Cerita Sex Boss Part 59

PrologPart 1Part 2Part 3Part 4
Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9
Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19
Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29
Part 30Part 31Part 32Part 33Part 34
Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39
Part 40Part 41Part 42Part 43Part 44
Part 45Part 46Part 47Part 48Part 49
Part 50Part 51Part 52Part 53Part 54
Part 55Part 56Part 57Part 58Part 59
Tamat

Cerita Sex Dewasa Boss Part 59 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Boss Part 58

Harsa

Awalnya aku sama hara gak berniat malakukan hal seperti ini, karena ide aku sama hara cuman jailin santi sampai klimaks aja,

Saat di lapangan beda dari yang rencanakan, apa lagi santi sengaja megangganti pakiaanya di tambah gak pakai bra dan juga celana dalam,

Padahal dia sempat mengusir aku sama hara saat lagi tegang-tengangnya, tetap saja hasilnya dua lawan satu. Dan yang bikin aku sama hara terkejut santi membiarkan kamu melakukannya.

Saat sudah selesai, santi tertidura karena kelelahan, perjalanan dan olahraga malam ini,

“sorry har ke bablasan sampai threesome,” kataku

“tergantung santi, kalau dia gak nolak, gak masalah,”

“yang masalah, soal lo udah perawanin lubang anusnya shanti” ucap hara tersenyum.

“gue harus buat perhitunan soal itu” lanjutnya.keluar kamar.

“okeh, gimana kita lakukan hal yang sama, ke bella?” tanyaku, karena memang agak bersalah soal itu.

“tapi lo masalah gak soal itu?”

“lo tau lah, bella lebih agresif di banding masih perawan,”

“serriuss??, terus santi gimana?”

“gue ada rencana buat besok, yang jelas santi bakalan istirahat besok,”

“gue setuju kalau kerjain hella,” ucap hara. Dengan senyuman mesumnya.

“oh ia soal villa hari ini, besok kita udah pindah ke villa yang seharusnya kan?”

“iah, besok pagi kita langsung tempatin, sekalain besok jemput bella” ucapku, tapi memang suasannya kurang mendukung karena cuman lihatin ombak laut aja dari sini. Harusnya viewnya lebih dari ini.

Yang jelas mala mini aku tidur di lantai, sedangkan hara sama santi di atas, walau santi tidur dengan telanjang bulat.

Pagi-paginya, santi sama hara sudah gak ada di kasur, dan ada bau seperti nasi goreng dari arah luar kamar.

Dugaan aku benar, santi yang masak nasi gorengnya, sekaligus sudah tersedia di meja makan.

“sarapan dulu” ucap santi agak salah tinggkah saat berhadapan dengan aku. hara tanpa ba bi bu langsung lahap masuk ke mulutnya.

Aku pun langsung mencobanya, rasanya lumayan karena terasa cukup asin. Dari ekpresinya hara, dia menikmati masakannya,

“aahh enakk, kenyangg” ucapnya selesai makan langsung mencuci kuali, dan piringnya.

“santi gak makan har?” tanyaku saat dia langsung masuk kamar buat mandi.

“udah duluan dia makan, tadi nasi gorengnya hambar pas punya dia,”

“pantes tadi asinn”

“ssttt,, enak kok asin juga, “ ucap hara agar tak berbicara terlalu keras, bearti santi sama bella sama-sama gak bisa masak, dan hara memakan habis nasi gorengnya untuk menghargai santi yang udah buatin sarapan.

Satu jama setelah rapih-rapih, mobil jemputan sudah datang, kali ini mobil jenis vellfire, karena memang harusnya ini, di banding mobil sedan.

‘nanti siang bella udah sampai bandara, gue yang jemput ya’ kataku, pas di dalam mobil

‘inget jangan indehoy dulu, kita disini buat liburam oke’ lanjutku,

‘ihhh, siapa duluan yang mulai’ celetuk santi menarik koper keluar villa,

‘marah gak dia?’ tanyaku ke hara.

