Berbagi Cinta dan Nafsu Part 19

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20

Berbagi Cinta dan Nafsu Part 19

Start Berbagi Cinta dan Nafsu Part 19 | Berbagi Cinta dan Nafsu Part 19 Start

19. Mudah Tergoda

Beby

Berbagi Cinta dan Nafsu Part 19

Wulan

Berbagi Cinta dan Nafsu Part 19

Sari

Esti

….
Menjadi suami dan ayah yang baik dirumah. Ya, itu yang kujalani dan yang istriku tahu selama ini. Urusan luar, aku mencoba bermain serapi mungkin. Aku tau istri-istriku berkorban luar biasa sehingga aku harus menjaga perasaan mereka. Tapi entah kenapa setelah menikah jiwa petualanganku semakin liar, sehingga aku berusa sepintar mungkin bermain supaya kelakuan liarku tidak terendus istri-istriku.

—————————————————————-

” Ahhhh…. ahhhh.. ssstt… ohhh ..ahhhh…
” Erghhhhh… ahhhh ahhhh… aku keluarin di dalam ya sayang… ahhhh.. ohh… ahhhh..”
” Aahhh… iya mas.. ahhhhh… ahhhh ahhhhhhhhhh….””

Kubenamkan kontolku smp tandas ke memeknya. Tubuh telanjang yang sedang kutindih kupeluk erat. Kusemburkan semua sperma yang ada di dalam memeknya.
” CROOOTT…CROT… CROOOT..CROOOT”
“Arghhhhhhhjhh…..” erangku menikmati klimaks pertempuran ini.

“Makasih ya sayang” ucapku sambil mengecup keningnya.
” Iya mas Adi” Jawab Beby.
Kupeluk gadis muda itu sampai tertidur. Aku yang masih sadar segera bangkit dan mengenakan baju. Dengan berhati-hati dan memastikan aman aku berjalan pelan keluar dari kamar kosku yang ditempati Beby. Aku keluar pagar dimana mobilku ku parkir dan segera meluncur pulang.
Kulihat di arlojiku pukul 19.00 WIB, istriku pasti sudah menunggu dirumah. Hari ini aku pulang telat karena mampir ke kos Beby untuk beradu birahi. Seminggu lebih aku tidak ketemu dengannya, sehingga aku curi2 kesempatan menemuinya sepulang kerja. Hubunganku denganya masih berlanjut. Tanpa status apapun. Aku tau dari gestur yang Beby tunjukkan dia mencintaiku, tapi dia juga memahami posisiku sebaga seorang laki2 yang sudah beristri. Akupun tidak jg menjanjikan apapun kepadanya. Yang jelas dia selalu mau menerima kehadiranku kapanpun serta melayaniku dengan sepenuh hati.
————————————————————

“Enak ga mas?”
” Enak, makin pinter aja kamu masak” Pujiku kepada Wulan yang menemaniku makan malam.
” Iyalah aku harus belajar, biar kamu betah dirumah. Hehee..” balasnya.
” Makasih ya sayang” ucapku sambil melanjutkan makan.
” Tumben itu baby girl kita udah bobo aja jam segini” tambahku.
” Iya mas, syukurlah udah bobo cepet aku bs istirahat”
“Yah, sapa bilang boleh istirahat. Habis ini masih harus boboin papanya… hehee” ujarku menggoda Wulan.
” Aihhh…. genit!”
” Hahahahaaa.. ” kami berdua terbahak.

Aku makan sambil mengobrol dengan Wulan di ruang makan rumahku. Tiba-tiba ada suara dari belakangku.
” Besok mau dimasakin apa mas?
Kutengok kebelakang Sari berjalan ke arahku sambil menggendong si kecil. Walaupun aku ada pembantu, kedua istriku sepakat untuk saling bergantian membuatkanku masakan setiap harinya. Hari ini Wulan yang memasak, makanya Sari menanyakan masakan untuk besok karena besok jatahnya untuk memasak.

