Cerita Sex Boss Part 58

PrologPart 1Part 2Part 3Part 4
Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9
Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19
Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29
Part 30Part 31Part 32Part 33Part 34
Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39
Part 40Part 41Part 42Part 43Part 44
Part 45Part 46Part 47Part 48Part 49
Part 50Part 51Part 52Part 53Part 54
Part 55Part 56Part 57Part 58Part 59
Tamat

Cerita Sex Dewasa Boss Part 58 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Boss Part 57

Santi

Aku senang, akhirnya urusan pasar selesai, sampai akhirnya aku tau, ternyata egonya itu membuat hara punya pendirian kuat, apa yang di bilang, harus di lakukan sampai benar-benar bisa.

Malam ini aku perjalanan ke rumah hara, buat persiapan liburan ke lombok, hanya kami berempat.

“bella kamu nginap juga?” angguknya,

“udah dari kemarin hehe”

“tap ikan masih empat hari lagi”

“sengaja kok, aku taruh barang disini, soalnya besok ada client di daerah sini” ucapnya.

“oh,, gituu”

“jadinya habis itu gak nginap lagi?”

“hehe iah, “

“hmmm san.. ada model baru,” tunjuk bella, kasih tau model body stocking, dari talinya jarang sampai full body menunjukan buah dadan dan selangkanga aja.

“kamu suka yang mana?”

“hmm, hehe gak main bedua kan?”

“ih gak dong, kan cukup sekali aja, pengenalan ahahha” tawanya. Aku pilih body stocking yang seperti pakaian renang, one piece, bauh dadanya terbuka, dan selangkangnnya juga, tapi dipadu lagi sama stocking kaki.

“kita pesan yah”

“hee?”

“hahah, sesekali lah gpp yah” ketawanya, di tambah aku semakin tertarik memakai pakaian jenis ini karena bella selalu menyuruh mencobanya,

Seperti biasa aku sama bella tidur satu kamar kemarin, bedanya bella tidur memakai daster yang menonjolkan buah dadanya.

“kamu tidur selalu pakai pakaian itu?” tanyaku.

“hmm ngak kok, hehe mau bercengkrama sama harsa” bisiknya remas buah dadaku, untunngya aku menjerit kaget.

“tapi ada hara, jaangan jangan?”

“issshh, gak lah, harsa sama aku di kamar sebelahnya, kamu ke kamar hara gak apa-apa kok” senyum bella cekikikan.

“ngak ah, hehe,”

“ya udah, kalau begitu aku kemar harsa dulu yah,”

“oh ia sama ini” bella kasih satu bungkus kondom,

“buat jaga-jaga, “ucapnya saat mau keluar dari kamarku, padahal jam masih jam Sembilan malam. Aku langsung masukin ke kantongku sementara.

***​

“krrrruuukk, krruuuK’ suara perut tiba-tiba lapar, aku langsung membuka mataku, ternyata sudah jam dua pagi, bella ternyata benar-benar gak tidur di sampingku,

Aku memilih langsung ke dapur walau suasannya agak gelap, karena cahaya yang masuk dari luar jendela dekat kolam renang,

“apa ituu” gumamku melihat seperti seseorang sedang duduk menghandap ke jendal,

“ihhh” bulu kuduk aku langsung merinding, aku langsung berlari cukup kencang sampai ke dapur.

“ada hantu, tapi posisinya duduk sambil menhadap keluar jendela,” aku benar-benar jekas melihanya.

“gleeegg, gleeggggg” satu botol air mineral langsung habis karena panik. Di tambah rasa laparku tiba-tiba hilang,

“tapi kalau ada lagi gimana” aku langsung buka kulkas lagi buat ambil air mineral, takut aku haus lagi di kamar, gak lucu balik ke dapur lagi.

“AHHH~~” jerit aku cukup kencang saat ada yang memelukku erat dari belakang, aku langsung noleh ternyata itu hara”

“ihhhm aku kagetttt” gumamku, serasa jantungku mau copot.

“ternyata kamu toh yang lari” ucapnya.

