Cerita Sex Boss Part 54

PrologPart 1Part 2Part 3Part 4
Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9
Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19
Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29
Part 30Part 31Part 32Part 33Part 34
Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39
Part 40Part 41Part 42Part 43Part 44
Part 45Part 46Part 47Part 48Part 49
Part 50Part 51Part 52Part 53Part 54
Part 55Part 56Part 57Part 58Part 59
Tamat

Cerita Sex Dewasa Boss Part 54 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Boss Part 53

Santi.

Hara sudah bangun pagi-pagi sekitar jam enam, aku sendiri masih tiduran di atas kasurnya dengan tubuh yang di tutupin dengan kain sarung.

“awhhh” gumamku merasakan tubuhku sakit semua, pasti karena kasur hara yang keras, dia juga udah biasa tidur dengan kasur seperti ini.

“pagiiii” ucapnya lagi sedang membereskan sesuatu.

“jam berapa sekarang?”

“jam delapan, nyenyak banget tidurnya”

“uhmm kan habis rondaaa” ledekku, langsung bangun. Dengan tubuh yang masih telanjang bulat. Hara tak berkedip saat aku menggeliatkan tubuhku yang terasa pegal,

“haaaa~”

“aku mandi dulu” angguknya, aku tak terkejut isi kamar mandinya, walau isinya hanya ember air.gayung, sabun dan shampoo seadanya.

“haarra, handuknya” ucapku lupa pinjam handuknya.

“ini” aku pun keluar melilitkan handuk, dan langsung melepaskan handuk di hadapan harsa memakai pakianku tadi malam.

“ndut yahh?” ucapku manja telanjang bulat di depannya, hara tak menjawab, di mendekatiku sambil mencium bibirku.

“semookk, hahaha” bisiknya langsung tertawa.

“ihhh,”

“ya udah cepet pakaian, terus sarapan bubur, kita mau ke rumah” ucap hara langsung makan bubur.

“ada apa?”

“ada sesuatu yang penting juga, harsa suruh aku datang, “

“tapi aku pulang dulu yah, bawa pakaian, takutnya ngindap lagi”

“kan malam gak usah pakaian kali” senyum hara sambil terus makan.

“ihh gak mau,”Hara pun antar aku ke rumah, buat ambil beberapa pakaian untuk berjaga-jaga kalau nginap di rumahnya.

“hmm kamar papa mama udah gak pakai tempat tidur, langsung kasur?” tanya hara menyelinap masuk ke dalam kamar papa mama.

“iah, soalnya memangnya kemarin udah keropos, di tambah tekanan yang laur biasa dari kamu, jadinya ambruk” ucapku lirik kearahnya yang senyum-senyum.

“udah?”

“iah udah”

Aku sama hara langsung ke klinik, dimana memang hara parkir disana. Klinik sudah tak ramai seperti kemarin. Tapi bedanya ada beberapa orang yang berobat,

“dokter budi masih ada har?” tanyaku pas mau berangkat

“iah, di mau pindah kesini gak kerja di rumah sakit lagi” jelasnya.

“kenapa emang?”

“mau konsultasi soal kamu, punya kelainan genetic yang sama apa gak kayak harsa” ucapku menjulurkan lidahku ke hara.

“tenang aja, udah ada pawangnya siap siaga kapanpundan dimana pun” jawabnya dengan gampang sambil mengelus pipiku. Hara pun langsung tancap gas. dari secara keharian hara yang memiliki tanda-tanda seperti harsa waktu itu.

***​

Saat sampai aku tak sendiri, melainkan ada bella juga, harsa dengan pakaia kolornya duduk santai, begitu juga bella yang seperti baru saja mandi.

“santii.. sini,, ada hal yang serius” panggil harsa langsung Tarik aku duduk depan laptopnya.

“kamu ingat kan soal ajeng?” angguk aku.

“kamu udah tau kalau ajeng udah gak ada?”

“heeeee? Meninggal?” tanyaku, harsa mengangguk pelan, aku langsung kaget mendengarnya,

“kok bisa?”

“ini isinya adiknya buat soal, pembelaan kakaknya yang meninggal secara tiba-tiba”

“foto rongsen?”