” Apa aja sayang, apapun pasti kumakan” jawabku. ” Belum tidur itu si boy?” tanyaku selanjutnya sambil melihat bayi cowok digendongan Sari.
” Udah ini, barusan. Udah capek main dia” jawab Sari.
“Iyalah, tau dia. Kan papanya juga pengen main, jadi gantian… hehe”
“Ihh… genit kali kau ini. Hahaaa” ucap Sari.
” Tauk, dari tadi itu aja yang dibahas.. hahaa” Wulan ikut menimpali.
Aku hanya tersenyum sambil memandang mereka berdua sambil mengedipkan mata nakal.
—————-
Aku masuk kamar utama di rumahku setelah mengecek anak anakku yg terlelap pulas. Aku rebahkan badanku dikasur, kunyalakan tv.
” Jadi mau nonton TV aja nie, gak mau yg lain ” Ucap Wulan yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi di kamar utama. Wulan mendekat duduk di tepi ranjang. Aku tarik dia hingga terbaring dipelukanku.
Kuciumi kening dan pipinya.
“Harum baget” ucapku ketika aku mencium rambutnya yang lembut.
” Iyalah biar suami seneng” jawabnya.
Kupandang matanya, sejurus kemudian bibir kita bertemu dan beradu.
” Smochh….smochhh…smoch… smoch”
Kami bercumbu panas dengan saling memeluk dan bergulingan diatas ranjang.
Kutarik gaun tidur Wulan keatas, rupanya dia hanya menggunakan celana dalam dibalik gaunnya. Aku semakin bernafsu, kucumbu leher dan tengkuknya. Kuraih toketnya dan kuremas remas dengan lembut. Wulan melenguh pelan menahan nikmat…
” Ahhhhh…. ahhhh…..”

“Klik” tiba-tiba pintu kamar terbuka.
” Kan aku ga diajak” Sari masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar.
Sari membuka semua bajunya dan tinggal menggunakan celana dalam tipis yang menutupi memeknya yang tembem.
” Sini sayang” ucapku ke Sari.
Sari mendekat, dan rebah disebelaku. Wulan tau harus berbagi, dilepaskan pelukan kemudian menarik celanaku dan meremas batang kontolku perlahan. Kutarik tubuh Sari dan kucumbu bibirnya.
” Smochh… smochhh… smochhh…”

” Owhh…. ” aku terpekik pelan dengan masih beradu mulut dengan Sari saat kurasakan nikmat dan geli dikontolku. Rupanya Wulan mengoral kobtolku, kurasakan bibirnya yang sexy menghisap kontolku dengan kencang, sambil diusapkannya tanganya dengan lembut dibuah zakarku.
Kuremas toket Sari yang menggantung didepanku, kuhisap pelan kemudian putingya bergantian.

” Ahhhhh…. Ahhhhh… ahhhhh…. ahhh ahhhhhh… ssstt… hmmmm…. mmm ohhhh….ahhhhhhhh… Arghgh… ahhh mmmm….ssssst.. ohh.. ahhhhhhhh”