“kok tau?”

“taulah, aku tadi kaget pas lagi makan mie, tiba-tiba ada suara orang lari, pas liat gak ada orang” jelasnya,

“haaa~, bearti kamu yang duduk menghadap kelaur jendela?”

“iah, ehehe”

“haaaaa~” lenguh nafasku lega. Ternysts buksn hantu, melainkan hara.

“krruukkkkk kruuuukkk” dan lagi suara perutku cukup keras,

“kamu lapar?” aku angguk pelan,

“ada mie instan, kok di kulkas, buat aja, aku temenin” ucap harsa,

“kamu makan empat bungkus?” tanyaku saat sedang mau membuat mie,

“hehehehe” jawabnya hanya tertawa, dan langsung berdiri di belakangku, hara langsung memelukku sambil remas buah dadaku.

“ahh hara, aku lagi buat mie” ucapku,yang sedang membuka bungkusan mie,

“buat aja, aku cuman mau mainin ini,” bisiknya membuka satu kancing baju tidurku, tapi tak semuanya, hanya sampai buah dadaku,

“asshhhh” lenguhku, saat tangannya memilin putingnya, setelah menyingkap cup bra, alu tetap membuka bungkus bumbunya,

“ssshhh” desahhku panjang saat harsa menciumi tengkkku, sambil jari-jari memutar-mutar di putingku.

“haraa ihh nanti ada yang liat” kataku tiba-tiba, saat harsa menarik celana tidurku dan juga celana dalamku.

“slrrruuupppsss”

“ohhhhh~” menarik pinggul sedikit agar dia bisa menjilatin vaginaku,

“slruuuppsss” suara bibirnya menyedot di belahan vaginaku. Sekaligus aku merasakan vaginaku basah.

“uhhh, haraaa, aku lagi masak duluuu, nggghh” aku gak focus memasak mie,

“apakah ini” ucapnya berdiri, menunjukan aku satu bungkus kondom yang bella kasih.

“hee? Itu,, hmm, dari bella hehe”

“ohh, coba ahh” hara langsung menurunkan celananya, aku bisa lihat penisnya sudah tegang.

“jangan dulu, aku mau makan mie “ kataku langsung angkat mie ke mangkok, tapi hara menahan tubuhku, menarik pinggulku sedikit,

“ohhhh mhmmm haraa” aku pegangan ke pinggiran dekat kompor.

“aaahh~” jeritku langsung menutup mulutku dengan tanganku, saat hara menghentakan sampai penisya masuk semua.

‘hmmm, har” desisku mendongakkan kepalaku, hara terus menggenjok penisnya sambil mengangkat kaki kananku,

“ngghhhhh ahhh, mau kemana ?” tanyaku saat harsa menarik pinggulku berjalan ke meja makan kecil tak jauh dari kompor.

“bawa mienya juga” pintanya,

“ohhh~~” lenguhku saat harsa langsung menggencjot vaginaku lagi, otomatis aku berpegangan ke pinggiran meja.

“ihh,, aku lapar” ucapku lapar dan horny menjadi satu.

“iah, makan aja dulu” hara menariku lagi ke bangku, tapi aku duduk diatas pangkuannya.

“masa aku makan posisi gini?” tanyaku.

“hehe, sesekali” bisiknya remas buah dadaku,denan penis yang masih menancam.

“jangan goyangin, awas aku cabut nanti” ancamku sambil memonyongkan bibir, hara cuman senyum geli, agak susah memang makannya karena tubuhku seperti menjadi tinggi, tapi aku bisa makan mienya.

“ngghhh” desis di sela-sela makan, karena tangan hara mengelus pahaku, dan sesekali mengelus klitorisku.

“geli ihh,”

“biar gak letoy di anggurin” bisiknya sambil tangannya pindah meremas buah dadaku.

“aahh hara,, bentar lagis selesai” kataku, tinggal empat suapan lagi, tapi untungnya mie goreng jadinya gak terlalu panas saat di makan.

