4 tahun setelah kejadian itu aku yang sudah menjadi budak mereka mau tidak mau harus menuruti kemauan mereka.

Menjalankan rencana pemerkosaan terhadap anak kepala daerah, Ibumu, dan wanita india itu. Sebenarnyaitu adalah rencana sederhana hanya membuat mobil mereka bocor dan menyiapkan kamar yang sesuai dan merekam kejadian itu.

Yang paling parah adalah wanita india itu, ku dengar dengan samar bagaimana nico memperkosanya dengan brutal hingga menjerit histeris tapi mahesa tidak dia memperkosa Ibumu dengan cepat. Mobil yang mereka kendarai aku yang menambalnya. Ucapnya terhenti ketika dunhill telah mencapak pada filternya dan menyulutnya lagi

Pantas saja tante ima segila itu ketika melakukan seks bathinku

Paman mengenai minuman keras itu…? tanyaku

Ternyata kamu tahu banyak ya, aku tidak tahu siapa yang memberi tahumu, tidak ada minuman keras yang diminum hanya di kumur-kumur saja dan kemudian sedikit di tumpahkan ke baju mereka sebagai tanda mereka mabuk. Kalau kamu tahu cerita itu entah dari siapa, pastinya kamu heran mereka bisa menyetir mobil setelah kejadian itu

Kedua wanita itu diperdaya habis-habisan oleh mereka dengan satu tujuan kekayaan. Kamu tahu, Ibumu anak kepala daerah yang berwibawa dan wanita india itu anak dari seorang kepala dinas pemerintahan. Aku tidak tahu menahu tentang tujuan mereka yang aku tahu adalah ketika mereka mengobrol sebelum kejadian yang mereka bicarakan hanyalah uang, uang dan uang

Ketika itu wanita india keluar dari losmen terlebih dahulu dan selang beberapa menit, Ibumu. Mereka tampak menangis dan aku hanya memandang mereka dengan tatapan penuh penyesalan. Membantu si bajingan-bajingan itu dengan menolak semua pemesan kamar yang akan menginap waktu itu.

Seandainya kamu tahu, di losmen itu tidak ada satupun pengunjung pada hari itu kecuali mereka berdua padahal banyak orang yang memesan kamar di losmen itu Jelasnya dengan wajah tertutup sebagian oleh asap dunhill

Pak koco, apakah pak koco tahu mengenai tujuan mereka? tanyaku kembali memastikan

Aku sudah katakan kepadamu, tujuan mereka hanya kekayaan dari kakek mu dan ayah dari wanita india itu ucapnya, aku hanya merunduk dan menggosok wajahku dengan kedua telapak tangaku, kulihat pak koco melihatku dengan tatapan tajam.

Kenapa bapak bisa seterpuruk seperti sekarang ini? Apakah karena mereka juga? ucapku menanyakan tentang keadaan yang sekarang

Ketika Losmen itu dibeli oleh seorang pengusaha, mereka berdua menghasut pemilik baru agar aku keluar dari Losmen yang sudah menjadi hotel itu. Kemudian mereka menyebarkan berita miring tentangku, aku stresslah, aku banyak hutang, pecandulah yang membuat warga sekitar memandangku dengan sinis dan selalu mencibirku.

Aku tidak tahan dan pindah dari rumahku yang dulu. Tujuan mereka memfitnahku adalah jika suatu saat nanti aku membocorkan kejahatan mereka tidak ada yang mempercayainya karena aku seorang yang gila jelasnya dengan pandangan mengingat akan masa itu

Ternyata bapak orang yang baik… ucapku, kulihat matanya kembali menitikan air mata ketika mendengar perkataan itu.

Mas, aku bukan orang baik… maafkan aku ucapnya kepadaku

Sudahlah pak, jika saja tidak ada kejadian itu aku tidak akan berada disini ucapku dengan senyuman. Disulutnya sebatang dunhill mild kembali, kepulan asap kembali menyelimuti wajahnya.

Cobalah kau temui orang tua mahesa, kemungkinan mereka tahu alasannya… kalau orang tua nico kelihatanya mereka sudah tidak ada. Dari yang aku tahu, nico dibesarkan oleh orang tua mahesa juga… cepatlah kau cari mereka jika ingin mengetahui semua jawaban dari pertanyaanmu ucapnya, aku mengangguk tersenyum kepada pak koco, akhirnya dengan beberapa pertanyaan di jawab oleh pak koco dengan jelas sejelas-jelasnya. Akhirnya aku pamit dan diantar pak koco keluar rumah.