‘ngak, Cuman bete di kerjain gitu, tapi seneng, dan gak mau lagi” jelasnya.

“kenapa?”

“bella, gak enak sama bella” ucap hara.

“kalau bella di bolehin gimana?”

“entahlah, gila lo, apa jangan-jangan mau..”

“ayooo masukk….” Teriak santi, memotong ucapan hara.

Perjalanan cuman makan waktu sepuluh menit sampai di villa yang termasuk golongan kelas vip.

Di villa ini punya dua kamar tidur yang langsung menghadap ke pantai, dan juga kolam renang dengan pemandangan yang sama menghadap laut, di tambah bisa lihat sunrise lebih jelas dari sini.

‘emang desainya seperti ini ya?’ tanya santi

‘kenapa?’

‘kamar kita sebelahan loh”

‘ya gak apa-apa biar ketauan yang lagi ML siapa’ santi langsung memanyun bibirnya, sambil kembali ke kamarnya merapihkan isi koper,

Dan aku langsung pergi kebandara buat jemput tuan putri bella, dengan mobil yang aku sengaja pinjam yang buat jemput kami bertiga tadi.

Hampir satu jam menunggu, akhirnya bella keluar dengan dua koper besar, dan satutas yang biasa dia pakai.

‘bawain beb pintanya’

‘banyak banget sih?’

‘yah kan satu minggu, itu waktu yang lama tau,, belum lagi pakian buat foto-foto,” katanya,

‘terus isinya pakaian aja?”

“ih kepoo, rahasia cewek tauu” jawabnya

“jangan-jangan ada dildo” celetukku.

“awh awh awh iah iah, bercana beb” kataku jerit saat bella mencubit pinggangnku,

“aku rebahan dulu, pegel banget” ucapnya langsung menselonjorkan kursinya,

Tapi dari wajah bella, sepertinya seperti itu, dia kurang tidur, dan langsung tertidur di mobil, padahal jaraknya gak terlalu jauh.

‘bangun beb, dah sampai’ kataku pas di depan villa, aku langsung buka bagasi dan memasukan kopernya ke kamar.

“bella kemana?” tanya santi ikut bantu

“tidur, kecapean kayaknya”

Dengan cukup perlahan aku gendong bella dengan bantuan santi, dan langsung meletakannya di kasur. Bella kembali melanjutkan tidurnya,

***​

Malam pun tiba, bella sudah terlihat segar, di memakai baju tidur, santi juga memakai baju tidur, wajar aja sudah segar seharian bella tidur.

“kamu capek banget?” tanyaku.

“iahh, ngebut buat selesai kerjaan, biar bisa liburan sama kalian” jawabnya meregangkan kedua tangannya.

“ohh ia sambil ngobrol aku bawa ini” ucap bella langsung kekamarnya dan keluar membawa dua botol red wine.

“nanti mabuk gimana?”

“gak lah, kan dikit” katanya, langsung membuka botolnya dengan alat khusus,

“plopppp” bunyi tutup botolnya terbuka.

Kita berempat di ruang tamu sambil minum red wine, makan cemilan, kentang goreng dan nugget, sambil rencana untuk besok.

‘aku udah sewa yatch buat besok, kita keliling Lombok’ kataku.

‘berenang?’ tanya santi

‘ia dong, sekalian dapat spot bagus buat stokling’ santi seperti benar-benar antusian buat Namanya berenang dan snokling.

Tak terasa sudah dua jam berbincang, ternyata sudah satu botol habis, tiba-tiba tubuh santi ambruk di samping hara,

“wah teler” ucapnya hara. Aku lihat bella belum separah santi, hanya muka yang memerah.

“gue rebahin santi dulu,” hara langsung gendong santi ke kamarnya, sambil kasih kode kalau ini saat yang tepat,

Memang lagi-lagi kesempatan yang tak terduga, hara yang sudah selesai keluar kamar duduk di samping kiri bella, bella pun tak mencurigainya.