Rintihan dan erangan kami bertiga betsahutan memenuhi kamar tidur ini.
Sari kemudian melepaskan diri dari pelukanku. Dia merayap kebawah, dan bergabung dengan Wulan memanjakan kontolku. Lidah mereka berdua nenari-nari di batang kontolku, sesekali mereka bergantian menghisap kontolku ke dalam mulutnya dan terkadang mereka saling beradu mulut sambil menggesekan kontolku dipinggir bibirnya. Pemandangan erotis yang kulihat semakin membuat kontolku mengeras.
” Arghhhhh….” aku mengerang keras saat mereka berdua secara secara bersama menghisap dibagian kepala kontol dan buah zakar.
Wulan beranjak, dia berjongkok di atas mukaku. Disodorkannya memeknya yang merekah ke mulutku. Kutarik kedua pahanya dan kubenamkan bibir ku ke memeknya. Kulumat dan kucumbu memek Wulan dengan liar.
” Awhhhhhhhh…….” jeritnya nikmat.
Kulanjutkan cumbuan dan jilatanku di memeknya. Bau harum dimemeknya membuatku semakin liar melumatnya. Dibawah Sana Sari masih sibuk memainkan kontolku.
” Ahhhhhhhhhhh……ohhhhhh”
Tiba2 Wulan menjerit kencang, rupanya cumbuanku di memeknya membuat dia orgaame. Hisapanku semakin kencang. Tubuh Wulan bergetar sambil berpegangan pada pembatas yang ada dia ujung atas ranjang.
Cairan bening yang keluar dari memeknya kuhisap habis dan ku telan.
Setelah selesai orgasme, Wulan kembali bergeser ke bawah. Kini gantian Sari yang jongkok dimuka ku menyodorkan memeknya untuk kucumbu.
” Ahhhhhh…..” Sari merintih saat bibirku mengecup klitorisnya. Eranganya semakin kencang saat lidahku menari nari di memeknya.
Tiba2 sesuatu yang hangat terasa menjepit kontolku. Wulan rupanya menduduki kontolku dan memasukkannya kedalam memeknya.
” Ahhhhhh….” Wulan merintih sambil kemudian menggoyangkan pinggulnya naik turun.

” Ahhhhh…. ahhhhh…ahhhhhh…ahhhhh” erangan nikmat kedua istriku terdengar saat kelamin mereka berdua kumanja dengan bibir dan kontolku.
10 menit kemudian, giliran Sari yang mengerang keras. Orgasme dengan jilatanku pada memeknya.
” Aaaaaaaahhg… aaahhhh”
Sari melenguh panjang, memeknya berkedut dan memuncratkan cairan yang sangat banyak. Kuterima cairan vagina Sari dengan mulutku dan kutelan habis. Kujilati cairan yang membasahi memeknya hingga habis.
Tubuh Sari yang lemas setelah orgasme ambruk disebelahku. Nafasnya terengah-engah. Aku menarik kontolku dari dalam memek Wulan sesaat kemudian. Kutelentangkan badannya, aku berdiri di punggir ranjang. Kuangkat kedua pahanya dipundakku. Wulan menatapku sayu.
” BLESSSSS…” kuhukamkan kontolku keras ke memeknya. Aku menggenjot memek Wulan langsung dengan tempo tinggi. Sesekali kucondongkan badanku ke depan untuk mencumbu bibir dan meremas toketnya.