“selesai, kamu yang gerakin?” tanyanya.

“iah aku yang gerak, jadi biarin aku selesain makan yahh” kataku,

“haabissss” kataku, langsung mencabut penisnya, dan naik lagi dengan posisi berhadapan.

“gak nambah?”

“mulut bawahku yang lapar sekarang” kataku langsung mencium bibirnya sambil gerakin pinggul aku naik turun. Hara langsung memeluk pinggangku.

Beberapa menit posisi seperiti ini, aku mau klimakas, aku langsung peluk erat hara, sambil menekan pinggulku kuat.. d

“enggggghh har” gumamku merasakan vaginaku seperti mau menelan penisnya semakin dalam, tubuhku bergetar cukup hebat di pelukannya,

“haa haaa~” lenguh nafasku masih peluk hara.

“ehhh mau kemana?” tanyaku saat hara angkat tubuhku berjalan meninggalkan dapur kea rah meja makan utama.. hara langsung merebahkan tubuhku sambil merentangkan kedua kaki dengan tangannya.

“aaahhhhhh” desisku lagi, saat hara menggenjotnya dengan sekuat tenaga.

“sannttii” lenguhnya membungkukan tubuhnya buat meremas buah dadaku, dan juga melumat bibirku, di ikut hentakan cukup keras sampai hara terus menekannya.

“ngghhhhhh” suraha desahan hara tetahan oleh bibir. Sesekali ia terus menehentakannya.

“haaa, haaa” nafasnya terengah langsung mencabut penisnya.

“sini aku yang bukain kondomnya” ucapku langsung berlutut di hadapannya, yang jelas spermanya banyak yang keluar,

“slruupss aku menjilati sisa-sisa sperma di kepala penisnya,”

“kamu suka?

“apanya?”

“sperma aku?”

“iahh, gurihh hehe” aku langsung berdiri, ke dapur untuk mengambil celanaku yang terhempas disana. Hara mencium bibirku sebelum aku sama dia masuk ke kamar masing-masing.

***​

Pagi ini aku bangun kesiangan, sekitar jam delapan pagi aku baru bangun. Sedangkan bella uda gak ada di tempat tidur. Wajar gak ada. Ini pasti karena efek main sama hara di jam dua pagi, rasanya masih capek. Tapi ada sensasi tersendiri seperti itu.

“baru bangun san?” tanya bella yang udah rapih

“iah, pules banget”

“hihihi, gak di pake yah tadi?”

“apa?”

“kondomnya?”

“belum ketiduran,”

“kalau gitu, aku berangkat yah,”

“kamu nginap lagi nanti?”

“enggah sepertinya, besok klinik yah, buat perwatan termauk wsx bulu hhiihi” tawanya sambil keluar rumah.

Aku pun mandi dan keluar rumah, ternyata mereka berdua lagi di dekat kolam renang sambil membicarakan sesuatu.

“sannn” panggil hara saat aku memang mau ketempat mereka berdua.

“kenapa?”

“kamu pilih yang mana, villa yang buat sewa di lombok” tanya hara

“bebas aja, asal ada dua tempat tidur, hehe”

“okelah, kamu tau kan cuman kita berempat perginya?”

“iah gak masalah sih.” Hara dan harsa langsung mempersiapkan lokasi villa, dan susun acaranya nanti. Dan tepat aku mau ke halaman depan mama baru aja keluar dari kamarnya.

Memang mama nginap lagi, buat urusan restoran lagi, dan sepertinya sudah bersiap pergi besama mamanya hara.

“oh ia ma, aku belum bilang,”

“mau pergi liburan sama hara??’

‘ha? Mama tau darimana?’

“hara bilang ke mama, kalau minta izin ajak santi pergi liburan. Dan harsa dan bella juga” ucap mama, aku kira hara gak akan kasih tau soal itu,

‘mama sama papa juga mau pergi liburan,’ lanjutya

‘kemana?, ke Lombok? Berempat??’ tanyaku kaget.

