Cerita Sex Boss Part 24

PrologPart 1Part 2Part 3Part 4
Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9
Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19
Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29
Part 30Part 31Part 32Part 33Part 34
Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39
Part 40Part 41Part 42Part 43Part 44
Part 45Part 46Part 47Part 48Part 49
Part 50Part 51Part 52Part 53Part 54
Part 55Part 56Part 57

Cerita Sex Dewasa Boss Part 24 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Boss Part 23

Nia

Aku gak pernah bisa menebak apa yang di pikirkan harsa, hari ini dia memintaku memakainya kalau sudah di apartementnya. pasti pakian yang membuat aku geleng-geleng kepala karena fantasinya yang aneh-aneh.

“sabar ya bukanya” ledeknya saat aku mencoba mengocok kotaknya.

“hehe ia pak”

“tapi kita ke rumah sakit dulu” ucapnya.

“siapa yang sakit?”

“papaku, barusan mama kabarin aku”

“oh ia pak baik,” aku menangguk ikut ke arah rumah sakit. Wajahnya harsa langsung berubah drastis setelah dapat kabar itu. Selama perjalanan dia tak banyak bicara sedikit pun.

Perjalanan dari kantor ke rumah sakit cukup memakan waktu sekitar satu jam dari kantor,

“kamu ikut masuk aja ya” ajaknya saat turun dari mobil.

“tapi pak, saya tunggu disini aja” kataku

“gak apa-apa, ayo” harsa sempat memegang tanganku menuju lift, dan reflek aku melepaskan pegangannya saat pintu lift terbuka. aku terpaksa ikut ke dalam.

Lift menuju lantai empat, dan sesampainya ada dua satpam memeriksa isi tasku, untungnya aku gak membawa kotak yang harsa berikan. kalau aku bawa bisa-bisa menemukan sesuatu yang aneh.

Boss harsa langsung masuk, tetapi aku memilih tunggu di luar. Dan tak lama keluar seseorang.

Perawakannya tinggi, dan matanya berbeda dari orang biasanya. Warnanya biru, tak seperti yang lain berwarna coklat. Pasti ini orang blesetran Indonesian sama bule.

yang jelas orang ini mungkin satu keluarga boss harsa, tapi gak mungkin boss harsa punya saudara yang berbeda seperti ini, aku gak bisa lepas dari wajahnya yang mempunyai daya tarik sendiri.

Tak lama harsa pun keluar, wajahnya yang tadi tegang sekarang lebih rileks, bearti kondisi papanya tak terlalu menkwahtirkan, aku juga sedikit lega melihat wajah boss harsa seperti itu.

“kalau gitu harsa balik ke kantor, ma, kak yua kak Maxwell” ucapnya saat di pintu ke mamanya, sastu orang cewek bernama kak yua, dan kak maxwell, bearti dia kakaknya boss harsa

saat boss harsa Entah kenapa rasanya mata mereka semua tertuju kepadaku, pasti di dalam pembicaraan mereka aku adalah pacar atau sejenisnya.

“saya pamit semua, ” kataku langsung pamit,

“kita kembali ke kantor?” tanyaku saat sudah ada di dalam mobil.

“menurut kamu?”

“hee?”

“jawab aja” ucapnya pegang dagu sambil jempolnya mengelus bibirku. Dan sesekali di masukan ke dalam bibirku.

“pasti mood kamu turun setelah melihat papa kamu masuk rs?”

“gak juga, papa aku cuman kelelahan, terlalu banyak pikiran tentang anaknya yang kabur dari rumah udah empat tahun”

“adik kamu kah?”

“ia harusnya,”

“hmm namnya hara kah??”

“hee? Kamu nguping ya?”

“ehm, ngak, kan mama sama papa pak harsa selalu bicarain Namanya itu.” Boss harsa cuman senyum aja

“tega banget yah gak pulang-pulang, jahat banget jadi anak” gumamku pelan.

“begitulah, sekarang kita ke apartement atau kantor?”

“apartement ajalah, di kantor bisa skandal nanti hehe”

“kamu lebih banyak bicara yah sekarang, “ celetuk harsa, membuat aku langsung terdiam.

“gak apa-apa aku suka orang terbuka, apa lagi terbuka semuanya” lanjtunya ketawa sambil liatain tajam ke arahku, pasti libidonya sudah meninggi dari kemarin. Aku gak bisa bayangin se nafsu apa dia.

“oh ia, tadi kakak kamu yang matanya biru?” kataku pelan.

“iah kakakku pertama, kenapa? ganteng ya?”

“tapi sayang udah punya istri sama anak” kata harsa tertawa geli,

“ohh, ngak aku kaget aja matanya beda gitu”

“ohh ia, dari kakeknya papa bule, cuman kak maxwell doang yang berubah matanya ikutin kakek” jelasnya singkat,

***

Sesampainya boss harsa langsung ke kamar mandi seperti biasa, dan pasti aku juga di suruh bersih-bersih.

