Cerita Sex Boss Part 56

PrologPart 1Part 2Part 3Part 4
Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9
Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19
Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29
Part 30Part 31Part 32Part 33Part 34
Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39
Part 40Part 41Part 42Part 43Part 44
Part 45Part 46Part 47Part 48Part 49
Part 50Part 51Part 52Part 53Part 54
Part 55Part 56Part 57Part 58Part 59
Tamat

Cerita Sex Dewasa Boss Part 56 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Boss Part 55

Santi.

Senyumku begitu lebar setelah mendengar hak tanah ini pasar di gugat ulang, dan tentunya mas roy yang menjadi pengacaranya, keluarga yang benar-benar tak terduga.

Penggusuran benar-benar tak terjadi beberapa hari, dan belum ada kabar lagi setelahnya. Pemberitaan pun kembali normal seperti biasanya.

“san.. kok masih belum ganti pakian?” tanya mama yang sudah berpakian rapih seperti mau kondangan. Papa juga.

“hee?? Kenapa?”

“hari ini, papa sama di udang makan malam,”

“oh ia aku lupa,” aku benar-benar lupa, papa sama di undangan sama keluarga hara buat makan malam di restoran kakaknya.

“ayo cepat:

“nanti albert juga datang, dia nyusul” ucap papa. Aku langsung bergegas, memakain gaun yang bekas harsa kasih dulu yang belum sempat aku pakai. multi Way Maxi Dress.

“hmm agak menonjol banget” gumamku sepertinya salah pakai, tapi tak ada waktu lagi, pakai ini aku merasa buah dadaku menjadi agak ketat di tambah branya juga aku jenis braless, tak ada talinya.

“wahh cantiknya” ucap mama.

“tapi ma sepenting itu kah?”

“iah, sepertinya ada makan malam besar,” apa mungkin ini perayaan karena pasar tak berhasil di jual, tapi hara belum kasih tau hasilnya, mas roy menang di pengadilan atau tidak.

Saat mau sampai, ada yang terlihat aneh, ada beberapa mobil patwal dan juga motor nya menjaga di depan restoran kak yua.

“ada apa yah” tanya papa juga sepertinya tak tau. Sebelum masuk juga mobil papa di periksa dan di perslihakan masuk.

“ternyata banyak mobil yang sudah datang”

Aku, papa sama mama keluar dari mobil berjalan masuk, begitu banyak orang yang kurang aku kenal,

“KAKAK, Pa maaaa” suara albert dari pintu gerbang yang di jegat masuk. Dan akhirnya di persilahkan masuk saat papa datang menjemputnya.

“silahkan duduk” ucap papanya hara, ke meja yang udah di siapin, tak juah dari mejaku, ada mba rita, mas roy, dan babeh resin. Yang berpakian rapih, termasuk kumis jenggotnya di cukup,

“HAHAHAHAHAH” surat hara tiba-tiba saat melihat babeh resin.

“kumissnyaaaa beh.. kesita sama siapa?” ucap hara membuat orang-orang di sekitar senyum-senyum. Termasuk aku. kalau hara tau kalau babeh siapa, pasti dia gak beraniin babeh.

“hii” sapanya senyum kearahku,

“cantik gak anak om?”

“tanya papa”

“wuih cakep,,, top lahh,” jawab harus kasih dua jempol,membuat aku malu mendengarnya, antar itu pujian atau ledekan.

Tak lama datang, ada keluarga bella, keluarganya kak maxwell, kak yua juga, semuanya hadir.

Ini sepertinya bukan makan malam biasa, karena semuanya hadir.

Tak lama harsa berjalan ke depan, sambil mengambil mic,

“selamat malam semuanya, terima kasih sudah datang ke acara makan malam hari ini.”

“sebenarnya ini bukan ide saya atau pun yang lainnya, ini karena ide dari bapak, Drs, H. Ishak Faruk M.M, M.Si.”

“beliau yang sebenarnya mengadakan acara makan ini, “

“maka dari itu saya persilahkan beliau mengatakan satu dua kata untuk tamu undangan” ucap harsa kasih kesempatan babeh bicara.

“Selamat malam semuanya,” hara langsung berdiri dengan wajah yang terkejut, sepertinya hara doang yang gak tau soal babeh sebenarnya.