Pak, apakah bapak masih ingin bertemu dengan istri bapak? ucapku

Tentu saja… Aku masih mencintai istriku sekalipun mungkin dia tidak lagi mencintaiku… jawabnya

Jaga rahasia ini, dan aku berjanji akan membawa istri bapak ke pelukan bapak lagi, setelah itu bawalah wanita itu pergi dari daerah ini ucapku tegas, pak koco memandangku dan meneteskan air mata. Dia kemudian memelukku dan mengucapkan terima kasihnya.

Tapi aku tidak janji jika dalam waktu dekat, jika aku berhasil menemukannya aku akan hubungi pak Koco ucapku kepada pak koco, kemudian pak koco memberikan nomor HP-nya kepadaku. Dia berpesan kepadaku agar aku lebih berhati-hati agar mereka tidak mengetahui keberadaanku, Dia sangat berharap keberhasilanku, agar dia bisa bertemu dengan istrinya.

Perjalanan pulang aku tempuh, berjuta pertanyaan bertambah di dalam otakku. Aku saja selama ini tidak pernah tahu keberadaan kakek dan nenekku dari Ayah, bagaimana aku bisa menemukannya? Jika saja aku harus menanyakan kepada Ayah, itu akan sangat berbahaya bisa saja Ayah mencurigaiku. Aku sampai dirumah, tampak Ayah dan Ibu sedang bersiap-siap untuk pergi.

Lho Romo dan Ibu mau kemana? tanyaku kepada mereka berdua, nampak Ayah masih sibuk dengan HP-nya

Tante Ratna sakit, dia meminta Ibu menemaninya karena Suaminya sedang keluar kota ada proyek hingga awal tahun dan Ayahmu ini ada pertemuan dengan koleganya ucap Ibu tersenyum kepadaku,tampaknya akan lebih bahagia jika tidak dirumah

Ouwh… Oke dech kalo begitu ucapku

Aku masih menunggu mereka berkemas-kemas, setelah semua perlengkapan beres Ayah kemudian keluar terlebih dahulu. Aku kemudian membawakan Tas Ibu dan barang-barang lainnya untuk dibawa kerumah Tante Ratna. Ketika masih di lorong rumah.

Maafkan Ibu ya nak, mungkin kamu bakal puasa lama hi hi hi ucapnya kepadaku dengan senyum nakalnya

Tidak apa-apa bu… Arya bisa tahan bu balasku

Iya deh percaya ada satu lagi… ucapnya terpotong

Itu lagi, itu lagi… bosen Arya dengernya bu, pokonya kalau si itu minta Arya tidak tanggapi, janji… ucap Ibu

Pokoknya seizin Ibu ya… ucap Ibuku

Ibu kemudian memelukku dan mencium bibirku dengan penuh nafsu. Pelukan dan remasa aku berikan kepada tubuhnya, kuremas dengan sedikit kuat pada susu Ibuku. membuatnya semakin ganas dalam mencium bibirku.

Tiiiiin Tiiiiiin Tiiiiiin…. terdengar klakson dari mobil Ayah. Kami menyudahinya dan kemudian aku mengantar kepergian Ibu. Setelah mereka berangkat aku hanya mematung di dalam ruang tamu, berpikir sejenak apa yang harus aku lakukan besok.

Aku melangkah menuju ke kamarku, ketika aku melintas melewati dapur rumah pandanganku tak henti-hentinya memandang dalam sebuah ruang penyimpanan disamping dapur rumahku. Pandanganku memapah kakiku menuju ke dalam ruangan itu.

Mungkin aku bisa mengetahui identitas dari orang tua Ayahku dari ruangan ini bathinku

Ruangan yang begitu sempit tampak trap-trap almari dari kayu jati berdiri kokoh. Aku masuk di kanan kiriku semuanya adalah almari kayu jati. Sambil menutup mataku kuhirup aroma kayu jati tua perlahan dan kubuka mataku.

Satu persatu trap almari aku buka mencari dokumen-dokumen yang aku butuhkan. Lama aku mencari dari setiap trap, kadang aku sangat bahagia ketika aku membuka almari-almari ini. Ijazah dan rapor-rapor Ibuku dari SD hingga S2, kulihat perubahan wajahnya yang dulu imut dan menggemaskan sekarang menjadi sangat cantik, manis dan menentramkan. .

