Berbagi Cinta dan Nafsu Part 20

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20

Berbagi Cinta dan Nafsu Part 20

Start Berbagi Cinta dan Nafsu Part 20 | Berbagi Cinta dan Nafsu Part 20 Start

20. Seharusnya Suci

Asmi

Tante Tasya

“Tok tok tok…”
” Ya masuk.”
” Mas Adi, itu yang mau interviuw udah datang” ucap bu Ari, salah satu staff dikantorku.
” Boleh bu suruh masuk” jawabku

Bu Ari berbalik dan keluar dari ruanganku. Tidak lama kemudian, sesosok wanita muda semampai masuk kedalam ruanganku.
” Pagi bapak..” sapanya.
” Pagii.. silahkan duduk” ucapku.
“Terima kasih bapak ” ujarnya sambil duduk.
” Oke, silahkan perkenalkan diri mu dan ceritakan latar pendidikan mu serta pengalaman kerja mu” ucap ku to the point.

” Baik, pak. Nama Saya Asmi Nadina, saya lulusan Akademi Sekertaris… bla.. blaa blaaa…. ” Wanita didepanku menjelaskan semua yang aku tanya dengan lugas dan meyakinkann.

Jujur aku tidak konsentrasi dengan apa yang dia sampaikan. Fokusku justru lebih kepada kecantikan wanita muda di depanku.
Asmi begitu panggilannya, usianya 28 tahun dengan tinggi badan sekitar 160cm. Rambut hitam lurus. Tidak langsing tidak juga berisi, namun sangat proposional. Wajahnya yang cantik serta senyumnya yang manis membuatku terpesona.
Dari cara berbicara serta CV yang dia sodorkan, Asmi masuk dalam kriteria asisten yang aku butuhkan. Tentu saja penampilannya yang menarik memberikannya nilai lebih.

” Ok Asmi, kamu saya terima. Akan ada masa percobaan selama tiga bulan. Jika kamu bekerja dengan baik, kamu akan saya kontrak. Gaji dan fasilitas seperti yang kita bahas tadi. Kalo bersedia senin minggu depan mulai masuk” ucap ku

” Terima kasih pak, iya saya bersedia. Terimakasih sekalu lagi atas kesempatannya” ucap Asmi.
” Sama2 Asmi, selamat bergabung disini”
” Terima kasih pak. Mohon ijin untuk pamit, selamat siang” katanya sambil menyalamiku.
“Silahlan, selamat siang” jawabku.

Asmi meninggalkan ruanganku. Kutatap bodynya yg berjalan keluar daru belakang. Menarik, …..

” Ahh paling ga aku lega, sudah ada yg menggantikan Vivi. Semoga dia bisa lebih baik atau paling tidak setara dengan Vivi kemampuan kerjanya. Termasuk kemampuan yang lain..heheee” batinku.
Tanpa sadar aku tersenyum sendiri di meja kerjaku.
———————————————————–
Siang yang panas…
Aku terjebak dikemacetan trafficlight depan kampus UPN Yogyakarta.
Aku yang akan pergi ke Solo mengemudikan mobilku perlahan demi perlahan ditengah macetnya ring road Utara Jogja.

Tiba-tiba…
” Bruakkkkk….” mobilku seperti terdorong ke depan dengan keras.
Aku cek melalui spion tengah. Rupanya, sebuah mobil sedan menabrak mobilku dari belakang. Selepas lampu merah, kutepikan mobilku. Mobil sedan yang menabarakku mengikuti berhenti dibelakangku. Sang pengemudi sedan keluar dari mobil. Aku pun bergegas turun…
Kulihat bagian belakang mobilku hancur berantakan.
” Maas maaf ” ucap si pengemudi sedan.
” Aduh gimana ini pak? kok bisa sih lagi macet gini bapak bisa2nya tancap gas”
” Iya maaf mas, saya lagi buru2 ke bandara untuk ngejar pesawat. Saya janji akan ganti dan tanggung jawab kerusakannya mas”
” Ok pak saya ngerti, saya berterimakasih bapak mau bertanggung jawab” ujarku
” iya mas, bntr ya mas” bapak tersebut melambai ke arah mobilnya dan dari dalam mobil keluarlah seorang wanita separuh baya berusia sekitar 40tahun.
” Mas gini , saya Tedy dan ini istri saya Tasya” ucapnya sambil mengulurkan tangan.
” Saya Adi pak, bu” balasku.
” Baik jadi gini mas Adi, ini saya akan berangkat kerja ke Bali selama 2 minggu. Seperti yang saya bilang tadi saya siap mengganti kerusakan mobil mas Adi. Tapi karena saya harus kerja, saya menitipkan ke istri, biar istri yang mengurus. Jadi besok untuk urusan ke bengkel dan pembiayaan apapun mas dibantu dan ditemani istri saya. Sekali lagi mohon maaf mas. Bagaimana?”ujarnya.

