Berbagi Cinta dan Nafsu Part 3

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20

Berbagi Cinta dan Nafsu Part 3

Start Berbagi Cinta dan Nafsu Part 3 | Berbagi Cinta dan Nafsu Part 3 Start

3. Jangan Pernah Tinggalkan Aku

Hari ini hari yang membahagiakanku, Wulan teman kuliahku yang aku dekati menerimaku menjadi kekasihnya.

Bukan hal yang mudah mendapatkannya, pendekatanku hampir 1 tahun baru berbuah hasil. Meyakinkan Wulan tidaklah mudah, penampilanku serta masa laluku menjadi pertimbangan yang berat. Karena kita satu kampus, Wulan pasti mengetahui masa laluku termasuk kehidupan asmaraku. Sudah 3 kali aku berganti pacar selama kuliah ( walaupun semuanya berakhir tragis, aku dicampakkan oleh ketiganya, dan tentunya tidak akan kuceritakan disini pengalaman tersebut. Terlalu malas untuk itu, menceritakan pahitnya ditinggal saat sedang sayang-sayangnya).

Wulan juga pasti tahu kehidupanku semasa dikampus, akrab dengan miras dan tentunya teman2 yang kurang baik pergaulannya.

Namun kerja kerasku dalam berjuang hidup serta keseriusanku mendapatkanya rupanya menjadi pertimbangan Wulan menerimaku. Hal lain, secara jujur memang aku beruntung dianugerahi wajah menarik dan tubuh proporsional, hanya karena penampilanku saja sehingga terlihat slengekan. Aku pun begitu, kesanggupan Wulan menerima cintaku akan sebisa mungkin kujaga. Wulan yang berasal dari kota Salatiga berasal dari keluarga baik-baik dan sederhana. Cantik, baik hati, tidak macam2 dan tentunya dari yang kulihat dia bukanlah perempuan materialistis.

——————————————————-

Sebulan sudah Wulan menjadi pacarku. Hari-hari menjadi sangat bahagia, kerjaan menjadi beres semua karena kulakukan dengan semangat yang berlipat. Wulan pun aku support dalam melanjutkan kuliahnya. Wulan wanita yang luar biasa, baginya masa depan adalah segalanya. Kesempatan Wulan meraih beasiswa untuk melanjutkan S2 pun dia peroleh.

Hari ini tanggal 17 Agustus, tanggal merah, aku dan Wulanpun tidak bekerja dan kuliah.

Hari ini kami bermalas-malasan dikos Wulan. Entah sudah berapa judul film korea kesukaan Wulan yang sudah diputar. Aku sebenarnya bosan, tapi demi pacar aku bersabar menemaninnya, lagipula sangat jarang kita bisa berduaan karena kesibukan kita masing-masing.

Aku rebahan dikasur kos Wulan sambil menghadap TV, Wulan duduk disebelah kaki. Iseng, aku peluk dia dari belakang. Wulan menggelanyut manja ke arah dadaku. Menit terasa berlalu, aku cium pipinya. Wulan memandangku:

“Love you…..” kataku.

“Love you too sayang…” Wulan membalas dengan tersenyum.

Wajah Wulan terlihat begitu cantik, aku yang tak tahan segera mencium bibirnya yg manis. ” cupps……”

Wulan terdiam, matanya terpejam. Aku pun menjadi tidak tahan, aku cium sekali lagi bibirnya. Kali ini Wulan membalas, kamipun berpagutan.

“Smoch….smochhh….smoch….smoch…..hh”

Wulan memang tidak jago berciuman, dari caranya dia sepertinya masih lugu.

Namun, kenikmatannya sungguh luar biasa mencium pasangan yang kita sayangi.

Ciuman kita terus berlanjut, sudah hampir 5 menit bibir kita beradu. Aku melanjutkan serangan, aku remas toket Wulan yang masih terbungkus kaos ketat tanpa lengan yang dia pake. ” Ahhhh….adi sayang… ahh”. Wulan merintih.

Aku lanjutkan ciumanku, ke leher kemudian menuju kuping. Remasanku ke toketnya semakin intens, kali ini kutelusupkan tanganku ke balik kaosnya dan kuremas toket yang masih tertutup BH.

