Cerita Dewasa Gwen Milikku Part 35

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Tamat

Cerita Sex Dewasa Gwen Milikku Part 35 – BanyakCerita99 – Cerita Dewasa Bersambung – Cerita Sex Bersambung – Cerita Sex Dewasa Terbaru

Cerita Sebelumnya : Cerita Dewasa Gwen Milikku Part 34

Hot Gossip

Gwen tersenyum kecil saat kembali melihat-lihat isi galeri foto di ponselnya. Yang ia buka kali ini adalah folder fotonya bersama dengan Max. Ya hubungannya dengan Max bisa dibilang perlahan mulai mereka perbaiki, dan setelah dua minggu sejak hari permintaan maaf itu mereka juga berusaha untuk saling terbuka dan menceritakan keseharian mereka.

Meskipun hal-hal kecil tetapi itu sangatlah terbukti ampuh. Nyatanya benar sepele atau pun tidak, komunikasi sangat lah penting dalam sebuah hubungan.

Max dan Gwen belum melakukan ‘itu’ lagi setelah kejadian terakhir yang membuat Gwen agak trauma. Max mengerti akan hal itu dan berusaha untuk menyenangkan Gwen, tidak menuntut wanita muda itu apalagi memaksanya. Hanya saja skinship ringan seperti bergenggaman tangan, berpelukan dan kecupan ringan masih bisa mereka lakukan. Gwen benar-benar butuh waktu.

Senyum Gwen makin menjadi saat ia melihat fotonya bersama Max diatas yatch boat milik pria itu, mereka berciuman dan seorang pelayan wanita yang ada disana mengambil fotonya. Awalnya gaya foto tidak seperti ini, tetapi Max memeluk tubuhnya dan menciumnya. Dari foto ini terlihat sekali jarak yang begitu jauh tinggi badan mereka berdua, Gwen terlihat seperti anak kecil.

Suara deheman mengganggunya, ia melirik Cherry sebelum menatap penuh tetangga kubikelnya itu seraya mematikan layar ponselnya.

“Ada apa?”

“Harusnya aku yang bertanya ada apa, kau terlihat begitu bahagia sepulang dari pesta pernikahan sahabatmu di Seattle. Apa kau menemukan kekasih baru disana?”

“Tentu saja tidak. Aku akan kembali bersama dengan kekasihku.”

“What? Bagaimana bisa? Maksudku-”

“diam, biar aku ceritakan.” Gwen menceritakan apa yang terjadi di pesta Tasya, tentunya dengan tidak menyebutkan nama kekasihnya seperti biasa.

Cherry mengusap air mata yang akan jatuh diujung matanya, ia tersenyum manis dan menatap Gwen terharu.

“Aku ikut senang kalian menyelesaikan masalah ini dengan baik. Kalian masih saling mencintai dan menyakitkan jika kalian tidak kembali, apalagi kekasihmu menjanjikan masa depan untukmu dan ingin bertemu keluargamu. Aku terharu sekali.” Gwen menerima pelukan Cherry yang tiba-tiba, bahkan Gwen menepuki punggung wanita itu dengan pelan seolah menyuruhnya tenang.

“Aku doakan yang terbaik untuk kalian.”

“Thank u Cherry.”

“Ada apa kalian berpelukan seperti itu?” Jeff William yang tampak baru datang menatap kedua anggota timnya aneh.

“Kamu hanya melepas rindu setelah dua hari tidak bertemu Mr. William.” Jawaban lucu itu Cherry lontarkan disertai senyum meringisnya. Jeff menggelengkan kepalanya pelan tak habis pikir, lalu tatapan jatuh pada Gwen.

“Gwen untuk laporan siang ini tolong antarkan sebelum jam makan siang.”

“Baik pak.” Jeff William pun berlalu memasuki ruangannya meninggalkan Gwen dan Cherry juga Rebecca yang baru memasuki ruangan bersama dengan Mandy.

“Apa kami ketinggalan sesuatu?” Mandy duduk dikursinya tanpa mengalihkan tatapan penuh tanyanya pada Cherry.

Mengangguk antusias, Cherry tersenyum bahagia.

“Kalian tertinggal cerita tentang cinta yang mengharukan.”

Dengan rasa harunya Cherry menceritakan kembali apa yang sudah diceritakan oleh Gwen. Teman-temannya yang lain memberi beberapa kata selamat dan mendoakan hubungannya agar selalu baik-baik saja meskipun tidak mungkin.

Lalu mereka memulai pekerjaan dengan perasaan lebih baik, sebab Gwen sudah baik-baik saja sekarang. Beberapa jam ruang kerja itu tampak hening dari suara obrolan, hanya terdengar suara ketikan keyboard dan printer.