“kok aneh yah” racau bella

“aneh apa?” tanganku mulai raba paha bella, dia hanya melirikku

“ya aneh aja , tiba-tiba di apit gini” jawabnya lirik ke hara dan kearahku.

“hmmm” lenguhnya saat hara juga elus pahanya, bella pun membiarkan,

“awwhh “ pekikknya sebentar saat kita melakukan hal yang sama seperti santi, tapi bella lebih enjoy menikmati remasannya.

“nakall yahh kaliaann” ucapnya saat aku membuka kancing bajunya dan menyingkap cup branya.

“slrrrruuupppsss

“ngggghhh” lumatana di kedua putingnya,, hara tak kalah menyendotnya kayak bayi yang haus.

Aku langsung rebain bella, membuka baju tidurnya, hara menarik celananya sama celana dalamnya juga.

“aahah issshhh eeeehh” desis bella menikatmatinya,

“mainnya keroyokann yahhh” racaunya.langsung menungging menarik kolor, mengeluarkan penisku.

“slrruuippss” luamtanya langsung menghisap penisku,, sedangkan hara masih melumat vaginanya dengan posisi menungging.

Tiba-tiba bella berdiri, membuka baju tidurnya, dan masuk ke kamar, dan keluar lagii ambil dua bungkus kondom. Bella langsung berjalan ke sofa/

“sini, ambil”pinta bella sambil mengangkan, aku sama hara duduk di sampingnya langung meluamat buah dadanya, aku meluat bibirnya, sambil tangan kita mainin vaginanya.

“ohhhh” lenguh bella. Tanganya tak diam aja, dia mengocok penis kami berdua yang sudah tegang.

“hahaa, belang yang satu putih, yang satu sawo matang” ketawa bella terus mengocok penis..

“siapa duluan nih” tantangnya

“uhmmm, aku duluan dong” bella langsung pasang kondom ke peniskua, aku langsung merbahkan bella, dan memasukan penisku perlahan..

“ngghhh” hara menyodorkan peniskua ke bella, dan di sambut dengan senang hati.

“aohhh ohh oh” gumamnya dengan mulut yang tersupal penis hara.

Setelah cukup aku menarik bella agar posisi women on top. Tapi aku menarik tubuhnya dan peluk erat.

“ihh harsaa.. hmm ssusah pinggul aku gerak” gumamnya.

“eeh apa ituu” racau bella saat hara siap-siap menorbos lubang satunya,

“harraa nooooo. Gila lo, auuhhh” desisnya saat hara denan susah payah memasukan lubangnya, aku tau pasti lebih sempit di banding vaginanya.

“harsaa, aahhh” lenguh bella, aku langsung lumat bibirnya,

“uggghhhngghh” bellaag agak berontak,

“plaaakk” tamparan di pantatnyaa, sambil aku menggerekan pinggulnya.

“engghhhh”

“haraaaa, aassshhhhhh” lenguhnya panjang saat hara berhasul memasukan penisnya di anusnya.

Aku sama hara langsung menggerakan bersamaan, bella langsung terdiam sejenak, sambil tanganya bertumpu di dadaku.

“aaahhh “

“aahhh”

“aahhh” desahnya semakin dalam, saat enjotan di kedua lubangnya bergantian.

“plaakk” hara beberapa kali menepak bongkahan pantat bella,

“awas kaliaann sssshhh”gak lama bella menikmatinya, dia juga menggerakan pinggulnya sambil menekan penisku,

“ssshh ohhh harsaaa” n

“haaa gnggghhhhhh dikit ohhhhhh” bella tiba-tiba menekan pinggulnya dalam-dalam. Sambil menggit bibirnya, biasanya dengan wajah seperti itu bella sudah klimaks.

Hara dan aku menekannya dalam-dalam, mengapitnya seperti santi kemarin malam.