Aku yang orang kerja pun memaklumi alasannya, toh dia juga sudah minta maaf dan mau mengganti.
” Baik pak, saya hormati dan hargai rasa tanggung jawab bapak, sekalipun ini musibah yang tidak semgaja. Kalo boleh saya minta no hp bapak atau ibu supaya saya biasa menghubungi.”
” Iya mas, no istri saya saja ya mas.. ini nomornya”
” Baik pak” kamipun saling bertukar kontak.
” Jadi gini mas Adi, saya lg ngejar jadwal flight kalo boleh saya ijin lanjut jalan supaya tidak ketinggalan. Untuk urusan besok, silahkan hubungi istri saya” ujar pak Tedy.
” Iya mas, saya ntar yang hubungi mas untuk ke bengkel dan urusan lainnya” ucap istri pak Tedi.
” Ohh boleh.. boleh . Terimakasih pak, bu. Selamat jalan” ucapku.
” Saya yang Terimakasih mas” ucap mereka serempak. Kamipun saling bersalaman dan kemudian melanjutkan perjalanan masing-masing.

—————————————————–

” Ting”
” Siang mas Adi”
Aku yang sedang duduk di meja kerjaku tersentak dengan bunyi pesan masuk di hpku.
Nomor Bu Tasya yang kemarin. Iseng aku cek photo profilnya. Aku terkesima, nampak seorang perempuan setengah baya berbikini di tempat liburan. Gila, ternyata bu Tasya mempunyai tubuh yang menggiurkan. Kenapa aku baru sadar ya, kemarin mungkin aku dalam keadaan kalut dan emosi hingga tak menyadari bahwa istri pak Tedy begitu cantik dan sexy.
Aku bergegas membalas pesannya.
” Siang ibu… bagaimana?”
” Mas adi sibuk ga, kalo engga kita ke bengkel sekarang bisa?” balasnya lagi.
” Oh bisa bu, kebetulan saya lagi tidak banyak kerjaan hari ini”
” Ok mas , kita ketemu dimana?”
“Di bengkel ******* jln Magelang ya ibu” balasku balik.
” Baik mas, saya berangkat sekarang yaa”
” Siap saya juga bu”

Aku pun segera bergegas dan meluncur menuju bengkel mobil di jln Magelang.
Bu Tasya sudah menunggu sesampainya aku disana. Benar apa yang kuibayangkan, Bu Tasya tampak menggoda dengan gaun merah casual tanpa lengan. Bulatan paha dan pantatnya yang montok nampak menonjol dari balik gaunnya.

” Sudah lama bu, ” ucapku basa basi.
” Belum, baru saja nyampai. Mas dari kantor?” tanyanya.
” Iya bu. Oiya mobilnya saya kasihkan ke mekanik langsung ya ibu”.
” Iya mas, minta diganti seperti yang mas mau aja. Masalah biaya gampang” ujarnya .
” Baik bu”

Akupun menyerahkan kunci ke mekanik dan menjelaskan apa saja yg harus diganti. Mekanik bengkel bilang aku harus menunggu sekitar sejam untuk tahu apa saja yang musti diganti serta estimasi biayanya .

“Udah mas?” tanya Bu Tasya yang menungguku diruang tunggu bengkel.
” Sudah bu, nunggu sejam tapi mau diestimasi kerusakannya apa saja dan biayanya”
” Oh gitu, sambil nunggu kita makan dulu yuk mas. Makan di Liqui* resto deket sini gimana?”
Aku yang ternyata sudah lapar pun mengiyakan, itung itung sambil ngecengin body bu Tasya dan daripada bengong sejam di bengkel.
” Boleh bu, kebetulan saya juga lapar..hehee”
” Nih mas Adi yang bawa mobilku yaa..” katanya sambil memberikan kunci mobilnya.

Setibanya ditempat makan kamipun ngobrol sambil menikmati sajian.