“ahhh…ohw…….ahhh…” Wulan hanya merintih, dan terlihat menikmati.

“Aku buka ya sayang…?”ujarku.

Wulan hanya memandangku. Aku anggap pandangan tersebut sebagai persetujuannya. Aku raih badannya, kuangkat naik baju serta kutarik kaitan BHnya.

Kini toket Wulan nampak menggantung indah tanpa tertutup apapun. Luar biasa indahnya, putih bulat serta puting kecilnya berwarna merah muda. Kupangku Wulan disisi kiri badanku, aku ciumi kedua toketnya, aku hisap puting kanannya sedangkan tanganku kanan meremas lembut toketnya yang kiri.

“Ahrrrr…. sayang…. ahrgggg …ouwh …ahhhhh….. arghhh” Wulan tidak dapat berkata kata, hanya rintihan yang keluar dari mulutnya.

Aku rebahkan badan Wulan di kasur, tanpa persetujuannya kutarik hotpan dan CD nya. Wulan hanya bisa pasrah sambil memandangku sayu.

Aku cium bibir, leher, toket, perut dan terakir kucium memeknya yang bersih harum dan tak berbulu.

Kuhisap pelan…

”Ahhhhhh….!!!” Wulan menjerit.

Ahh.. sayang…. arghh..kamu apakan?…ahh..ahhh….” Aku tak menghiraukan tetap kulanjutkan jilatanku. Badan Wulan menggelinjang.

Aku hentikan jilatanku. Aku berdiri dan kulepas bajuku hingga kini akupun bugil Kudekati muka Wulan, kucium lagi kening dan kemudian bibirnya.

“Smoch…smochg…smoch….ah..smoch..ahhhh…smochhhh”

Aku pandangi wajah Wulan, kutindih padannya pelan. Kuarahkan kedua tangan ku sebagai penopang badanku. Kuarahkan kontol ku ke memeknya.

Ujung kontolku bersentuhan dengan bibir memeknya. Wulan terkaget, matanya terbuka.

“Sayang…jangan stop sayang… arghh..jangan sayang… argh..oh aku belum pernah….ah” ujar Wulan.

“Aku menginginkanya sayang” balasku.

“Aku masih perawan Adi, jangan… hanya suamiku yang boleh melakukanya” ujar Wulan.

“Aku besok yang akan menjadi suamimu sayang” aku berusaha meyakinkanya.

“Kamu benar bebar mencintaiku Di?” Wulan bertanya lagi.

“Aku mencintaimu, aku besok yang menjadi suamimu” Kukecup kening Wulan. Dia terdiam.

Aku anggap diamnya Wulan sebagai ijin, kulanjutkan tusukan kontolku. “BLESS…”

Kepala kontolku masuk ke memeknya.

“Adiiii….sayang sakit..owhhh..ahh sakit ahhh” Wulan terpejam sambil berteriak. Dicengkeramnya kedua lenganku.

“Sabar sayang, cm bentar sakitnya…”

Kulanjutkan dorongan kontolku…”BREEETT..BLESS”

Kali ini masuk semua kontoku di memeknya.

“Ah….sayang….. ahhhhh …perih yang..owh” Badan Wulan kaku, dipeluknya erat badanku yang sedang menindih tubuhnya.

Aku rasakan,ada cairan di pangkal kontolku. Sepertinya darah perawannya. Aku yang tadi sempat ragu, akhirnya percaya pacarku benar2 masih perawan.

“Ohhhh….Ahh…..sssttt”. Desisku menahan nikmat.

Aku coba genjot pelan batang kontolku, semakin lama dengan sabar kupercepat tempoku.

“Ah….ah…….. arhhhhh….sayang….. ahhh.. ahhhhh…..Ahh!” Wulan mulai merintih, namun kali ini karena nikmat.

kupercepat sodokanku, masih seret tapi lebih mudah daripada tadi.

Aku genjot terus dan terus…

”Ahhhh….oh… aahh….ahhh……ahhhh … sssddd….ahhh…oh.aahhhhhhh….ohhhh….ahhhhh…ahhh”.

Kita berdua berpacu, beradu peluh dan nafsu. Wulan kali ini terlihat menikmati. Rintihan dan desahan Wulan semakin menambah nafsu. Ekspresi wajah Wulan pun terlihat semakin cantik dan menggemaskan.