“gak seru ihhh, di anall “ protes bella,

“ohhhh haraaa ahh”protesnya lagi saat hara tak diam dia menggerakan pinggulnya lagi.

“enggghhh ngapainn” hara tiba-tiba menarik tubuh bella menjadi di pangkuannya, tanganya meremas buah dadanya.dan kakinya menahan kaki bela agar terbuka lebar.

“awas yahhh” racaunya, aku langsung di hadapanya, memasukan penisku lagi..

“aaaaahh harssaaa HHaaaaah” lenguhnya saat penisku masuk, aku langsung menggerakan pinggulku, menggenjotkan agak cepat. tangan hara meremas buah dadanya aku memilin putingnya sambil melumat bibirnya.

tiba-tiba tubuh bella bergetar lumayan hebat, ini pertanda dia klimaks, aku sama hara membiarkanya posisi seperti ini. setelah cukup aku mencabutnya membiarkan hara melakukan dogyy style dengan penisnya yang masih menancap di lubang bella.

“ohhhhhh sitt” lenguh hara,, menekan pinggulnya, dan selesainya dia mencabut penisnya, duduk di bawah soffa,

kini giliran aku, menarik bella lagi agak di pangkuanku, bella langsung mengerahkan penisku ke vaginnya, sambil berciuman tubuhnya juga naik turun. terkadang sambil memutar-mutar pinggulnya.

“ngggghhh belll” kau langsung membarikan bella di soffa, menggenjotnya dengan sekuat tenaga, karena aku hampir saja klimkas.

“ohhhhh~ keluarrr” lenguhku menekan penisku semakin dalam, hara langsung berdiri masuk ke kamar, santi, dan aku sendiri membiarkan bella posisi seperti ini. habis itu ajak ke kamarnya.

dengan begini, hutangku secara gak langsung ke hara lunas, sama-sama mendapatkan semua lubang..

***​

Hara

Jujur pertama rasain Namanya anal itu aneh, tapi sempitnya melebihi dari vagina, tetap aja gue milih vagina dari pada anal. Dengan begini semua impas. gue gak mau coba anal lagi, tapi kalau ada kesempatan lagi, liat kondisi.

Bau masakan kecium sampai kamar, harsa udah gak ada kamar, di tambah sekarang baru jam tujuh pagi. Rasanya mau lanjutin tidur, entah tadi jam berapa selesai menggarap bella yang lebih agresif dari nia.

Tapi wanginya bikin gue penasaran, siapa yang masak. Ternyata santi yang masak, bella sama harsa entah kemana. Gue langsung peluk dia dari belakang sambil remas buah dadanya.

“eehh’ jeritnya sambil mau pukul sama sendok sayur.

“awshh sannn” desis gue pegang kepala yang di pukul.

‘aku kira siapa, huuu’

‘galak banget ih habis di duain’ ledek gue cium bibirnya.

‘ihh, awas aja,’ santi lanjut buat bubur kacang ijo,

‘bella sama harsa kemana?’

“tadi lihat yatch, mungkin disana” jawab santi.

“taraa jadi, mau tunggu mereka?”

“ngak usah, kita duluan aja, siapa tau mereka senam pagi” angguk santi langsung masukin ke mangkok,

‘kita berangkat jam berapa nanti?” ucap santi selesai makan.

‘jam sembilanan, katanya mau snorkeling kan?’

‘iah, aku gak sabar hehehe’

‘pakai bikini dong?’

‘uhmmm pakai gak yah, pakai dong, mau liat?’ ledeknya mengedipkan matanya.

‘mauu lah, sekarang?’

‘enak aja, nanti dong sabarr’ tanganya langsung pegang sendok, seolah siap-siap kalau aku menyosor bibirnya tiab-tiba.

Saat masih sarapan bella sama harsa datang, ikut sarapan juga, padahal santi bilang mereka sudah sarapan, sarapan bibir.

