Berbagi Kenikmatan Dengan Mertua Part 1

Part 1Part 2Part 3Tamat 

Cerita Sex Dewasa Berbagi Kenikmatan Dengan Mertua Part 1 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sex Dewasa Berbagi Kenikmatan Dengan Mertua Part 1

Aku Surya. Berusia 26 tahun dan baru saja menikah dengan seorang perempuan yang cantik bernama Lia. Aku bekerja sebagai seorang pedagang elektronik di pusat ibukota dan secara ekonomi, kami dibilang cukup mapan.

Kedua orangtua ku telah tiada dan aku sekarang tinggal bersama istriku juga ibu nya alias ibu mertua aku. Istriku, Lia adalah anak semata wayang dan ayahnya juga telah tiada.

Kami tinggal di rumah cukup besar tapi tidak mewah dengan 3 kamar. 1 kamar utama tentunya ditempati oleh aku dan istriku. 1 nya lagi untuk ibu mertua aku. 1 nya dibiarkan kosong untuk tamu kalau mereka datang untuk menginap (di mana itu belum pernah terjadi).

Istriku bekerja sebagai ibu rumah tangga meski sesekali ke tempat usaha peninggalan dari mendiang ayahnya hanya sekedar cek ini itu dan tentu nya menemani ibu kandung nya alias ibu mertua ku di rumah.

Lia memilki tubuh indah dan berkulit putih juga wajah yang sangat cantik sekali. Ibu mertuaku? Jangan ditanya. Hampir secantik anaknya alias istriku. Meski sudah 45 tahun, kecantikannya senantiasa setia bersama dia.

Tubuhnya juga sama persis dengan istriku dan karena istriku dari keluarga kaya dikarenakan warisan dari ayahnya, tak heran mereka berdua sering ke salon untuk perawatan.

Aku membayangkan… seandainya aja… seandainya… Kalau saja… Kalau mereka berdua telanjang bulat di depanku dan memakai topeng, bisa saja aku salah “tusuk”.

Ya. Itu hanya fantasi saja. Lia dan ibu nya sangat dekat dan senantiasa terbuka. Ibu mertua aku juga sesekali pergi bersama anak nya alias istri ku ke tempat kerja mereka.

Karena begitu dekatnya dia dengan ibunya, kadang aku tidur sendiri karena Lia tidur dengan ibunya. Tak masalah lah pikir ku. Ibu dan anak perempuan dekat. Bukankah itu wajar dan bagus? Ketika Lia sedang bersama ibu nya di kamar, aku mendengar percakapan mereka.

L: ma. Ma. Si Surya ma. Kalau gituan ama aku ma. Selalu mau aku di atas dia mah

M: masak sih? Enak di dia dong, sayang. Tangan dia bisa pegang pegang nenen kamu tuh. Jelas ia senang. Montok sih kamu. Sini mama colek. Nih. Hehehe.

L: ah mama. Malu ah. Geli. Heheh. Kena pentil nya ma. Kan Lia lagi gak pake bh.

M: iya. Kan dah malam dan gak ada siapa siapa. Ngapain malu malu? Hehehe. Mama juga tuh dah gak pake bh.

L: ih mama. Nanti Surya liat loh. Mama gak malu?

M: ah cuek aja. Mama kan dah tua

L: ma. Nenen mama kok masih kencang ya? Ukuran nya juga sama persis kayak punya aku.

M: iya dong. Rajin perawatan, sayang. Dulu kan kamu nenen sama mama. Hehehe.

L: kangen ma. Heheh. Mama masih ada asi emangnya?

M: bentar ya sayang. Mama juga gak tahu. Mama buka dulu daster mama. Nih coba kamu peras deh nak. Ada air susu gak?

L: eh ma. Ada ma. Nenen mama ada asi nya ma. Hehehe. Lia nenen ya ma.

M: ih. Kamu. Sudah ada suami. Masih aja manja. Sini mama pangku.

L: eh mama. Gak masalah lah ma. Kan sama sama cewek. Dan wajar lah anak perempuan manja manja ama mama nya. Hehehe.

Aku hanya bisa menelan lidah saja saat mendengar kegilaan ibu dan anak itu. Aku sih tak heran. Mereka berdua kadang mandi bersama. Ibu dan anak perempuan yang akur dan akrab. Aku senang melihatnya ditambah mertua aku masih cantik.

