Berbagi Cinta dan Nafsu Part 2

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20

Berbagi Cinta dan Nafsu Part 2

Start Berbagi Cinta dan Nafsu Part 2 | Berbagi Cinta dan Nafsu Part 2 Start

2. Kamu Segalanya

Aku baru saja memakai baju saat bel rumahku berbunyi.

“kringgg….kringgg…kring”

Aku pun beranjak menuju ruang depan untuk membuka pintu. Sore ini aku ada janji dengan pacarku, Wulan untuk makan dan nonton bareng. Karena kesibukanku, hampir satu minggu kita tidak bertemu. Mumpung ini malam minggu akhirnya aku bikin janji untuk jalan dengannya malam ini.

Wulan adalah kekasihku yang sudah menemaniku 2 tahun ini, dia adalah wanita idamanku. Cantik, sederhana, penurut dan sangat sabar, itulah yang membuatku jatuh cinta kepadanya. Usia dia 24 tahun, hanya terpaut setahun denganku. Wulan saat ini masih menyelesaikan kuliah s2 Ekonomi di salah satu kampus di Yogyakarta.

“Halo sayang..” Wulan tersenyum cantik saat aku membuka pintu.

“Halooo sayangku… jadi beneran kamu naik taxi?” ujarku.

“Iya sayang, gpapa dari pada kamu harus jemput kasian kamu pasti capek pulang kerja. Lagian Mall buat nonton kan lebih deket dari sini, biar kamu ga muter2 jauh juga” kata Wulan sambil berjalan masuk.

“Makasih ya sayang” ujarku sambil menggandengnya masuk ke ruang tengah.

Kami berdua duduk di sofa berdampingan. Seperti biasa saat beberapa hari tidak jumpa, Wulan menceritakan hari-harinya, kuliahnya, teman – temannya dan juga hal-hal lain yang menurutku membosankan. Tapi, sebagai pacar yang baik akupun mendengarkannya dengan seksama. Hingga kemudian dia berkata:

“Sayang kalo kita ga usah keluar aja gimana?”

“Kenapa memang yang?” ujarku

“Ga tau yang, tiba2 malas. Lagian ini malam minggu pasti macet dan rame” kata Wulan sambil memonyongkan bibirnya berharap aku menyetujui idenya.

“Terus kita ngapain? Lagian kan kita belum makan,sayangku?” kataku.

” Dirumah aja yang, nonton tv aja atau main game, yang penting aku sama kamu. Buat makan, pesan anter aja yaa” ujarnya

“Yaudah deh kalo gitu. Baik sayangku…ah terlanjur dandan rapi padahal” kataku sambil memeluk pinggangnya.

” Yeee… gpp kan dandannya buat aku, ga rugi kali” Wulan menyandarkan kepala di pundakku.

“Genit kamu, yaudah pesen makan dulu sana, dah laper ni” kataku sambil mengelus perutku yang kosong. Memang lagi laper banget dr siang blm makan, mana tadi tenaga terkuras habis bertempur dengan Jane.

“Ok sayang, kamu mau makan apa? Nasi gudeg mau ga? aku ngidam ayam suwir gudeg nih” kata Wulan sambil mengambil HP nya dan membuka aplikasi antar makanan.

“Boleh sayang, itu jg gapapa” ujarku.

Tidak lama makanan datang, kamipun segera makan bersama. Setelah makan, kamipun kembali duduk santai di sofa ruang tengah, salah satu spot favoritku di rumah ini selain kamar tidurku. Wulan menyalakan tivi, aku duduk dengan kaki selonjoran. Wulan merebahkan kepalanya di kedua pahaku.

“Nah kan, kebiasaan kenyang langsung tidur..hehee” ujarku bercanda.

” Engga sayang, enak aja…kamu itu yang tukang tidur”

“Heheehee…” kamipun tertawa bersama.

Wulan memegang tangan kiriku dan menariknya kearah tubuhnya sehingga tanganku sekarang memeluk lehernya.