“iah, sepertinya ajeng, mendapat penyiksaan sama rudy atau sherly,” aku jadi ingat saat ajeng begitu pasrah saat di perlakukan seenaknya. Harsa langsung kasih foto berikutnya, foto punggungnya biru-biru, dia juga mensensor foto wajah ajeng.

“ini surat permohonan adiknya,” tunjuknya.

Isinya gak lain hanya, meminta tanggung jawab atas meninggalnya ajeng, dengan kondisi yang mencurigakan seperti ini.

‘iitu baru awal” harsa langsung kasih ke foto berikutnya. Melihat foto seperti karyawan oerusaaan rudy, sedang melakukang sex party di kantor,

“mereka melakukanya buat negoisasi kerja sama, menutup mulut, penyuapan , para karyawan menjadi bonus untuk hal itu” itu deskripsi fotonya,

“bangsaatttttttttt, gila yaaa” ucap hara tiba-tiba. Tak lama ternyata ada videonya juga, itu terlihat dengan cukup jelas rudy dan rekan-rekannya sedang Malukan sex party.

“woii ajeng, layanin lah, jangan diam aja, !” teriak rudy. Di ikuti potongan videonya pun habis. Dan lainya hasil test rumah sakit, yang isinya ajeng meinggal karena luka di kepalanya, Ternyata ada satu video lagi, itu adiknya ajeng”

“semua surat dokter itu semua asli, dan saat terkahi mbak ajeng meminta saya menncari pak harsa, dia satu-satunya yang menyelesaikan ketidakadilan oleh kakak saya mbak ajeng.”

“saya meminta maaf sebesar-besar bila mbak ajeng mempunyai kesalahan dengan pak harsa”

“saya tak mau uang tau sebagainya,”

“saya hanya ingin keadilan saja buat kakak saya,”

“karena berkat dia juga saya bisa lulus kuliah sekarang,”

“saya mohhooon” di akhiri video adiknya berlutut sambil bersujud…

Aku merasa merinding melihatnya, ajeng-ajeng benar-benar meninggal dengan cara yang tak wajar,

“gue harus lapor ke mas roy, ini bisa jadi senjata yang ampuh.” Ucap hara tiba-tiba.

“noooo, jangan hara,, lo selalu gegabah,”

“lo tau gak, papa putisin kontrak dengan perusahaan pak taslim,

“dan lo tau gak kerugiaan perushaan papa?” hara langsung terdiam, aku juga,

“jadi please, jangan gegabah,”

“terus lo mau apa?”

“gue udah bilang ke budi, soal autopsi, itu cara lain kalau bukti foto ajeng gak bisa jadiin alat bukti”

“itu buat jaga-jaga kalau perusahaan pak taslim coba menyerang perusahaan papa,”

“gue harap kita berurusan dengan keluarga taslim sampai urusan pasar aja” jelas harsa, satu pemikiranku dengan harsa.

“paham?”

“iah gua paham, jadinya sekarang?”

“besok gue sama budi, mau kerumah ajeng, gue mau ngomong sama keluarganya, pasti adiknya juga ada disana”

“dan lakukan autopsi?”

“iah, sesuai ucapannya ini bukan soal pasar, tapi soal keadilan” kalau boleh bilang harsa sama hara, pemikiran lebih logis harsa, di banding hara. Tapi kalau soal nekat, hara lebih nekat, daripada harsa.

***​

Hara sepertinya cukup tertekan karena berfek ke perusahaan papanya, aku pun demikian. Maka dari itu hara langsung bicara empat mata sama papanya sekarang, Aku memilih duduk di kolam renang, tepatnya di gazebo,

“hee celana dalam?” gumamku melihat celana dalam di terselip di pojongan kayu,

“heii santii lagi apa” suara bella pas aku menarik celana dalam tepat di hadapan bella. Raut wajah bella pun berubah menjadi terkejut.

“kamu temu ini dimana?” tanya bella.

“disini nyelip, ini punya kamu?” tanyaku, bella mangguk pelan. Langsung mengambilnya.

“hmm. Kamu sama harsa udahhh??”

“sssttttttt, jangan berisik,” gumamnya tertawa kecil.

“kapan?”

“uhmm dah lumyan lama, “ bisiknya.

“terus kondisi harsa udah normal?” aku penasaran soal kelanjutannya terapi setela kajadian itu.