M: udah nak? Udah habis ya asi mama?

L: udah ma. Tapi Lia masih mau dipangku mama. Enak. Hehehe. Aku Baru tahu ma. Asi rasanya begitu rupanya.

M: manja nya anak mama ini. Mama sayang banget ama kamu nak.

L: uuuuuu Lia juga sayang banget ama mama.

M: nak. Tidur sana sayang. Surya dah kedinginan tuh. Mama cium dulu sini. Muach muach muach.

L: tunggu ma. Muyut (bibir)ma. Muach

Mereka kadang berciuman di bibir juga. Aku malah senang saja melihatnya. Aku langsung ke kamarku dan tiduran berlagak bego seolah tak mendengar. Lia memang bisa sangat tegas ke karyawan juga aku tapi kalau sudah sama mama nya.. Jadi anak balita lagi. Lia akhirnya masuk ke kamar dan kami berdua tiduran.

L: sayang. Mmmmmmmmmm. Mau nih.

S: yeeee.. ya udah yuk sini. Mama dah tidur belum?

L: eh mama dah pernah gituan. Ngapain lagi kali malu malu. Heheh.

Aku sudah bernafsu langsung saja mencium bibir istriku yang cantik.

Kami berdua berciuman penuh nafsu an tangan kami sekarang saling berpelukan. Setelah sekian lama berciuman, aku meraba raba payudara istriku. Payudara dia sangat indah dengan dihiasi puting susu nya yang berwarna merah muda, masih kencang dan kenyal. Aku memang sudah tergila gila dengan gunung kembar nya semenjak aku pacaran dengan nya. Sekarang aku bisa menjamahnya sesuka aku.

Kedua tanganku kini melepas pakaiannya dan ia kini hanya memakai celana dalam saja yang menerawang. Diapun tak kalah. Dia melepas semua pakaianku dan aku sekarang sudah telanjang bulat di hadapan istriku sendiri.

Kami berdua saling tatap dan kembali berciuman sampai lidah kami berdua bermain main di mulut masing masing. Aku Kemudian berhenti berciuman dengan Lia dan langsung turun ke payudara nya yang indah itu. Inilah bagian tubuh istriku yang paling aku suka. Aku mainkan puting susu nya yang berwarna merah muda tersebut dan aku juga menyusu di payudara 1 nya lagi.

“Ahhh… sayang… enak… terus… ” desah nya dengan lembut.

Aku tetap terus fokus di gunung kembar itu dan setelah 5 menit menikmati gunung kembar itu, aku kembali menatapnya dengan senyuman dan dia membalas senyuman aku dengan manis dan genit.

Dia sudah tahu apa yang aku mau. Dia memutar tubuh nya dan menungging. Aku lepas celana dalam yang menerawang itu sampai aku bisa melihat belahan pantat dan vagina nya. Setelah celana dalam itu lepas, aku kembali membaringkan dia dan semua Tubuh indahnya yang berwarna putih mulus tanpa cacat itu terlihat jelas olehku.

Aku jilat semua tubuhnya dari leher sampai vagina nya. Dia secara otomatis membuka kedua kaki nya lebar lebar mempersembahkan vagina dia untuk dinikmati olehku. Ada sedikit rambut tumbuh di liang peranakan istriku. Aku tak peduli dan aku jilat semua permukaan organ intim dirinya sampai dia berteriak teriak dan meremas remas kedua payudara sendiri.

Desahan desahan erotis itu terdengar di semua bagian ruangan kami. Dia sudah tak tahan dan mendorong kepalaku.

“Sur. Ayo lakukan. Aku dah mau ngentot nih.” Katanya tanpa rasa malu lagi.

Aku tersenyum dan langsung memasukan penis ku yang selalu memberikan dia kenikmatan sejati dan hakiki.

Aku sekarang memompa vagina istriku yang sedang berbaring terlentang. Dengan sekuat tenaga ku hajar habis vagina istriku sampai dia tak lagi bisa bersuara dan hanya bisa membuka mulutnya lebar lebar dan menutup kedua matanya erat.

Setelah sekian lama memompa vagina istriku yang cantik itu, dia akhirnya mendapatkan orgasme nya dan cairan cinta itu menyembur deras dari vagina nya. Aku terus memompa vagina nya sampai aku juga menyusul orgasme ku beberapa detik kemudian.