Selama dia mandi aku buka kotak yang di kasihnya, aku bisa lihat isinya tangtop putih tipis dan juga hotpants tipis, yang aneh dari tangtopnya ternyata berenda, jadinya bagian bawahnya pasti gak ketutup pasti saat aku pakai.

“langsung pakai aja” ucap harsa saat aku menariknya untuk mengecek ukurannya sesuai apa ngak.

“hee?” aku reflek langsung memasukannya lagi dalam kotak. Aku tersipu malu kalau di pergoki seperti itu,

“giliran kamu bersih-bersih dan langsung pakai yah” pintaa

“aaahhh~” pekik saat pantatku di tampar cukup keras.

“hahahaa sorry, ” tawanya sebelum aku masuk ke kamar mandi.

“lebih banyak sabunnya daripada aku” gumamku saat tak sengaja membuka lemari kecil yang isinya sabun, cream, dan masker juga ada. lebih lengkap di banding aku.

Selesainya aku langsung pakai tangtop dan hotpantsnya, benar-benar tipis dan muat saat aku pakai, dugaan aku benar bagaian bawah dadaku tak tertutup rapat, dan juga berbayang lepitan vaginaku dari luar.

Saat keluar aku tak melihat harsa ada di tempat tidur, melainkan dia sedang menyiapkan Kasur kecil dekat balkon.

“lagi apa?” tanyaku sambil menutupi bagian bawah buah dadaku yang terbuka,

“tempat buat threatment dongg”

“kenapa gak di tempat tidur?”

“takut kotor, tema hari ini pijat memijat” senyumnya yang sudah menyiapkan semuanya, termasuk minyak zaitun. Aku sekarang paham kenapa aku harus memakai pakaiannya seperti ini, pasti dia kebanyakan nonton film JAV.

“sini dong” ajaknya aku duduk langsung dekatnya, tanganya dengan cepat meremas buah dadaku perlahan.

“ohh kenyalnya” bisiknya

“kamu pernah liat adegan pijat memijat di film gitu??” tanyanya, aku jawab tidak tau padahal aku tau sedikit soal itu.

“okeh, kamu tonton ini dulu, aku siapin minyaknya lagi, pasti butuh banyak” ucapnya pergi entah kemana, aku di kasih film jav yang isinya tenang pijat memijat,

Aku paham kemauannya, pertama harsa mau di pijat perlahan, dikit demi sedikit aku membasahi buah dadaku dan memijatnya lagi, sampai seluruh tubuh aku berlumuran minyak.

Putting aku mengeras membayangkannya, tapi itu tak akan lama, karena harsa kurang bisa membuat aku klimaks dengan jarinya kalau sudah horny,

 

***​

Harsa pun muncul membawa empat botol minyak zaitun, dan langsung berbaring di kasur yang sudah di siapakan, dia pun membuka gordennya, agar lebih terang.

“udah paham?” tanyanya yang hanya memakai celana dalam dan berbaring terlungkup di kasurnya.

“ia udah. semoga aku bisa” aku mencoba sebisanya apa yang aku lihat tadi, tangan aku yang udah berminyak langsung usap punggungnya perlahan. Terasa kulitnya begitu putih dan halus di bandingkan kulit aku yang sekarang,

“aku gak bisa pijat gak ada tenaga” kataku terasa pegal pijat punggungnya.

“oke kalau gitu gantian” ucapnya langsung posisi duduk membelakangiku, harsa merapihkan rambutku dan tak lama tiupan halus di leherku membuat seketika putingku terasa mengeras.

“engghh” lenguhku saat harsa menuangkan lumayan banyak minyak di buah dadaku, tanganya langsung meremas pelan. Dan jari-jari dengan mudah mengelus putingku dengan ujung-ujung jarinya.

Kali ini tangannya mengusap tepat di bagian bawah buah dadaku, dan gak lama tangannya masuk dari bawah tanktopku, kembali memainkan putingku, aku hanya bisa mendesah sambil menggeliat geli.

Harsa mengarahkan tanganku ke dalam penisnya, aku meremas pelan dari luar celana dalamnya.

“pakai itu” pintanya, aku langsung mengambil satu botol minyak lagi. harsa duduk terlentang dan aku menuangkan setengah botol ke celana dalamnya.

Dengan jelas bentuk penisnya yang sudah menegang, perlahan aku membukanya dan mencoba mengenggamnya.

“licin ih” ucapku spontan, harsa tertawa kecil. Aku mencoba mengocoknya perlahan, tetapi sangat licin lebih licin saat penisnya basah dengan sperma. sesekali aku mengusap perutnya dan dadanya dengan minyak.

“ohh yah gitu” gumam harsa saat tanganku yang sudah sangat licin naik turun di penisnya. dant tangan satunya elus putingnya. aneh rasanya mainin putingnya boss harsa,

“geliii niaaaaa” ucapnya tertawa menahan rasa geli di putingnya. dan kini penisnya berdiri sangat tegak sekaligus mengkilap saat kena sinar matahari.

“lumat aja, minyak gak ada rasanya kok dan aman kalau ke telan” pintanya, aku dikit sedikit menciumnya dulu, di lumat dari kepala penisnya.