Tepat jam Sembilan, kita berempat masuk ke yatch, yang buat kaget gak ada driver yang bawa, melainkan harsa sendiri.

“lo yakin bisa?” kata gue, gak yakin

“yakin,lah, bisa ginian mah”

‘siap?’ tanyanya dengan percaya diri, kami bertiga seperti tak demikian, apa lagi gue. Gak pernah liat harsa bawa yatch kayak gini.

‘siap, bentar gue bawa pelampung dulu’ gue masih belum percaya beneran, jadinya gue pakai pelampung.

Yatch pun mulai jalan, gue masih kagum aja harsa bisa kendarain ini yatch, dengan bantuan bella harsa mencari titik lokasi buat snorkeling.

Dari sini bisa di lihat hamparan pulau, pemandangan yang begitu menyejukan, santi pegang tangan gue sambil meletakan kepalanya di Pundak. Dan tentunya kecupan lembut.

Hampir tiga puluh menit akhirnya kita sampai, sepertinya cukup jauh dari villa, karena dari sini tak ada siapa-siapa, hanya hamparan air laut.

‘yakin disini?’

‘yoa, ada lumba-lumbanya’ ucap harsa.

‘tolongin dong balurin ini ke punggug’ pinta santi balurin anti UV, santi langsung membuka celana dan kaosnya, tersisa bikini yang tipis,

“gleggg” gue menelan ludah,

Gue mulai gosok dari pundah sampai pinggulnya, dan kini bagian depan, santi mendesah pelan membiarkan tangan gue main di buah dadanya dan vaginanya sekalian balurin cream UV.

‘ohhh dah ihh sshhh, aku mau snorkling’ pintanya remas keras penis gue dari luar celana. Tapi harsa juga melakukan yang sama sambil berrcumbu di balurin ke tubuh bella,

‘aku duluan’ ucap santi yang ternyata bisa berenang tanpa harus pakaian khusus snorkling, santi hanya memakai kecamata renang. Seperti putri duyung,

gue pun susul dia, karena gak mau kalah, gue biarin harsa sama bella bercumbu.

‘pemandangan yang indah, gunung di atas laut; gumam gue, melihat buah dada santi yang mengkilap karena lotion anti uv,

“lihat di bawah” tunjuknya. Santi kasih kode kalau di bawah pemandangannya bagus, gue pun menyelam, dan benar banyak gerombolang ikan di bawah gue.

Tapi nafas gue gak bisa terlalu lama, gue kalah kalau Namanya menyelam, kalau di adu renang gak masalah.

Bella sama harsa di sisi lain kapal, bella dengan perlengkapan snorkling, dittemani harsa menyelam.

***​

Entah berapa lama, kaki gue terasa mulai keram, gue duluan naik ke kapal, siapin minuan ringan buat yang lain, santi gak lama nyusul.

‘pegelllll’ gumamnya menyingkap tubuhnya pakai handuk.

‘harsa sama bella kemana?’ tanya santi, gue tunjuk ke meraka yang naik perahu balon, dan kembali bercumbu di sana.

‘lumba-lumba’’ teriak santi kegirangan, kawanan lumba-lumba melewati depan yatch, gue di paksa santi langsung berfoto bersama dengan background kawan lumba-lumba.

‘bagus tau ini, ahaha’ tunjuknya. Gue langsung pangku santi, dan bercumbu. Santi tak menolaknya yang ada dia agresif,

Sampai terdengar sauara Langkah kaki masuk ke kapal, pasti itu bella dan harsa, Ternyata mereka juga sudah selesai, bercumbu di air, bella dan santi kembali masuk ke dalam buat siapin makan siang,

“kita siapain makan siang yah,” ucap bella, di ikuti shanti.

Tak lama bella dan shanty keluar memakai bikin yang berbeda. yang ini berenda agak kecil sampai seolah buah dada santi dan bella seperti mau meloncat keluar.

