Cerita Dewasa Kejutan Untuk Temanku

Cerita Dewasa Kejutan Untuk Temanku

Cerita Dewasa Kejutan Untuk Temanku – Itu adalah hari Minggu sebulan setelah kisah Sex di vila bersama Pak Krisna dan Andri, selama ini aku belum ke sana lagi akibat kesibukan kuliahku. Hari Minggu itu aku pergi ke sana untuk refreshing seperti biasa karena memang Seninnya tanggal merah. Kali ini aku tidak sendiri tapi bersama 2 orang teman cewekku yaitu Anin dan Bella, kami semua adalah teman akrab di kampus, sebenarnya geng kami ini ada 4 orang, satu lagi si Nana yang hari ini tidak bisa ikut karena ada acara dengan keluarganya.

Kami samasama terbuka tentang seks dan samasama penggemar seks, Anin dikaruniai tubuh tinggi semampai dengan buah dada yang bulat montok yang membuat pikiran kotor para lakilaki melayanglayang, beruntunglah mereka karena Anin tidak sulit diajak naik ranjang karena dia sudah hobby seks sejak SMP. Sedangkan Bella mempunyai wajah yang imut dengan rambut panjang yang Bella, bodynya pun tidak kalah dari Anin walaupun payudaranya lebih kecil, namun dibalik wajah imutnya ternyata Bella termasuk cewek yang lihai memanfaatkan lakilaki, sudah berkalikali dia ganti pacar garagara sifat matrenya. Sedangkan aku sendiri sepertinya kalian sudah tahulah cewek seperti apa aku ini dari ceritaceritaku dulu.

Baiklah, sekarang kita kembali ke kejadian hari itu yang rencananya mau mengadakan orgy party setelah sekian lama otak kami dijejali bahanbahan kuliah dan urusan seharihari. Waktu itu Anin protes karena aku tidak memperbolehkannya mengajak temanteman lakilaki yang biasa diajak, begitu juga Bella yang ikut mendukung Anin karena pacarnya juga tidak boleh diajak.

Emangnya lu ngundang siapa aja sih Ci, masa si Chevy aja ga boleh ikutan? kata Bella.

Iya nih, emangnya kita mau pesta lesbian apa, wah gua kan cewek normal nih timpal Anin.

Udahlah, lu orang tenang aja, lakilakinya nanti nyusul, pokoknya yang kali ini surprise deh! dijamin kalian puas sampe ga bisa bangun lagi deh.

Aku ingin sedikit membuat kejutan agar acara kali ini lain dari yang lain, karena itulah aku merahasiakan siapa lakilaki jantan yang tidak lain adalah penjaga vilaku dan vila tetanggaku, Pak Krisna dan Andri.

Kemarinnya aku memang sudah mengabari Pak Krisna lewat telepon bahwa aku besok akan ke sana dengan temantemanku yang pernah kujanjikan pada mereka dulu. Pak Krisna tentu antusias sekali dengan acara kali ini, kami telah mengatur skenario acaranya agar seru. Beberapa jam kemudian kami sampai di villaku, Pak Krisna seperti biasa membukakan pintu garasi, bola matanya melihat jelalatan pada kami terutama Anin yang hari itu pakaiannya seksi berupa sebuah tank top merah berdada rendah dengan rok mini.

Dia kusuruh keluar dulu sampai aku memberi syarat padanya, dia menunggunya di villa tetangga yang tidak lain vila yang dijaga si Andri. Setelah membereskan barang bawaan, kami menyantap makan siang, lalu ngobrolngobrol dan istirahat. Bella yang daritadi kelihatan letih terlelap lebih dulu. Kami bangun sore hari sekitar jam 4 sore.

Eh.. sambil nunggu lakilakilakilakinya mendingan kita berenang dulu yuk ajakku pada mereka. Aku melepaskan semua bajuku tanpa tersisa dan berjalan ke arah kolam dengan santainya.

Wei.. gila lo Ci, masa mau berenang ga pake apaapa gitu, kalo keliatan orang gimana? tegur Bella.

Iya Ci, lagian kan kalo si tua Krisna itu dateng gimana tuh sambung Anin.

Yah kalian, katanya mo party, masa berenang bugil aja ga berani, tenang aja Pak Krisna udah gua suruh jangan ke sini sampai kita pulang nanti bujukku sambil menarik tangan Anin.

Di tepi kolam mereka masih agak ragu melepas pakaiannya, alasannya takut kepergok tetangga, setelah kutantang Anin baru mulai berani melepas satu demi satu yang melekat di tubuhnya, aku membantu Bella yang masih agak malu mempreteli pakaiannya. Akhirnya kami bertiga nyebur ke kolam tanpa memakai apapun.

Perlahanlahan rasa risih mereka pun mulai berkurang, kami tertawatawa, main siramsiraman air, dan balapan renang kesana kemari dengan bebasnya. Mungkin seperti inilah kirakira gambaran tempat pemandian di istana haremnya para raja. Sesudah agak lama bermain di air aku naik ke atas dan mengelap tubuhku yang basah, lalu membalut tubuhku dengan kimono.

