Cerita Sex Boss Part 60

PrologPart 1Part 2Part 3Part 4
Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9
Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19
Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29
Part 30Part 31Part 32Part 33Part 34
Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39
Part 40Part 41Part 42Part 43Part 44
Part 45Part 46Part 47Part 48Part 49
Part 50Part 51Part 52Part 53Part 54
Part 55Part 56Part 57Part 58Part 59
Tamat

Cerita Sex Dewasa Boss Part 60 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Boss Part 59

Santi.

Aku sebenarnya gak setuju soal ide bella karena yang membuat yatch ini kehabisan bahan bakar itu ide bella, Di tambah bella mengajakku melakukan foursome di tengah laut, fantasi liar bella yang membuat aku ingin mencobanya, setelah di sandwich sama hara dan hara.

Tapi sebaiknya aku gak bilang kalau aku udah di sandwich sama mereka, kemungkinan bella belum pernah. Kalau bella mau aku biarin hara sandwich bella, asal gak crot di dalam, dan pakai pengaman. Asal hara mau itu juga.

“ituu mereka datang” ucap bella langsung memakai pakaiannya, beberapa orang pakai perahu kecil membawa satu drum, yang kemungkinan bahan bakar. Saat sudah selesai mengisi bahan bakar, langit mulai gelap,

“yuk pulang” ucap harsa langsung mengarah pulang, aku memilih duduk di pinggiran kapal, sambil melihat laut yang begitu luas,

“ngapain disini?” tanya hara yang ikut duduk di sampingku.

“capekkk hehee” kataku pelan, hara tak banyak bicara, dia memeluk, memeletahan kepalanya di bahunya, sekaligus mengelus kepalaku. Dan benar itu membuat aku mengantuk.

Tepat jam tujuh malam, aku terbangun di kasurku,

“haraa” panggilku langsung keluar, ternyata mereka sedang bersiap melakukan bbq di halaman depan villa.

Aku pun segera mandi, dan membantu yang lainnya. Dan tepat jam delapan lewat acara bbq pun langsung di mulai.

Sosis, daging-dagingan, dan lainya sudah siap.

“haraaa. Aku masih bingung tau” kataku di sela-sela makan.

“bingung apa?”

“kenapa waktu dulu kamu sering jahilin aku?”

‘hmmm, hehee” tawanya menyeringai.

“isshh, apa dong” hara mengambil nafas panjang sebelum menjawab.

‘kerena kamu gendut cengeng, apapun terjadi pasti si hara yang disalahin’ ucap harsa tiba-tiba yang mendengar percakapan kami berdua.

“parah dia yang ngomong yah, bukan aku” potong hara.

‘hehee ya sih, aku ingatnya gitu, aku nangis kamu yang di omelin’

‘ dan aku inget pas naik sepeda, terus aku jatuh ke got, yang di omelin kamu, padahal salah aku sendiri’

‘intinya kamu nangis, aku yang salah” jawabnya elus pipi aku,

“dah oiii jangan pacarana dulu, bantuin bakar sosisnya lah” ucap harsa yang lagi bakar sosissama bella.

Walau gak semua aku ingat pas saat itu, tapi aku bersyukur di pertemukan dengan hara lagi, dan itu mengubah semuanya.

Malam ini sampai liburan selesai aku akan lakuin untuk memahami hara sesungguhnya, bukan urusan fisik, tapi lebih ke hati.

***​

Satu minggu pun berlalu, atau tepatnya sudah delapan hari, karena satu hari ekstra khusus aku, Di tambah bella terus mengahasut aku memakai pakaian yang dia bawa khusus liburan hari ini.

Di mulai dari, bunny girl, pakaian SMA, SMP, lingerie, maid, dan terkahir seperti berpenampilan seperti kucing. Lengkap dengan buntutnya yang masuk ke anusku. Rantai kecil pun menghiasi leher, benar-benar seperti peliharaan, anehnya aku suka dan membiarkan hara dan harsa melakukan apapun. Seolah aku sama bella peliharaan mereka.

Itu semua seolah fantasi liar di wakilin bella secara gak langsung. Aku hanya mengikutinya, seolah aku sama bella mempunyai fantasi yang sama. Tetap aja paling agresif bella sama harsa,

Kami pulang dengan tiket yang sama, dan kali ini aku duduk dekat jendela, jadinya bisa lihatin awan,Di sebelah ku hara, harsa, dan ujungnya bela, aku yakin gak aka nada aksi pengrepean sama mereka berdua.

Kami berempat pun pulang ke rumah hara, karena di rumah hara masih ada papa dan mama yang belum pulang ke rumah. Sedangkan bella memilih pulang bersama harsa ke rumah atau apartemennya, aku pilih untuk tidur seharian sampai besok.

“aku pulanggg” ucapku ke mama papa,

“eh anak mama udah pulang,, gimana liburan kamu?”