” Mas Adi tinggal dimana?” tanyanya.
” Saya di jalan kaliurang bu, kalo ibu dmna? ” tanyaku balik.
” Saya deket sini mas, masih jl magelang juga. Itu ke utara 3 km. Oiya jangan panggil bu dong.. Tua banget kayanya. heheee”
” Oh iya maaf maaf bu.. eh mbak.. hehee”
” Jangan mbak juga, ntar dikira asisten rumah tangga..heheh. Panggil aja Tante” ucapnya.
” Ohiya baik tante Tasya. Tante cm tinggal berdua di rumah?” tanyaku.
” Iya sama suami. Itupun ga setiap hari. Suamiku kontraktor, sering pergi smp beeminggu-minggu. Aku pnya anak 1, cowok tapi kuliah di Jakarta. Yah paling sama pembantu di rumah. Cuma udah 2 hari ini pulang ke kampung anaknya sakit” ucapnya panjang lebar.

Kami berdua pun asyik berbincang segala macam. Kerjaan, hoby sampai kehidupan rumah tangga. Tante Tasya sempat heran ketika tau aku punya 2 istri dalam satu rumah. Tapi setelah kujelaskan dia nampak mengerti dan justru kagum.

” Bisa ya mas kaya gitu. Mereka bisa menerima dan ga saling cemburu”
” Iya sih tan, yah mungkin cara pendekatan saya bisa diterima mereka berdua. Yang pentingkan adil..hehee”
” Terus urusan tidur gimana? heheee.. maaf ya mas nanya2. Maksud saya gantian gitu atau gimana? ” tanyanya.
Aku memaklumi keponya yang berlebihan.
” Ga harus gitu juga sih tan.. yah siapa yang pengen tinggal masuk kamar. kalo dua2 nya kepengennya bareng ya harus layani dua dua nya.. hehehe” jawabku.
“Waaahh.. hahahaaa.. pasti kuat banget ya mas Adi. Harus siap kalo dua2nya minta. hehee”
” Yah gitu lah tan… Oiya tan bentar ini ada yg telpon sepertinya dari bengkel”
“Oh iya mas Adi.. angkat dulu.

Aku pun segera mengangkat telepon yang masuk.
Setelah 5 menit telepon dari bengkel akupun menyampaikannya kepada tante Tasya.
” Tan mobilnya harus diganti beberapa, kira2 3 jam lagi baru selesai. Untuk biaya sekian rupiah” ujarku.
” Oh ok mas Adi gapapa, ga masalah. Cuma harus nunggu tiga jam yaa..” tanyanya.
” Iya tante, yaudah gapapa saya tunggu disini. Tante kalo ada acara tinggal aja. Ntar kalo dah kelar saya hubungi”
” Engga sih saya ga ada acara. Cuma kalo nunggi disini atau di bengkel bakalan bosen mas Adi. Gimana kalo tunggu dirumaku aja. Dibelakang rumahku ada taman, kita bisa minum teh disana sambil ngobrol biar ga bosen. Lagipula kan ga jauh juga dari sini.”
” Waahh kesempatan ni” pikirku.
” Ah jangan tan.. tunggu sini aja ntar malah ngrepotin tante.” ujarku.
” Ah gak lah , ngrepotin apa. Dari pada disini bosen kan. Ayuk mampir rumahku dulu aja.. nunggu disana” ujarnya sambil menyerahkan kunci mobil.
” Yahh… okelah tant kalo gitu..hehe”
——————————————————-

Rumah Tante Tasya 2 kali lebih besar dari rumahku. Berada di perumahan super elite dengan fasilitas yang lengkap. Dibagian belakang rumah terdapat taman dan gasebo dengan sofa serta kolam renang yang luas.
” Kalo mau renang boleh lho mas” tiba-tiba Tante Tasya muncul dari belakang dengan nampan berisi 2 cangkir teh.
” Aduh… ga tante. Panas gini bisa melepuh kulit.. hehee”
” Bisa aja mas.. hehee. Ini di minum tehnya”
” Enggaklah.. malah seneng aku dapat kenalan baru, dapat saudara baru. Silahkan” ucapnya sambil duduk disebelahku.
” Iya tan makasih…”