Ci, sekalian ambilin kita minum yah pinta Anin. Akupun berjalan ke dalam dan meminum segelas air.

Ok, its the showtime gumamku dalam hati, inilah saat yang tepat untuk menjalankan skenario ini. Aku segera menelepon vila sebelah menyuruh Pak Krisna dan Andri segera kesini karena pesta akan segera dimulai.

Iya neng, kita segera ke sana sahut Andri sambil menutup gagang telepon.

Hanya dalam hitungan menit mereka sudah nampak di pekarangan depan vilaku. Aku yang sudah menunggu membukakan pintu untuk mereka.

Wah udah ga sabaran nih, daritadi cuma ngintipin neng sama tementemen neng dari loteng kata Pak Krisna.

Pokoknya yang rambutnya dikuncir itu buat saya dulu yah neng ujar Andri merujuk pada Bella.

Iya tenang, sabar, Pokoknya semua kebagian, ok kataku

yang penting sekarang surprise buat mereka dulu.

Setelah beberapa saat berbicara kasakkusuk, akhirnya operasipun siap dilaksanakan. Pertamatama dimulai dari Anin. Aku berjalan ke arah kolam membawakan mereka dua gelas air, disana Bella sedang tiduran di kursi santai tanpa busana, sementara Anin masih berendam di air.

Nin, lu bisa ke kamar gua sebentar ga, gua mo minta tolong dikit nih pintaku padanya.

Lu lap badan dulu gih, gua tunggu di sana.

Aku masuk ke dalam terlebih dahulu dan duduk di pingir ranjang menunggunya. Di balik pintu itu Pak Krisna dan Andri yang sudah kusuruh bugil telah siap memangsa temanku itu, kemaluan mereka sudah mengeras dan berdiri tegak seperti pedang yang terhunus. Tak lama kemudian Anin memasuki kamarku sambil mengelap rambutnya yang masih basah.

Kenapa Ci, ada perlu apa emang? tanyanya.

Ngga, cuma mau ngasih surprise dikit kok jawabku dengan menyeringai dan memberi abaaba pada mereka.

Sebelum Anin sempat membalikkan badan, sepasang lengan hitam sudah memeluknya dari belakang dan tangan yang satunya dengan sigap membekap mulutnya agar tidak berteriak. Anin yang terkejut tentu saja merontaronta, namun pemberontakan itu justru makin membakar nafsu kedua orang itu.

Pak Krisna dengan gemas meremas payudara kirinya dan memilinmilin puting susunya. Si Andri berhasil menangkap kedua pergelangan kakinya yang menendangnendang. Dibentangkannya kedua tungkai itu, lalu dia berjongkok dengan wajah tepat di hadapan kemaluan Anin.

Wah rambutnya lebat juga yah, kaya si neng komentar Andri sambil menyentuhkan lidahnya ke liang vagina Anin, diperlakukan seperti itu Anin cuma bisa merem melek dan mengeluarkan desahan tertahan karena bekapan Pak Krisna begitu kokoh.

Hei, jangan rakus dong, dia kan buat Pak Krisna, tuh jatah lu masih nunggu di luar sana kataku padanya. Mengingat kembali sasarannya semula, Andri menurunkan kembali kaki Anin dan bergegas menuju ke kolam.

Jangan terlalu kasar yah ke dia, bisabisa pingsan garagara lu godaku.

Setelah Andri keluar tinggallah kami bertiga di kamarku. Pak Krisna langsung menghempaskan dirinya bersama Anin ke ranjang spring bedku. Tak berapa lama terdengarlah jeritan Bella dari kolam, aku melihat dari jendela kamarku apa yang terjadi antara mereka. Bella terpelanting dari kursi santai dan berusaha melepaskan diri dari Andri. Dia berhasil berdiri dan mendapat kesempatan menghindar, tapi kalah cepat dari Andri, tukang kebun itu berhasil mendekapnya dari belakang lalu mengangkat badannya.

Jangan.. tolong! jeritnya sambil merontaronta dalam gendongan Andri.

Andri dengan santai membawa Bella ke tepi kolam, lalu dilemparnya ke air, setelah itu dia ikutan nyebur. Dia air Bella terus berontak saat Andri menggerayangi tubuhnya dalam himpitannya. Sekuat apapun Bella tentu saja bukan tandingan Andri yang sudah kesurupan itu. Perlawanan Bella mengendur setelah Andri mendesaknya di sudut kolam, riak di kolam juga mulai berkurang. Tidak terlalu jelas detailnya Andri menggerayangi tubuh Bella, tapi aku dapat melihat Andri memeluk erat Bella sambil melumat bibirnya.

Kutinggalkan mereka menikmati saatsaat nikmatnya untuk kembali lagi pada situasi di kamarku. Aku lalu menghampiri Pak Krisna dan Anin untuk bergabung dalam kenikmatan ini. Sama seperti Bella, Anin juga menjeritjerit, namun jeritannya juga pelanpelan berubah menjadi erangan nikmat akibat rangsanganrangsangan yang dilakukan Pak Krisna. Waktu aku menghampiri mereka Pak Krisna sedang menjilati paha mulus Anin sambil kedua tangannya masingmasing bergerilya pada payudara dan kemaluan Anin.