“capekk, hehe, tapi aku bawa oleh-oleh buat kalian berdua” aku langsung buka koperku yang isinya sudah menjadi tempat oleh-oleh, di mulai dari tas yang di sebut anyaman ketak, terus kalung dari Mutiara asli, sama gangsing, itu buat papa. Terus ada juga makanan telor asin bakar.

Ada lagi kain hasil tenunan khas sana, dodol rumput laun yang warna warni. Minyak gosok asli sumbawa, dan buat albert, susu kuda liar. Dan terakhir terasi lombok, mama sama mama hara pasti suka karena senang masak.

Aku langsung rebahin diri untuk istirahat, Rasanya benar-benar capek, dari ujung kaki sampai ujung kepala

***​

Satu minggu berlalu, aku sudah kembali ke rumah yang seharusnya, dan mada pun mengindap di rumahku kali ini,

Karena hari ini aku sama hara mau lihat acara peresmian pasar bersih, tapi kali ini yang meresmikan adalah bupati langsung, dan menjadi satu-satu pasar bersih terbesar.

“itu di bangun apa lagi disana har?” tanyaku.

“apa?”

“disana” tunjuk kearah seperti Gedung yang sedang di bangun,

“Yayasan yatim piatu,” ucapnya senyum

“heee?”

“iah, bang boris yang jadi ketua Yayasan, perusahaan papa donasi untuk pebangunannya,

“bukannya perusahaan papa kamu lagi merugi?”

“iah, tapi pemutusan kontrak kerja samanya di batalkan karena tujuh puluh persen tidak setuju perusahaan papa keluar, “

“jadinya salah satunya harusss..” ucapnya tertahan.

“jadinya salah satunya apa?”

“harus ada yang mengalah” ucap hara seperti menutupi sesuatu, dan gak lama ada seseorang berpakaian rapih, mirip bang boris. tapi kali ini berpakian celana panjang dan kemeja.

“maaddaaaaa, atau gue panggil lo hara?” ucapnya benar bang boris.

“san, ini bang boris, yang jadi ketua Yayasan anak-anak sini, “ aku sedikit gak menyangka ternyata ketua yayasannya adalah kepala pereman pasar ini, tapi gak masalah hara pernah kasih tau bang boris yang urus anak-anak terlantar selama ini.

“ini proyek harsa lagi?” tanyaku.

“iah, harsa yang lakukan lagi, hebat kan dia?” ucapnya senyum,

Aku pun memperhatikan dari jauh peresmian pasar bersih, dan yang jelas orang-orang pasar termasuk nci akan kembali seperti dulu tapi dengan suasanya yang lebih bagus dari sebelumnya.

Dan ternyata malamnya juga ada acara hiburan dangdut, gak hanya itu ada juga penjaja makanan di sekitar pasar bersih,

Katanya juga bakalan ada kembang api untuk memeriahkan acaranyya yang di adain sama bupatinya.

“oh ia san” ucap hara saat aku duduk berduaan sambil makan es doger, dari sini aku bisa lihat kemeriahan pasar dan sekitarnya.

“kenapa?”

“enak gak es dogernya?” tanyanya saat aku baru makan beberapa suap.

“enak kok, ada apa?”

“ngak, hehe” jawabnya kayak ada yang di sembunyiin.

“gretukk” ada benda cukup besar saat aku kunyah,

“dan ini cincin kan? Kok bisa di dalem es doger?” tanyaku ke hara, tapi dia gak ada di hadapanku melainkan di sampingku sambil berlutut.

“santi… will you marry me?” ucapnya pegang tangan kiriku, membuat aku terkejut, bearti yang di sembunyiin hara itu ini, memasukan cincin di es dogernya.

“aku cuman mau bilang satu hal ke kamu san”

“aku gak bisa menjanjikan banyak hal ke kamu, tapi yang jelas aku akan yakin menjadi pendamingmu” ucapnya senyum lebar. Itu membuat aku tertawa kecil mendengarnya, terlihat aneh hara mengutarakan kata-kata romantic.

“iaah aku mauuu” kataku senyum-senyum antar malu dan terharu, hara berdiri mengambil cincin yang tadi aku kunyah, dan di pakaianya ke jariku.

Walau caranya terbilang beda sama yang lain, tapi ini termasuk romantic bagiku, tak berlebihan seolah sesuai apa yang kita jalanin dari awal, andai hara menjadi penganti papanya atau tidak, itu tak terlalu penting, yang terpenting aku akan selalu disisinya apapun pilihannya nanti.

Menyukai hara tanpa latar belakangnya apa, dia pun demikian. Hara langsung memeluku dan bibirnya langsung mengecum bibirku dengan lembut.

“DUARRRR DUARRRR” suara kembang api, tepat kami selesai berciuman.

TAMAT