Kutemukan pula ijazah SD hingga SMA-ku, tak ada yang menarik hanya saja lucu juga ketika melihat wajahku ketika SD. Ku cari terus dan terus dan akhirnya aku menemukan sebuah dokumen keeper yang berisi ijazah, Akta kelahiran, Kartu Keluarga ketika belum menikah milik Ayahku.

Kucoba membukanya satu persatu dan kuamati benar-benar wajah seorang anak mama. Foto ketika dia SD membuat aku sangat tertawa terpingkal-pingkal bagaimana seorang penjahat kelas kakap seperti sekarang ini dulunya culun.

Dan akhirnya aku membuka dokumen-dokumen penting lainya. Wicaksono, ya aku temukan nama Kakekku dan Mahesawati, nama nenekku. Kuteliti setiap dokumen-dokumen dengan sangat detail dan teliti lagi. Dan yupz akhirnya aku dapatkan alamat mereka, dari universitasku ke arah barat dan tepatnya di perbatasan kota kurang lebih 40 Km dari Universitasku.

Aku kemudian merapikan semuanya kembali dan ku tata rapi sesuai dengan letaknya. Aku kembali ke dalam kamarku, kunyalakan telepon cerdas temuanku. Kucoba membaca semua isi sms dari Ayahku ke KS, beberapa sms di awal sebelum KS mulai melawan Ayah tampak smsnya penuh dengan teka-teki.

Di bokong,da KR.Piah
id ilakrila 1/9/8/7 cium ikan mati
Ketika asap berhenti mengepul
Temui hewan pelari cepat dan pemangsa
Di bawah penari berleher panjang
Antarkan sesuai perintahku
/X+-

Ya ini adalah sms yang terpotong ketika aku membacanya hanya muncul 1 kalimat terakhir dan tanda /x+-. Sms-sms di awal tampak sms yang tidak dapat dipahami olehku, tapi hingga sms KS mulai melawan dan diancam akan dibunuh tampak terlihat jelas jika KS sudah mulai melawan Ayah. Apa maksud dari itu semua? Id ilakrila apa maksdunya?.

Ah sangat membingungkan, kusulut dunhill mildku kembur sambil berbaring di lantai kamarku. Kuamati semua dinding kamar, melihat semua bagian-bagian dari kamrku ini. Dengan sedikit menengadahkan kepalaku dalam posisi tidurku, kusapu semua bagian kamarku ini tampak pula kursi, meja belajar, almari kamarku. Pandanganku terhenti pada kursi kamar.

Ku amati kursi itu, semaikin lama aku mengamatinya semakin menyambung dengan kebingunganku selama ini. aku kemudian tengkurap terlihat kursi kamar sewajarnya, aku terlentang dengan kepala menengadah tampak aangka empat, tengkurap lagi kursi lagi, terlentang lagi angka 4 lagi.

Aku bangkit dan aku ambil telepon cerdas temuanku itu. Ya, id ilakrila adalah di kalialir, coba aku browsing melalui simbahe guugel dan kutemukan, ini adalah sebuah tempat dimana industri-industri besar dan juga instansi-instansi pemerintahan berdiri megah disana.

Di tempat itu banyak kabar mengenai kasus-kasus penyuapan yang tidak pernah terungkap sama sekali. Pihak kepolisian kewalahan dalam mengungkap kasus ini karena sulitnya akses masuk ke dalamnya yang dilindungi oleh orang-orang yang memiliki jabatan dalam pemerintahan di daerah itu. Pernah aku mendengar berita dimana Kepala Kepolisian mengungkapkan Jika saja ada orang yang membantu pihak kepolisian walau sedikit saja informasi, pasti pihak kepolisian akan bisa meluluh lantakan kejahatan di tempat itu.

Daerah Kalialir merupakan sebuah nama dari kawasan di Industri di kecamran yang masih satu kota dengan kotaku yaitu kecamatan Amis. Daerah tempat tinggalku merupakan sebuah kabupaten dengan luas yang sangat luas, terdiri dari beberapa kecamatan dengan penghasilan daerah yang sangat besar dan terbesar di provinsinya. Kecamatan Amis? benar saja cium ikan mati itu adalah maksud dari kata-kata itu.

