Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 102

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 102 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 101

Ah, salahku juga. Apapun yang terjadi dia memang anak dari suami pertamaku dan pasti ada sifat yang menurun darinya ke anakku. Kenapa aku harus mengungkitnya waktu itu, benar-benar bodoh aku ini. untung saja aku tidak merusak kebahagiaanya dengan mulutku yang asal ceplos ini. maafkan ibu nak jika keceplosan, setelah ini ibu akan menjadi ibu yang baik buat kamu. dia adalah masa lalu kita berdua, laki-laki itu sudah tidak akan lagi bisa berjalan di tanah ini dengan leluasa.

Heri mengatakan kepadaku kalau ada perubahan yang aneh pada tubuh mahesa dan nico. Tubunya bisa digerakan tapi tak bisa senormal biasanya. Sedikit-sedikit langsung lemas, ada kemungkinan arya yang melakukannya. Mungkin karena kebenciannya yang membuat dia melakukannya. Ayah wicaksono dan Ibu Mahesawati, aku tidak tahu apa yang pernah kamu katakan kepada arya tapi anak itu telah tumbuh menjadi lelaki yang sangat dikagumi oleh banyak orang.

***

Hari berganti dan waktupun berlallau.

Beberapa anggota koplak sudah menikah mendahuliku, Wongso + asmi, Dewo + Dewi, Aris + Risa, Dira + Eko, Tugiyo + Ana, Udin + Ani, Joko + Ita, Paijo + Falah, Karyo + Yati, Hermawan + ninda, Anton + Anti. Aku datang semua kepesta pernikahannya, menjadi saksi ketika proses ijab dan qabulnya. Selalu aku yang menjadi saksi pernikahan meraka.

Tapi hanya satu yang tidak pernah kami semua datangi, dira + eko, entah dmana mereka menikah. Yang jelas setelah mereka melangsungkan pernikahan di luar negeri merek kembali ke negara tercinta ini. ketika kami para koplak dan keluarga koplak, hanya itu saja, datang kerumahnya karena mendengar kabar dira + eko pulang kami semua terkejut. Dira benar-benar berbeda dengan dira sebelumnya, dira memang benar-benar seperti perempuan. aku tarik dira bersama dengan koplak yang lainnya.

iih ada apa ini? dira ndak mau lho kalau di gang bang ucap dira

gundulmu su! Aku mau tanya su, itu kenapa jakun kamu hilang? ucap wongso

koyo cewek tenanan kowe su (mirip cewek tenanan kamu njing) ucap karyo

iiih… operasi dong, jaman modern ucap dira, tiba-tiba

sayang, anaknya nangis dikasih susu dulu sayang ucap eko, semua yang datang nampak kebingungan

Dira menggendong seorang bayi cewek yang seumuran dengan marta, sedang meminum susu formula yang diberikan dira. Semua keluarga koplak sudah tahu kalau dira itu laki, bukan cewek. Ibu juga sudah memeberitahukan ke ayah sebelum berangkat ke rumah dira.

itu anak kamu dir? ucapku, dira mengangguk

siapa namanya? ucap tugiyo

Eldira Estianti Blezinski, panggilannya Eldira hi hi hi ucap dira

yaelah, nama artis dibawa-bawa ucap wongso

biarin idolaku, emang kenapa? oia… kalian jangan ngomong yang sebenarnya sama eldira, biar aku yang ngomong sama eldira kalausudah besar nanti tentang aku sebenarnya, awas kalau kalian ngomong duluan! ancam dira

ndak bakalan kaleee… ucap kami bersama

Dira, seorang lelaki ganteng yang pernah aku temui di semak-semak saat itu. kini berubah menjadi seorang perempuan, sudah berkali-kali kami semua menyadarkannya tapi namanya dira tetap saja tidak pernah mau. Dia adalah yang terkuat dari kami semua, tak ada yang berani dengannya apalagi kalau marah. Terkuatnya hilang tersembunyi dibalik kelembutan sifat perempuannya itu, tapi tetap saja kami semua takut.

Karyo yang bertubuh besar saja pernah keyok sama dira, dewo, wongso yang lainnya bahkan aku pernah kewalahan ketika dira marah dan mengamuk. Butuh 11 orang koplak menghentikannya, yang terkuat tapi dia yang selalu membuat kami tertawa dan menggoda kami.

maaaas… ucap dian didalam kamar, kini dia selalu memakai pakaian lengkap, tidur pun tak mau di elus

iya… ucapku

lama banget ucapnya

apanya? ucapku

nikahnya balasnya

ya kan bulan depan sayang, sabar dong, mas juga sebenarya dah ndak kuat ucapku

dira dah punya momongan, kemarin asmi bilang sudah 2 strip, terus risa juga ada juga sih yang belum ucapnya, aku semakin bingung menghadapi dian

sabar… ucapku memeluknya, dan kuelus kepalanya hingga dia tertidur

Pikiranku melayang menambah beban dalam otakku, semua memang sudah dipersiapkan tapi yang namanya jiwa anak muda pastinya belum begitu siap dengan semua ini. Waktu berganti dengan rintangan akan ngaceng naganggur telah aku lewati. Prosesi pernikahan dari awal hingga akhir telah aku lewati, hanya resepsi yang belum. Satu persatu teman kuliah dan teman SMA-ku datang begitu juga dengan teman sekolah dan kerja dian. Aku memakai pakaian adat yang memeperlihatkan dadaku dan dian memekai pakaian adat yang hanya menutupi sebagian tubuhnya dan berbalut jarik. Aku dan dian mejadi ratu sehari di gedung pernikahan ini. Dan…

yo yo yo… aryaaaa… akhirnya tidak jomblo ha ha ha ucap rahman yang menggendong bayi perempuan

kang? Gila bener! Hamil semua itu? ucapku

5 hamil, satu dah jadi nih ucapnya bersalaman denganku di atas panggung kehormatan

yang ini??? ucapku

mama aku bro, kamu diem saja ya bro bisiknya

beneran kamu kuat kang? ucapku

ya kuatlah, 1 hari 6 wanita, masing-masing 2 ronde. Ha ha ha ucapnya bangga

hai ar… akhirnya ndak jomblo juga kamu yah ucap ana

Satu persatu istri rahman meyalamiku dan berfoto bersama, tampak tante ima juga datang menyalamiku. Selama aku ngobrol lama dengan rahman, tante ima ngobrol bareng dengan ibu dan ayahku.