Aduh Ci.. tegateganya lu nyerahin kita ke orangorang kaya gini.. ahh! kata Anin ditengah desahannya.

Tenang Nin, ini baru namanya surprise, sekali kali coba produk kampung dong kataku seraya melumat bibirnya.

Aku berpagutan dengan Anin beberapa menit lamanya. Jilatan Pak Krisna mulai merambat naik hingga dia melumat dan meremas payudara Anin secara bergantian, sementara tangannya masih saja mengobokobok vaginanya. Desahan Anin tertahan karena sedang berciuman denganku, tubuhnya menggeliatgeliat merasakan nikmat yang tiada tara.

Hhhmmhh.. tetek Neng Anin ini gede juga ya, lebih gede dari punya Neng kata Pak Krisna disela aktivitasnya.

Memang sih diantara kami bereempat, payudara Anin termasuk yang paling montok. Menurut pengakuannya, lakilakilakilaki yang pernah ML dengannya paling tergilagila menghisap benda itu atau mengocok Burung mereka diantara himpitannya. Pak Krisna pun tidak terkecuali, dia dengan gemas menghisap susunya, seluruh susu kanan Anin ditelan olehnya.

Puas menetek pada Anin, Pak Krisna bersiap memasuki vagina Anin dengan Burungnya. Kulihat dalam posisinya diantara kedua belah paha Anin dia memegang Burungnya untuk diarahkan ke liang itu.

Ouch.. sakit, duh kasar banget sih babu lu Anin meringis dan mencengkram lenganku waktu Burung super Pak Krisna mendorongdorongkan Burungnya dengan bernafsu.

Tahan Nin, ntar juga lu keenakan kok, pokoknya enjoy aja kataku sambil meremasi kedua payudaranya yang sudah basah dan merah akibat disedot Pak Krisna.

Pak Krisna menyodokkan Burungnya dengan keras sehingga Anin pun tidak bisa menahan jeritannya, Anin kelihatan mau menangis nampak dari matanya yang sedikit berair.Pak Krisna mulai menggarap Anin dengan genjotannya. Aku merasakan tangan Anin menyelinap ke bawah kimonoku menuju selangkangan,

eennghh.. aku mendesah merasakan jarijari Anin menggerayangi kemaluanku.

Aku lalu naik ke wajah Anin berhadapan dengan Pak Krisna yang sedang menggenjotnya. Anin langsung menjilati kemaluanku dan Pak Krisna menarik tali pinggang kimonoku sehingga tubuhku tersingkap. Dengan terus menyodoki Anin, dia meraih payudaraku yang kiri, mulamula dibelainya dengan lembut tapi lamalama tangannya semakin keras mencengkramnya sampai aku meringis menahan sakit. Dia juga menyorongkan kepalanya berusaha mencaplok payudara yang satunya.

Aku yang mengerti apa maunya segera mencondongkan badanku ke depan sehingga dadaku pun makin membusung Bella. Ternyata dia tidak langsung mencaplok payudaraku, tetapi hanya menjulurkan lidahnya untuk menjilati putingku menyebabkan benda itu makin mengeras saja. Aku merasakan sensasi yang luar biasa, geli bercampur nikmat. Sapuansapuan lidah Anin pada vaginaku membuat daerah itu semakin becek, bukan cuma itu saja Anin juga mengorekngoreknya dengan jarinya.

Aku mendesah tak karuan merasakan jilatan dan sedotan pada klistoris dan putingku. Ciuman Pak Krisna merambat naik dari dadaku hingga hinggap di bibirku, kami berciuman dengan penuh nafsu. Tidak kuhiraukan nafasnya yang bau rokok, lidah kami beradu dengan liar sampai ludah kami bercampur baur.

Aahh.. oohh.. gua dah mau.. Pak! erang Anin bersamaan dengan tubuhnya yang mengejang dan membusur ke atas.

Melihat reaksi Anin, Pak Krisna semakin memperdahsyat sodokannya dan semakin ganas meremas dadanya. Aku sendiri tidak merasa akan segera menyusul Anin, dibawah sana seperti mau meledak rasanya. Dalam waktu yang hampir bersamaan aku dan Anin mencapai klimaks, tubuh kami mengejang hebat dan cairan kewanitaanku tumpah ke wajah Anin. Erangan kami memenuhi kamar ini membuat Pak Krisna semakin liar.

Setelah aku ambruk ke samping, Pak Krisna menindih Anin dan mulai menciuminya, dijilatinya cairan cintaku yang blepotan di sekitar mulut Anin, tangannya tak hentihentinya menggerayangi payudara montok itu, seolaholeh tak ingin lepas darinya.

Hhmmpphh.. sluurrpp.. cup.. cup.. demikian bunyinya saat mereka bercipokan, lidah mereka saling membelit dan bermain di rongga mulut masingmasing.

