Cerita Dewasa Gwen Milikku Part 25

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37
Dare

Cerita Dewasa Gween Milikku

“Ini.”

Sebuah undangan diangsurkan padanya, membuat Gwen spontan menaikkan wajah dari makanannya kepada Alexa yang kini berdiri didepannya dengan melipat kedua tangan didada.

“Sebuah surat undangan? Untuk apa?”

“Nanti malam keluargaku akan mengadakan pesta, dan aku mengundangmu sebagai tamuku.”

Gwen sama sekali tidak melihat surat undangan itu, ia masih menatap lurus pada Alexa. Bahkan alis Gwen naik sebelah seolah belum bisa menerima semua yang Alexa katakan padanya.

“Datang malam ini dan buktikan bahwa kau tidak pernah benar-benar merebut Jeff dariku.”

“Aku sudah mengatakannya padamu waktu di toilet itu kan? Aku tidak peduli kau mau percaya atau tidak.”

Gwen kembali melanjutkan acara makannya tidak peduli Alexa masih disana semakin menatapnya kesal juga semua orang yang ada di Cafetaria melihat kearah mereka.

“Aku akan percaya jika kau datang malam ini. Aku juga akan melihat sehebat apa kau malam ini hingga bisa menaklukkan Max yang sangat mustahil untuk dilakukan siapapun.”

“Aku tidak perlu melakukan apapun dan tidak butuh rasa percayamu, lagipula apa keuntungan bagiku jika datang kesana?” Tantang Gwen.

Yang ada Gwen merasa dirugikan, ia akan dilihat orang-orang disana dan membuat rasa penasaran karena berani merayu Max. Itu tidak bagus untuknya. Bisa saja kan yang datang dipesta itu mengenal dirinya bahkan keluarganya.

“Aku akan memberikanmu uang dan mobil keluaran terbaru.”

“Aku tidak butuh itu.” Gwen menjawabnya dengan pasti. Uang dan Mobil bukanlah sesuatu yang sangat Gwen inginkan bahkan jika Gwen mau dan meminta pada Max, ia akan mendapatkan yang lebih dari

“Oke, apa maumu?”

“Jangan menggangguku atau bahkan mencari tahu apapun setelah aku berhasil merayu Max.”

Gwen bangkit dari duduknya dan menumpu kedua tangannya dimeja dimana sebagai pembatas antara dirinya dan Alexa. Mencondongkan kedepan hingga jaraknya dan Alexa terbilang cukup dekat.

“Dan satu lagi, urus kekasihmu dan katakan padanya jangan menggangguku lagi. Aku akan datang malam ini.”

Alexa mengetatkan giginya menahan kekesalan yang ditumpahkan Gwen padanya. Gwen berkata begitu seolah-olah selama ini Jeff William lah yang mengejarnya, dan itu sangat menginjak-injak harga diri Alexa. Tetapi tidak ada pilihan lain, Alexa ingin sekali melihat Gwen dipermalukan oleh Max malam ini mengingat bagaimana Max tidak ingin diganggu seseorang. Ini akan menjadi pertunjukan menyenangkan malam nanti. Alexa menghela nafasnya pelan dan balas tersenyum dengan anggun.

“Baiklah, aku setuju.”

“Jangan mengecewakan aku malam ini. Berdandan lah dengan cantik.”

Setelah berkata demikian Alexa pergi meninggalkan Gwen di Cafetaria bersamaan dengan decakan Cherry yang terlihat sangat kesal sejak awal karena kedatangan Alexa.

“Apa kau benar-benar akan pergi malam ini?” Rebecca menyahut membuat Gwen dan yang ada dimeja itu menatap kearahnya.

Gwen menggedikkan bahunya, “aku tidak punya gaun yang bagus untuk pergi ke pesta.”

“Aku bisa meminjamkanmu satu untuk nanti malam.” Ujar Mandy.

Gwen menggeleng pelan, ia kan menggoda Max dan sudah pasti itu akan berhasil. Jika Max tahu ia berada di pesta tanpa memberitahu pria itu sudah pasti Max akan marah, Gwen tidak mau ambil resiko untuk merusak gaun yang sudah ia pinjam dari Mandy karena ulah tangan Max.

“Sepulang kerja aku akan mampir untuk membeli gaun pesta.”

“Aku ikut, aku ikut.” Cherry dengan semangat menyahut.