***

diyaaaah… muach muach ucap sahabatku ini, karima, mencium pipi kiri dan kananku, kemudian langsung aku peluk tubuhnya

wah, jadinya sama ariya nih? Seneng banget tuh diah, dulu sering banget curhat tentang kamu ar ucap ima

apaan sih kamu ma, sudah deh ucapku

maaf kemarin ndak bisa datang, biasa ngurusi anakku satu-satunya ucapnya, aku sudah tahu semua kalau dia menjadi bagian dari hidup anaknya

lha ndak nikah lagi saja ma? ucap masku

ndak ah, males ngurus anak saja sama istri-istrinya, tuh besok mau lahiran juga ucap ima

oh iya… sekali lagi selamat ya yah, dan ar, jagain tuh diah. Hi hi hi canda ima

kamu juga ya selamat dah mau jadi nenek ucapku

heem… ucapnya

Akul ihat ima kemudian menyalami arya dan diah anakku, tiba-tiba…

hai tante, aku ajeg temennya arya kalau ini felix temannya dian ucapnya, dengan perut sedikit membesar

eh, oh iya, kalian sudah menikah? ucapku

sah nya sih sudah, tapi resepsinya nunggu ini lahir dulu ucap ajeng

oh iya, ya sudah tuh arya sama dian ucapku kemudian memandang mereka bergerak menuju arya dan dian

mamaaaaa… ucap seorang perempuan, aku seakan tidak asing tapi aku tidak ingat

eh, iya… ucapku, kenapa memanggilku mama?

selamat buat pernikahanya kemarin, maaf tidak bisa datang dan selamat juga adikku sudah menikah sekarang ucapnya

oh iya ma, kenalin ini alan mantu mama juga. Maaf kemarin pas nikahan ndak undang-undang habis, mas alan ndak ada liburnya, jadi nikahnya sederhana saja ucapnya,

om, tante. Maaf ya ndak bisa ngundang.. ucap alan

eh, ndak papa, tapi mama jadi bingung deh ucapku

erlina, kakak angkatnya arya, ndak keberatan kan ma? ucapnya

oh iya iya… ndak keberatan dong punya anak cewek lagi, sudah empat sama kamu berarti ucapku

makasih mama… ucap erlina dan kemudian melangkah ke arah arya-dian, mereka berenam berfoto bersama.

Anakku… anakku… kamu foto sama cewek-cewek yang kamu perawani, dasar!

***

ajeng? lho kok? Pak felix? aku terkejut ketika melihat ajeng dan pak felix

felix, kamu itu ucap istriku dian

santai yan, sah dulu kok terus baru besar tapi resepsinya nanti setelah lahiran ucap pak felix

hadeeeeeh… ucapku bareng dengan istriku

selamat yah, besok gantian lho kalau aku resepsi ucap ajeng dan kami mengangguk

adikkuuuuuuu… ucap mbak erlina

mbakkuuuu… ucapku menirukan

kecil-kecil udah nikah ya hi hi hi selamat ya dik, yan.. ucap mbak erlina

iya mbak sama-sama, lha ini calon suami? ucap dian setelah memeluk mbak erlina

suami kaliii, maaf kemarin ndak undang-undang sederhana saja, tapi kalau mau ngado ndak papa sih hi hi hi ucapnya

arya, selamat ya? ucap alan

eh, mas sama-sama… wah tapi sayang ndak undang-undang ucapku

Kami berenam kemudian mengobrol bersama, dan berfoto bersama. Aku dicubit oleh dian ketika aku melamun, jelas saja perawan mereka hilang di dedek arya.

gila lu kak, foto sama vagina berdarah ha ha ha ha ucap dedek arya

diem kamu! bentakku ke dedek arya

Setelah mereka pergi…

seneng ya ketemu sama yang dulu… yang dapet pertama kalinya, tiga-tiganya lagi, gitu ya sampe bengong… heghhh… ucapnya sembari mencubitku

auchh… sakit cinta… jawabku

tapi sekarang kan kamu cintaku lanjutku

dasar… cinta…. ucapnya sembari memeluk lenganku

Satu persatu pakaianku di lepasnya hingga aku telanjang, setelah semua tubuhku diguyur air dingin. Kini kami berendam di air hangat dengan ketelanjangan kami. aku dipeluknya, di ambilnya air dan kemudian di tuangkan di kepalaku.

mas itu… aneh-aneh pengennya ucapku, tubuhku menjadi segar kembali

aneh-aneh kan sama istrinya ucapnya

pengen apa lagi mas? godaku

pengen dikamar mandi jawabnya

sekarang? ucapku

ndak besok saja, kalau sekarang ade capek, pengen santai bersama istri mas… ucapnya

ini sudah santai, kalau memang beso itu tangan jangan nakal kenapa? ucapku ketika tangannya memainkan susuku

nakal gimana? Itu kan punyaku, hak milik pribadiku, mau mas pegang, mas sedot ndak ada yang boleh melarang ucapnya

iya… iya… punya mas… tapi ade pengennya, yang punya ade tidur tuuuuh… kok bangun ucapku

eh, ndak bisa semua punya mas, ucapnya

yeee… ya ndak bisa to ya, curang, mas curang ah, emoh ade… weeeek… ucapku

iya, iya mas suruh bobo ndak mau de, gimana? ucapnya

ade ndak mau boboin lho hi hi hi… ucapku

ndak papa, besok ade bakalan capek mboboin ini dedek mas he he he ucapnya

mas bisa saja… maaaaaaaas… dipeluk yang kenceng manjaku

Selepasnya kami berendam, kami berbincang sejenak di sofa depan TV. hingga kantuk menyerangku dan suamiku membopongku ke dalam kamar. tubuhku ditelanjanginya sekali lagi hingga kurasakan tubuh telanjangnya memelukku.