” Ahhhhh… massss .. ohhhhh…. ohhh.. Aahhhhh.. masss… Ahhhhhhh.. ahhh”
Wulan menjerit jerit menikmati hujaman kontolku di memeknya.
Disebelahnya Sari yang masih telentang lemas, menyaksikan sambil meremas remas payudaranya.
10 menit kemudian kutarik badan Wulan dan kuputar sehingga kini dia menungging di depanku. Kembali kubenamkan kontolku dengan posisi doggy dan kugenjot memek Wulan dari belakang.
Sari yang tenaganya mulai pulih mendekat ke tubuhku dan berjongkok di bibir ranjang. Dia menyodorkan bibirnya untuk kucumbu. Dia kalungkan kedua tanganya memelukku, sementara kontolku tetap dengan menggenjot memek Wulan dari belakang. Sesekali, kuremas gemas pantat Wulan yg bulat menggoda.
” Plaak… plakkk.. plakkk.. plakk..” bunyi nyaring terdengar dari kelamin kami yang beradu.
” Ahhhh… Ahhhh…. Ahhhhh… Ahhh.. ohwhhhhh.. ggrrrh… ahhhhh … ahhhh”
Kedua perempuan cantik ini saling merintih menikmati permainanku.
” Ahhhh… mass.. kencengin… aku mau keluar…. ahhhhh” ucap Wulan.
Kuhentikan cumbuanku dibibir Sari dan remasanku di toketnya. Krmudian Kurengkuh kedua paha Wulan dengan erat dan menggenjotnya dengan kencang.
Bunyi kecipak saat kelamin dan tubuh kami beradu serta erangan nikmat Wulan terdengar keras. Sampai kemudian…
” Arghhhhh… Ahhhhhh… Ahhhhhhh….ah’
Tubuh Wulan bergetar, memek dan pantatnya berkedut. Kontolku yang ada dimemeknya seperti tersembur cairan hangat. Kucondongkan badanku, kuremas lembut kedua toketnya, sambil kuciumi tengkuknya. Tubuh Wulan melemas dan ambruk tengkurap di ranjang.
Kontolku yang masih berdiri kencang kucabut dari memeknya.
Kutarik Sari telentang, kucumbu sebentar bibir dan toketnya. Kutindih tubuhnya yang indah dan. .
“BLESSSS…” Kontolku kubenamkan ke memeknya.
” Ahhhhh….” lenguhnya.
Kugenjot memek Sari pelan, sambil kucumbu lembut. Memperlakukan Sari saat bercinta memang beda dengan Wulan. Sari lebih menyukai jika aku melakukannya dengan lembut, tanpa harus banyak gaya bercinta. Kupeluk tubuhnya yang kutindih, sambil kutarik keluar masuk kontolku dengan perlahan.
Muka Sari nampak sayu, dipeluknya tubuhku erat. Kedua pahanya mengunci pinggangku.
” Ahhhh… mas… owhhh.. ahhh ahhhh….
ahhhhhh…. sssssstt.. hmm.. ahhhhh”
Erangan dari bibir sensual Sari membuatku semakin gemas. Perlahan kupercepat genjotanku. Kulihat disebelak kami Wulan terlelap tengkurap. 2 kali orgasme karena bibir dan kontolku yang bermain dimemeknya membuatnya lemas kecapekan
Aku melanjutkan service ku di memek Sari.
” Ahhhgg…. ahhh… Masss.. Ahhh aku mau… aku mau… keluar..ahhhhh” ucapnya.
Kupercepat pompaan kontolku di memeknya .
Tubuhnya mengejang, dan pelukannya semakin erat. Aku semakin liar menggenjotnya. Kucumbu bibirnya, kusedot lidahnya dengan gemas.
” Ahhhhhhhhhhh… . ahhhgg… ohhhhhh”
” Croootttt…. crooooott… crot… crrot!”
Kami berdua orgasme bersama, spermaku menembak masuk ke rahim Sari. Begitupun cairan nikmat Sari melumasi kontolku didalam memeknya.
Kami masih berpelukan dengan mesra, kuciumi bibir dan keningnya.
” Makasih sayangku…” ucapku.
” Sama sama mas Adi sayang” balas Sari
Setelah badai birahi kami reda, aku cabut kontolku dari memeknya. Mata Sari terpejam, kucium keningnya sekali lagi. Aku tata bantal di ranjang, kubenarkan posiai tidurnya. Kemudian aku berganti ke Wulan, kubopong badannya membetulkan posisi tidurnya. Kutidurkan disebelah Sari. Saat kuletakkan, mata Wulan terbuka. Dia tersenyum dan memelukku.
‘” I love u sayangku….”
” Love u tooo… makasih ya.”
kukecup keningnya.
Aku pun naik ke ranjang, tidur diantara mereka berdua.
—————————————————————-

