Cerita Sex Boss Part 32

PrologPart 1Part 2Part 3Part 4
Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9
Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19
Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29
Part 30Part 31Part 32Part 33Part 34
Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39
Part 40Part 41Part 42Part 43Part 44
Part 45Part 46Part 47Part 48Part 49
Part 50Part 51Part 52Part 53Part 54
Part 55Part 56Part 57Part 58Part 59
Tamat

Cerita Sex Dewasa Boss Part 32 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Boss Part 31

Nia-

Sudah beberapa hari ini lubang pantatku sudah tak terasa perih seperti kemarin, tentunya masih teringat terus di kepalaku kejadian malam itu.

jujur aku benar-benar gugup bertemu boss harsa, tapi aku harus profesional, di tambah saat boss harsa menanyakan hal yang kemarin, itu buat semakin aku yakin dia kebawa minuman sampai gak bisa bedain lubang.

Hari minggu yang cukup cerah, aku antar pesanan mama ken ci toko kue. Karena ada pesan lima puluh pcs dadar gulung. Soalnya mama sama papa pergi lagi mungkin empat hari baru pulang.

“ncii, pesanannya” kataku dari luar tokonya.

“eh ia bawa sini, saya langsung bayarin semua yah ini” jawabnya keluar dari toko sambil bawa uangnya.

“iah terima kasih”

“oh ia satu lagi, nanti pagi-pagi kamu mampir ke rumah saya ya, gak jauh dari pasar. Sering kamu lewat kalau bukan dari gang satunya” ucapnya.

“ada apa ya?”

“ada roti buat sarapan kalau kamu mau,” senyumnya berbeda sekali setelah kejadian kemarin.

“hehe iah, nanti saya mampir sebelum berangkat,” angguknya benar-benar senang, benar ucapan mada nci orang yang sangat baik.

“oh ia nama kamu siapa?”

“nia, panggil aja gitu nci heheh”

“ok niaa” ucapnya dengan senyum ramahnya.

“ehh eeh eh tong, mau ke mamat gak?” ucapnya cegat seseorang bawa tentengan kantong plastic.

“ia nci, kenapa?”

“ini sekalian bawain roti buat dia ya, ini wedang jahe juga” lanjutnya.

“maaf nci, mamat alias mada?” tanyaku penasaran.

“iah, kemarin dia di pukulin sama satpol pp, makanya gak masuk hari ini dia” jelasnya singkat.

“boleh saya aja yang antar?”

“kamu mau?” angguk aku,

“ya udah sini sini,” nci langsung kasih beberapa kantong plastic makana ke aku, tak terlalu berat tapi lumayan banyak. dan langsung bergegas pulang ke rumah untuk mandi.

Albert lagi tidur, aku kabarin aja nanti kalau dia telepon, lagi pula aku bawa kunci cadangan kalau dia masih belum bangun. Dan aku juga sebentar jenguk mada.

***

Semua makanan dan minuman buat mada aku sudah masukan ke dalam kardus biar simple, aku jalan agak cepat karena ikut kaget apa yang menimpa mada, sekaligus apa yang terjadi sampai dia seperti tiu.

“tokkk,.. tokk” ketukan pintu tapi tak ada jawaban, pintu nya tak di kunci dan aku langusng dorong perlahan sampai terbuka cukup lebar.

“aahhhhh” jertiku saat melihat mada memakai handuk sambil mengangkat kakinya di kursi sambil mengoleskan sesuatu, mada lansung lari ke dalam.

“bukk” suara seperti ada yang jatuh, aku lebih baik tunggu di sini. Aku gak lihat apa-apa, apa lagi di dalam handuknya.

Tak lama mada keluar memakai pakaian utuh, jalannya sambil tertatih memegang pinggulnya

“kok kami kesini?” tanyanya menahan nyeri, pasti itu benar mada yang terjatuh.

“kamu gak apa-apa?” aku dekatin dia buat kasih bingkisan buah, wajahnya memar terutama dekat matanya terlihat sangat jelas,

“gak apa-apa kok, jatuh tadi hehe” mada langsung menggerai rambut panjangnya yang tadi dia ikat ke belakang. Rambutnya di urai seperti itu terlihat mukanya menyeramkan, dan lebih cocok wajahnya gak berambut panjang seperti itu.

“aku kesini bawa ini dari orang-orang pasar” kataku kasih kardus.

“wooo banyak banget, seriusan orang pasar?”