Pagi hari…

mas, mas itu aneh-aneh deh… ucapku

wuuuu seksi sekali ini cewek, towel ah pantatnya… ucapnya

maaaas, ade lagi masak ntar mas ndak makan pagi lho… jangan digangguin teruuuuus… ucapku

uuuhh… gedenya pantat kamu, seksi sekali… ucapnya sambil meremas pantatku

ih mas, ade ngambek lho, ndak mau masak ucapku sedikit keras, tiba-tiba dia memelukku

ini punya siapa? Ini, ini terus ini? ucapnya yang menunjuk wajahku, dadaku, vaginaku dan pantatku diremasnya

mas, tapi kan jangan diganggu dulu, sudah ade disuruh pakai ini lagi ucapku, merasakan batangnya tegang di belakang pinggangku

hiks istriku ndak mau, terus aku sama siapa hiks… ucapnya

eh.. iya… iya… tapi jangan digangguin dulu biar, ade masak dulu ya? ucapku

he he he ndak mau, aku berhak atas milikku ucapnya dengan gaya sok

oke, ndak masalah tapi ingat, kalau ade masaknya lama dan mas lapar jangan salahin adeucapku tegas

heem… bisa beli diluar kok, kalau yang ini ndak ada yang jual muach muach… ucapnya mengecup-ngecup punggungku

Hanya menggunakan apron, alias celmek yang menutupi dada dan vaginaku. Tubuhku telanjang hanya ditutupi apron itu saja. membuatku sempat risih tapi mau bagaimana lagi imajinasinya terlalu banget, kebanyakan nonton video porno kali. hu..uuuh! tiba-tiba pinggulku ditarik kebelakang, secara spontan kedua tanganku memegang meja dapur. Dan…

egh… masssshhhh…. mmmmhh…. desahku, aku tidak mau menolaknya, masa bodoh dengan masak, vaginaku terasa nikmat ketika lidahnya menyapu. Kedua telapak tangannya membuka pantaku lebar, shingga dengan leluasa dia bisa menyapu bersih vaginaku.

massshh… itil ade mashhhh… mmmhhh…. desahku

Aku rasakan lidahnya memainkan klitorisnya, hingga membuatku semakin menahan desahku. Bibir bawahku ku gigit karena nikmat yang menderaku. Kakiku direnggangkannya, kepalanya menengadah di bawah selangkanganku, aku bisa melihat wajahnya dengan mulut terbuka dan lidah yang menjilati klitorisku. Terasa jari-jarinya mengocok vaginaku.

Ahhh masssshhhh… itu aaaahhhh… aduh massshhhh enakkkkkkhhhhh ergh… desahku

masssshhhh masssshhh massshhhhh eghhh masssssshhhhh ade keluarrhhhhhhhh teriakku keras ketika mengucapkan kata keluar, pahaku langsung menjepit kepalanya, tubuhku mengejang cairanku tumpah seperti pipis.

Aku merasakan ketika kepala suamiku meronta, tapi mulutnya seakan mencoba meminum cairanku. Setelah beberapa saat, aku membuka pahaku, suamiku bangkit dan mengelap wajahnya yang belepotan dengan cairan adri vaginaku. Tanganku masih di meja dapur yang terbuat dari bata ini tapi tubuhku beringsut turun, turun kakiku tertekuk dan aku bersanda pada meja dapur. Kulirik wajahnya tersenyum kepadaku dan mengarahkan penis besarnya ke wajahku.

hash hash hash… disuruh ngapain mas? ucapku

ya sudah, kalau ndak mau… he he he godanya, yang tahu aku sudah diubun-ubun

eng… Pukulku pada pahanya

Langsung aku raih dengan tanganku penis besarnya dan aku bangkit dari sandarku. Aku majukan kepalaku dan mulutku terbuka mengulum buah zakarnya. Lidahku menari-nari disana, dan bagian tersensitifnya bagian bawah antara buah zakar dan anusnya aku jilat. Entah tenaga dari mana, setiap kali penisnya berada didepanku aku merasa, aku harus segera menikmatinya.

Dari bawah buah zakarnya jilatanku naik, ke batang, kusapu bersih batang itu hingga semua batangnya terkena air liurku. Dan sampailah pada puncaknya, tubuhku sedikit aku angkat dan ku lepas apronku, kujepit penis besarnya dengan kedua buah susuku. Naik turun, kuludahi penisnya agas dengan mudah melewati lembah susuku. Aku memandangnya…

istriku memang paling tahu keinginanku… ucapnya

dan kamu paling tahu keinginanku suamiku sayang… puaskan aku ya sayang ya hash hash ucapku sembari menaik turunkan dadaku

pengen berapa kali? ucapnya

terserah suamiku, tubuhku milikmu mmmppph… ucapku yang langsung menelan habis penisnya

istriku doyan banget sama kontol suaminya ya ughhh enak yang.. terus yang yang dalam sambil dijilath jilath uhhh… racaunya

Aku mengulum dengan lidahku bermain-main di batangnya. Hingga kepalaku ditahannya dengan kedua tangannya, dan lepaslah mainan kesukaanku dari mulutku. Kedua tangannya menyelip diantara ketiakku, perlahan diangkat tubuhku dan diposisikan menungging di meja dapur.

sudah siap? Mau dimainin dulu ndak? ucapnya

cepeth… kalau ndak dimasukin, bobo sama gulinghhh owhhhhh sayang aduh pelannnhhhh erghhh… pelan dulu sayang, mentok banget dalam banget sayangku… racauku

memek istriku lezat sekali, kamulah yang termuah dihatiku sayang… aku mencintaimu, i love you ucapnya, kata-kata cintanya membuatku sedikit terbakar…

apa sayanghhh… ucapku memintanya lagi

aku mencintaimu sayang… i love you… ucapnya, ah kata-kata yang selalu tidak pernah dilupakan olehnya, kata-kata yang sebagian besar wanita menunggunya ketika melakukan persetubuhan dengan suaminya, ohhh nikmat sekali…

iya, sayang akujugah cintah kamuhh owhhh nikmath banget kontol sayaang dih..didalam memek ade… nikmati memek istrimu sayang, owhhh… goyang lebih keras…. sesuka sayanghhh… racauku

pasti sayang… memekmuh itu sempith selalu… sudah dimasuki sempitthh terusss ohhh… oh cinta aku cintah kamu istriku yahhh memekmu nikmat sekali racaunya

tiba-tiba goyangannya berhenti, ketika aku hendak protes kaki kiriku diangkat. Ah, sepeti video yang ada di sematponnya, kembali dia menggoyang pinggulnya. Memasukkan dan mengeluarkan penis kesayanganku di dalam memek HM-nya. Terasa mentok, penuh, dalam sekali penisnya menusuk vaginaku.

sayanghh… ade mauuuuh keluarrrhhh mau pipis lagihhhh… owhhh sayanghhhhlagi terusssss sedikith lagi… goyangannya semakin cepat

ahhh sayanggghhhh massshhhku suamikuhhh owh… nikmat sekaliiihhh yaaahhh terusssshhhhh… racauku

arghhhhhhh…. teriakku

Tubuhku mengejang, masih dalam posisi mengejang aku langsung ditariknya. Wajahku masih wajah dengan penuh kenikmatan, masih ada rasa lelah. Agak aneh mungkin ketika wajahku merasakan orgasme, tapi tubuhku langsung dinaikan ke meja makan. Cairan seperti pipis keluar dari vaginaku tercecer di lantai hingga di meja makan saja ada yang keluar.