Pak Krisna cukup pengertian akan kondisi Anin yang mulai kepayahan, jadi setelah puas berciuman dia membiarkannya memulihkan tenaga dulu. Dan kini disambarnya tubuhku, padahal gairahku baru naik setengahnya setelah orgasme barusan. Tubuhku yang dalam posisi tengkurap diangkatnya pada bagian pinggul sehingga menungging. Dia membuka lebar bibir vaginaku dan menyentuhkan kepala Burungnya disitu. Benda itu pelanpelan mendesak masuk ke vaginaku. Aku mendesah sambil meremasremas sprei menghayati proses pencoblosan itu.

Permainan Pak Krisna sungguh membuatku terhanyut, dia memulainya dengan genjotangenjotan pelan, tapi lamakelamaan sodokannya terasa makin keras dan kasar sampai tubuhku berguncang dengan hebatnya. Aku meraih tangannya untuk meremasi payudaraku yang berayunayun. Tibatiba suara desahan Anin terdengar lagi menjari sahut menyahut dengan desahanku. Gila, penjaga vilaku ini mengerjai kami berdua dalam waktu bersamaan, bedanya aku dikocok dengan Burung sedangkan Anin dikocok dengan jarijarinya. Anin membuka pahanya lebih lebar lagi agar jarijari Pak Krisna bermain lebih leluasa.

Aduhh.. aahh.. gila Nin.. enak banget! ceracauku sambil meremmelek.

Oohh.. terus Pak.. kocok terus Anin terus mendesah dan meremasremas dadanya sendiri, wajahnya sudah memerah saking terangsangnya.

Yak.. dikit lagi.. aahh.. Pak.. udah mau aku mempercepat iramaku karena merasa sudah hampir klimaks.

Neng Citra.. Neng Anin.. bapak juga.. mau keluar.. eerrhh geramnya dengan mempercepat gerakkannya.

Burung itu terasa menyodok semakin dalam bahkan sepertinya menyentuh dasar rahimku. Sebuah rintihan panjang menandai orgasmeku, tubuhku berkelejotan seperti kesetrum. Kemudian dia lepaskan Burungnya dari vaginaku dan berdiri di ranjang. Disuruhnya Anin berlutut dan mengoral Burungnya yang berlumuran cairan cintaku. Anin berlutut mengemut Burung basah itu sambil tangan kanannya mengocok vaginanya sendiri yang tanggung belum tuntas. Aku bangkit perlahan dan ikut bergabung dengan Anin menikmati Burung Pak Krisna. Anin mengemut batangnya, aku mengemut buah zakarnya, kami saling berbagi menikmati sosis itu.

Di tengah kulumannya mendadak Anin merintih tertahan, tubuhnya seperti menggigil, dan kulihat ke bawah ternyata dari vaginanya mengucur cairan bening hasil masturbasinya sendiri. Disusul beberapa detik kemudian, Pak Krisna mencabut Burungnya dari mulutku lalu mengerang panjang. Cairan kental berbau khas memancar dengan derasnya membasahi wajah kami. Kami berebutan menelan cairan itu, Burung itu kupompa dalam genggamanku agar semuanya keluar, nampak pemiliknya mendesahdesah dan kelabakan

Sabar, sabar dong neng, bisa putus burung bapak kalo rebutan gini katanya terbatabata.

Setelah tidak ada yang keluar lagi Anin menjilati sisanya di wajahku, demikian pula sebaliknya. Mereka berdua akhirnya ambruk kecapaian, wajah Pak Krisna jatuh tepat di dada Anin.

Saat mereka ambruk, sebaliknya gairahku mulai timbul lagi. Maka kutinggalkan mereka untuk melihat keadaan Bella dan Andri. Aku tiba di kolam melihat Andri sedang menggarap tubuh mungil Bella. Di daerah dangkal Bella dalam posisi berpegangan pada tangga kolam, Andri dari bawahnya juga dalam posisi berdiri sedang asyik menggenjot Burungnya pada vagina Bella. Kedua payudara Bella bergoyang naik turun seirama goyang tubuhnya. Pasti adegan ini membuat para lakilaki di kampusku sirik pada Andri yang buruk rupa tapi bisa ngentot dengan gadis seimut itu.

Belum selesai juga lu orang, udah berapa ronde nih? sapaku.

Edan Ci.. gua sampe klimaks tiga kali.. aahh! desah Bella tak karuan.

Neng.. temennya enak banget, udah cantik, vaginanya seret lagi komentar Andri sambil terus menggenjot.

Bella tak kuasa menahan rintihannya setiap Andri menusukkan Burungnya, tubuhnya bergetar hebat akibat tarikan dan dorongan Burung penjaga vila itu pada kemaluannya. Kepala Andri menyelinap lewat ketiak sebelah kirinya lalu mulutnya mencaplok buah dadanya. Pinggul Bella naik turun berkali kali mengikuti gerakan Andri. Jeritannya makin menjadijadi hingga akhirnya satu lenguhan panjang membuatnya terlarut dalam orgasme, gelorabirahi.com beberapa saat tubuhnya menegang sebelum akhirnya terkulai lemas di tangga kolam. Setelah menaklukkan Bella, Andri memanggilku yang mengelusngelus kemaluanku sendiri menonton adegan mereka.