Tak hanya semangat menyahut, selama mereka mengelilingi mall untuk mencari gaun pun Cherry juga terus berkomentar ini dan itu. Hingga akhirnya mereka berdua sepakat untuk memilih satu gaun yang akan Gwen kenakan nanti malam. Cherry juga memutuskan untuk ikut ke apartemen Gwen, membantu mengaplikasikan make up pada Gwen meskipun tidak terlalu membantu karena Gwen lebih lihai ber-make up daripada dirinya.

“Kau terlihat luar biasa.” Cherry berdecak kagum seraya memutari tubuh Gwen.

“Semoga kau berhasil malam ini, ayo pergi.” Mereka berpisah didepan gedung apartemen, Gwen menaiki taksi sedangkan Cherry lebih memilih berjalan kaki kearah yang berbeda dengan Gwen.

Akhirnya Gwen sampai ditempat yang tertera di undangan yang Alexa berikan padanya siang tadi. Disebuah mansion mewah dengan gerbang terbuka lebar, membiarkan semua orang melihat seluas apa halaman depan yang telah terisi penuh oleh mobil. Gwen turun tepat didepan pintu utama dimana ada dua orang penjaga disana yang langsung meminta surat undangan miliknya, segera saja ia dibiarkan masuk dan melihat seberapa mewahnya pesta yang diadakan oleh keluarga Smith.

Gwen berjalan dengan anggun, meskipun ia jarang sekali datang ke pesta kelas atas begini tetapi dikeluarganya sudah ia sudah diajari tata krama maupun etika saat sedang menghadiri pesta. Ia mengambil segelas alcopops yang merupakan campuran alkohol dengan minuman ringan seperti soft drink atau jus buah. Sebenarnya ada banyak pilihan minuman disini dan para tamu bisa me-request minuman mereka, Gwen sendiri memilih alcopops karena kadar alkoholnya rendah yaitu sekitar 4 hingga 5%.

Matanya mencari dimana keberadaan Alexa, setidaknya wanita itu yang mengundangnya dan harus tahu bahwa ia sudah datang. Seseorang menepuk bahunya membuat Gwen menoleh cepat.

“Hey, apa kau sendirian? Sedari tadi ku perhatikan kau melihat kesana-kemari seperti mencari seseorang.”

Memaksakan senyumnya Gwen menggeleng pelan, “aku mencari Alexa.”

“Kau teman Alexa? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya. Oh perkenalkan aku Joe Velan, aku sepupu Alexa.”

Tanpa ragu Gwen menerima uluran tangan itu dan menyebutkan namanya. “Gwen.”

“Senang bertemu dengan Gwen. Ayo aku ajak kau ketempat Alexa.”

Gwen mengangguk dan mengikuti langkah Joe menuju ke tempat Alexa dimana terlihat wanita itu sedang berkumpul dengan teman-temannya juga bersama kekasihnya.

“Alexa, Gwen sedari tadi mencarimu.” Perhatian semua orang teralih pada Gwen, mereka adalah teman-teman Alexa merasa sangat asing dengannya. Sedangkan Alexa sendiri tersenyum miring, tampak puas.

“Thank u Joe, dan Gwen aku tidak mengira kau benar akan datang.” Gwen sendiri memilih untuk tidak menjawab, tatapannya lurus pada Alexa tidak goyah sedikit pun pada William atasannya disana.

“Perkenalan ini teman-teman ku, dan guys ini Gwen. Kami kenal dikantor karena dia adalah bawahan Jeff.”

Teman-teman Alexa berkenalan dengan Gwen yang terlihat ogah-ogahan, Gwen tahu sekali jika kebanyakan teman-teman Alexa disini adalah semua mantan kekasih Max. Hingga sampai pada Alli Martinez yang menyalaminya.

“Ini Alli Martinez, kau tahu kan dia adalah model yang sedang naik daun saat ini.” Gwen mengangguk pelan seraya tersenyum palsu, ia bukannya tak tahu bahwa Alexa berkata demikian hanya untuk menurunkan rasa percaya dirinya.

Alexa makin tersenyum lebar saat kakak laki-lakinya mendekat bersama dengan Max kearah mereka, Gwen mengikuti arah pandang Alexa begitupun dengan yang lain hingga Gwen bertemu pandang dengan Max yang terlihat menatapnya tajam, terkejut dan penuh tanya.