“Kaya gini ini aja yang, asyik bs berduaan sm kamu…kalo kita keluar pasti ga bs pelukan.” Wulan berujar sambil tersenyum.

“Haduh…dasar genit…hehehee” Aku pun ternsenyum sambil mempererat pelukanku.

“Lhah iya kan yang… lagian km sibuk mulu, kangen aku yang” kata Wulan sambil menatap mataku.

Aku pun terdiam sambil melihat mukanya, kudorong maju mukaku, kucium keningnya yang berada di pangkuanku “Cupp…aku juga kangen yang”.

Aku lanjutkan kemudia mencium bibirnya yang lembut” smoch…hhh….”

Wulan pun membalas dan bibir kita beradu ” smoch…smochh..smochh…smoch……..smoccchh”

“Ahhh sayang…argh..ah” Wulan merintih dan menggelinjang pelan saat ciumanku berpindah ke telingaku.

Sementara aku menstimulus leher putihnya, aku membuka kaitan BH yang masih ada didalam kaos putih Wulan.

“Buka aja yang…buka aja..sini kamu aku bukain” Wulan berujar sambil melepaskan kemeja dan celanaku. Aku pun tak tinggal diam, segera aku tanggalkan kaos, BH dan Rok pendek yang Wulan pakai.

Saat ini kami hanya menggunakan celana dalam masing2. Aku duduk disofa, Wulan duduk di pangkyanku menghadapku dan memeluk erat kepalaku.

Lidahku mulai kuarahkan ke puting payudaranya yang berwarna pink.

“Ahhh…sayang…arghh….enak yang….ahhhh terus yang” Wulan merintih kenikmatan.

Aku lanjutkan dengan meremas-remas toketnya yang bulat dengan lembut. Toket Wulan yang 34D nampak indah dan menggairahkan.

Ciumanku pun berpidah dari toket ke perut. Wulan semakin kencang merintih, pelukannya direnggangkan supaya aku bisa menunduk mencium pusarnya.

Aku rebahkan Wulan di sofa, aku buka CD nya yang berwarna putih dan berenda cantik. Wulan nampak pasrah, matanya sayu melihatku. Aku lebarkan pahanya, aku cium dan jilati memek nya yang harum dan tanpa bulu. Memek Wulan sudah becek rupanya, aku sedot cairan kenikmatanya, aku hisap lembut itil Wulan yang bulat merah.

‘” Ahh…sayang….ahhhh enak yang….ahhhhh……ahhhhhhh” Badan Wulan membusung naik menahan nikmat. Aku tak peduli, tetap saja kusedot itilnya dan kali ini sambil kukocokkan jariku di dalam memeknya.

” Ahhhh..yang enak yanggg….ahhhh…aku mau nyampe yang…ahhh aku mau keluar…sayaaaaangg arghhh…aaaaahh..ah” badan Wulan menggelinjang, rupanya dia mendapatkan orgasme pertamanya.

“Giliran ya sayang, punyaku…” ujarku sambil berdiri dan mengecup keningnya. Wulan tidak menjawab, hanya tersenyum dan mengangguk . Aku segera duduk di sofa, Wulan berjongkok didepanku memelorotkan celana dalam ku. Diraihnya kontolku yang sudah tegang dari radi, dikocoknya lembut kemudia dijilatinya lubang kontolku.

Arghhhh….enak sayng..ahh” akupyn merintih menahan nikmat.

Wulan melanjutkan dengan mengulum habis batang kontolku. Dikocoknya kontolku dengan bibir dan mulutnya. Hisapan mulut Wulan terasa nikmat di kontolku, aku pegang kepalanya dan kumaju mundur kan.

Ahhh….sayang ….nikmat yang ahhfrghh” aku benar2 melayang dibuatnya.

5 menit kemuduan..

” Udah yang, kita lanjutkan” kataku

Kupegang tangan Wulan, kutarik dia ke arahku. Wulan pun paham segera dia duduk di pangkuanku dan,..”BLESSS”

Kontol ku masuk seutuhnya di dalam memek Wulan, ku goyang perlahan. Wulan memeluk leherku, bibir kamipun bertemu dan berciuman “smoch…smoch…smochh….”.