‘ngak kok masa berempat?. Papa mama nya harsa dan hara ajak liburan yang dekat-dekat, mereka bawa karyawannya.’

‘mama juga termasuk karyawannya’ lanjut mama senyum,

“oh ehehe, “ pikiranku menjadi berpikiran macam-macam apa lagi soal Namanya berempat, yang jelas beberapa hari lagi pergi liburan aku mempersiapkan semuanya dari sekarang.

***​

Tepat hari H, aku sudah sedia satu koper isinya pakian yang udah aku beli, dan juga beberapa pakaian santai bekas aku masih kerja sama harsa. Sepertinya cuukup buat satu minggu disana. Harsa dan hara sepertinya juga udah siap, memakai pakian serupa kaos polo, celana jeans, jam tangan kacamata hitam, dan sepatu adidas.

Kalau aku kaos, celana jeans, sepatu yang biasa aku ke kantor, sama tas kecil, buat taruh ponsel dompet, sama jaket, buat tutupin tonjolan.

“udah mau pergi?” tanya papa hara,

“hehe ia om” aku langsung pamit ke papa mamanya, dan papa mama aku juga. seolah mereka gak takut kalau terjadi apa-apa denganku. dan di percayakan sama hara.

“naik taksi” jawab harsa.

“kita langsug berangkat??”

“gak tunggu bella?”

“‘dia nanti nyusul, hari ini ada client mendadak, pejabat’ ucap harsa.

‘besoknya?’

‘iah, kita berangkat bertiga dulu, ‘ lanjut hara yang masuk membawa jeruk, anggur,

‘’yuk, berangkat’

Mobil tkasi langsung melaju ke bandara, mereka berdua terlihat akrab dari sebelumnya. Tepatnya setelah pasar nya udah jadi, tak seperti sebelumnya hanya berbicara satu dua kata patah kata aja.

“tiket kamu san” ucap hara saat langsung masuk buat boarding pass, karena tiga puluh menit lagi pesawat berangkat. dan langsung masuk ke dalam pesawat.

“itu tempat duduk kamu, ” ucap harsa, dan benar tempat duduk bejajar dengan hara dan harsa. harusnya saat ini aku duduk sampingan sama bella, tapi ini samping kiriku harsa, dan kanan hara.

‘tukeran tempat duduk dong’ pintaku sama hara yang di pinggir dekat jendela.

‘gak ah, aku mau liat awan, dari sini kan enak’ jawabnya gak mau kalah.

“harsaaaa. tukeran yah” kataku pelan, jujur rasanya agak gak enak duduk antara mereka berdua.

“ngaklah, kamu kan pacarnya hara, harusnya duduk di samping hara” ucapnya memang benar,

” nanti pulangnya aku yah, aku juga mau di pinggir’

‘iah’ hara langsung elus pipiku.

Tak lama pesawat langsung takeoff, aku langsung pejamin mata, rasanya seperti naik rollercoster, ini yang takutkan saat naik pesawat, membuat tubuhku langsung merinding disko.

harsa dengan santainya sedang baca majalah yang ada di bangku pesawat,, dan hara lagi asik liatin keluar jendela., Tapi aku liatin bangku yang ada di depanku, aku langsung tutup tubuhku dengan jaket yang tadi aku lepas boarding, ac nya dingin tepat kearahku,

“heee,’ aku kaget karena dari dalem jaketku ada tangan yang meremas pelan buah dadaku, aku langsung noleh ke kekiri kekanan, keduanya masih asik dengan posisi yang tadi.

Yang kanan pasti punya hara, tapi yang kiri, aku noleh kearah harsa, tapi keduanya pura-pura tak terjadi apa-apa. Aku angkat jaketku, dan benar ini tangan mereka berdua,

”heeheeem’aku pura-pura batuk, dalam sekejap kedua tangannya langsung kembali ke tempat masing-masing.

‘izin dulu dong, kalau mau pegang’ gumamku seolah meracau langsung memejamkan mata, dan kembali tangannya kembali meremas buah dadaku, aku langsung noleh ke hara,

‘boleh kan?’ tanyanya. Aku pejamin mata lagi sambil mengangguk. membiarkan tangan mereka berdua bermain di buah dadaku.