Kamipun melanjutkan ngobrol di taman belakang ini. Tante Tasya pun larut dalam obrolan. Termasuk menceritakan duaminya yang selalu sibuk kerja
” Tante ga ada pembantu, tinggal dirumah sebesar ini sendiri berani?” tanyaku.
” Udah biasa mas Adi. Ga ada apa2 juga. Lagian didepan ada scurity. Kalo setan ga ngefek, mereka yang takut sama aku..heheee”
” Hahaaa.. bisa aja tan” kataku sambil menatap mukanya.
” Yah takut sih engga, cuma paling kesepian” ujarnya.
“Kesepian gimana tan?” tanyaku.
” Yah, aku kan masih 39 tahun mas adi, masih pengen sering ditemani suami, tapu suami sibuk terus. Kebutuhan istri kan bukan cuma materi, tp juga biologis.” terangnya.
” Iya ya tan… ” ucapku bingung.
” Atau mungkin mas Adi mau bantuin?” ucapnya lagi sambil sayu memandangku.
” Maksud tante?” balasku sambil memandang tajam.
” Masa harus dijelaskan sih mas, aku yakin kamu ngerti”.

Aku yang sedari tadi bergairah memandangi lekuk tubunya segera meraba tengkuknya dan menarik kepalanya mendekat. Kupejamkan mata dan kulumat bibir Tante Tasya dengan lembut. Tante Tasya membalas lumatanku dengan panas…

” Smochhhh…smooch..smochh..smoccchh”
Bibir kamipun beradu saling melumat. kumasukkan lidahku ke mulutnya serta kujilat dan kuhisap .
“Ahhhhh….” Tante Tasya melenguh.
Kuremaskan tanganku ke payudara yang menggodaku sedari tadi.
” Uhhhchhhh…” erangnya manja. Remasanku semakin gemas menyerang bukit cintanya yang montok.

” Aghhh… Ehhhmm mas, kita lanjut didalam aja yuk” ucapnya sambil melepaskan ciuman dan menarikku.
Aku seperti bocah yang nurut mengikuti dari belakang menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, tante Tasya segera meloloskan gaunya dan telentang dikasur dengan hanya menggunakan bh dan cd tipis berwarna putih . Aku pun mengikutinya, kubuka bajuku dan tinggal bercelana dalam. Aku mendekat ke ranjang dan merangkak diatas tubuhnya, Tante Tasya mengusap dada bidangku dan berkata..
” Badanmu bagus mas, puasin aku ya mas”
” Badan tante juga menggairahkan… aku kmpuaskan tante”
” Aku milikmu hari ini mas, pakailah sesukamu” ucapnya.
” Iya tante sayang…” ucapku
Akupun segera menindihnya dan mencumbu bibirnya. Kedua tanganku pun bekerja, satu meremas toketnya dan yang satu meremas pantatnya yang bulat. Kulepaskan bh dan cd nya.

” Aghhhhh… ahhh uuuhhhh” rintihan nikmat serta desahan keluar darinya.

Aku lanjutkan seranganku dengan lidah. Kujilat dan kuhisap seluruh titik rangsangan ditubuhnya. Leher, telinga, toket, perut dan terakir memeknya. Aroma wangi khas perempuan setengah baya benar benar membakar gairahku. Seranganku semakin liar. Kujilat dan kuhisap klitorisnya. Kuhisap dengan lembut dan kadang kugigit pelan dengan manja. Sesekali jariku kumasukkan ke memeknya dan kukobel sambil kuhisap klitorisnya. Desahan tante Tasya begitu manja, membuatku semakin bersemangat.
” Eeeeeeehh…. ahhhhh… mass.. ohhhhh… Ssstttt…. Aaaghhhh.. ohh… aghhhhhh….” badan tante Tasya mengejang. Memeknya berkedut orgasme. Akupun ditariknya dan diciuminya bibirku.
” Masss… enak banget… ahh” desahnya. Dipeluknya tubuhku. Kepala ku dibenamkan kedalam belahan diantara toketnya yang bulat dan lembut. Kuhisap hisap toket bulat tersebut dengan gemas.

Kemudian,Tante Tasya mendorongku hingga terlentang. Dengan binal dia turun ke selangkanganku dan menarik cdku.
Kontolku yang sudah mengeras berdiri dan menampar pipinya.
” Besar baget mas…” ucapnya sambil meremas pelan batang kontolku.
Tak lama dijilatinya kontolku menyeluruh hingga ke kantung Zakar. Pengalaman tak bisa menipu, beragam tehnik oral dia praktekkan dengan lihai.
” Argghhhhh… owhh.. ahh” aku mendesah menahan nikmat dan geli. Benar benar nikmat service bibir dan lidah yang dia berikan. Aku yang jarang orgasme dengan oral pun jebol perrahananku.
” Tan… aku mau keluar” ucapku.
Tante Tasya tidak mempedulikannya, justru memasukkan batang kontolku dalam dalam dan menghisapnya.
Pertahananku benar2 jebol, maniku pun menyemprot keras di mulutnya yang sensual.
” Crooorttt.. croooot.. crot…. CROOOT!”

