Cerita Dewasa Gwen Milikku Part 29

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Tamat

Cerita Sex Dewasa Gwen Milikku Part 29 – BanyakCerita99 – Cerita Dewasa Bersambung – Cerita Sex Bersambung

 About Us 1

“Max…” Panggilan Gwen bekali-kali tidak dihiraukan pria itu, bahkan Max menepis tangan Gwen yang menahan lengannya.

Gwen mengejar Max, mencoba berkata dengan pria yang pergi dari apartemennya setelah mengambil kunci mobil dikamar. Tidak membiarkan Gwen menjelaskan apapun setelah pertanyaan yang Max lontarkan padanya.

“Berhenti Gwen.” Anggun menarik balik tangan anaknya saat melihat Gwen akan pergi menyusul pria yang pergi tanpa atasan bernama Max, dengan kemeja kebesaran yang anaknya pakai.

“Kalian sudah berakhir dan itu yang terbaik. Kalian tidak punya masa depan, ayahmu dan seluruh keluarga tidak akan bisa menerimanya meskipun dia dari keluarga kaya sekalipun.”

“Jangan semakin merusak hidupmu. Jadilah anak baik demi Mama. Mama tidak tahu akan menjadi apa masa depanmu jika Papa tahu tentang hal ini.” Gwen menggeleng air matanya terus mengalir, pikirannya masih tertuju pada Max. Ia benar-benar merasa sangat bersalah karena sudah tidak jujur.

Meskipun Gwen memang sedari awal hanya mempermainkan Max dan hanya ingin bersenang-senang, tetapi Gwen menyadari ia punya perasaan yang sama untuk Max. Gwen tahu keluarganya sudah memilihkan calon suami untuknya, tetapi Gwen tidak bisa melepas Max dengan kesalahpahaman seperti ini. Setidaknya Max harus tahu alasannya.

Wajahnya dirangkum oleh ibunya hingga tatapan mata mereka bertemu, air mata Gwen semakin deras. Ia merutuki takdirnya yang terlahir dikeluarga seperti ini.

“Mama gak akan ngerti.” Gwen menggelengkan kepalanya pelan tanpa melepas tatapannya dengan Anggun.

“Aku cinta sama Max Ma.”

“Mama paham.”

Gwen terus menggeleng menolak semua yang dikatakan Anggun, meskipun Anggun memang selalu mendukungnya tetapi tetap saja Anggun tidak bisa memberikan apa yang Gwen mau. Anggun sama tidak berdayanya dengan dirinya.

“Mama gak akan paham. Mama gak akan pernah bisa pahami aku.”

Selepas mengatakan itu Gwen pergi ke kamarnya tak lupa menguncinya. Ia mengganti pakaian dan membawa beberapa hal yang kiranya ia perlukan, lalu keluar dari apartemen tidak mengindahkan panggilan Anggun bahkan teriakan ibunya.

Ia memilih pergi ke halte bus, ia terus berpikir kemana kiranya Max pergi setelah dari apartemennya. Sedangkan ia tidak tahu dimana Max tinggal, sekarang Gwen menyesali dirinya yang tidak pernah mau tahu tentang Max. Dan dalam keadaan seperti ini ia tidak bisa mengandalkan dirinya sendiri.

Otaknya terus berpikir sampai ia memilih untuk menghubungi Jeff William, hanya pria itu yang bisa ia andalkan memberitahu dimana tempat tinggal Max.

“Hallo, Gwen. Bagaimana keadaanmu sekarang?”

“Mr. William apa kau tahu dimana alamat rumah Max?” Gwen tidak peduli tentang pekerjaannya atau kebohongan yang ia lakukan tentang sakit, keadaan sekarang lebih urgent.

“Ya, dan kenapa kau ingin tahu?”

“Ini sangat penting, bisakah Anda beritahu saya dimana alamatnya? Tolong share lokasinya. Thank u Mr. William.” Gwen dengan cepat mematikan sambungan telfonnya. Dengan pikiran kemana-mana ia menunggu pesan dari Jeff William yang tak sampai menunggu lama sampai padanya.

Setelah mendapatkan alamatnya Gwen segera pergi kesana tidak peduli bagaimana penampilannya. Gwen sampai didepan sebuah mansion mewah, pagar tingginya yang dijaga beberapa orang membuat Gwen harus meminta izin masuk dulu. Tetapi mereka harus mendapatkan konfirmasi dari orang rumah agar bisa membiarkan Gwen masuk.