Remasanya yang berbeda pola buat aku mendesah pelan, walau pakai bra, rasanya putting aku mulai mengeras. Entah kenapa terlintas di pikiranku membayangkan aku threesome sama hara dan harsa, pikiran ini buat vaginaku terasa basah.

‘ihh udah ah’ gumamku pelan, mereka berdua mengacuhkan ucapanku, mau gak mau aku menahanya.

“sssshhh” desisku saat entah tangan harsa atau hara masuk ke celanaku membuka kancing celanaku.

“ohhhh” vaginaku sudah terasa basah, kembali membiarkan mereka melakukan apapun, karena aku sudah horny di pesawat pula.

“nggghh” aku mencoba menahan desah, saat kedua putingku di pilin bersamaan, aku noleh kearah harsa, yang memejamkan matanya, tetapi terus memainkan buah dadaku, sedangkan hara melihat ke arah jendela.

“aaahh,” aku menggeliatkan tubuhku, dan menghentikan aksinya saat pramugaris berjalan menawarkan minuman dan makan, hara dan harsa bercengkrama seperti tak terjadi apa-apa. tak masalah buatku karena keduanya sudah pernah merabah buah dadaku.

***​

Perjalan memakan waktu sekitar satu jam sebenarnya , tetapi di lombok waktunya satu jam lebih cepat, makanya perjalan memakan waktu dua jam.

Diam-diam aku merapihkan pakaianku dan juga celanaku, saat berdiri merapihkan celanaku, aku langsung pegang celana dalamku, ternyata cuup basah. walau rasanya aku mau manstrubasi di wc pesawat sekarang juga. Saat turun dari pesawat juga, wajah mereka berdua seolah tak bersalah, karena mereka juga aku gak bisa tidur di pesawat,

‘tuh mobilnya’ ucapo harsa langsung tunjuk kearah mobil sedan mercy,

‘yuk masuk” ajaknya.

‘tapi barang-barang kita masukin dimana?

‘nanti di bawain, tenang aja,’ hara meyakinkanku agar masuk ke mobil, dan langsung menuju ke villa yang di maksud, Dari sini aku bisa lihat pantai dengan jelas, rasanya mau berenang langsung kesana, tak lama sampai di villa yang cukup luas. sepertinya memang ini tempat khusus orang-orang kaya.

Hara dan harsa keluar dari mobil, saat di depan masuk villa, sepertinya ada perdebatan, aku gak tau kenapa, sampai hara kembali masuk ke mobil,

‘kenapa?’ tanyaku.

‘villanya masih ada delay satu hari, jadinya kita ke villa lainnya dulu’

‘kok gitu?’

‘yah bule biasa lah, jadinya ngalah, lagi pula dapet konpensasi, kita nginap di tempat lain gak ke itung harinya.’

‘jadinya kita disini delapan hari?’

‘iah, lumayan deh, sekalian tunggu bella’ ucap harsa. aku menyetujuinya kalau ada konpensasi dari pihak pemilik villa, aku juga sebenarnya penasaran seperti apa villanya.

Akhirnya kami berangkat lagi ke villa lainnya, villa yang tak terlalu besar seperti yang tadi. Tapi masih ada view pemandangan lautnya.

“silahkan masuk pak, maaf soal tadi” katanya, Kami langsung masuk, dan dugaan aku benar, cuman satu kamar tidur,seperti ini villa baru di bangun, Perabotan juga masih seadanya, pantes aja gak masuk hitungan hari di villa yang tadi.

‘aku tidurnya di kasur yah, kalian diluar’ ucapku seolah balas dendam perbuatan mereka yang tadi,

‘si harsa aja ya, aku kan bebeb kamu’ ucap hara.

‘gak mau, aku mau tidur sendiri okeh’ aku langsung taruhh koper, di kamar itu. harusnya ini cocok buat orang bulan madu.