“asslrruupppp” .Benar tak ada rasa minyak di penisnya, bedanya hanya ada yang licin di dalam mulutku. Tapi mulutku terasa tak nyaman.

“ohh yahh gituu” penisnya dengan mudah keluar masuk kedala mulutku sambil sesekali aku kocok.

Selang Sepuluh menit kemudian harsa memintaku unuk boobsjob, tanpa melepaskan tanktop aku yang sudah sangat basah dan licin karena minyak.

Perlahan aku menaik turunkan buah dadaku sambil tekan, menggerakannya maju mundur sampai kepala penisnnya ddekat dengan bibirku

“kita petting lagi oke?” ajaknya, aku hanya senyum menuruti kemauannya. Aku langsung posisi menungging, harsa kembali tuang minyak ke hotpantsku. Di remasnya pelan sambil menyingkap belahan hotpantsku seperti celana dalam.

“enggghh” jarinya sesekali mengelus vaginaku.

Tak lama terasa penisnya masuk ke hotpantsku, harsa kembali menambahkan minyak di dalamnya sambil menggerakan maju mundur pinggulnya.

“uhhhmmmm” desisku pelaan saat penisnya yang licin menggesek belahan vaginaku dan klitorisku perlahan.

“auhhs ssasshhh” desahku saat kepala penisnya mencoba masuk ke belahan vaginaku, tetapi meleset seolah tak bisa masuk ke dalam penisku.

“ahhh noo” pekikknya terasa kepala penisnya masuk lagi ke dalam vaginaku, aku menoleh ke arahnya, dan harasa melepas kepala penisnya, harsa kembali menlajutkan gerakannya

“ohhh yeahh baby” gumam harsa sambil memainkan buah dadaku, bergannti posisi demi posisi sesuai permintaanya.

Sampai akhirnya aku dan dia telanjang bulat dengan tubuh penuh minyak, aku pasrah saat kedua kaki di buka selebar-lebarnya, dan kembali penisnya mengesek belahan vaginaku.

“enggghhh ssshhh oh” desahkumenikmati gesekannya, andai posisi seperti terus aku akan cepat klimaks.

“oohhh no” pekik lagi saat harsa memasukan lagi kepala penisnya lagi, tapi kali ini terasa kepalanya penisnya benar-benar masuk ke dalam vaginaku,

“aaswh ngghh”, aku pasrah andai penisnya masuk lebih dalam ke vaginaku, karena aku menikmati gesekannya dan hampir klimaks.

“ohh shitt,, im cumming” gumamnya, aku langsung posisi menungging dan harsa memasukan penisnya ke mulutku sambil keluar masukan dengan cepat. Tak lupa tangannya memainkan buah dadaku.

“ohhhhhhh” pekiknya di ikutin semburan sperma yang langsung masuk ke dalam kerongkokangaku, kali ini aku tak tersedak seperti dulu. Menelannya sampai habis.

“ohh yeahhh” aku terus menjilati sisa-sisa sperma penisnya. Harsa langsung berbaring, dan aku langsung ke kamar mandi untuk bersih-bersih. dan berniat untuk manstrubasi di kamar mandi,

“tunggu nia” harsa bangun dan memeluk dari belakang,

“kamu belum klimaks kan?” aku terdiam sejenak.

“gak usah, hehe kamu udah klimaks sudah cukup” kataku sambil mendesah pelan saat jari-jarinya masuk ke selangkanku.

“kalau aku bisa bikin kamu klimaks, kamu mau turutin permintaanku?”

“kalau gagal?”

“aku gaji kamu dua kali lipat bulan ini”

“okeh ” kataku, lagi pula harsa tak bisa membuatku klimaks, sikap terburu-burunya membuat aku susah klimaks.

Harsa mengajaku ke kasurnya, kakiku langsung di buka lebar, jari-jarinya sperti biasa dengan cepat memainkan vaginaku. Dan aku bisa tahan untuk itu.

Tetapi semakin lama gerakannya semakin lembut, “ohhhhhhh” desahku panjang saaat satu jarinya masuk ke dalam vaginaku.

“ohh noo ohhhh” Gerakan cepat tetapi lebih lembutt…

“ohhhh oohhh” aku harus tahan, tetapi Gerakan jari-jarinya berbeda sangat jauh seperti kemarin

“aahhhhhhhhhhhh” aku tak tahan, aku merasakan seperti ingin pipis. aku mencoba tahan karena sebentar lagi klimaks.

“ohhhhhhhh ahhh” jeritku agak kencang saat persaaan itu bersamaan klimaks dan pipis bersamaan keluar, tubuhku benar-benar mengejang cukup keras.

Gak mungkin harsa bisa melakukan hal seperti itu, nafasku benar-benar tak bearaturan, klimaks yang aku rasakan sangat berbeda dari biasanya,

Tubuhku benar-benar lemas, dan hanya bisa mengatur nafasku yang tak berturan. Dengan mata sayu aku hanya bisa melihat harsa sedang melihatku, aku belum pernah merasakan klimaks seperti ini,

Bersambung….