Aku cabut penis ku dan ku arahkan ke payudara. Sperma ku berceceran di kedua payudara yang indah itu. Dia kemudian bangun dan langsung menghisap penis ku sampai bersih berkilauan. Setelah ia puas memberikan aku oral seks, kami mandi berdua dan langsung tidur.

POV penulis.

Kalau saja Surya tahu ketika dia sedang menikmati tubuh indah istrinya, ibu mertua Surya sedang menguping. Wanita itu sudah telanjang bulat dan meremas remas kedua payudara nya yang masih kencang itu. Payudara wanita yang sudah berusia 40 tahun lebih itu masih 99% sama persis dengan istri Surya.

Yang beda hanya puting susu mertua Surya sudah coklat tua dan masih bisa memberikan asi. Tak heran anak perempuannya masih suka menyusu ke ibu nya seperti bayi.

Setelah dia puas memainkan payudara nya yang masih indah itu, dia juga memainkan klitoris nya sampai dia memperoleh orgasme nya. Tampaknya ibu mertua Surya membutuhkan belaian lelaki muda. Sejak ayah Lia tutup usia 18 tahun lalu, Jessica alias ibu mertua Budi tidak mau menikah lagi karena cinta nya yang begitu besar ke suaminya.

Dia memilih menjadi ibu muda tanpa suami meskipun banyak pria yang mau menikahi dia termasuk bujangan.

Besok pagi nya, Surya kembali berdagang. Lia menemani ibu nya ke pasar untuk belanja makanan dan segala kebutuhan rumah tangga. Setelah mereka pulang, Lia, seperti biasa, hanya memakai kaos suaminya tanpa bra dan celana dalam saja. Ibunya hanya memakai kaos tanpa bra dan celana pendek. Lia kembali bermanja manja ria dengan ibu nya.

J: nak. Semalam ngapain sama suami kamu? Hehehe. Kedengaran suara desahan kamu. Ahhh ahhh hhehehe. Mama jadi kangen sama papa, nak.

L: ihhh mama apaan sih. Kok kedengaran ya? Ah mama. Hehehe. Lia malu tau… Heheh.

J: eh eh eh. Malu apa sih, sayang? Kan mama pernah muda juga. Kalau gak gitu, kamu gak bakalan tercipta di dunia ini. Hehehe. Manis nya anak mama ini. Sini mama peluk.

L: mama….. aaaaa mama. Pangku…

Ibu itu memangku anak perempuannya dan Lia menyandarkan kepalanya di kedua payudara ibunya.

J: mau nenen lagi nak? Hehehe. Jangan digigit ya.

L: mau ma.

Jessica membuka kaos nya dan Lia menyusu lagi di kedua payudara ibunya menghabiskan asi yang tersisa itu. Setelah puas dan kenyang, Lia tertidur di pangkuan ibu nya. Dengan lembut dan penuh kasih sayang, Jessica membaringkan anak perempuan tersayang nya di kasur itu dan menutup tubuh anaknya dengan selimut.

Jessica juga mengecup bibir dan dahi anak perempuannya. Such a loving mother and daughter.

Ibu mertua Surya kini membereskan rumah dan juga menyiapkan bahan bahan yang dibutuhkan untuk nanti makan malam. Jauh di lubuk hati wanita itu, dia juga ada rasa ke menantu nya sendiri karena dia mirip dengan mendiang suaminya dan berharap kenikmatan yang diberikan Surya akan sama dengan mendiang suaminya waktu dulu.

Seiring berjalannya waktu, Lia terbangun dan mencari ibu nya yang sedang menyapu halaman depan alias teras. Lia yang baru bangun langsung memeluk ibu nya dari belakang.

J: eh sayang. Kenapa kamu nak?

L: mmmmmmm tadi mama gak ada. Kirain mama ikut bobo. Hehehe.

J: sayang. Dah nikah masih manja manja sama mama ya. Hehehe. Nak. Mama sudah siapin bahan bahan buat masak. Nanti kita mandi bareng yuk nak.

L: mau ma. Lia tunggu di dalam ya ma. 1 jam lagi, Surya pulang.

J: iya sayang. Bentar lg ya sayang.

Ibu mertua Surya kini masuk ke dalam menyusul anak perempuannya dan Effendi, tetangga Surya yang di seberang sana melihat ibu dan anak yang sedang berduaan tadi di luar.