“terimak kasih, sudah datang,”

“dari beberapa kalian pasti bingung kenapa saya undang, saya hanya ingin silahturami ke sanak saudara hara dan harsa, mengenal lebih dekat dengan kalian semua”

“dan dengan acara makan malam inilah caranya”

“oh ia satu hal, lagi, terutama untuk hara” ucap babeh, hara juga masih berdiri.

“terima kasih buat semuanya, selama saya jauh dari keluarga, kamu orang yang perduli dengan saya,”

“hal yang di lakukan keluarga saya, sebagai ucapan terima kasih sekaligus demi orang-orang pasar, hal itu membuat saya yakin, kamu akan menjadi orang besar suatu saat nanti,” hara langsung berjalan kea rah babeh, dan memeluknya erat..

Aku tak mendengar apa yang hara ucapkan, seolah ini berbisik-bisik.

“terima kasih, dan silahkan menyantap hidangannya” lanjut babeh, dan langsung mengobrol dengan hara, tak lama keluar semua pelayan yang menyajikan menu makan mala mini, yang jelas menu mala mini makanan paling favoris di restoran ini, walau semunya makanan khas Indonesia.

***​

Acara makan sudah selesai, yang hadir disini, akhirnya tau babeh sebenarnya, makanya ada patwal, untuk bejaga-jaga, walau sudah mantan, tapi di pulau seberang Namanya masih harum,

“terima kasih yah mba rita, mas roy”, kataku bersamalaman, dengan mereka.

“jadi pacarana sama hara?” tanya babebh.

“heheh, iah hmm aku bingung panggilnya” kataku apa adanya.

“babeh aja, jangan sungkan, cuman kamu sama hara yang boleh panggil itu” tawanya, wajahnya tanpa kumis dan jengkot, lebih berkharisma, auranya lebih keluar,

“dan jaga baik-baik hara, dia orangnya tak terduga, jadi biasakan diri kamu” ucap babeh senyum lebar.

“jangan lupa undang-undang kalau jadi sama hara” kata mba rita,

“iahhh aminn hehehe”

“oh ia beh, ini, papa mama, sama adikku” aku langsung kenalin mereka. tapi saat bersalaman, papa sedikit di lihat dari bawah kaki sampai atas sambil berbincang sebentar, aku gak tau apa yang mereka bicarakan, karena aku mencari hara.

“oh ia san,, mama sama papa besok nginap lagi, mamanya hara minta bantuan lagi buat restoran satunya,”

“hmm, aku juga kak, mau langsung ke kos lagi, aku sempat-sempatin kesini, kata papa ada tamu penting” ucap albert.

“bearti papa udah tau siapa yang bakalan datang?” angguk mama dan albert, cuman aku doang sepertinya yang gak tau.

“sannti” ucap hara datang di belakangku.

“udah mau pulang?” angguk aku.

“oh ia hara.. ini albert, dan alberti ini hara” ucapku, karena mereka belum kenalan sama sekali.

“kak kalau gitu aku pergi yah”

“mau kemana?’

“balik ke kos kak,”

“hmm aku antar, searah kesana, lagi pula dah malam” ucap hara.

“tap ikan, repotin kamu”

“kamu ikut sana,” potong mama.

“boleh… yuk”

Hara benar-benar mengantar albert setelah acara selesai, aku memilih duduk di belakang, membiarkan mereka mengobrol. Dan juga harusnya aku ganti pakaian dulu, walau perjalan memakan waktu kurang lebih satu jam lebih.

“disana, belok kanan,” ucap albert.

“kamu kost disini?”

“iah bertiga” katanya. Pas sudah sampai seperti rumah susun. aku kira akan mirip kost kost pada umumnya.

“bye kak, “ lambaian tangannya.

“temanin aku dong di depan” pinta hara yang aku berniat tiduran.

“hehe, iah,” aku langsung pindah ke kursi depan.

“masih jam Sembilan malam, mau pulang atau jalan-jalan dulu?” tanyanya.

“hmm, boleh jalan kemana?”

“kita kepantai,”

“hee malam-malam, emang ada view yang bagus?” tanyaku.