Tubuhku terlentang, dan masih sedikit mengejang, dia naik dan langsung memasukan penisnya kedalam vaginaku. Tangannya tertekuk di samping kepalaku, wajahnya begitu dekat denganku, bibirnya pun mendarat ke bibirku. Dan pinggulnya mulai bergoyang, memompa vaginaku kembali.

mmmpppphh…. mmmmmmmmmmppphhhh….mmmhhhmasmmmmmppphh… aku sudah tidak bisa lagi berbicara bibirnya terus melumat bibirku

Goyangannya semakin keras, semakin liar dia tidak peduli lagi dengan vaginaku yang masih lelah. Tapi aku menikmatinya, tubuhku menikmatinya. Tanganku memeluk lehernya, kami berciuman erat, melumat dan aku memejamkan mataku tatkala puncak ketiga semakin dekat. Seakan dia tahu, dia lebih cepat lagi memompa vaginaku. Dan…

Crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot

Semburan sperma aku rasakan didalam vaginaku, tubuhku mengejang. Pipis, aku pipis lagi dapur rumahku pasti akan berbau sperma dan pesing. Tubuhku meliuk-liuk tertahan oleh tubuhnya, hingga aku reda. Aku membuka mataku, kulihat matanya memandang mataku dengan lembut.

Nafasku berderu seperti tembakan meriam, mengambil nafas sebanyak-banyaknya karena oksigen semakin sedikit didalam tubuhku. Bibirnya kemudian menciumku dengan lembut, tangannya mengelus kepalaku dengan lembut. Keningku dikecupnya, pipi, hidung dan mataku. Aku hanya tersenyum dengan nafas terengah-engah.

aku akan selalu memompamu sayang, aku mencintaimu, benar-benar mencintaimu hanya kamu yang bisa dan paling bisa mengerti aku, aku akan menjagamu dan menjaga tubuhmu, hatimu dan cintamu, karena kamu satu-satunya yang bisa membuatku bangkit dari keterpurukanku, dan aku akan membawamu kemanapun aku berada, tak akan aku tinggalkan kamu walau 1 hari saja ucapnya, terasa wajahku memerah…

maaaaassss… pelukk… hanya itu yang bisa aku katakan, penisnya mengendur terasa dibawah sana, terlepas dan cairannya keluar dari dalam vaginaku

Lama sekali aku berpelukan dan tenaga kami sudah kembali lagi walau sedikit. Suamiku turun dari meja, membopongku dan merebahkan tubuhku di sofa. sambil berbisik…

nanti lagi, mas mau beli maem dulu ya… ucapnya

cepetan… ucapku, sambil memeluk lehernya

ade istirahat dulu saja, nanti makan terus lagi ya… ucapnya

sekarang saja ade siap… pokoknya cepet maaasssss… manjaku

iya… ade istirahat dulu ya… ndak usah mandi, I LOVE YOU DIAN aku mengangguk tatkala dia mengatakannya

Selang beberapa saat, dengan tubuh masih lemas di sofa dan apron masih di pinggangku. Aku dengar teriakannya Pintu mas kunci, ade bobo dulu, aku sudah tak sanggup menjawab karena rasa kantuk menyerangku. Gitu kok tadi bilang siap, diaaaan… dian. Sepulannya dia dari membeli makanan…

mas… jangan digoyang ntar ade ndak bisa nyuapin mas manjaku setelah dia pulang dan membangunkan aku

bukan mas yang goyang, tuh pinggang siapa yang goyang? ucapnya, malu sendiri aku

Aku dipangkunya dengan penisnya masuk ke dalam vaginaku. Rasa geli, dan sedikit agak-agak gimana gitu ketika penisnya mentok didalam membuatku menggoyang pinggul.

di kunyah ade dulu… ucapnya, manjanyaaaaa… eh, aku kan juga seperti itu kalau mau makan, malu sendiri.

Setiap aku menyuapinya dengan mulutku, aku merasakan hasratku selalu naik. Apalagi pinggulku bergoyang sendiri, membuat sensasi menyuapi suamiku ini menjadi sangat erotis. Ciuman lama, dan aku menggoyang tubuhku terus.

aaaaaarghhhh…. egh egh egh egh… aku memandangnya dengan kepala sedikit menunduk dan kedua bola mataku berada diatas, aku keluar.

iiih makan kok keluar, pipis lagi… tuh tambah bau pesing he he he… ucanya dan aku ambruk sebentar ditubuhnya, setelah aku tenang

habis enak mas… ucapku

itu satu piring belum selesai lho… ucapnya

habis mas aneh-aneh masa makan sambil NGENTOTIN ISTRINYA! ucapku

lha mau apa ndak? godanya

mau, tapi lama nanti makannya.. ucapku

Setelahnya aku mencoba berkonsentrasi pada makan, hingga semua makana telah habis. Suamiku langsung membopongku dengan menggoyang pinggulnya. Terus bergoyang hingga masuk ke dalam kamar mandi. Bath-up telah terisi air, aku didudukan dipinggiran bath-up dengan kaki membuka mengarah ke arahnya yang berada dalam bath-up. Disiramnya vaginaku dengan air, dan dicucinya.

ugh…aw… pelan mas kalau nyuci, itu aset ade maaaaaas… ucapku

ini bukan aset ade, tapi sudah aset pribad mas, harus mas bersihkan selalu ini seperti tadi pagi he he he… ndak boleh kotor, karena tempe itu enak he he he… ucapnya

huuu… mesum… awhhh… masssshhhh erghhh…. kok lagiiihhh massshhh… ntar longgaaarhhh masshhh desahku mencoba memprotesnya karena baru saja selesai dia minta lagi, dengan kocokan jarinya di vaginaku. Tanganku mencoba menahan,

makanya banyak minum jamu galian singset dan olah raga ya sayang… karena selama liburan nikah ini, tugas kita Cuma… sex, rest, sex, rest… okay… i want it, your pussy driving me crazy… ucapnya

reahhhhhh really? desahku

yaaa… mungkin aku harus seperti ayah atau pak dhe andi, pulang lebih awal karena pekerjaan paling berat untuk lelaki adalah jauh dari istri, jadi harus dekat terus… ucapnya, sesaat setelah mendengar ucapanya tangaku berpindah ke kepalanya

jilat… jilat memek ade… ughhhh… cepet masssshhh… pintaku sembari menarik kepalanya, dia tersenyum dan dengan cepat kepalanya mendekati vaginaku