Sini neng, mendingan dipuasin pake burung saya aja daripada ngocok sendiri .

Akupun turun ke air yang merendam sebatas lutut kami, disambutnya aku dengan pelukannya, tangannya mengelusi punggungku terus turun hingga meremas bongkahan pantatku. Sementara tanganku juga turun meraih kemaluannya.

Gila nih burung, masih keras juga..udah keluar berapa kali tadi? tanyaku waktu menggenggam batangnya yang masih lapar itu.

Baru sekali tadi.. abis saya masih nungguin neng sih godanya saambil nyengir.

Kemudian diangkatnya badanku dengan posisi kakiku dipinggangnya, aku melingkarkan tangan pada lehernya agar tidak jatuh. Diletakkannya aku pada lantai di tepi kolam, disebelah Bella yang terkapar, dia merapatkan badannya diantara kedua kakiku yang tergantung.

Dia mulai menciumiku dari telinga, lidah itu menelusuri belakang telingaku juga bermainmain di lubangnya. Dengusan nafas dan lidahnya membuatku merasa geli dan menggeliatgeliat. Mulutnya berpBella melumat bibirku dengan ganas, lidahnya menyapu langitlangit mulutku, kurespon dengan mengulum lidahnya. Tanganku merabaraba kebawah mencari kemaluannya karena birahiku telah demikian tingginya, tak sabar lagi untuk dientot. Ketika kuraih benda itu kutuntun memasuki kemaluanku, tangan kanan Andri ikut menuntun senjatanya menembaki sasaran.

Saat kepala Burungnya menyentuh bibir kemaluanku, dia menekannya ke dalam, mulutku menggumam tertahan karena sedang berciuman dengannya. Ciuman kami baru terlepas disertai jeritan kecil ketika Andri mengehentakkan pinggulnya hingga Burungnya tertanam semua dalam vaginaku. Pinggulnya bergerak cepat diantara kedua pahaku sementara mulutnya mencupangi pundak dan leher jenjangku. Aku hanya bisa menengadahkan kepala menatap langit dan mendesah sejadijadinya.

Kalau dibandingkan dengan Pak Krisna, memang sodokan Andri lebih mantap selain karena usianya masih 30an, badannya juga lebih berisi daripada Pak Krisna yang tinggi kurus seperti Datuk Maringgih itu. Di tengah badai kenikmatan itu sekonyongkonyong aku melihat sesuatu yang bergerakgerak di jendela kamarku.

Kufokuskan pandanganku dan astaga.. ternyata si Anin, dia sedang disetubuhi dari belakang dengan posisi menghadap jendela, tubuhnya terlonjaklonjak dan terdorong ke depan sampai payudaranya menempel pada kaca jendela, mulutnya tampak mengapmengap atau terkadang meringis, sungguh suatu pemandangan yang erotis. Adegan itu ditambah serangan Andri yang makin gencar membuatku makin tak terkontrol, pelukanku semakin erat sehingga dadaku tertekan di dadanya, kedua kakiku menggelepargelepar menepuk permukaan air. Aku merasa detikdetik orgasme sudah dekat, maka kuberitahu dia tentang hal ini. Andri memintaku bertahan sebentar lagi karena dia juga sudah mau keluar.

Susah payah aku bertahan agar bisa klimaks bersama, setelah kurasakan ada cairan hangat menyemprot di rahimku, akupun melepas sesuatu yang daritadi ditahantahan. Perasaan itu mengalir dengan deras di sekujur tubuhku, ototototku mengejang, tak terasa kukuku menggores punggungnya. Beberapa detik kemudian badanku terkulai lemas seolah mati rasa, begitu juga Andri yang jatuh bersandar di pinggir kolam. Aku berbaring di pinggir kolam di atas lantai marmer, kedua payudaraku nampak bergerak naik turun seiring desah nafasku. Kugerakkan mataku, di jendela Anin dan Pak Krisna sudah tak nampak lagi, di sisi lain Bella yang sudah pulih merendam dirinya di air dangkal untuk membasuh tubuhnya.

Kami beristirahat sebentar, bahkan beberapa diantara kami tertidur. Pesta dimulai lagi sekitar pukul 8 malam setelah makan. Kami mengadakan permainan gila, ceritanya kami bertiga bermain poker dengan taruhan yang kalah paling awal harus rela dikeroyok kedua penjaga villa itu dan diabadikan dalam video klip dengan HP Nokia model terbaru milik Anin, filenya akan disimpan dalam komputer Anin untuk koleksi dan tidak akan boleh dicopy atau dilihat orang lain selain geng kami, mengingat kasus bokep Itenas.

Kami duduk melingkar di ranjang, Pak Krisna dan Andri kusuruh menjauh dan kularang menyentuh siapapun sebelum ada yang kalah, mereka menunggu hanya dengan memakai kolor, sambil sebentarsebentar mengocok anunya sendiri Aku mulai membagikan kartu dan permainan dimulai. Suasana tegang menyelimuti kami bertiga, setelah  akhirnya Bella melempar kartunya yang buruk sambil menepuk jidatnya, dia kalah. Kedua orang yang sudah tak sabar menunggu itu segera maju mengeksekusi Bella.