Tak sadar sudah lebih 15 menit kami bercinta, tiba- tiba badan Wulan terangkat, serta badannya mengejang.

” AH…..ahhhhhh…..ahhhhhhhhhh……ahh…hmmmm sayangggh……

ahhhhh….ah…ahhhhhh oh yaaaang”

Rupanya dia sudah orgasme. Dicengkeramnya leherku, dijambaknya rambutku. Aku rasakan memeknya mengejat, terasa seperti memijat batang kontolku di dinding rahimnya.

Kupercepat tempo sodokanku, aku pun hampir sampai. Kutekan kontolku dalam – dalam sampai kemudian:

“Ahhhhh….sayanggg….ahhhh…aku sayang kamu….Arghhhhh….CROOOOOOT…..CROOOOT…CROT….CROOOOT”

Kuseprotkan sperma ketalku ke rahimnya.

Aku ambruk di atas badannya.

Wulan memeluku erat.

Aku dengar isak tangisnya. Aku menggulingkan badanku, kupeluk dia sambil kami rebahan. Muka kita berhadapan, kucium keningnya.

“Kenapa sayang menangis?” ujarku

“Aku sudah tidak perawan lagi Adi. Aku dulu berharap ini tidak terjadi sebelum menikah. Aku ingin melakukan ini dengan laki- laki yang menjadi suamiku” Wulan terisak.

Kupegang kepalanya, kupandang tajam dan berkata ” Wulan sayangku, aku mencintaimu sayang. Aku tulus sama kamu, akulah yang akan menjadi suamimu. Aku serius, aku akan menjadikanmu istriku. Kamu tenang ya sayang… ga usah takut, aku bertanggung jawab “.

“Benar yang kamu ucapkan di? kamu sayang sama aku kan? ” Wulan bertanya berusaha meyakinkan.

“Aku sayang kamu Wulan”.

“Adi sayang, aku juga sayang sama kamu. Aku percaya kamu. Aku hanya melakukan ini dengan orang yang menjadi suamiku, dengan kamu aku sudah melakukannya. Aku tidak mau dgn yang lain, aku pengen kamulah yang menjadi suamiku. Kamu harapanku, Jangan pernah tinggalkan aku ya sayang…janji” ujar Wulan panjang lebar.

“Iya sayang, aku janji” kataku.

Kupeluk Wulan, kutempelkan bibirku di keningnya. Wulan nampak tenang. Dia pun terlelap dalam pelukanku.

“Aku mencintaimu sayang” ujarku dalam hati.

——————————————————

Semenjak kejadian itu, kami semakin sering melakukan hubungan sex.

Kapanpun aku mau Wulan pasti bersedia dengan senang hati. Hanya jika berhalangan bulan saja kita sementara berhenti.

Jujur aku tidak mengira Wulan masih perawan. Aku tahu sebelum denganku dia pernah punya pacar seorang Dokter. Mereka pacaran dari jaman SMA sampai kemudian putus 2 tahun lalu. Dokter tersebut pacar pertama Wulan, hingga akhirnya dia berpacaran denganku.

Semenjak aku berhasil memetik kegadisannya, Wulan nampak semakin sayang denganku. Perhatiannya semakin berlebih. Mungkin benar kata orang2, wanita kebanyakan akan berat melepas laki2 yang telah merenggut keperawanannya, dan hanya ingin hidup bersama dengan laki-laki tersebut.

Cinta dan perhatian Wulan semakin besar padaku. Aku pun mencintainya, namun yang namanya lelaki pasti niat iseng dan usil selalu ada.

Semakin besar cinta Wulan kepadaku, semakin besar pula niatan isengku.

“Ahh, bukankan dia sudah terikat denganmu Adi, sedikit bandel tak apalah…..”

Ide iblis jahat seperti itu kadang melintas di pikiranku..

Entahlah…..

BERSAMBUNG

END – Berbagi Cinta dan Nafsu Part 3 | Berbagi Cinta dan Nafsu Part 3 – END

(Berbagi Cinta dan Nafsu Part 2)Sebelumnya |Bersambung(Berbagi Cinta dan Nafsu Part 4)