Dengan deras kontolku menyemprot didalam mulutnya.
Ditelannya spermaku sampai habis. Dijilatinya kepala kontolku sampai tuntas. Kemudian dia berbaring di sebelaku.
” Enak banget, manis” ucapnya sambil tersenyum.
Kamipun kembali berpagutan. Bercumbu dengan liar.
Kontolku diusap2nya hingga kembali mengeras.
” Masukin sayang” ucapnya.
Aku pun berdiri dan kutarik tubuhnya dalam posisi doggy. Ku arahkan kontolku ke memeknya dan…

” BLESSSSS” kontolku yang membengkak membelah memeknya yang tembem menuju ke dalam. Dinding memeknya terasa sempit dan seperti meremas kontolku dengan erat.
” Ahhhh… besar sayang ..ohhhh” racaunya
Kutarik pelan… kemudian kupercepat genjotanku.

” Ahhhh… ohhh.. ahhh. ahhhhh… ahhhhh… ahhh… hhmmm..owhh..ssttt… ahhhhh…. aghhh.. ahhhhhh…mmmhhh..aghhh”

Erangan dan desahan kami beradu seirama dengan hujaman kontolku di memeknya. Berbagai gaya kami praktekkan. Hampir sejam aku menggenjot memek tante Tasya yang ternyata sagat sempit dan menggigit walaupun sudah separuh baya.
Tante tasya sudah orgasme 2 kali satu dengan jilatan lidahku dan satu dengan kontolku.
Aku merubah posisi , kutindih tubuhnya. Kugenjotkan kontolku sambil mencumbu bibirnya dan meremasi toketnya.

” Ahhhhrrgggg… aku mau keluar sayang” ucapku.
” Heem sayang.. ahhh aku juga..ohh nikmat baget.. ahhh. didalm ya sayang. semprotin di dalam.. ahhaa…. ahhhh….” Jawabnya sambil mendesah nikmat.

Kupeluk tubuh tante bongsor dibawahku dengan erat, kugenjotkan kontolku semakin kencang. Tante Tasya pun memelukku dengan erat, kakinya melingkar dipinggangku. Tubuh kami menyatu erat saling berkaitan. Genjotan kontolku makin liar, tubuh lembut dan montok dibawahku menggeliat manja hingga….

“Arhhhh… ahhhh. arghh… Owhhhhhhh”
Croot… croot.. croooot.. croooooot!!”
Kami orgasme bersamaan, kusemburkan spermaku yang masih kental ke dalam rahimnya. Tanye Tasya memelukku erat…
Kami masih menyatu meresapi kenikmatan yang ada. Nafas kami terengah- engah. Kugulingkan Badanku, hingga kini Tante Tasya tengkurap di atas badanku. Kelamin kami masih menempel dan menyatu didalam sana. Kugesekan perlahan kontolku, agar spermaku keluar tintas. Aku kecup kening dan bibirnya. Tante Tasya membalas lumatan bibirku, matanya sayu kemudian terpejam dan rebah di dadaku.

Kulirik foto tante Tasya dan Pak Tedy yang ada di meja sebelah ranjang.

” Maafkan aku pak, aku udah ngentotin istrimu yang montok ini di ranjang yang biasanya kalian pake” batinku nakal.

Rasa capek membuat kami tertidur masih dalam posisi yang sama . Tubuh kami masih saling tindih erat.
——————————————