Mulailah aku mencoba mengartikan setiap kata-kata dari sms itu. Ketika asap berhenti mengepul, menjadi tanda tanya besar dalam hatiku, otakku dan hatiku oh oh huooooooooooo. Bener-bener orang sempak yang mengirim sms ini, Aaaaaaaaaaaaaaaah. Centung…. ada BBM masuk ke dalam telepon cerdasku (bukan telepon cerdas temuanku). Kubuka dari Bu Dian, kenapa juga malam-malam BBM aku.

Dari : Bu Dian
Kaosnya beneran buat saya?tidak apa-apa kan?
kenapa juga ditanya lagi to bu bu, lha wong mau buat lap pel saja juga tidak masalah bathinku

To : Bu Dian
Iya bu tidak apa-apa, buat bu dian
Maaf Bu, Ibu Dian kok belum tidur? Kan sudah malam?

Dari : Bu Dian
Sedang mengerjakan karya ilmiah
untuk di ajukan sebagai penelitian

To : Bu Dian
Wah, senangnya penelitian 😀
Asyik ya bu bisa penelitian

(aku mulai sok akrab dengan bu dian)

Dari : Bu Dian
Kalo kamu mau, kamu bantu saya dalam penelitian ini bagaimana?
Waktunya masih lama sampai semester depan berakhir

To : Bu Dian
Wah Bu, saya yakin KTI bu Dian number one
takutnya kalau nanti persentasi di luar kota
saya tidak sanggup Bu

Dari : Bu Dian
Maksudnya kamu bantu saya saja mengerjakan penelitian ini
Nanti yang persentasikan saya, ini juga bisa kamu gunakan sebagai
Judul skripsi kamu

To : Bu Dian
Ouwh begitu ya bu, gimana ya bu?
Jujur saja kalau keluar kota saya masih malas bu
Karena tidak mau meninggalkan rumah kasihan yang dirumah

Dari : Bu Dian
Iya saya tahu, kamu lagi mencoba mandiri
buka toko baju sama Ibu kamu, santai saja, saya Cuma butuh bantuan kamus saja

To : Bu Dian
Oke bu, saya pertimbangkan

Dari : Bu Dian
Kok belum tidur?

Haruskah aku mengatakan kalau aku sedang memecahkan teka-teki?mungkin aku bisa mendapatkan batuan dari Dosenku inibathinku

To : Bu Dian
Ini bu lagi baca komik detektif, ada kata-kata yang tidak aku mengerti
Jadinya ya saya cari, komiknya terbit 1 bulan lagi

Dari : Bu Dian
Memangnya apa?mungkin bisa aku bantu
Daripada kamu nanti mati penasara

Sial ini cewek, cantik, judes, suka ngeledek orang, harus aku samarkan sedikit bathinku

To : Bu Dian
Ini si tokoh utama lagi mencari kata-kata dari
bertemu di bawah penari berleher panjang, adalagi waktu dimana asap berhenti keluar, dan menemui pelari cepat dan pemangsa begitu bu…

Lama aku menunggu jawaban dari bu dian, satu batang dunhill mild pun habis terbakar.

Dari : Bu Dian
Sudah ketemu? Saya sudah menemukannya, bagaimana dengan kamu?

To : Bu Dian
Kalau sudah ketemu, saya tidak akan tanya bu dian

Dari : Bu Dian
*ROTFL* Itu maksudnya….

Sometime i feel like live in a dream, alone in my paradise lost, can it ber real tell me what does it mean alone in my paradise lost…. telepon cerdasku berbunyi… Bu Dian

Ya Halo selamat malam ucapku

Mau tahu jawabanya? ucapnya

Iya bu… jawabku

Dengan catatan kamu harus mau bantu KTI saya, bagaimana? ucapnya ditelepon

Kalau saja ini benar-benar komik, aku pasti akan menolaknya, tapi aku sangat membutuhkannya bathinku

Iya bu saya siap menerima tawaran Ibu, saya akan bantu Ibu jawabku

Oke dengarkan ya… bertemu di bawah penari berleher panjang itu kan tidak mungkin bertemu jerapah yang sedang menari kan? Yang jelas itu adalah sebuah nama tempat atau bisa juga nama sebuah pohon, itu maksudnya pohon angsana, karena angsa berleher panjang.

Bersambung