“iah, nci, juga titip roti sama wedang jahe” kataku.

“buah?”

“hmm hehe aku” jawabku tersipu malu

“terima kasih yah repotin” ucapnya,

“disini gak ada kursi, duduk di depan aja yah” ajaknya keluar di kontrakan yang ada cuman satu kursi.

“kamu memang kenapa bisa memar gitu?”

“di pukulin satpol pp pas mau sita becaknya babeh resin,” aku tau babeh resin, dan mada benar-benar peduli dengan babeh resin, sampai rela di pukulin seperti itu.

“tapi hasilnya wajah kamu” kataku tertahan.

“gak masalah, asal babeh resin gak di sita, hehe” Dari sini aja aku bisa lihat wajahnya yang memar, kaki, tangan dan wajah, obrolan kecil yang ternyata nyambung tanpa bahas latar belakang aku sebenarnya.

“aku gak bisa lama-lama yah, belum buatin sarapan pagi” kataku beberapa menit melihat keadaan mada,

“besok aku udah siap jadi ojek kok, gak terlalu parah juga kok” ucapnya sebelum aku pergi.

“iah cepat sembuh yah,” mada kasih jempol ke arahku,

Sesampainya albert baru selesai mandi dan masuk ke kekamar, dan aku gak sengaja melihat penisnya albert dengan posisi on, terlihat lebih kecil dari harsa.

“gak boleh” aku kembali teringat detik-detik penis boss harsa masuk, itu membuat cenut -cenut di lubang anusku membayangkan lagi hal itu.

aku ke daput buat siapin sarapan seadanya, dan panggil albert.

***

Besoknya,

Tepat jam makan siang aku langsung ke klinik bella, aku janjian untuk perawatan bulanan. Awalnya dua minggu sekali, tapi aku maunya satu bulan satu kali. dia minta untuh hari ini. kalau boss harsa marah dia yang bakal hadapi.

“kita wax hari ini, pasti bulu-buluunya mulai tumbuh, “ ucapnya benar, karena bulu sekitar vaginaku mulau tumbuh, dan menjadi agar kasar.

“kamu tau gak mitos soal bulu kemaluan?”

“emhmm ngak”

“kalau lebat nafsunya gede, tapi susah buat klimaks” lanjutnya.

“hee?? Masa?”

“aku juga lebat kayak kamu, tapi setiap satu minggu satu kali aku wax, hohoho” ucapnya tertawa. tak malu seoalh kami udah berteman lama.

“dua minggu sekali boleh kok, ini bonus udah deketin aku sama harsa” bisiknya sambil melakukan wax di kemaluanku.

“awwhhh” ucapku kaget karena dokter bella menariknya diam-diam dan kencang. dia cuman ketawa kecil.

“terus gimana tanggapan harsa ke kamu?” lanjutku

“susah susah gampang, biasa cowok gak peka kalau kita yang cewek suka duluan sama dia” lanjut dokter bella,

“tapi gak ada salahnya kan kita perjuangain,?” senyumnya memainkan alisnya, aku hanya memangguk pelan,

“dan ingat boss kamu marah, telepon akuuu ” tawa gelinya, sebelum aku pergi pulang, karena perawatan yang di maksud hanya sebatas wax bulu vaginaku.

Saat kembali ke kantor, boss harsa sedang mondar mandir seperti menunggu sesuatu,

“maaf pak saya telat?” tanyaku.

“hei,,”

“ngak kok, saya tau kamu dari klinik bella, dia barusa telepon jangan memarahi kamu” jelasnya

“maaf pak,”

“saya cuman mau tanya, sekarang jadwalnya kan?”

“iah udah satu minggu, mau kapan?”

“sekarang? semua orang lagi keluar kantor,” elusan di bibirku dan langsung di lumatnya dengan lembut.

“kamu bena gak menolaknya seperti kemarin” bisiknya,

“apa kamu punya…” sebelum di lanjutkan aku membalas lumatanya, sampai boss harsa mendorongku terbaring di meja kantornya., jari-jarinya membuka pakianku sastu persatu termasuk bra yang aku pakai.

dan seperti biasa, boss memprioritaskan buah dadaku, di lumatnya dengan nafsu,

“ohhhhhhhh~~” desis merasakan putingku di hisapp sekuat tenaga..

sekarang giliran ku membuka celananya sampai terlihat penisnya yang sudah berdiri keras, aku pun langsung mengocoknya perlahan sambil melumat kepala penisnya.