Gue sama harsa sama-sama saling tatap, gak percaya mereka berdua berani memakai bikini setipis itu. Ternyata mereka berdua membuat spagety, kami makan bersebelahan, tentunya

‘sekarang apa lagi?’ tanya bella setelah makan siang,

‘kita ke tempat matahari tenggelam gimana?’ ucap harsa

‘boleh, dimana?’

‘gak jauh dari sini,’ semua sepakat, padahal harsa ada rencana tapi gak rencana buat pergi lihat matahari tenggelam.

Setengah perjalan tiba-tiba yatch mati, gue tau ini yang di rencanakan harsa, karena gue gak terlalu paham apa yang dia rencain kemarin.

‘wah kehabisan bahan bakar’ ucapnya turun dari kemudi langsung ke lambung yach, untuk cek bahan bakar tapi gak ada,

‘gila lo, masa rencananya gini?’

‘sumpah ini bukan rencana gue, rencana gue tuh ke sana,’ tunjuknya ke pulau yang sepi dari pengunjung.

‘terus yah main lah sampai matahari terbenam’

‘jadi?

‘ya mana gue tau,’

‘gak ada lagi bahan bakarnya,’

‘seruis ini bukan rencana lo?’

‘Iah har sumpah dah,

‘ya udah kita bilang ke mereka soal ini’ harsa setuju dan kita bilang ke ssanti bella kalau kita kehabisan bahan bakar.

‘terus gimana?’

‘gak ada sinyal disini juga,’ gumam gue jadi ikutan panik, gak lucu lah yatch mahal kehabisan bahan bakar.

‘issh kamu mah, terus gimana?’ tanya bella, harsa terlihat panik dia tak menjawab pertanyaan dari siapa pun yang jelas dia sudah kirim sinyal SOS,

‘jadi kita tunggu disini sampai ada petugas kesini?”

‘iah bebh, semoga secepatnya, gak lucu dong’ kata harsa elus pipi bella,

‘jangan kwahtir ok’ kata gue, santi tersenyum lega,

‘tunggunya di kamar atas aja, dari sana kan bisa lihat ada seseorang yang datang apa ngak’ kata gue, daripada tungguin di luar semakin panas. Mereka menyutujianya, masuk kekamar yang gak jauh dari ruang kemudi kapal.

‘daripada bengong mendingan buang waktu gimana’ bella menutup pintua berdri bersamaan dengan santi.

‘kita lomba blow job san, mau?’ ajak bella

‘boleh, sambil nunggu’ jawab santi senyum,

“heeee?” gue sama harsa saling lirik, karena entah apa yang merasuki mereka,

Bella sama santi langusng berjalan ke pasangan masing-masing, santi duduk pangkuan gue sebentar langsung berlutut membuka celana kolor gue. Gue lirik ke harsa juga sama.

“slrruuppsss” santi langsung melumat penisku, bersamaa dengan bella, jilatannya lebih lihai di bandin kemarin-kemarin, seolah santi mengeluarkan kemampuannya untuk melakukannya.

“oh santii, shitt” gumam gue saat santi menjepitkan penis gue ke belahanya, di jepitnya dan langsung di kocoknya naik turun.

“ssslrruuppsss” sesekali ia melumat kepala penis gue terlihatt..

“aaah beellaa” lenguh harsa, melihat bella melakukannya lebih agresif..

“belum ada yang kleuar” gerutu bella langsung berdiri.

“ini balas dendam kah?: tanya gue berdiri memeluk santi, harsa juga bangun peluk bella,

“iahh, balas dendamm” jawab santi meumat bibirku, dan menodorong aku menjadi posis rebahan, santi pun naik ke atas tubuhku menjadi posisi enam Sembilan.

“slrruupppss” lumatan bersamaan di penis dan vaginannya. Santi sama bella begitu kompak seolah sudah di rencanakan, apa lagi posisinya sama.