Aku terbangun, kulihat jam di dinding kamar. Jam 3 sore, hampir sejam aku tidur. Tante Tasya yang bangun duluan keluar dari kamar mandi dengan kain sutra merah tipis yang melilit tubuhnya.
” Udah bangun sayangku” sapanya.
” Udah…”jawabku.
Dia merebahkan badannya disebelahku. Bibir kamipun bercumbu sebentar. Kupeluk tubuhnya sambil kuusap usap bulatan toketnya manja.
” Makasih ya Adi sayang, aku puas banget”
” Sama2 tante, aku juga puas” balasku.
” Engga Adi ini lebih dari yang kamu pikirkan” ucapnya.
” Adi, aku menikah dengan pak Tedy ketika aku umur 18 tahun dan dia sudah 37 tahun. Aku istri kedua, istri pertamanya meninggal tanpa anak. 1 tahun setelah menikah kami punya anak. Rumah tangga kita bahagia. Kemudian 8 tahun yang lalu pak Tedi terkena serangan kencing manis. Dia tidak bisa lagi berhubungan badan. Sampai saat ini kita blm bernah bercinta lagi. Sudah berobat kemana mana tp ga sembuh. Padahal aku masih butuh kepuasan. Jujur aku sempat selingkuh dengan teman masa kecilku dan instruktur senamku. Beberapa kali kami bercinta. Tapi mereka tidak bisa membuatku orgasme, aku tidak puas, aku jadi hampa. Entah kenap sejak ketemu kamu aku merasa yakin kamu bisa memuaskanku.” terangnya panjang lebar.
Aku terpaku mendengarnya.
” Makasih ya Adi sayang… kamu bener bener hebat. Aku terpuaskan dnganmu” ucapnya sambil mencium bibirku.
” Tante puas dengan pelayananku?” tanyaku
” Sangat puas Adi, bahkan kamu lebih liar dari pada Pak Tedy waktu masih bisa. Hanya denganmu aku bs orgasme sampai 3 kali. Dulu waktu masih sehat pun ga selalu bs orgasme aku dengan Pak Tedy. Pantes istrimu mau dimadu. Mereka pasti puas bgt sama pelayananmu..hehee” ujarnya.
” Iya tante, aku juga senang bisa bantu puasin tante”
” Adii…” ucap tante Tasya sambil mengelus kontolku ” kalo kamu masih mau, kapanpun aku bersedia kok muasin kami.. kapanpun sayang” ucapnya lagi.
” Ya pasti masih mau dong tante sayang” Ucapku sambil membalas mengelus puting dan payudaranya. ” Kalo tante pengen, hubungi aja. Kalo aku ga sibuk, aku layanin. Aku puasin tante.” ucapku.
” Makasih adi sayang” kamipun kembali berciuman.

Sesaat kemudian aku berdiri dan berjalan ke toilet untuk kencing. Setelah itu aku keluar menuju kamar kembali , dan memunguti bajuku.
” Mau balik sekarang sayang?” tanya Tante Tasya yang masih telentang di kasur dengan berselimut kain sutra merah.
” Iya tan… ambil mobil.” jawabku.
” Yakin, ga pengen lagi. Mobilkan masih bisa diurus besok” ucapnya.

Aku pun goyah… Kulihat wajahnya tersenyum sayu menatapku. Tubuh mulusnya yang montok, toketnya yang bulat serta memeknya yang tembem dan hanya tertutup kain tipis tersebut terlentang dikasur begitu indah dan menggoda.
Tanpa sadar kontolku yang masih terbuka berdiri.
” Tuhh… pistolnya aja berdiri. Belum mau diajak balik.. ” candanya sambil tersenyum binal menggoda.
Kuletakkan bajuku kembali ke lantai. Kuhampiri dia dan kutindih badan tante-tante binal dibawahku.
Bibir kami kembali beradu .
Kamipun melanjutkan bersetubuhan dengan panas. AKu kuras habis spermaku sore itu, menyemprot kedalam memek dan mengalir ke rahimnya.
Kami bercinta hingga senja. Bercinta mengadu nafsu dan kelamin diranjang pengantinnya. Spermaku menyemprot kedalam memek istri orang yang kesepian. Kontolku kuhujam hujamkan dimemeknya sampai puas. Tubuh Tante Tasya sampai tidak bisa berdiri. Kakinya terasa kaku setelah selangkangannya kuhajar dengan kontolku
Kami tidak pedulikan apapun. Ranjang pengantin yang suci ini berantakan dengan peluh, desahan serta sperma yang kami hasilkan. Jujur nikmat sekali bercinta dengannya. Bercinta dengan wanita cantik berbadan bagus, dengan status istri orang dan aku menidurinya di ranjang yang biasa dia pakai bersama sang suami. Ahhh.. betul betul sensasi yang luar biasa nikmat.

Aku pulang selepas jam 6 sore dengan taxi. Mobilku ku ambil besok. Terlalu capek sudah badanku dan mungkin jg sudah tutup bengkelnya.
Hehee…

Bersambung