“niaa” ucapnya tertahan.

“iah” jawabku sambil mengulum penisnya.

“saya mau kayak kemarin” bisiknya menarikku ke panggkuannya.

“karena sudah terlanjut masuk, tapi kalau masih nyeri gak usah, ” senyumnya melumat bibirku lagi,dengan tangannya yang tak lepas meremas buah dadaku.

“uhmm, tapi pelan-pelan pak,,” kataku

“saya sudah siapain kok, ini” tunjuknya ambil sesuatu di laci, isinya condom dan minyak”

“saya mengerti” aku langsung ambil membuka selembar condomnya, dan siap-siap pasang di penisnya/

“tunggu, jangan pakai tangan, pakai mulut” pintanya.

“tapi pak caranya?” boss harsa meletakan ujung condom di mulutku,

“dan sekarang masuk sampai mentok” pintanya, aku mengerti maksudnya, aku menekan kepalaku semakin dalam, sampai terasa di tenggorokanku.

“haaaa haaa” nafasku habis, dan hasilnya condomnya sudah terpasang rapih,

“yukk” boss harsa melumuri penisnya yang terbalut condom dengan minyak, entah minyak apa, mungkin minyak yang kemarin buar masin massage.

aku langsung berpegangn kepinggiran meja kerjanya, dia menyingkap rokku dan juga celana dalamku.

“nggghh” ada cairan masuk ke dalam anusku, aku lihat boss harsa menestkan minyak yang tadi, dan langsung menempatkan kepala penisnya di lubang pantatku.

“aahh awsshh ” awalnya ter telalu perih saat kepala penisnya masuk dengan cukup mudah dengan bantuan minyak itu,

“nggghh” sedangkan bagian lebih dalam aku merasa sedikit nyerit,

“ngghh plokkkkk” hentakan cukup keras sampai penisnya masuk sepenuihnya. boss harsa kembali meneteskan kebali minyakanya sambil meremas buah dadaku.

“nghh plok plok plok” suara hentakan saat boss harsa menggenjotku perlahan

“ohhh yaaa sempitnya dan cengkramannyaa” gumamnya memposiskan tubuhku agak tegak, karena tangannya mau meremas buah dadaku.

kepalu mendongkan sesekali membiarkan anusku kembali di genjot,

“ploppppp”

“sinii masukin” pintanya duduk dikursi kerjanya, aku langsung naik ke pangkuangnya, sambil di bantu tanganya mempoisiskan ke lubangku.

“ngghh” lumatan dan remasan bergantian,

“ohhh hmmm” desiskya tertahan oleh lumatan boss harsa, aku pun langsng mengegerakan pinggulku naik turun, agak susah karena kakiku bertumpu di pinggarn kursinya. tapi itu cukup,

“ohhhhhh niaaaaa, ahhhh” racaunya terus melumat buah dadaku sesukanya,

“plok… plokk plokkk..”

“niaiaaaaa teruss seperti ini” pintanya menggerakan pinggulku tak terlalu tinggi, dan agak sedikit cepat.

“ohhhhh aahh” desahnya sambil hentakin penisnya beberapa kali. boss harsa mendongakkan kepalanya sambil terus menekan pinggulku.

“plakk” tamparan kecil di pantatku di sela-sela pinggul naik turun, rasanya ada sensari tersendir pantatku di tampar seperti itu.,

“yeahhh niaaa ohhhhh shit” gumamnya saat aku terus menggerakan pinggulku setengah di penisnya, sesuai permintaanya.

“baraaakkk” tiba-tiba kurisnya patah, itu membuat boss harsa jatuh telentang dan aku jatuh di atasnya dengan penis yang sudah keluar.

“maaf pak” ucapku, bangun, dan benar benar kursinya patah di bagian tengannya. mungkin aku terlalu keras menggerakan pinggulku,

“gak masalah kok,” boss harsa membuka langsung memepetkan aku di jendel belakang kursinya, dengan posisi aku menghadap ke luar gedung.

“pakkk ” ucapku ketakutan karena bisa lihat berapa tinggi gedung ini, tapi boss harsa tak perduli, di terus memepetkan tubuhku sambil sedikit menarik pinggulku,

“ohhhhhhhh” desiskua merasakan penisnya kembali masuk,

“ohh, niaaa” gumamanya kini memainkan vaginaku, walau aku horny, tetapi rasanya susah untuk klimaks seperti ini. dan kembali menggenjotnya. Aku hanya memejamkan mata, karena aku lumayan takut ketinggian seperti ini.