“Silahkan masuk, Mrs. Beauchamp sudah menunggu Anda didalam.”

Kening Gwen mengernyit saat mendengar nama Nyonya Beauchamp disebut, kemungkinan besar itu adalah ibu Max. “Ayo Miss.” Sebuah golf cart ada didepannya membuat Gwen segera naik kesana untuk menuju ke pintu utama mansion.

Gwen terdiam saat mobil golf yang tidak seharusnya berada dimansion itu membawanya ke pintu utama mansion yang menggambarkan kemegahan. “Kita sudah sampai.” Gwen mengangguk dan turun dari mobil itu, belum juga ia menekan bel pintu sudah terbuka oleh seorang pelayan.

“Miss Gwen?” Gwen mengangguk dan segera mengikuti pelayan tersebut ketika dirinya dibawa masuk. Dirinya dibawa ke halaman samping yang ada diruang tamu.

“Nyonya, Miss Gwen sudah datang.” Seorang wanita paruh baya menoleh saat pelayan tersebut berkata, muncul senyum anggun dibibirnya.

“Gwen, benar?” Gwen mengangguk tanpa balas tersenyum sama sekali, ia kemari bukan untuk bertemu dengan Ibu Max. Dan ini benar-benar bukan waktu tepat untuknya.

“Akhirnya kita bertemu juga. Ayo duduk.”

“Emm.. Mrs. Beauchamp aku-”

“Elleana saja please.”

“Elleana, sebelumnya aku berterimakasih karena sudah menyambutku dengan baik. Tapi kedatanganku kemari bukan untuk mengobrol dan meminum teh denganmu, aku kesini karena aku ingin bertemu dengan Max.”

Elleana tidak sama sekali menghilangkan senyumnya, ia menatap Gwen dengan lembut.

“Max tidak pulang sama sekali kecuali jika ada pesta.”

Gwen menghela nafasnya lelah, bahunya bahkan melorot. Gwen tidak bisa berpikir jernih lagi sekarang, ia tidak tahu Max dimana dan akan seperti apa jadinya hubungan mereka setelah ini. Sebuah tangan mengusap bahunya membuat Gwen menaikkan tatapannya pada Elleana.

“Sepertinya kalian sedang ada masalah apa aku benar?”

Tidak tahu Gwen harus jujur atau tidak tetapi keadaan seperti ini tidak bisa membuatnya membuat kebohongan lebih banyak, mungkin Ibu Max bisa membantunya.

“Max memang tidak pernah pulang, tapi aku tahu beberapa tempat tinggalnya yang lain. Mungkin dia ada disana.”

“Sebenarnya masalah ini cukup rumit, aku membuat kesalahan dan Max tidak mau mendengarkan penjelasanku sama sekali.” Wajah letih Gwen juga penampilan yang terlihat berantakan membuat Elleana sedikitnya mengerti betapa bahayanya masalah yang Gwen katakan.

Meskipun ingin tahu tetapi Elleana merasa ia tidak berhak, ini murni permasalahan antara Gwen dan Max. Dan Elleana sendiri melihat bagaimana Max memakaikan jasnya pada Gwen, memeluk juga membawa wanita muda itu pergi dari pesta semalam. Elleana tahu betul bahwa anaknya pasti memiliki perasaan lebih pada Gwen, Elleana ingin anaknya bahagia. Jadi Elleana sudah pasti akan membantu Max dan Gwen kali ini.

“Aku tahu tempat yang sering Max datangi, aku akan menyuruh seseorang untuk mengantarmu.”

Refleks Gwen memeluk Elleana seraya mengucapkan terimakasih. Dengan dukungan Elleana seperti ini setidaknya sedikit membuat Gwen yakin bisa melewati ini, menyelesaikan masalahnya dengan Max.

“Pergilah. Semoga kita bisa bertemu lagi lain kali.”

Gwen mengangguk dan pergi mengikuti seseorang yang sebelumnya sudah Elleana panggilkan untuk mengantarkannya. Didalam mobil Gwen tidak henti untuk menghubungi Max, berharap pria itu menjawab panggilannya atau membalas pesannya. Hingga mereka sampai digedung apartemen mewah dan orang yang menjadi supir Gwen mengatakan dimana letak apartemen Max.

Dalam hati Gwen harap-harap cemas. Semoga Max ada di apartemennya, karena jika tidak Gwen tidak tahu harus mencari Max kemana lagi. Gwen tidak ingin mereka berakhir seperti ini, atau mungkin Gwen tidak mau mereka benar-benar berakhir.