“Sayang ….arghhh….I love you…terus yang enak” Wulan berujar.

“Iya sayang..arghhh…i love you tooo…ahh” aku masih terus melanjutkan kocokanku.

5 menit kemudian..

Aku dorong tubuh Wulan hingga kontolku lepas dari memeknya.

Aku raih badannya kuarahkan supaya Wulan nungging. Aku berdiri di belakangnya, kuarahkan kontolku ke memeknya sambil kuremas pantatnya yang bulat…” BLESSSS”

Kontolku masuk ke memek Wulan dengan posisi doggy.

“Ahhhhhhh….” Wulan menjerit.

Aku hajar memeknya dengan sodokan kontolku, kali ini dengan tempo tinggi.

“Ahhhh…ahhbh…enak ga sayang” ujarku.

” Arghh….enak sayang….enak baget..ahhh…ahh..ahhh..ohhhh…yangh” Wulan menimpali.

Aku lanjutkan sodokanku dengan kencang. 10 menit kemudian, Aku lepaskan kontolku. Aku rebahkan Wulan disofa. Aku cium kening dan bibirnya. Ku gesekkan kontolku diantara kedua pahanya. Mata Wulan terpejam, dia gigit bibir nya siap untuk permainan selanjutnya. Kuarahkan kontolku ke memeknya, kudorong pelan dan…”BLESS” Kontolku masuk ke memeknya. Aku tarik dorong perlahan. Jepitan dinding vagina Wulan begitu terasa. Perlahan kupercepat genjotan kontolku dimemeknya.

Tak terasa hampir 5 menit aku menggenjotnya, Wulan nampak merasakan nikmat, tanganya meremas remas toketnya sendiri. Begitupun aku, sensasi jepitan memek yang enak, badan mulus Wulan, serta ekspresi Wulan yang menggairahkan adalah perpaduan yang sempurna.

“Arghhhh.. yang….sayang..arghh…..aku mau keluar lagi yangggg…argh…oh…aghhhh..” Wulan berkata sambil tangannya mengelus kedua lenganku yang kujadikan tumpuan.

“Ohhh…ahhh…iya yang aku juga….argh ohh..aku juga dah mau sampai…ahh kita sama – sama ya yang..ahh” ujarku sambil mencium bibirnya .

Tidak lama kemudian, ” Arghhh yang aku sampai….aghhhhhhh” badan Wulan menggelinjang serta kedua tangannya memelukku erat.

Terasa, didalam memek kontolku seperti diguyur sesuatu. Aku pun sudah di ujung, maniku sudah mendesak di kepala kontolku, aku percepat genjotan kontolku di memeknya hingga akhirya :

” Ahhhh…ohhwhhh…ohwh ahhhhh…Crottt..croot…crot….croot …crooott” Spernaku ku tembakkan ke rahim Wulan.

” Ahhhh…nikmat sayang, aku puas” aku berkata sambil kucium keningnya.

Wulan tersenyum, sambil memelukku erat.

“I love u sayang…aku bahagia sama kamu” Wulan berbisik di telingaku.

” I love u too sayang, makasih ya” kuangkat mukaku dan kupandang wajahnya yang manis.

“Sama2… kamu segalanya buatku sayang. Jadi aku pun akan kulakukan selama bisa sama kamu dan bisa bikin bahagia’.

Aku terdiam , Aku cium sekali lagi keningnya. Kita berpelukan sambil rebahan….kudekap erat badan Wulan sampai akhirnya kita tertidur tanpa sehelai benangpun di tubuh kita .

BERSAMBUNG

END – Berbagi Cinta dan Nafsu Part 2 | Berbagi Cinta dan Nafsu Part 2 – END

(Berbagi Cinta dan Nafsu Part 1)Sebelumnya |Bersambung(Berbagi Cinta dan Nafsu Part 3)