“iah, bisa di bilang, kadang aku yang minta sih, ahahah,” tawanya malu-malu.

“terus kamu sama hara pernah?” aku melirikanku kekiri kenana, tak bernai menatap bella yang menatapku.

“juju raja kali, aku kan jaga rahasia,” ucap bella pelan, seperti kecewa aku tak memberi tahunya.

“hmm iah, udah hehe, tapi itu karena factor cuacam, hmm, pas hujan” jawabku malu-malu.

“wihh romantisnyaaaa~~, gede yah?” bisiknya.

“hehe, sama kayaknya, kan mereka kembar” jawabku sekenanya.

“ya sih,”

“itu kamu bekas main harsa disini?” tanyaku.

“iah, hehe pas semua orang kepasar, aku sama hara seharaian olahraga disini” senyumnya malu-malu.

“tapi keseringan aku takut bablas,”

“emang hara gak pernah pakai?” angguk aku, tapi hara tak pernah mengeluarkanya di dalam, dia selalu keluar di atas perutku.

“issshh hara-hara,”

“kamu main dong ke klinik, nanti aku sekalian kasih pengamannya” senyum bella.

“tapi aku jarang kok, cuman beberapa kali, selama itu” ucapku sedikit berbohong.

Obrolan soal sex dengan bella agak canggung, karena dia seolah-olah sudah sangat berpengalaman.

Dia juga menceritakan posisi yang dia suka selama harsa, aku sendiri belum tau posisi yang aku suka, mungkin posisi doggy style aku suka.

“oh ia nnanti malam kamu nginapkan?”

“hmm iah kayaknya kenapa bell?”

“hmm kamu cobain yah lingire aku, hhahaa, nanti buat hara” bisiknya sambil remas buah dadaku, itu membuat aku terkejut.

“hmm, kan beda ukuran”

“iah coba aja, tenang aku mala mini gak main sama harsa, besok pagi dia udah pergi “ jelasnya.

“iah, boleh” jawabku karena penasaran,sekaligus ada keinginan mau mencobanya, bella pun pamit buat lihat harsa, ke dalam. Aku memilih membayangkan memakai lingerie buat hara. Tapi niatnya aku pakai saat sudah nikah dengannya.

***​

Malamnya papa sama mama pulang bersama mamanya harsa, yang baru aku ingat Namanya sama denganku yaitu shanty juga, bedanya dia pakai y, aku pakai ‘I”.

“san,.. kamu diisni?” sapa mama.

“hehe iah, di ajak hara tadi, soal pasar lagi” kataku

“hmm mama dari mana?”

“mama bantu restorannya, makanya mama sering tinggalin rumah, itung-itung penghasilan tambahan,”

“resotran maamnya hara?” angguk mama.

“iah, bantu soal manajemen keuangannya, “ jelas mama, hal itu membuat pikiran negatifku hilang, dan harusnya aku gak terlalu kepikiran soal celetukan hara kalau mereka melakukan foursome.

Aku pun masuk kedalam karena sudah malam juga, tak lama bella menyusul mengunci pintuny.

“kita jadikan” tanya bella, mengeluarkan tasnya.

“hehe iah boleh” kataku duduk di pinggiran tempat tidur. Bella tak lama langsung mengeluarkan isi tasnya,

“itu kamu sengaja bawa?”

“ngakk, kemarin beli, hehe, mau coba yang mana?” bella langsung menjajarkan semua linggire, ada lima jenis lingire,

Aku pernah baca dan tau jenisnya, dari paling kiri, itu g-string, berbagai model, sampingnya jenis teddy, aku lumyan suka jenis seperti ini, yang tengah, jenis babydoll, tapi ini benar-benar tipis terutama buah dada, pasti akau pakai sebagaian buah dadaku mencuat keluar.

Selanjutnya. Jenis peignoir, ini seperti gaun malam, aku kurang suka, seperti buat umur tiga puluh tahun ke atas, dan terakhir aku gak tau jenisnya apa, yang jelas ada stocking yang di kaitkan ke celannya, aku ingat Namanya set garter Belt,

“kamu mau coba yang man?” tanya bella yang sudah membuka pakaiannya. Aku bisa melihat tubuh telanjangnya,

“hmm,, kamu aja dulu” bella langsung ambil jenis babydoll, terus memakai g-string.