“Wah Surya Ngehek. Nikmat bener hidup dia. Bini cantik. Mertua masih lumayan. Nah gua? Bini dah turun mesin. Mertua brengsek. Sial bener. Dah ah. Jangan ganggu hidup org.” Kata dia dalam hati ambil menghisap rokok Surya 16 nya.

Sementara itu, Lia dan ibunya sedang mandi bersama dan mereka saling memandikan dan membersihkan punggung 1 sama lain.

“Nak. Tuh di bawah dah lebat. Bersihin sana. Biar Surya makin senang tuh. Hehe.”

“Eh mama. Liat aja deh. Hehehe. Mama juga ada tuh. Hehehe.” Ledek Lia sambil mencolek payudara ibu nya.

“Heeeee dasar nakal. Hehehe. Sini mama pencet nenen kamu. Siapa tahu dah ada asi nya.” Kata ibu nya sambi meremas payudara indah Lia yang tentu aja belum bisa memberi asi.

***

Mereka berdua bercanda ria tertawa seperti 2 anak perempuan yang sedang mandi bersama. Banyak yang menyangka mereka adalah kakak adik. Setelah mandi bersama, mereka berdua kembali berpakaian lengkap dan bersiap siap masak untuk makan malam. Ketika sedang memasak, Surya akhirnya pulang dan menyapa mereka berdua sambil mencium pipi istri dan mertua nya.

Jessica, ibu mertua Surya tentu saja berbunga bunga hati nya dicium menantu nya yang tampan itu. Dia sendiri bahkan rela memberikan usahanya ke Surya nanti. Surya kemudian mandi dan setelah berpakaian, dia langsung menuju meja makan untuk makan bersama.

Setelah makan, Lia kembali ke kamar ibu nya dan Surya sibuk dengan urusan dagangan nya alias menghitung bon penjualan hari ini.

Di dalam kamar mertua Budi,

J: nak. Nanti malam tempur lagi gak? Hehehe

L: eh mama. Mau tau aja sih. Hehehe. Mama belum terlalu tua untuk dapat suami lagi kok

J: ah gak. Mama hanya sayang papa doang nak. Mama kangen papa kamu, nak.

Ibu mertua Surya menangis. Lia juga turut menangis menghibur ibu nya. Mereka berdua berpelukan dan saling menghibur.

Setelah beberapa menit kemudian, Jessica yang tak lain adalah mertua Surya, kembali usil.

J: eh nak. Itu nya suami kamu gede gak? Dah disunat kan?

L: iiiiiihhhhhh mama!!! Malu ah. Itu kan punya Lia. Kesayangan Lia. Masak mama mau juga? Hehehe. Mama genit ih.

J: udah. Gak usah banyak omong. Gede gak?

L: segini ma. Ada sekitar 15 cm lebih dikit kayaknya ma. Eh mama kan ada meter an. Coba mama tolong ambil deh.

Jessica dengan semangat mengambil benda yang selalu setia menemani tukang jahit itu dan diberikan ke anaknya.

L: nah bener kan ma. 16 cm ma. Panjang ma. Apalagi semalam dia habis cukur botak ma. Makin besar.

J: wah sama kayak papa waktu dulu. Jamin bikin mereka melek nak. Hehehe. Pantas kamu suka gak make bh kalau ada suami kamu. Genit emang anak mama. Hehehe.

L: iya dong ma. Biar dia nempel terus sama aku. Hehehe. Mama suka sama suami Lia ya? Hayoooo ngaku. Heehhe.

J: yeh. Anak ini. Masak suami kamu jadi bahan arisan mama dan kamu. Emang dia mau apa sama mama yang sudah tua begini? Enak kamu di mana mana nak. Masih legit kayak ketan. Mama mah dah kendor kayak kulit gajah

L: eh kata siapa. Ini nenen aja masih kencang. Tuh lihat mama pake bh. Masih kayak anak muda seusia aku. Lia aja masih suka nenen sama mama. Hehehe. Tadi kita mandi bareng aja, Lia lihat badan mama masih bagus. Temen temen Lia bilang kalau mama masih cantik awet muda. Bahkan ma. Waktu dulu, banyak temen temen Lia yang laki laki seneng banget suka muji muji mama. Mama dibilang mama impian dsb.