Pagi itu aku pergi ke Bank BC* yang ada di Jl Gejayan untuk mengurus pembayaran berkaitan dengan kerjaan kantor. Selama ini untuk urusan kaya gini biasanya Vivi yang urus, cuma setelah dia resign aku belum dapat asisten yang bisa kupercaya penuh sehingga aku sendiri yang mengurus.
Setelah urusan selesai, aku berjalan menuju tangga untuk turun dan keluar dari gedung bank ketika tiba-tiba ada suara memanggilku.
“Adiii….”
Aku menoleh, sesosok perempuan muda dengan blazer kuning khas pegawai bank ini datang mendekat.
” Hai esti…. Apa kabar” sapaku sambil menyodorkan tangan.
” Kabar baik di.. km apa kabar?” tanyanya.
Esti adalah teman seangkatan dulu waktu kuliah cuma kita beda fakultas. Sejak lulus kita ga pernah berjumpa, ternyata dia kerja disini.
” Baik Esti… kamu kerja disini ya?” sapaku basa basi.
” Iya… ngapain kamu” tanyanya
” Habis setoran tunai, ini td urusan kerjaan. Tau kamu disini tadi minta tolong kamu. Antri panjang nih tadi..hehee”
” Yah ga bilang. Oiya denger2 dah nikah ya kamu sama Wulan?” cerocosnya.
” Iya udah punya momogan juga aku..hehe. Tau dari siapa kamu?” tanyaku.
” Ada deh.. hehee.. Oiya katanya langsung 2 ya. heheee”
“Maksudnya” jawabku sambil senyum pura2 bego.
” Ga cuma sama Wulan, tapi sama satu lagi… aduhh gimana yaa jelaainnya. Hehee” ucapnya salah tingkah
” Maksudmu aku nikah sama 2 perempuan sekaligus? gitu? ” ucapku sambil tersenyum.
” Nah iya… itu heheee. Hebat kamu Di, hehee” UcaUcap Esti lagi. ” Kok bisa gitu sih? ” keponya.
” Ada deh, heehee… kepo yaaa. Lhah kamu udah nikah blm?” tanyaku balik.
” Udah juga Di, udah hampir 2 tahun. Hehee” jawabnya.
” Ga ngabarin?” tanyaku.
” Kamu nikah juga gak ngabarin. Dua kali lagi..hahaa”

” Hahahahaaahahaa” kami berdua terbahak bersama.
” Eh Di, aku lg cari nasabah buat asuransi ini. Kamu ikut dong.. yookk” rayunya.
” Boleh Esti, anakku baru lahir belum ku masukkan ke asuransi apapun”.
“Mau nih jadinya?” matanya berbinar. ” Ayok presentasi sekarang yok.. Bisa?” tanyanya.
” Aduh jangan sekarang Esti, aku buru2 mau ketemu orang nih. Aku minta nomormu aja boleh? Nanti kalo ada waktu tak hubungi kita ketemu” jawabku.
” Ok deh, nih simpan ya…” ucapnya sambil menyebutkan angka2 no telponnya.
” Ok sudah kusimpan, ntar kuhubungi ya” ucapku.
” Makasih Di, sampai jumpa yaaa” katanya sambil mengulurkan tangan bersalaman.
“Iya Es, sama2 maksih saya” ucapku sambil tersenyum.
” Jangan lupa hubungi ya” Esti membalas senyumku dengan manis.
” Siyaaaap…” jawabku.
Kami pun berjalan berlawan arah, aku ke arah keluar dan Esti menuju mejanya kembali. Sesekali aku menoleh melihat dia dari belakang sblm keluar gedung bank.

Ada yang menarik??
Yup, Esti temanku kuliah dulu nampak sexy dan cantik sekarang. Mungkin karena sudah bersuami dan bekerja, jadi kini pintar merawat tubuh. Sepanjang jalan dari bank ke kantor otak kotorku masih membayangkan dada dan toket Esti yang nampak bulat dari balik baju kerjanya tadi. Dibandingkan dengan kedua istriku atau dengan Beby memang Esti kalah cantik. Tapi bodinya bener bener buat aku pening.

“Boleh juga….heheee. Ahhhhhh… Brengsek, pantesan istriku sering bilang aku cabul. Liat toket sm pantat bagusan dikit aja pikiran kemana mana” ucapku dalam hati.
” Fokus.. fokus… kerjaan banyak” pikirku.

END – Berbagi Cinta dan Nafsu Part 19 | Berbagi Cinta dan Nafsu Part 19 – END

(Berbagi Cinta dan Nafsu Part 18)Sebelumnya |Bersambung(Berbagi Cinta dan Nafsu Part 20)