***​

Malam pun tiba, penerangannya benar-benar kurang. Halaman depan villa pun masih gelap, cumin lampu pagar, itu pun tak terang. Tapi aku Sukanya view pantainya dari sini masih terlihat jelas, hara bilang sunrise bisa kelihatan dari sini.

Dan makan malam pun di antar kesini, walau di kotak nasi tapi rasanya kayak restoran, walau cuman nasi goreng spesial. aku gak bisa protes karena sudah dari sananya.

Mereka berdua lagi asik ngobrol di balkon sambil telepon sama bella yang bersiap-siap buat pergi besok pagi. Aku menyapa bella sebentar karena lagi makan,

Selesainya aku pilih rebahan di kamar, AC juga udah dingin. ‘oohh leganyaaa’ gumamku bakalan tidur di kasur yang ukuran king size.

‘san, udah tidur?’ tanya hara bawa bantal ke kamar.

‘belum, kenapa?’

‘tidur di dalem ya?’

‘ih kalian tidur di luar berdua, aku lagi sebel ah’ kataku

‘soal tadi?’

‘iah, gak beda jauh otak kalian,”

‘tapi enakkan?’

‘iah tapi bikin nanggung’

‘jadi boleh lanjutin?’

‘ngakkkkkk,’ jawabku panjang..

‘di bawah deh tapi dalem ya, asal gak banyak nyamuk’ lanjut harsa, akhirnya aku setuju mereka berdua tidur di bawah. karena kasihan juga kalau tidur di luar.

Malam semakin larut, tapi aku tak bisa tidur pulas, kepikiran soal tempat ini dan rencana buat besok apa. Tiba-tiba hara pindah ke sampingku, ‘harsa udah tidur, aku tidur sini ya’ bisiknya tidur di sampingku.

Gak lama harsa juga di samping kiriku, ‘isshh’ gumamku.

‘aku mau minum dulu,’ aku langsung keluar kamar buat minum, sebelum masuk ke kamar lagi aku diam sejenak sambil mendengar suara ombak, rasanya tentram. seolah masalahku selama ini ikut terhempas ombak. setelah cukup lama aku kembali ke kamar,

dan benar aja kasur di kuasain mereka semua, aku langsung cek mereka berdua tidur,atau memang pura-pura.

‘ish, ohh gitu’ gumamku mereka belum tidur, sepertinya dia mau kerjain aku lagi, kali ini aku ladenin, Aku buka koper ganti pakaian tantop sama hotpants, yang biasa aku tidur. Rencana aku pakai buat hara nanti.

aku punya rencana soal ini, pasti mereka merabaku, diam-diam seperti tadi, dan aku langsung merangkatk ke tengah-tengah, sambil menggeser tubuhnya dengan kaki.
“huaaaamm, ngantukk” gumamku.

saat mereka melakukan lagi, dan membuat aku klimaks, di saat itu juga aku akan menyuruh mereka keluar dari kamar aku, Rencana yang sangat jahat, tapi biarin aja. ini buat pelajaran.

beberapa menit tak terjadi apa-apa, itu membuat aku sedikit terlelap, tapi tiba-tiba ada remasan pelan di kiri dan kananku, pasti mereka kaget aku pakai pakaian seperti ini. tiba-tiba remasannya semakin menjadi-jadi saat sadar aku tak memakai, bra.

Sialnya aku langsung cepat horny, sekarang, tak lama mereka berubah posisi mengahadap kearahku, elusan tangannya di kedua pahaku. Dan semakin naik ke selangkanganku. aku pun pura-pura tidur dan pejamkan mata, harus ingat rencanaku tadi.

‘ohhhhh’ desisku saat kedua putingku di pilin bersamaan dari luar tangtop , mereka benar-benar kompak seperti janjian melakukannya.

‘apa mungkin’ gumamku, tak bisa berpikir karena bersamaan leherku dicium,

‘harrr, sssshhh ’ desisku semakin menjadi-jadi saat kedua kaki aku di lebarin dan tangan mereka mengelus di sekitar vaginaku,

‘awas ihhh’ lanjutku, tak bisa menahan terus desahankuu.