“ohhhhhhhh niaa “ hentak-hentakan kasar sambil memeluk pinggangku erat, dan kembali aku berpura-pura klimaks.

Harsa mencabut penisnya perlahan, rasanya tak seperih kemarin. Tapi andai harsa sambil memainkan vaginaku tadi dengan pelan, pasti aku sudah klimaks dari tadi.

“saya cabut condomnya?” angguknya, duduk di meja, aku langsung melepasnya. spermanya cuku banyak di dalam condom, tapi rasanya aku mau meminumnya karena baunya sekarang begitu menggoda.

‘”jangan di minum, okeh, buang saja nanti” ucapnya

“iah pak” aku langsung menggulungnya dengan tissue,

“next bisa lagi?” bisiknya meremas bongkahan pantatku.

“iah, boleh aja pak” ucapku tersenyum langsung merapihkan pakaianku. sesekali mencoba memasukan dua jariku ke anusku, dan ternyata muat, aku sedikit kaget soal itu.

“nia tunggu” uucapnya sebelum aku pulang, dia memberi satu kotak.

“ini apa pak?”

“buka aja” kardusnya.

Dari nama kardusnya Vibrating Panties Wearable Remote Control Egg Mini Small Vibrator, bentuknya seperti hanya menutupi vaginaku, tapi ada tonjolan kecil di dalamnya.

“itu buat kamu manstrubasi di rumah”

“saya tahu, kamu tadi tidak klimaks, bahkan selama thretment kamu hanya beberapa kali benar-benar ikut klimaks”

“maaf pak”

“no problem,”

“yang jelas itu bisa membuatmu klimaks, tidak seperti dildo atau vibrator lainya yang harus di masukan di vagina” jelasnya.

“ia pak pak terima kasih hadiahnya, saya juga senang kondisi pak harsa mulai kembali normal” ucapku langsung memasukannya ke dalam tas.

selama perjalanan aku sendiri penasaran dengan pemeberian boss harsa, tapi itu terhenti saat melihat mada yang benar benar menunggu, padahal tadi aku udah bilang gak usah jemput.

“kok kamu disini?” tanyaku pas turun dari angkot

“kan udah bilang, cuman sedikit kok, udah sehat” ucapnya pegang pegang tubuhnya, dan gak lama dia merasakan nyeri saat memegang pundaknya,

“tuh kan masih sakit,”

“hehe, maaf, kalau cuman antar jemput masih bisa kok, kalau angkut barang harus istirhart tiga hari lagi” ucapnya tertawa pelan, aku bernafas lega, entah aku merasa lega mendengar mada benar-benar sudah membaik.

“yuk naik” aku langsung naik.

“uhmm, tapi mampir beli makan dulu yah” kataku/

“oke, aku tau tempat makan yang lumayan enak”

“dimana?”

“warteg”

“ha? Warnet?”

“war… teggg”

“ohhh hehe, gak kedengaran soalnya kena angin” aku setuju langsung kesana, karena aku juga belum pernah coba makan-makanan warteg,

Mada berhenti di salah satu warteg yang tak jauh dari pasar, tepatnya di persimpangan pasar. dan Tempatnya lumayan bersih,

“tehh eka, pesen dong” ucapnya, tak lama muncul seorang wanita yang menurutku masih muda, dan tubuhnya ada yang menonjol yaitu buah dadanya.

“makan sini apa bungkus mat?”

“aku bungkus aja, “ potongku.

“sama teh bungkus juga, seporsi aja, “

“tumben biasaya dua porsi mat?” aku sedikit senyum mendegar ucapan teteh eka, aku tau ternyata porsi makan mada sangat besar.

“satu aja deh, gak enak ah di liat nya nanti” liriknya ke arahku,

“aku pesan dua bungkus teh” kataku,

“kalau gitu dua deh” potong mada.

“nah gituu” tawanya kearah mada dan aku,

padahal aku pesan dua bungkus, satunya buat albert, yang isinya telur dadar, tempe orek, kentang yang di potong kecil, aku gak tau nama makanannya, hanya tunjuk aja. dan mada yang kasih jelasin sastu persatu makanan yang aku tunjuk..

Bersambung