Arghhhh…. enakkkhhh massshhh…. mmmmhhh terussshhhh masshhhh… memek ade akan selalu dipikiran massshhh ughhh yaaaahhh mmmhhh…. racauku, dengan kocokan ditangannya semakin kencang

ah sudah mas… sudah mas… nanti ade keluar mas, nanti adeh lemesh mashh plissh mass… pintaku, karena aku tahuh pasti kalau aku keluar lagi tak banyak gaya yang bisa dimainkan

Sini… ucapnya, keluar dari bathup

Aku keluar dan duduk di kursi kecil, suamiku berada dibelakangku. Kemudian mengguyurku dengan air. Tubuhku di usah dengan sabun, bagian susu menjadi bagian yang selalu lama dia sabuni apa lagi vagina. Kadang jarinya nakal mempermainkan klitorisku.dengan masih banyak sabun di tubuhku aku kemudian di angkat, suamiku duduk di pinggiran bath-up dan aku didudukan dipangkuannya dengan penis masuk kedalam vaginaku.

ayo yang goyang, suamimu ingin ngenthu kamu terus ini.. ucapnya

ahhh… yah mas… ughh…. enak sekalllllihhh mashhhh ugh…. aku terus menaik turunkan pinggulku di penisnya

terusssh sayang… kali ini harus keluar bersama.. ughhhkalau ndak ade harus siap diknethu terus-terusan… ancamnya, aku semakin menggoyang kujepit kontolnya dengan vaginaku

arghhh… enak sayang jepitanmu mauthhh… erghhh… ucapnya

Tiba-tiba tubuhku diangkatnya dan diarahkan menuju tembok kamar mandi. Kedua tanganku bertumpu pada dinding kamar mandi sedangkan vaginaku terus kocok oleh penisnya. Aku rapatkan vaginaku sehingga menjepit daging jerasnya itu.

arghh… sayang… mas mau keluarhhhh… enakkkhhh bangethhh yanghhh… racaunya

ade juga enakkhhh… kontol mas enakkhhh bangethh didalam memek adeeh… balasku

Dan kocokannya semakin keras, susuku yang menggantung indah langsung diarihnya dengan kedua tangannya. Sangat keras, dan…

Crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot

Kurasakan sedikit air mani di dalam vaginaku, aku mengejang beberapa kali dan tubuhku hampir jatuh ke lantai kamar mandi. Dengan sigap suamiku meraih tubuhku dan memapahku, penisnya lepas dan kami berendam di bath-up. Aku bersandar pada tubuhnya dengan penuh kelelahan. Susuku masih dimainkannya..

capek sayang? ucapnya

banget mas… balasku

kalau mas minta setiap hari kaya gini terus selama libur ini? Ade… mau? ucapnya

mauuuu… ini kan tubuh mas, jadi terserah mas mau ngapain… tapi… kasih jeda mas, capek banget… ucapku

iyaaa… jawabnya lembut dan menciumi pipiku, aku membalikan wajahku dan mencium bibirnya

Kembali aku dimandikan olehnya, dan aku tertidur menjelang siang. Dipeluknya tubuhku dengan pelukannya, hangat sekali tubuhnya. Sangat hangat, dan aku merasa nyaman. Itulah yang aku lakukan setiap kali aku bangun pagi, dengan berbagai pakaian yang aku kenakan.

Sebenarnya bukan pakaian menurutku, karena yang aku pakai selalu hanya menutupi bagian sensitifku saja. vagina dan puting susuku, bahkan selama dirumah aku lebih sering dibilang telanjang. Dan pasti suamiku suka sekali melecehkan istrinya sendiri, disuruh pakai pakaian seksi terus di remas pantatlah, susulah, kadang tiba-tiba memperkosaku. Ya, bukan memperkosa juga, akunya mau… hi hi hi…

tuh, encer kan spermanya… mas sih… terusan… ucapku

he he he… kan mumpung masih libur sayang, ntar kalau sudah kerja, ada yang capek dan lain-lain, mas cenggur dong… ucapnya

iya, tapi kan week end bisa seharian sayang ucapku

tapi kan pengantin baru sayang… belanya

sini, kenthu ade lagi… batang dari tadi tegang terus… dah ndak usah banyak bicara lagi! Memek ade gatel terus liburan ini ucapku, yang memang memprotes tapi sebenarnya pengen hi hi hi

***

Hingga di malam terakhir kami libur, aku diajak ke danau. Dengan memakai rok panjang berumbai, tang-top kesukaanya yang pertama kali aku pakai ketika dia mengumpulkan tugas, dan penutup lenganku yang mirip dengan kaos tapi tidak bisa ditutupkan dibagian depannya. Bahkan pakaian dalamku sendiri haya sebuah bra yang menutupi putingku dan celana dalam yang selalu terbenad diantara kedua belah pantatku. Suamiku menggandengaku hingga ke danau. Sepi sekali, jelas sudah jam 10 malam tak akan ada orang disini. aku duduk di bangku bersamanya, baru mau aku bersandar di dadanya. Suamiku berdiri dan berlari-lari kecil…

yang, lihat aku menyangga bulan… teriaknya, aku hanya tersenyum dan melihatnya seakan mengangkat bulan

bagus ndak yang? Fotoin dong ucapnya, aku ambil sematponku dan mengambil gambarnya

lihat yang aku bisa salto… ucapnya

hat-hati mas nanti terluka teriakku

Selang beberapa saat dia kembali duduk disampingku dengan nafas ngos-ngosan. Aku usap keringat yang ada dikepalanya, dengan tisu yang aku bawa. Aku kemudian bersandar didadanya, tanganya mulai mengrayangi susuku.

masss… ini diluar… ucapku tapi…

ah inikah tujuan dia berlari-lari tadi… keringatnya ahh… bathinku

kenapa sayang? Mas pengen… tapi kalau ndak ya, mas mau mandi bau masalahnya… ucapnya,

Tanpa sadar aku sudah menarik kaosnya ke atas kulihat keringatnya mengalir didadanya. Dorongan nafsu, vaginaku sudah mulai mencair. Lidahku menyapu butir keringatnya, bola mataku melihat kearahnya yang tersenyum menang karena telah membangkitkan birahiku. Laku sudah tidak peduli lagi dengan sekitarku seandainya saja ada orang yang datang, lelakiku pasti melindungiku. Setiap butiran keringatnya ku jilati hingga diputing susunya aku mainkan seperti ketika dia memainkan putingku. Tak kubiarkan satupun butiran keringat itu luput dari mulutku.