‘aku laporrinn uhhhhhh’ bibir mereka menyedot putingku dari luat tangtop.. mereka menghisapnya seperti anak kecil kehausan.

‘aaahhhh aahh ah’ desisku kini berganti jadi desah, saat jari-jari mereka mengelus belahan vaginaku bergantian, terasa sangat basah,

‘ngghh ngghh’ aku gak kuat pas entah jari siapa bergerak dengan cepat di klitorisku, dan gak lama aku pun mau klimaks,

“haraaaa nggghh: desisku” saat mereka terus melakukannya sambil melumat buahdadaku..

“ohhhhhh nooo” aku langsung squirt seperti kemarin-kemarin, tubuhku bergetar hebat, bedanya sekarang aku squirt dengan dua tangan yang berbeda. mataku terus memadang langit-langit kamar.

terlihat hara sama arsa membuka baju mereka, dan juga celananya, kini aku bisa melihat penis mereka berdua, yang berbeda hanya satu putih mulus, satu kecoklatan dengan urat di pinggirnya.

“dan sekarang keluarrr!!” ucapku langsung posisi duduk, tapi bukannya kaaget, mereka hanya senyum melihat seperti harimau yang mau mencengkram mangsanya.

“hehee, gak kan, gak bakalan kan?” senyumku. saat mereka duduk di sampingku.

“aahh haraaa” jeritku saat hara memelukku dari belakang dan langsung melumat bibirku, tangannya juga langsung meremas buah dadaku yang masih terbungkus tangtop.

“ngghhhh” gumamku tertahan saat hotpantsku di tarik, dan kedua kakiku di buka lebar-lebar, harsa pun langsung melumat vaginaku..

beberapa menit kemudian hara dan harsa berdiri di hadapanku, menyodorkan penisnya, sambil mengarahkan kedua tanganku ke penisnya. aku pun mengocoknya pelan,karena suasanya semakin panas.

“slrrurup’ aku langsung posisi berlutut, melumatnya bergantian.

“ih kenapa liatin gitu?” tanyaku, tapi mereka gak menjawab.

‘pakaian dong’ pinta hara, saat mengluarkan satu bungkus kondom,

‘aku juga’ pinta harsa bergantian,

“ihh, iah sini” harusnya aku yang kerjain mereka tapi aku jadi menuruti kemauannya. aku buka bungkusan kondomnya, selajutnya aku masukin ke mulutku, kemudian aku memasukan penisnya ke mulutku. Begitu harsa.

Hara langsung menarikku di atasnya sambil menempelkan kepala penisnya, aku langsung tekan perlahan, di ikuti remasan harsa dari belakang. sensasinya benar-benar beda, anehnya ku sungguh tak keberatan melakukanny.

‘ohhh,sssh hara’ gumamku pas penisnya masuk perlahan, harsa kembali menyodorkan penisnya, aku langsung melumat penisnya, rasanya aneh hisap dengan kondom yang terpasang..

“aasssghhh” jeritku pelan saat hara menghentakan penisnya, ke atas, aku langsung menggerakan pinggul sambil terus melumat penis harsa..

“aahhh”

“haarr ngggh” ucapku di sela-sela tubuhku naik turun.

‘ohhhh, ohh, kamu izinin emang itu harsa masuk kesini?’ tanyaku sambil naik turun, harsa kesempatan di belakangku meremas buah dadaku sambil ciumin tenggkuk.

‘siapa bilang mau masukin ke vagina kamu?’ bisik harsa, menyingkap tantopku. dan meremas lagi buah dadaku.

‘terus?’ harsa mendorongku sampai aku hampir terlungkup di atas hara, dan tak lama terasa kepala penis harsa di lubang anusku.

‘heiii, ihhh’ jeritku saat perlahan kepalanya masuk kedalam lubang anusku.