Bella sempat berontak, tapi berhasil dilumpuhkan mereka dengan dipegangi eraterat dan digerayangi bagianbagian sensitifnya. Andri menyusupkan tangannya ke kimono Bella meraih payudaranya yang tak memakai apaapa di baliknya. Pak Krisna menyerang dari bawah dengan merentangkan lebarlebar kedua paha Bella dan langsung membenamkan kepalanya pada kemaluannya yang terawat dan berbulu lebat itu.

Perlakuan ini membuat rontaan Bella terhenti, kini dia malah mengeluselus Burung Andri yang menegang sambil memejamkan mata menikmati vaginanya dijilati Pak Krisna dan dadanya diremas Mulkas. Aku melihat lidah Pak Krisna menjalar jari belahan bawah hingga puncak kemaluan Bella, lalu disentilsentilkan pada klistorisnya. Bella tidak tahan lagi, dia merundukkan badan untuk memasukkan Burung Andri ke mulutnya, benda itu dikulumnya dengan rakus seperti sedang makan es krim. Event menarik itu tidak dilewatkan Anin dengan kameraHP nya.

Bella terengahengah melayani Burung super Andri, sepertinya dia sudah tidak peduli keadaan sekitarnya, rasa malunya hilang digantikan dengan hasrat yang besar untuk menyelesaikan gairahnya. Dia mempertunjukkan suatu live show yang panas seperti aktris bokep dan Anin sebagai juru kameranya. Pak Krisna yang baru saja melepaskan kolornya menggesekgesekkan benda itu pada bibir kemaluan Bella, sebagai pemanasan sebelum memasukinya.

Kemulusan tubuh Bella terpampang begitu Andri menarik lepas tali pinggang pada kimononya, sesosok tubuh yang putih mulus serta terawat baik diantara dua tubuh hitam dan kasar, gelorabirahi.com sungguh perpaduan yang kontras tapi menggairahkan. Pak Krisna mempergencar rangsangannya dengan menciumi batang kakinya mulai dari betis, tumit, hingga jarijari kakinya. Bella yang sudah kesurupan setan seks itu jadi makin gila dengan perlakuan seperti itu

Ahh.. awww.. Pak enak banget.. masukin aja sekarang! rintihnya manja sambil meraih Burung Pak Krisna yang masih bergesekan dengan bibir vaginanya.

Pak Krisna pun mendorong Burung itu membelah kedua belahan kemaluan Bella diiringi desahan nikmat yang memenuhi kamar ini sampai aku dibuat merinding mendengarnya. Aku mengeluarkan payudara kiriku dari balik kimono dan meremasnya dengan tanganku, tangan yang satu lagi turun menggesekgesekkan jariku ke kemaluanku, Anin yang juga sudah horny sesekali mengelus kemaluannya sendiri.

Bella nampak sangat liar, kemaluannya digenjot dari depan, dan Andri yang menopang tubuhnya dari belakang meremasi kedua payudaranya serta memencetmencet putingnya. Rambutnya yang sudah terurai itu disibakkan Andri, lalu melumat leher dan pundaknya dengan jilatan dan gigitan ringan. Hal ini menyebabkan Bella tambah menggelinjang dan mempercepat kocokannya pada Burung Andri.

Serangan Pak Krisna pada vagina Bella semakin cepat sehingga tubuhnya menggelinjang hebat.

Aaakhh..aahh! jerit Bella dengan melengkungkan tubuhnya ke atas.

Bella telah mencapai orgasme hampir bersamaan dengan Pak Krisna yang menyemprotkan spermanya di dalam rahimnya. Adegan ini juga direkam oleh Anin, difokuskan terutama pada wajah Bella yang sedang orgasme. Tanpa memberi istirahat, Andri menaikkan Bella ke pangkuannya dengan posisi membelakangi. Kembali vagina Bella dikocok oleh Burung Andri. Walaupun masih lemas dia mulai menggoyangkan pantatnya mengikuti kocokan Andri.

Andri yang merasa keenakan hanya bisa mengerang sambil meremas pantat Bella menikmati pijatan kemaluannya. Pak Krisna mengistirahatkan Burungnya sambil menyusu dari kedua payudara Bella secara bergantian. Aku semakin dalam mencucukkan jariku ke dalam vaginaku saking terangsangnya, sampaisampai cairanku mulai meleleh membasahi selangkangan dan jarijariku.

Bosan dengan gaya berpangkuan, Andri berbaring telentang dan membiarkan Bella bergoyang di atas Burungnya. Kemudian dia menyuruh Anin naik ke atas wajahnya agar bisa menikmati kemaluannya. Anin yang daritadi sudah terangsang itu segera melakukan apa yang disuruh tanpa raguragu. Seluruh wajah Andri tertutup oleh daster transparan Anin, namun aku masih dapat melihat dia dengan rakusnya melahap kemaluannya sambil menyusupkan tangannya dari bawah daster menuju payudaranya. Pak Krisna yang anunya sudah mulai bangkit lagi menerkamku, kami bergulingguling sambil berciuman penuh nafsu.