Dorongan ini pula yang membuatku langsung membuka celananya yang ternyata tak memakai celana dalam, batangnya berdiri tegak ada sedikit bau keringatnya. Tanpa berpikir panjang aku langsung mengulumnya, aku masih dalam posisi duduk. Tanganya kemudian menarik rok panjangku hingga pantatku terekspos. Ditariknya celana dalamku dan digoyang-goyang, membuat gesekan kecil pada klitorisku. Tangannya kemudian masuk ke dalam vaginaku, entah bagiamana aku tidak mempedulikannya yang jelas aku menikmati peninya.

yang, basah banget mas maukin yah… ucapnya,

Aku melepas penisnya dan mengangkangi penisnya, kugeser celana dalam minim ini dan kuarahkan penisnya ke vaginakku. Sebelum aku menggoyang, kunaikan tang-topku dan terlihat jelas bra yang menutupi putingku. Lidahnya mulai menjilati putingku yang masih tertutup dengan bra itu.

ah, jilati mas… remaassshhh ah ah ah ah ah… desahku yang mulai memompa penisnya, tangannya menggeser penutup putingku dan kini lidahnya dan jari-jarinya sudah tanpa penghalang lagi

ah, terus mas… terusshhh ah ah ah memek ade enak banget di entot kontol mashhhh… enak banget massshhh kenthu sama massssshhh… desahku pelan

Goyanganku semakin keras seiring dengan kenikmatan pada dinding vaginaku, dan akhirnya aku jatuh ketubuhnya mengalami orgasmeku. Tak perlu lama beristirahat, dan mas menggoyang pinggulnya dengan sedikit mengangkat pinggulku.

ade… ughhh mas mau keluar de… ucapnya

iya mash cepethhh ntar ada oranghhhh eghhh… ucapku

Tapi bukannya cepat, lama dalam posisi ini mas masih menggoyang pinggulnya. Aku yang sudah sedikit ketakutan akhirnya menguatkan diriku dan ikut menggoyang. Ah, nikmat sekali, suamikku benar-benar nikmat owhh… yah… enak sekali.

mas ade mau keluarhhhh eghh… desahku

mash jugahhh sama-sama sayang… desahnya

Dan selang beberapa saat…

Crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot

Aku rasakan kembali semprotan sperma di vaginaku, aku ambruk ke tubuhnya dan merasakan kenikmatan lagi. Ah, benar-benar menakutkan, tanpa berlama-lama beristirahat aku langsung menurunakn tang-topku dan turun dari pinggul suamiku. Suamiku membereskan pakiannya, dan langsung menggandengku untuk pulang.

gendoooooong…manjaku, dia hanya tersenyum dan langsung membopong di depan bak ratu

mas itu nekat banget… ucapku

eh, yang masih bau nih…, ucapnya membuatku terdiam dan kembali menikmati bau keringatnya

Dasar suamiku mesum sekali… ucapku

Sesampainya dirumah aku langsung melepas semua pakaianku, dan langsung saja tanpa berlama-lama aku menungging di atas tempat tidurku. Suamiku tampak sedikit kebingungan dengan gayaku ini, tapi aku memandangnya. Bau keringatnya terlalu menusuk sewaktu perjalanan pulang tadi.

mas… cepeeett… hah hah hah… ucapku dengan nafas penuh dengan nafsu

eh, iya… ucapnya yang langsung menelanjangi tubuhnya dan berada dibelakangku

mas… anus ade masih perawan… ucapku, inilah yang aku inginkan. Karena memang sewaktu aku melihat video, ada yang melakukan anal seks, dan dalam benakku, tubuhku miliknya dan dia harus menikmati semuanya.

jangan yang, jangan mas ndak suka… ucapnya

pokoknya harus! Semua harus mas perawani atau ade nangis… ucapku

yaaaang… bujuknya

ade nangis nih… hiks hiks… ancamku

maaaaaassshhhh awh…. jangan dijilatthhhh arghhhh…. teriakku setelah ancamanku

Lidahnya menjilati anusku dan…

siap ya yang… ini bakalan sakit… ucapnya, aku hanya mengangguk

erghh pelan mashhh pelanhhhh erghhh… sakittthhh… ucapku, tapi sudah tidak dihiraukannya,setiap rintihanku malah membuatnya semakin menekan ke dalam anusku, aku mendelik dan meringis meraskan daging tegangnya masuk ke dalam vaginaku

ughhh… massshhh… ARGGHHHHHH… teriakku ketika batang itu kurasakan memenuhi semua anusku

sebentar mashhh hash hash hash hash…

sekarang mashh… ucapku

Aku kemudian merasakan betapa seretnya anusku untuk jalan masuk penisnya, tanpa pelumas dan juga tanpa cairan apapun. Aku menggeleng-gelengkan kepala, aku sebenarnya sudah tidak sanggup lagi, tapi aku harus mendapatkan spermanya didalam anusku. Sebagai tanda keperawanan semua lubang dalam tubuhku hilang.

ahhh de… mas ndak tahan sempit bangt yanghhh ughhh…. mas mau keluarrhhhhh…. racaunya

ade mau pipishhh…. ucapku

Dan selang beberapa saat setelah tubuhnya kencang menggoyang memaksa memompa anusku.

Crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot

Kembali lagi aku pipis dikasur, dan tubuhku langsung mabruk telengkup ke depan. Mengejang sesaat, ternyata dari anuspun aku bisa merasakan orgasme. Ada sedikit cairan kurasakan mengalir di anusku, selang beberapa saat tubuhnya langsung ambruk disampingku dan tangannya mengelus rambutku, aku hanya tersenyum.

besok lagi jangan ya, mas ndak suka ucapnya

ade Cuma pengen semua buat mas… maafin adeeeee… peluuuuuk manjaku

Tubuhku dibalik, dari belakang tubuhnya memelukku. selimut ditariknya ketas menutupi ketelanjangan kami berdua. Walau aku hampir tertidur tetap saja aku rasakan elusan dikepalaku, nyaman, hangat… hingga pagi menjelang…

Kini aku berangkat dengan status bukan sebagai dosen jomblo atau dosen single. Tapi dosen yang sudah bersuami, dan sudah tidak perawan pada tiga lubangku hi hi hi. Judes? Masihlah, ndak bisa hilang ya kalau itu, lha wong kadang saja suamiku minta aku jadi dosennya lagi dan menyetubuhi dosen judesnya ini. Bangga aku dengan diriku karena telah memilikinya.

Pernah suatu pagi karena jam mengajarku siang, suamiku berangkat dulu. Tapi ketika ddepan pintu dia berdiri tampak seperti orang bingung. Aku mendekatinya dan mengantarnya sampai di motor. Bahkan motorpun tidak langsung jalan seakan dia menunggu sesuatu.

mas… hati-hati berangkatnya ucapku

Iya! ucapnya keras dengan tersenyum, itukah yang dia tunggu

Setelah mulai berangkat aku mengira aku dan suamiku akan kembali pada pekerjaan yang normal, tapi selama lima hari berturut-turut aku dan suamiku mendapat pekerjaan yang benar-benar melelahkan. Suamiku harus bekerja ekstra keras untuk membangun perusahaannya, klien bertambah banyak, pesanan membludak dan lain sebagainya yang membuat dia harus pulang malam.

Sedangkan aku juga sama bersama erna dan dosen muda yang lainnya mengikuti seminar-seminar yang membosankan, melakukan persiapan-persiapan berkas untuk akreditasi jurusan yang setiap tahunnya diadakan. Ah, habis menikah ternyata pekerjaan bertambah berat. pulang pun harus malam, dan biasanya aku bertemu suamiku di rumah makan untuk makan malam bersama baru kemudian pulang.

Aku lelah, dan suamiku lelah membuat kami tak bisa melakukan kebiasaan kami padahal pengantin baru masih hot-hotnya. Suamiku pun memakluminya dan bahkan dia menyadari kalau dilakukan sekarang pasti akan mengecewakan.

Perbedaan setelah menikah adalah jarang ada perhatian dari BBM atau aplikasi lainnya di sematponku. Katanya sih kalau sering kirim-kiriman pesan, malah ndak kangen ntar ucapnya begitu tapi masuk akal juga.

Tapiiiiiii kalau aku sedang pengen dimanja, biasanya pas ndak ngajar dan aku senggang, dia harus langsung membalas pesanku sesibuk apapun dia. Egois sih, tapi kan pengeeeeeen… walau kadang-kadagn dia mengirim pesan dilanjut nanti ada klien, aku memahaminya. Egois ya egois tapi tahu posisikan?

Sesekali dia cerita dalam lima hari sibuk, kalau tidak salah hari ketiga. Dia bercerita bertemu dengan klien yang menawarkan makan siang plus-plus tapi dia menolaknya. Aku sempat tidak percaya tapi tatapan matanya membuatku percaya apalagi perasaanku bilang dia jujur. Di hari keempat saat itu dia pernah meneleponku sekali meminta fotoku dengan mengenakan tang-top.

Ayolah yang please, mumpung mas masih seger

iih mas, masa mas mau keluarin sendiri?

mumpung seger yang, kalau sayang pulang malem kan pasti lemes, mas juga

endak ya endak, emoh, lagian ade di kampus mas

yaaaah… terus gimana? Jadi kodok ntar kecebongnya

sabar, paling sebentar lagi semua selesai yang. Ade kan juga pengen mas, bukan mas saja

iya deh, maaf, tapi week end habis-habisan ya yang

kalau ade sih okay, tinggal kerjaan mas tuh… week end masih kerja

mas jamin ndak deh

okay

Lucu juga ketika mendengarnya merengek minta foto tang-top, padahal setiap malam dia ngelonin tubuh telanjangku. Ya walaupun tidak kuda-kudaan sih. Hingga hari kelima kurang lebih jam 3 sore semua pekerjaanku telah selesai, dan tinggal hari senin saja untuk dosen yang memiliki jabatan mengurusi audit.

Aku sih, ndak mau. Ketika aku hendak pulang kerumah, masih didalam ruanganku, aku iseng kirimkan fotoku sewaktu akan berangkat tadi pagi. Aku mengambil foto tanpa sepengetahuannya. Sebelumnya kulihat DP pada kontaknya I keep myself busy with things to do, but everytime i pause i still think of you, dasar sok romantis. Segera aku kirimkan fotoku.

To : My Husband Arya
MINAT PM!

Click to expand…
From : My Husband Arya
MINAT!

To : My Husband Arya
Berani bayar berapa kang?

From : My Husband Arya
Berapapun siap!

To : My Husband Arya
Ih sok kaya deh,
Lebih mahal dari artis lho

From : My Husband Arya
Berapa? Cepetaaaan

To : My Husband Arya
Hmmm… mahal lho kang

From : My Husband Arya
Akan aku bayar berapapun,
Aku berikan perusahaanku,
Uang tabunganku, motorku
Bahkan seluruh jiwa dan ragaku
Akan kuberikan padamu,
Please mau ya?

To : My Husband Arya
Hmmm… gimana ya?
Oke, ketemuan dimana nih?
Kalau dirumah akang, ndak maulah
Masa cantik-cantik gini maen dirumah
Ndak level!

(terus saja aku bercanda dengannya)

From : My Husband Arya
Bagaimana kalau kita ketemuan di hotel?

To : My Husband Arya
Hotel apa? Hotel ecek-ecek ndak maulah,
Kita cewek high lho

From : My Husband Arya
Bagaimana kalau kita ketemuan di hotel Five Star Building?

To : My Husband Arya
Oke Tapiii…
Kalau kamar aku maunya yang VVIP dong
Paling elite diantara kamar paling elite!

From : My Husband Arya
Oke, siap!
Nanti malam? Bagaimana?
Long time ya? from night till dawn

To : My Husband Arya
Okay, but…
bisa ndak situ puasin aku?
Yah, secara cewek mahal kaya aku
Rugi dong dapat lawan main yang uh langsung keluar
Aku g nyari duitnya saja kali, kepuasan juga!