‘hehe masih muat’ ketawa harsa, dan terasa semakin masuk kedalam. Kini terasa sudah setengah, hara menggerekan pinggulku,

‘ohhhhhh harrrrr’ desahku merasakan penis mereka berdua keluar masuk di kedua lubangku.

“uhnggghhh nggh” desisku saat penis harsa semakin masuk ke anusku.

‘ohhhh’ kini sambil mereka menggerakan penisnya bersamaan, tak lupa tangan harsa kembali memainkan putingku, dan hara melumat bibirku. Gak lama tubuhku mulai bergetar, tapi mereka tak mengiraukan sampai tubuhku seperti tersetrum, bergetar hebat. terjepit di antar mereka berdua..

Harsa dan hara tau aku sudah klimaks mereka mendiamkan aku sebentar, dengan posisi seperti ini.

‘lo dluan harsa,’ ucap hara melepaskan penisnya, dan membiarkan aku posisi doggy style, harsa kembali menggerakan pinggulnya.

“plaaakk” tamparan kecil d pantatku, harsa langsung menggenjot anusku lagi, hara berbaring di bawahku, meluat buah dadaku yang bergelantungan, melumatnya tanpa meremasnya. hanya putingku saja.

“haaaarrrrrsaaaa pelaannn pelaannn” protess saat dia menggerakan pinggulnya dengan cepat, bisa di bilang cukup kasar, hara langsung memposisikanenam sembilan, aku di atasnya dengan penis harsa yang menancap di anusku,

“slrruuppss” hara menjilatin vaginaku saat harsa menggenjotku. aku pun langsung melumat penisnya yang masih tertutup condom, aneh rasanya, tapi aku bisa rasai lekuk penis kekarnya.

‘ohhhhh gue mau keluar harrr’ lenguhnya terus menekan dalam-dalam, aku juga demikian jilatan hara membuat aku mau klimaks lagi, tiba-tiba harsa mencabutnya.

‘giliran gue’ ucap hara langsung membaringkanku, kedua kakiku langsung di rentangankan,

“blleesssh:” penisnya masuk ke vaginaku, dengan perlahan hara menggenjotnya sesekali meremas buah dadaku. harsa langsung membuka condomnya menyodorkan penisnya ke arahku saat tubuhku bergoncang oleh hara.

“sannttti” gumam harsa, langsung menekan penisnya masuk ke mulutku..

“crrotttttttttttttt” semburan kencang masuk ke mulutku, termasuk ke kerongkonganku,

“uhukkk uukk” aku tersedak sama spermanya, sampai hara menghentikannya sesaat. membiarkan aku melumatnya dulu sampai bersih. dan hara langsung menggerakan pinggulnya lagi.

“plok plok plok plok” bunyi hentakan hara,

“ohh saann dikit lagi ” racaunya,,, harsa tiba-tiba meremas buah dadaku sambil memainkan putingku, itu membuat aku juga mau klimaks..

“ohhhh” hara menekannya sambil menghentakin dikit,

“nggghhh harrr: gumamku tersumpal mulutnya, akupun langsung klimaks lagi ketiga kalinyaa.. tubuhku bergetar cukup hebat.

“haaa haaaa” nafasnya terputus sambil menatapku.

“maaf yah, ” ucapnya.

“buat ?”

“kelepasan sampai threesome, harusnya aku minta saran kamu” lanjutnya.

“uhmm hehe” angguk aku lemas, jujur aku menikmatinya. rasanya benar-benar tak bisa di utarakan kata-kata.

hara mencabut kondomnya, aku pun langsung membersihkan dengan mulutku, sama apa yang aku lakukan ke harsa..

“mau dong bersihin lagi” pinta harsa. aku langsung membersihkan kedua penisnya di mulutku bersamaan..

“slrruupppss” hisapan kencang di kedua kepala penis mereka,

malam yang tak akan aku lupakan hari ini, dan mungkin ini hal gila yang aku lakukan selama ini, walau aku merasa tak enak karena melakukannya tanpa sepengetahuan bella. dan sepertinya akan ada satu ronde lagi sebelum aku tidur…

Bersambung….