“ada kok, tapi gak bisa masuk ke pantainya di pinggiran jalan, tapi bisa liat view apartement yang berjajar menghadap pantai”

“sekalian cari angin” lajutnya. Aku menyetujuinya,

Dan benar mobil berhenti di parkiran yang gak jauh dari pantai, karena memang sudah di tutup, harsa langsung membuka jendelanya,Angin dari pantai terasa masuk ke mebil, atau bisa di bilang memang ini bagian dari wilayah apartement itu sendiri.

“pasti ada yang mau kamu bicarain kan?” aku pengang tangannya.

“hehe, iah,”

“kamu pasti kaget kan tadi?” aku menangguk, padahal aku sudah tau,

“tanpa babeh, mas roy, mba rita, masalah pasar tak akan selesai” liriknya kearahku.

“dan kamu juga” hara langsung mencium bibirku, aku membalas lumatannya.

“jadi pasar?”

“kita menang” senyum hara lebar.

“dan perusahaan pak taslmim mengorbankan perusahaan yang di pegang rudy, termasuk dia juga, menannggung masalahnya.”

“jadinya dia seolah cuci tangan?” angguk hara.

“setidaknya, pak taslim bakalan jauhin perusahaan papa” aku turut senang mendengarnya, dengan begini tak ada lagi berurusan dengan keluarganya.

“dan satu lagi,”

“apa?”

“bella sama harsa mau ajakin kita ke lombok, kamu mau ikut?” tanyanya sambil belai pipiku.

“kapan?”

“kalau pembangunan pasar sudah selesai”

“bearti pasar benar-benar tak jadi di beli?” angguknya, bbearti hara benar-benar menang,,

“kamu rencana buat apa?”

“pasar bersih, atau pasar modern”

“setidaknya membuat lebih layak lapak-lapaknya. dari sebelumnya”

“tapi aku sengaja belum kasih tau orang pasar, babeh yang minta,”

“masih ada sehari sebelum babeh pergi pulang ke kotanya, aku mau minta saran sama dia,” senyumnya menarik nafas dalam-dalam. dan dengan begini pasar baru akan berdiri.

“hmm, nanti perginya berempat?” angguknya,

“hmm boleh deh, masih lama juga, hehe” hara kembali mecium bibirku, kali ini dia membuat kursi depanya menjadi posisi rebahan. Tangannya langsung meremas buah dadaku dari luar gaun.

“mau disini?” tanyaku.

“kamu mau?” aku senyum aja, melepaskan bra, yang aku pakai, tanpa melepas gaun, hara langsung menyingkap gaunku sampai buah dadaku terlihat sebelah, sambil melumat buah dadaku, tangan hara membuka celana dalamku.

“main cepat yah” kataku, melihat kiri kanan takut ada yang lihat, walaupun taka da siapa-saiapa.

Hara langsung membuka celananya, sebelumnya itu hara memintaku melumatnya agar penisnya berdiri tegak.

Tak lama hara memposisikan jok nya sama sepertiku, aku langsung merangkak ke atasnya sambil menempelakn penisnya ke vaginaku.

“ohhhh” desisku pelan saat penisnya mulai masuk, di tambah hara terus memainkan buah dadaku.

“nggghh ngghh” aku menggerakan pinggul naik turun sambil kedua kaki bertumpui di pinggir jok.

“aahhhhhh” aku sendiri merasakan mobilnya bergoyang kekiri kanan. Hara langsung ubah posisi tanpa melepas penisnya, sekarang aku di bawah. Kakiku di angkat ke bahunya.

“nggh ahh aahh harr“ lenguhku saat Gerakan pinggulnya semakin cepat. Di tambah aku merasakan mau klimaks. Aku langsung rangkul lehernya saat sudah klimaks.

“plop” hara mencabut penisnya, aku langsung gengam dan lumat penisnya sampai hara duduk di jok sebelah, aku langsung mengocok sambil melumatnya.

“egggggghhh” aku merasakan sodokan penisnya di ikuti semburan cukup banyak, aku langsung menelannya, sampai bersih.

“aagghhh saann ohh” lenguh hara saat aku menhisapnya terus terutama kepala penisnyaa.

“kamu telan?” tanya hara pas aku menjilat sisa spermanya di bibirku.

“iah, gurihhhh”, melihat kearahnya dengan gaya menggoda, menjiat bibirku terus menerus,

Bersambung.