Dengan tetap berciuman Pak Krisna memasukkan Burungnya ke vaginaku, cairan yang melumuri selangkanganku melancarkan penetrasinya. Dengan kecepatan tinggi Burungnya keluar masuk dalam vaginaku hingga aku histeris setiap benda itu menghujam keras ke dalam. Aku cuma bisa pasrah di bawah tindihannya membiarkan tangannya menggerayangi payudaraku, mulutnya pun terus menjilati leherku. Aku masih memakai kimonoku, hanya saja sudah tersingkap kesana kemari.

Aku melihat Andri masih berasyikmasyuk dengan kedua temanku, hanya kali ini Anin sudah bertukar posisi dengan Bella. Sekarang mereka saling berhadapan, Anin bergoyang naik turun diatas Burung Andri sambil berciuman dengan Bella yang mekangkangi wajah Andri. Bella membuka kakinya lebarlebar sehingga cairannya semakin mengalir, cairan itu diseruput dengan rakus oleh si Andri sampai terdengar suara sluurrpp.. sshhrrpp..

Ketika aku sedang menikmati orgasmeku yang hebat, dia tekan sepenuhnya Burung itu ke dalam dan ini membawa efek yang luar biasa padaku dalam menghayati setiap detik klimaks tersebut, tubuhku menggelinjang dan berteriak tak tentu arah sampai akhirnya melemas kembali. Pesta gilagilaan ini berakhir sekitar jam 11 malam. Aku sudah setengah sadar ketika Pak Krisna menumpahkan maninya di wajahku, tulangtulangku serasa berantakan. Bella sudah terkapar lebih dulu dengan tubuh bersimbah peluh dan ceceran sperma di dadanya, dari pangkal pahanya yang terbuka nampak cairan kewanitaan bercampur sperma yang mengalir bak mata air.

Sebelum tak sadarkan diri aku masih sempat melihat Andri menyodomi Anin yang masih dalam gaun transparan yang sudah berantakan, tubuh keduanya sudah mandi keringat. Karena letih dan ngantuk aku pun segera tertidur tanpa kupedulikan jeritan histeris Anin maupun tubuhku yang sudah lengket oleh sperma. Besok paginya aku terbangun ketika jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi dan aku hanya mendapati Bella yang masih terlelap di sebelah kiriku. Kuguncang tubuh Bella untuk membangunkannya.

Gimana Dah.. puas semalem? tanyaku .

Gila gua dientotin sampe kelenger, barbar banget tuh dua orang, eh.. omongomong pada kemana yang lain si Anin juga ga ada?

Ga tau juga tuh gua juga baru bangun kok, duh lengket banget mandi dulu yuk.. udah lengket gini ajakku karena merasa tidak nyaman dengan sperma kering terutama di wajahku, rasanya seperti ada sarang labalaba menempel di sana.

Baru saja keluar dari kamar, sayupsayup sudah terdengar suara desahan, kuikuti asal suara itu yang ternyata dari kamar mandi. Kami berdua segera menuju ke kamar mandi yang pintunya setengah terbuka itu, kami tengok ke dalam dan melihat Anin dan kedua penjaga villa itu. Darahku berdesir melihat pemandangan erotis di depan kami, dimana Anin sedang dikerjai oleh mereka di lantai kamar mandi. Andri sedang enakenaknya mengocok senjatanya diantara kedua gunung bulat itu, sedangkan Pak Krisna berlutut diantara paha jenjang itu sedang menyetubuhinya, air dan sabun membuat tubuh mereka basah berkilauan.

Kedatangan kami sepertinya tidak terlalu membuat mereka terkejut, mereka malah menyapa kami sambil terus bekerja. Aku dengan tidak terlepas dari live show itu berjalan ke arah shower dan membuka kimonoku diikuti Bella dari belakang. Air hangat mengucur membasuh dan menyegarkan tubuh kami, kuambil sabun cair dan menggosokkannya ke sekujur tubuh Bella. Demikian juga Bella dia melakukan hal yang sama padaku, kami saling menyabuni satu sama lain.

Kami saling mengelus bagian tubuh masingmasing, suatu ketika ketika tanganku sampai ke bawah, isengiseng kubelai bibir kemaluannya sekaligus mempermainkan klistorisnya.

Uuhh.. Ci! dia menjerit kecil dan mempererat pelukannya padaku sehingga buah dada kami saling berhimpit.

Tangan Bella yang lembut juga mengelusi punggungku lalu mulai turun ke bawah meremas bongkahan pantatku. Darahku pun mengalir makin cepat ditambah lagi adegan panas Anin dengan kedua pria itu membuatku makin naik. Bella mendekatkan wajahnya padaku dan mencium bibirku yang terbuka karena sedang mendesah, selama beberapa menit bibir kami berpagutan. Kemudian aku memutar badanku membelakangi Bella supaya bisa lebih nyaman menonton Anin.