“santi, kita ubah, berdulu-duluan yang lemas duluan yah” ucap bella langsung mengubah posisinya besiap memasukan penisnya. Begitu pun santi, bersiap memasukan penisku.

“blesssss” penis gue masuk perlahan sambil meremas buah dada santi,

“ohhhh” lenguh santi, menggerakan maju mundur, begitu pun bella, kini tanganya bertumpu di dada guem pinggu santi naik turun dengan cukup cepat.

“haaaah aaahhhh “ desis bella cukup keras, gue lirik, harsa langsung mendoggy style,

‘aaaaaahhhhhh’ santi menekan pinggulnya, gue noleh ke harsa, ternyata mereka sudah duluan berdogy style,

“sini sann” bisikku menari tubuhnya untuk merebahkan di bawah bella yang lagi doggy style, kini bella sama santi berhadapan, bella di atasnyam bela di bawah.

“aah ah aah” desisnya, dan giliran gue,

“blesssh” penis gue masuk perlahan, mengenjot santi perlahan sambil memainkan buah dadanya.

“ohh shiittt: gumam gue melihat bella sama santi berciuman, gue sama harsa semakin cepat menggerakan pinggul melihat adegan seperti itu, sepertinya mereka berdua termasuk bisex.

Gue juga posisi santi menungging berhadapan dengan bella, sambil mesukin perlahan.

‘uhhhhh’ lenguh santi, terkadang tertawa sedikit saat bertatap muka dengan bella, tak lama bella sama shanty melumat buah dada masing-masing, dengan tubuh yang masih bergoyang.

Melihat adegan seperti itu membuat seperti ada rangsangan tersendiri, gue semakin cepat menggerakan pinggul, harsa juga sepertinya demikian.

“nggghh im goneeee” desis bella,,harsa tetap menggenjotnya,

“haarraaa” desis santi ,

“aaaahahh” lenguh santi panjangggg.. dan mereka berdua langsung rebahan sambil berhadapan.

Aku sama harsa rebahan di sampingnya, memeluknya dari belakang, santi merebahkan kepalanya di dada gue,

“ngghh” desis saat tangan gue memainkan buah dadanya dan vaginanya, harsa juga mengikuti apa yang gue lakuin,

“blesssshh” gue masukin penis perlahan, sambil mengangkat kakinya ke atas. Harsa juga demikian.

“nggghh aaahh” desah mereka berdua bersamaan, apa lagi harsa menggeser posis bella agar menempel sama santi. Dan yang ada mereka langsung berciuman dan meremas buah dadanya,

Selesai itu posisi santi dan bella langsung berbaring., bersampingan, gue sama harsa membuka kakinya lebar-lebar dan langsung mengenjot sekuat tenaga..

Mata terpejam sambil menggit bibir, ekpresi yang membuat gue semakin tak tahan.

‘ohhhh ohhh aah ah aahh’ erangan mereka berdua saling sahut menyahut.

‘ouhhhh,,,, shittt’ gue langsung lepasin penis kocok di selangkangan shanti..

“ohhh crrottttttttttttttt” semburan cukup kencang langusng basahin perut dan meleleha ke selangkangannya., seperti harsa juga sama, tapi bedanya harsa mengeluarkannya di wajah bella.

‘tosss’ reflek gue sama harsa saling tepuk tangan, seolah tugas selesai, melihat bella dan santi terkapar lemas.

“balas dendam gagal yah” gumam gue,

‘hampir gue tadi crot di dalem’ kata gue.

‘sama, untung gue liat lo duluan’ jawab harsa,

‘gue punya ide, honeymoonnya kayak gini’ bisik harsa,

‘boleh, satu kamar’ jawab gue tertawa.

“ihhhhh” desis mereka yang masih tergeletak lemas, karena gue gak rasain mereka klimaks lagi.

Di tambah udah mulai sore, belum ada tanda-tanda ada petugas datang kesini, yang ada bisa jadi ronde kedua di yatch…

Bersambung