Hampir menjelang makan siang, Gwen merapihkan dokumen yang akan ia berikan pada Mr. William seraya mengeceknya. Gwen masuk keruangan atasannya dan langsung memberi dokumen yang dibawanya.

“Jadi kalian benar berkencan?” Gwen mengerutkan keningnya tak paham dengan arah pembicaraan Jeff William.

“Kau dan Maxime Beauchamp.”

Berdehem pelan, Gwen bingung harus menjawab apa. Entah darimana Jeff William mengambil kesimpulan seperti itu. Apakah karena malam pesta waktu itu?

“Beritanya muncul, foto-foto kebersamaan kalian sudah tersebar.”

“Maksudnya?” Jantung Gwen berdetak kencang saat Jeff berkata demikian. Otaknya blank seketika.

Jeff William memutar laptopnya hingga menghadap pada Gwen. Mata Gwen membaca dengan teliti apa yang tertulis dalam situs berita salah satu perusahaan ternama di Amerika, yang dirilis tiga puluh menit yang lalu. Disana ada foto-fotonya bersama Max, di pesta malam itu, dan beberapa foto mereka memasuki mobil. Tubuhnya mematung dan pikirannya terbang kemana-mana.

“Jadi benar?”

Gwen belum juga menjawab pertanyaan itu, otaknya memikirkan kemungkinan macam apa yang terjadi padanya jika keluarganya tahu? Atau mungkin keluarganya sudah tahu? Max belum bisa bertemu dengan orangtuanya karena Mamanya mengatakan bahwa Hans dan Anggun masih berkeliling untuk urusan bisnis dan terus berpindah-pindah.

Ya setelah Gwen dan Max mulai berbaikan, Gwen juga membuka blokirannya dan mulai berbicara lagi pada ibunya. Ibunya juga mengatakan sempat bertemu dengan Ibu Max, wanita paruh baya itu juga meminta maaf atas tindakannya yang tidak bisa mengerti Gwen disaat sulit seperti ini.

Ibunya juga tidak banyak komentar saat Gwen bilang Max ingin bertemu keluarga mereka terutama ayahnya untuk meminta restu. Keluarganya tidak ada yang tahu tentang hubungan Max dan Gwen kecuali ibunya Anggun. Lalu bagaimana sekarang?

“Permisi Mr. William.”

Gwen keluar dari ruangan Jeff William dengan gerakan terburu, ia harus menelfon Max dan meminta pria itu untuk menghentikan berita tentang hubungan mereka. Tetapi saat baru saja keluar dari ruangan Jeff William, Gwen ditatapi teman-temannya dengan tidak biasa bahkan Cherry juga.

Dengan itu Gwen tahu jika semua orang di perusahaan ini sudah tahu tentang hubungannya dan Max.

“Gwen, kau-”

Gwen menghentikan ucapan Cherry dengan tangannya. Ia secepat kilat mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Max.
Dering kedua panggilan diangkat.

“Halo.”

“Ya Gwen.”

“Ada berita kita berkencan, apa kau sudah melihatnya?”

“Ya.”

“Max tolong hentikan berita itu. Semuanya akan semakin runyam, keluarga ku akan tahu tentang kita.”

“Mamamu sudah menghubungi ku beberapa menit yang lalu.” Mata Gwen terbelalak mendengarnya. Berita itu bahkan baru setengah jam dan keluarganya sudah tahu.

“Apa yang dikatakannya?”

“Aku sedang dalam perjalanan bertemu dengan ayahmu di Madrid. Jangan khawatir dan jangan panik, aku sudah menyuruh orang-orangku untuk menjagamu. Lanjutkan bekerjanya, aku harus pergi. Sampai jumpa nanti, aku mencintaimu.”2

Dengan perasaan tak karuan Gwen membalas ucapan Max. “Baiklah, sampai jumpa. Aku juga… Mencintaimu. Hati-hati dijalan.”

“Ya aku akan kembali dengan rencana pernikahan kita.”1

“Aku menunggumu, semoga kau berhasil.” Dan sambungan terputus. Gwen menatapi layar ponselnya beberapa lama sebelum mengangkat wajah dan masih menemukan teman-temannya menatap menuntut penjelasan.1

“Aku rasa ada yang harus kau jelaskan pada kami Gwen.”

Gwen menarik nafas panjang lalu dengan perlahan membuangnya, bagaimanapun juga teman-temannya akan tahu tentang hubungannya dengan Max. Mungkin ini adalah waktunya meskipun Gwen sedikit terkejut dengan apa yang terjadi hari ini.

“Max, Maxime Beauchamp pemilik perusahaan ini adalah kekasihku. Kekasih yang selalu aku ceritakan pada kalian, dan orang yang sangat ingin kalian temui.”

“Oh My God. Jadi berita itu benar?”