“aku ini aja” aku memilih cobain yang jenis teddy lingerie.

“buka sini aja kali, kita kan sama-sama cewek” ucap bella pas akum au ke kamar mandi, aku menyetujuinya dan membuka pakaianya sampai telanjang bulat,

Aku pun langsung memakainya, benar-benar mencolok, dan aku mereasa terlihat seksi memakainya.

“aahhhh” jerit aku pas bella meremas buah dadaku dari belakang.

“hmm lebih besar punya kamu” bisiknya meremas buah dadaku pelan.

“uhm bel,”

“kenapa? Kamu gak suka yah aku remas?” tanyanya

“hmm bukan gitu, hehee, aneh aja kalau cewek sama cewek uhmm” aku tiba-tiba mendesah.

“aapa kamu lesbi?” tanyaku bella langsung menarik tanganku berbaring di tempat tdur.

“aku gak lesbi tau, tapi bisex” bisiknya, mencium bibirku, sekilas ada aliran aneh menjelara ke tubuhku, lumatnya taka da bedanya seperti berciuman dengan pria. Aku pun membalas lumayannya.

“kamu janga-jangan bisex juga sann” ucapnya melepas ciumanku,

“hmm masa?’

“kamu merasa risih atau jijik gak saat ciuman?” tanyanya.

“hehe hmm, awalnya, tapi anehnya aku gak ada bedanya ciuman sama cewek atau cowok” jawabku seadanya.

“hihihihii, hmm kita mau coba gak?” tanyanya berbisik.

“apa?”

“saling buat klimaks satu sama lain” lanjutnya.

“tapi aku belum pernah,”jawabku.

“aku juga” bella langsung mencium bibirku lagi, tapi dengan remasan, aku juga demikian meremas buah dada bella, awalnya biasa aja, tetapi aliran mejalar membuat aku terangsang. Aku sama bella saling remas dan saling lumat, ukuran buah dadanya besar, tapi dia bilang lebih besar punyaku,

“aahhh bell” bella melumat buah dadaku

“putting kamu kecil banget san,, haha” tawanya, aku melihat putting bella pun terihat lebih menonjol daripada aku.

Bella lansung menagajak aku posisi enam sembilang, sama-sama saling menjilatin vagina satu sama lain. Awalnya aku ragu, menjilatinya, tetapi agresifan bella membuat aku berani menjilatinya,

“ojhhh “

“eesgghh” desah aku sama bella bersahutan, di saat itu juga aku langsung kebayang, posisi seperti ini, hara menyodoku, dan juga harsa menyodok bella,

Bayang-bayang itu membuat aku semakin horny, aku sama bella melakukan posisi seperti benar-benar making love, bedanya saling memainkan vagina satu sama lain.

“OHHHHHHH” desis seolah mau klimaks saat aku menjilati vaginanya dengan posisi menungging.

“hehehe, sini kamu dulu, “ ucapnya langsung membuat aku berbaring, tangannya langsung memainkan vaginaku, dan lagi terbayang tangan hara yang melakukannya.Elusan di klitorisku, dan satu jaru masuk ke dalam vaginaku, dan juga lidahnya,

“belllaaaa, akuu aaaahh” jeritku cukup keras aat aku klimaksd dengan kondisi squirt, tubuhku mengejang hebat,

“haaa haaaa haaaaaa~” nafasku habis seketika, karena bella bisa melakukanya, seperti harsa waktu dulu.

“sekarang lihatin aku san” ucapnya mendekatkan kedua kakinya ke kakiku sampai jarang vaginaku sama vaginanya hampir bergesekan.

“ohhhhhh yaahh” tangannya memainkan vaginanya sendiri, bukan satu tanganya melain dengna kedua tangan.

“ohhhhhhhh yaah” lenguh bella langsung squirt, cairannya membasahi selangkanganku termasuk perutku,

sensasi yang aneh, apa mungkin aku mirip seperti bella, termasuk golongan bisex. karena semua baik-baik saja aku melakukaannya tadi. walau begitu tetap saja lebih nikmat dengan sodokan hara, lebih berasa nikmatnya.

Bersambung