Aku melihat wajah horny Anin yang cantik, dia meringis dan mengerang menikmati tusukan Pak Krisna pada vaginanya, sementara Andri hampir mencapai orgasmenya, dia semakin cepat menggesekgesekkan Burungnya diantara gunung kembar itu, tangannya pun semakin keras mencengkram daging kenyal itu sehingga pemiliknya merintih kesakitan. Akhirnya menyemprotlah spermanya membasahi dada, leher dan mulut Anin.

Mataku tidak berkedip menyaksikan semua itu sambil menikmati belaian Bella pada daerah sensitifku. Dengan tangan kanannya dia memainkan payudaraku, putingnya dipencet dan dipilin hingga makin menegang, tangan kirinya merabaraba selangkanganku. Perbuatan Bella yang mengobokobok vaginaku dengan jarinya itu hampir membuatku orgasme, sungguh sulit dilukiskan dengan katakata betapa nikmatnya saat itu.

Aku masih menikmati jarijari Bella bermain di vaginaku ketika Andri yang baru menyelesaikan hajatnya dengan Anin berjalan ke arahku, Burungnya agak menyusut karena baru orgasme. Jantungku berdetak lebih kencang menunggu apa yang akan terjadi. Tangannya mendarat di payudara kiriku dan meremasnya dengan lembut sambil sesekali memelintirnya. Lalu dia membungkuk dan mengarahkan kepalanya ke payudara kananku yang langsung dikenyotnya. Aku memejamkan mata menghayati suasana itu dan mengeluarkan desahan menggoda.

Lalu aku merasakan kaki kananku diangkat dan sesuatu mendesak masuk ke vaginaku. Sejenak kubuka mataku untuk melihat, dan ternyata yang bertengger di vaginaku bukan lagi tangan Bella tapi Burung Andri yang sudah bangkit lagi. Kembali aku disetubuhi dalam posisi berdiri sambil digerayangi Bella dari belakang. Tubuhku seolah terbang tinggi, wajahku menengadah dengan mata meremmelek merasakan nikmat yang tak terkira.

Hampir satu jam lamanya kami melakukan orgy di kamar mandi. Akhirnya setelah mandi bersihbersih kami bertiga mencari udara segar dengan berjalanjalan di kompleks sekalian makan siang di sebuah restoran di daerah itu. Setelah makan kami kembali ke vila dan mengepak barang untuk kembali ke Jakarta. Bella dan Anin keluar dari kamar terlebih dulu meninggalkanku yang masih membereskan bawaanku yang lebih banyak. Cukup lama juga aku dikamar garagara sibuk mencari alat charge HPku yang ternyata kutaruh di lemari meja rias. Waktu aku menuju ke garasi terdengar suara desahan dan ya ampun.. ternyata mereka sedang bermain short time sambil menungguku.

Celana panjang dan dalamnya sudah dipeloroti sedang menungging dengan bersandar pada moncong mobil, Pak Krisna menyodokinya dari belakang sambil memegangi payudaranya yang tidak terbuka. Sementara di pintu mobil, Anin berdiri bersandar dengan baju dan rok tersingkap, paha kirinya bertumpu pada bahu Andri yang berjongkok di bawahnya. Celana dalamnya tidak dibuka, Andri menjilati kemaluannya hanya dengan menggeser pinggiran celana dalamnya, tangannya turut bekerja meremasi payudara dan pantatnya.

Weleh.. weleh.. masih sempatsempatnya lu orang, asal jangan kelamaan aja, ntar kejebak macet kita kataku sambil gelenggeleng kepala.

Tenang neng ga usah buruburu, masih pagi kok, ini cuma sebentar aja kok tanggap Pak Krisna dengan terengahengah.

Akhirnya setelah 15 menitan Pak Krisna melepas Burungnya dan memanggilku untuk bergabung dengan Bella menjilatinya. Aku tadinya menolak karena tak ingin make upku luntur, tapi karena didesak terus akhirnya aku berjongkok di sebelah Bella.

Tapi kalo keluar lu yang isep ya Dah, ntar muka gua luntur kataku padanya yang hanya dijawab dengan anggukan kepala sambil mengulum benda itu.

Sesuai perjanjian tidak lama kemudian Pak Krisna menggeram dan cepatcepat kuberikan Burung itu pada Bella yang segera memasukkan ke mulutnya. Pria itu mendesah panjang sambil menekan Burungnya ke mulut Bella, Bella sendiri sedang menyedot sperma dari batang itu, sepertinya yang keluar tidak banyak lagi soalnya Bella tidak terlalu lama mengisapnya.

Yuk cabut, udah ga haus lagi kan Dah? ujar Anin yang sudah merapikan kembali pakaiannya.

Kami naik ke mobil dan kembali ke kota kami dengan kenangan tak terlupakan. Dalam perjalanan kami saling berbagi cerita dan kesankesan dari pengalaman kemarin dan membicarakan rencana untuk mengerjai si Nana yang hari ini absen.

Banyak Novel lain di Banyak Novel

Banyak Game lain di Banyak Game