From : My Husband Arya
Tenang saja, kalau nanti malam aku kalah
Aku siap serahkan semuanya!
Bahkan kamu bisa memotong punyaku
Untuk kenang-kenangan

To : My Husband Arya
Oke, Deal!

Aku tersenyum memandang percakapan dengan suamiku di sematponku sendiri. aku kemudian meneleponnya.

halo sayang

jangan berganti pakaian, kalau perlu joging dulu. Dan tunggu di hotel

Tuuuut…

Kleek… pintu ruanganku terbuka, dan erna masuk dengan wajah sedikit lesu. Tapi aku masih saja senyum-senyum sendiri karena gaya suamiku yang sok-sokan. Apa bisa dia tahan lama? Secara hampir 5 hari ndak dapat jatah?

heh! Yan, kamu itu senyum-senyum, gila kamu ya? ucap erna

yaelah mbak, kenapa sih datang-datang kok marah-marah? Habis di makan sama orang atas ya? ucapku

kalau masalah kerjaan sih endak yan, huuuuh… ini gara-gara kamu yan ucapnya

lho lho kok malah aku yang disalahin? ucapku heran

gara-gara kamu kasih itu ramuan ke aku, padahal aku juga bingung ngramunya waktu kamu tanya masalah ramuan itu. semenjak aku nyoba suamiku jadi gimana gitu… tiap hari mintaaaa terus ucapnya, sewaktu aku mendapatkan ramuan dari mama diah, aku coba bertanya ke erna

ya, baguslah dari pada ehem ehem… ucapku

sudah deh masalah Anda jangan di omongin, khilaf tahu… ucapnya

hi hi hi…. tapi asyik kan???? ucapku

kata suamiku, semuanya tambah kenceng yan, tambah sempit padahal aku ngrasa juga biasa saja sama bentuk tubuhku. tapi suamiku yaelah… yaaaan yaaan… tapi thanks ya, sekarang aku bisa tahu kalau ternyata akunya yang kurang memuaskan… ucapnya, yang dulu pernah cerota kepadaku karena mengeluh tak pernah puas dengan suaminya

dedek baru tuuuh… ucapku

proses, kamu itu pengantin baru kapan buatnya? Eh, kalau buat sudah ya, kapan jadinya? ucap erna

ya, sabarlah namanya juga usaha mbak ucapku

Kami bercakap-cakap sejenak dan kemudian aku teringat akan janjiku. Tanpa berlama-lama aku langsung pamt daripada dikasih kerjaan tambahan lagi. Ketika berada dijalan kulihat sebuah toko dan membuatku mempunyai ide.

***

ini ada-ada saja istri hufth tapi ndak papalah, kemarin juga bulan madu cuma dirumah. sekali-kali main di hotel berbintang ndak masalah. Tapi uangnya hadeeeeh… terpaksa daripada ndak dapat jatah spesial bathinku sembari mengambil ATM simpananku

bener-bener mahal kamu yang bathinku

Aku kemudian mengambil REVIA dan berangkat ke hotel yang aku tuju. Awalnya sih agak kebingungan apalagi ini adalah hotel berbintang khusus untuk orang-orang yang kaya. Tapi dengan tenang dan sok kaya walaupun datang dengan motor buntut aku mencoba menyewa kamar. awalnya mereka tidak percaya kalau aku akan menyewa disitu.

baik pak, kamar akan kami siapkan tapi tolong untuk pembayaran didepan pak ucap resepsionis

eh, iya ucapku

kartu kreditnya pak? ucapnya kembali

eh, mbak aduh saya tidak punya mbak… adanya kartu ATM, bisaayar dengan cash? ucapku benar-benar bloon, apalagi tubuhku sudah berlumur keringat

maaf pak kalau itu… ucap resepsionis

nih ar, pakai saja… ucap seseorang yang sudah tak asing lagi, dengan dengan sebuah kartu berada di samping kepalaku. Aku menoleh…

eh, pak dhe he he he ucapku cengengesan

sudah tenang saja, pakai dulu nanti ganti ya he he he ucap pak dhe andi

kok pak dhe disini? ucapku

biasa… tuh bu dhe kamu minta kesini kemarin, malam jumat biasa ucapnya

ooowhh… mana budhe? ucapku

apa ar? ucap bu dhe ika, aku menoleh ke samping

Eh… bu dhe… ucapku

kamu itu malu-maluin, masa pulang kerja langsung kesini. Mandi dulu apa gimana gitu, dah mas kasihkan saja, kasihan anak-anak dirumah Ibu (nenek ayu) ucap bu dhe

makasih pak dhe bu dhe… ucapku, selamaaaaat hufthh… setelah itu transakasi dimulai

tadi saudaranya ya mas? ucap mbak-nya

iya mbak, pak dhe saya dan bu dhe saya ucapku

sering lho mas kesini, paling lama 1 bulan sekali, biasanya 2 minggu sekali ucapnya, WHAT!

owhh… hanya itu yang terucap

silahkan mas, kalau ada barang bawaan akan dibawakan. Mas akan diantar ke kamar tujuan. terimakasih sebelumnya ucapnya

iya mbak, oh iya mbak kalau nanti ada cewek datang mencari saya bagaimana? ucapku

bisa mas, nanti akan kami arahkan ke kamar mas. Namanya… ucap mbaknya

Setelahnya aku diantar ke kamarku, aku masuk dan melihat kesekelilingku. Benar-benar ini kamar apa rumah? Lengkap bener… ada TV, kamar tidur terpisah, ada meja makan, ada… ada… gila bener pantesan mahal banget!

bapak, sebentar lagi saya akan siapkan makan malamnya ucap mas-nya

oh, iya mas… eeee mas kalau makan malamnya di taruh di meja dan kasih lilin bisa? ucapku

oh bisa mas, itu sudah masuk fasilitas dari hotel ucapnya

okay, thanks… eh mas, tanya lagi, kalau mau ngrokok dimana ya? ucapku

bapak bisa membuka jendela dan merokok diluar ucapnya sambil melihat ke jendela, aku kira keluar jendela langsung terjun kebawah he he he

iya mas, terima kasih… oh iya mas nanti tolong… ucapku

Dunhill mild…

**

Sipz sudah semua, tinggal berangkat… ups kalung monelnya ucapku mencari dikamar,

aduh kenapa tadi harus aku lepas ya. ah ini dia…. untung kamu ketemu sayang muach bathinku, sambil mengecup kalung itu

Bersambung