J: udah nak. Mama malu ah. Hehehe. Menantu mama ini memang ganteng. Tiap hari dicium terus ama dia. Mama senang banget kayak kembali muda.

L: nah kan. Mama ngaku juga akhirnya kalau mama seneng ama Surya. Hehehe.

J: udah nak. Ketahuan dia nanti mama malu. Ciuman dia di pipi mama memberikan tenaga surya. Hehehe. Keren ya. Hehehe

L: mama genit. Masih suka dipeluk lelaki muda. Hehehe. Nanti kapan kapan Surya temenin mama jalan aja berdua. Hehehe.

J: ih kamu nak. Paham banget sama mau nya mama. Hehehe. Bh lepas tuh nak. Biar dia terangsang nanti. Kamu coba deh pake kemeja dia sesekali. Pasti dia nafsu nanti. Jangan pakai celana ya. Celana dalam aja. Hehehe.

L: eh iya. Lia beli lingerie yang seksi aja ma. Mama mau gak? Ukuran kita kan sama ma.

J: eh mama ah tua. Gak enak dilihat nak.

L: udah gpp. Lia beliin nanti. Ok ma?

J: ya sesuka kamu deh nak. Hehehe.

L: nah gitu dong. Ma. Lia titip bh Lia di sini ya. Lia mau ke kamar dulu. Kali aja dijamah ama dia nanti. Hehehe. Tapi kayaknya gak deh. Dia capek banget hari ini. Hari ini dagangan dia rame ma.

J: wah rejeki. Buat mama, menantu kayak Surya juga rejeki loh nak.

L: tuh kan mama. Bawa bawa Surya mulu. Hehehe. Eh mama. Nih ma. Lia kasih tahu ya ma. Waktu Lia masih pacaran sama Surya, dia sering puji puji kecantikan mama loh.

J: eh masak sih nak? Aduh duh duh duh. Mama kayak jadi anak abg lagi nak.

L: yeh mama. Tuh nenen aja dah keluar susu. Hehehe. Abg gmn ma? Sesekali kasih Surya sana. Hehehe.

J: yeh jangan nak. Nanti dia muntah darah kena susu basi.

L: mama. Lia aja nenen ke mama tapi gpp. Surya kali aja mau. Hehehe.

J: nakal ya kamu nak. Nanti mama gak kasih nenen lagi nih. Hehehe.

L: ah mama. Bercanda doang. Hehehe. Ya udah ma. Lia lepas bh dulu. Titip di sini ya ma. Lia ke dalam dulu ma. Hehehe.

Lia pergi dan dia tak tahu kalau Surya sedang menguping pembicaraan mereka. Surya kemudian kembali tiduran main hp berlagak bloon seolah gak tahu apa apa meski celana dalam nya sudah basah karena alasan yang sangat jelas.

“Halo sayang. Hehe. Maaf lama. Tadi nemenin mama. Hehehe.” Kata Lia sambil tertawa memeluk Surya.

“Ah gpp. Santai saja. Aku malah senang kamu dan mana kompak dan saling sayang.” Kata lelaki itu.

“Habis si mama tadi nangis, say”. Kata Lia lirih

“Kenapa? Jari kelingking kaki kena tabrak meja?” Tanya Surya meledek.

“Gak, dodol. Dia teringat sama papa. Say. Sesekali temenin mama ya. Dia kan kayak mama sendiri. Yah yah. Ok sayang? Nanti ajak si mama jalan jalan. Aku juga mau jalan sama temen temen aku. Hehehe.” Kata Lia membujuk Surya

“Beres sayang. Bisa diatur. Itulah gunanya aku. Hehehe. Aku sayang mama kamu juga kok.” Kata Surya sambil mencium bibir Lia.

“Duh beruntung nya aku kawin sama kamu. Kamu baik dan penuh pengertian. Aku ingin banget mama bahagia” Puji Lia sambil meneteskan air mata.

“Paham sayang. Aku berikan semua jiwa raga ku untuk mama kita ya. Kita buat mama bahagia. Meski pun aku harus menjadi pengganti papa kamu, aku gak masalah. Dengan catatan kamu gak keberatan.” Tantang Surya sambil tersenyum genit dan menantang.

“Eh maksud kamu?” Tanya Lia.

“Sudah. Nanti kamu akan paham kok. Hehehe.” Kata Surya yang sudah menguap karena ngantuk.

Bersambung