Berbagi Cinta dan Nafsu Part 18

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20

Berbagi Cinta dan Nafsu Part 18

Start Berbagi Cinta dan Nafsu Part 18 | Berbagi Cinta dan Nafsu Part 18 Start

18. Mencari Kesempatan

“if you are thinking about getting married, just remember, one vagina for rest of your life is not smart”
-Dan Bilzerian-

Yup, Dan Bilzerian pemain poker dan pengusaha hebat dari USA pernah menulis hal itu di akun media sosialnya. Bagiku ungkapan diatas salah-salah benar, karena aku tidak hanya berfikir tapi sudah merasakan apa itu pernikahan. Mempunyai keluarga dan anak adalah sesuatu yang luar biasa tentunya. Hal yang aku sependapat dengan kalimat diatas adalah; “One vagina for rest of your life is not smart”.
Bagiku keluarga adalah segalanya, tapi aku berani bertaruh untuk menikmati panasnya kehidupan luar dengan berpetualang dengan wanita wanita lain tanpa sepengetahuan istri-istriku. Bukan karena aku tidak mencintai istri-istriku, bukan karena istri-istriku tidak cantik atau tidak memuaskan, tapi entah mengapa ada rasa tertantang untuk bisa menikmati tubuh wanita wanita cantik di luar sana.

Bicara tentang kedua istriku, mereka sangat pintar merawat tubuh. Selepas melahirkan pun tanpa waktu lama mereka bisa membentuk tubuhnya seperti sebelum melahirkan, berbagai macam perawatan mereka ikuti untuk itu. Soal cantik, mereka pun diatas rata2 wanita cantik.
Lantas apa yang kurang? Mengapa aku masih berpetualang dengan banyak wanita di luar sana?

Pertama, Ada semacam kepuasan sendiri bagiku ketika aku berhasil menaklukkan wanita dan menidurinya. Ada sensasi nikmat tersendiri yang sukar dijelaskan, yg mungkin secara psikologi terbentuk karena masa laluku yang sering dicampakkan perempuan dan sering mengalami penolakan.
Kedua, aku analogikan seperti ini. Makan ayam goreng itu enak. Tapi kalo tiap hari makan ayam goreng, kita bakalan bosen dan pasti pengen sesekali mencoba makan soto, bakso atau mie di luar sana.
Jadi walaupun aku punya 2 istri yang cantik dan sexy, jika setiap hari……
ah silahkan teruskan sendiri. Hehee…
*IYKWIM*

——————————————————-

Sore itu aku sepulang kerja mampir dulu ke sebuah mall di jalan Magelang untuk mencari beberapa kebutuhan bayi yang kebetulan dititip Sari dan Wulan.
“Mas Adi…”
Aku menoleh mencari sumber suara yang memanggilku.
” Hai Jane” ucapku ketika menemukan asal suara tersebut dari sesosok perempuan muda cantik di belakangku.
” Apa kabar mas?” tanyanya sambil mengulurkan tangan menyalamiku.
” Baik Jane, kamu apa kabar?”
” Baik juga mas, kok sendirian aja mas?”
” Iya ni Jane, lagi cari baju-baju buat anak”
” Oiya, mas udah punya anak? Mas udah nikah?” tanya Jane
“Udah, udah 2 malah… hehee”
” Dua anaknya atau dua istrinya nie?”
” Semuanya… heheee”
” Maksudnya?”
” Ah nanya mulu macam wartawan kamu Jane. Iya istriku dua… hehee”
“Hah?? Serius mas?”
” Iya serius… heheee”
” Mas Adi gilak… hahahaaa. Ini beneran?”
“Lhah iya bener. Lain kali aja ceritanya hahaa. Kamu ngapain disini? cowokmu mana?” tanyaku balik.
” Aku lagi nyari oleh- oleh mas, buat mama. Aku kan dah wisuda, besok lusa balik kampung. Cowokku udah pulang kampung duluan, oiya mas bulan depan aku nikah. Dateng yaa… heheehe” Ucap Jane. Sekedar info, Jane ini dulunya adik angkatanku di bangku kuliah, yang kemudian lanjut S2 setelah lulus. Rupanya dia sudah lulus kuliah S2 nya juga
” Oiya , wah selamat yaa. Selamat atas wisudanya, selamat jg dah mau nikah. Oiya km dah makan? Cari makan yuk sekalian ngobrol2″
“Boleh mas, ayuk…”

Kami berdua pun akhirnya makan bersama di salah satu gerai makanan di Mall tersebut. Sambil makan kami pun ngobrol banyak hal. Walaupun jujur, aku sedikit tidak konsen karena baju minimalis yang Jane pakai menggoda mata dan nafsuku. Baju yang dia pakai nampak terlalu sexy menutupi tubuhnya yg indah, tubuh yang pernah aku cicipi dan aku nikmati.

“Mas Adi nikah kok ga bilang- bilang?” tanyanya memulai obrolan.
” Iya Jane, semuanya serba mendadak. Maaf yaa.. hehee”
” Kenapa mas? Pasti isi duluan ya? hehee”
” Tahu aja kamu.. hahahaa”
” Terus nikah yang kedua mas?”
“Hampir bersamaan Jane, pacarku kan dua waktu itu. Eh dua-duanya isi. Yaudah aku nikahin semua, toh mereka mau. Heheee” jawabku tengil.
” Gilak… dasar buaya. Hahaaa… Pantesan aku ga di undang”
” Pengen sih ngundang kamu, cm takutnya kamu cemburu.. hehee”
” Hahaaa… iya nih cemburu. Cemburu sama buaya… hehee”
” Hahaaa… kamu sih ngilang-ngilang. Tau -tau udah mau pulang kampung.” ucapku.
” Iya mas, hp ku ilang. No mas didalemnya ikut ilang. Lagian mas Adi juga ga ada hubungi aku. Pasti takut sama istri ya? Haahahaa”
” Iya nih takut… takut ga dijatah kan repot”
” Hahahahahaaaaa” kami tertawa bersama.

” Naik apa Jane kamu tadi kesini?” tanyaku
” Taxi mas. Kenapa mas? mau nganterin balik? heheheee”
” Iya , yuk tak anterin aja.”
” Ntar dimarah istri ga? Hahahaa”
“Aihhh… gampang itu. Hehee”
” Yaudah ayuk..”

Kamipun segera meninggalkan tempat makan menuju parkiran mobil di basement Mall. Iseng saat berjalan, kugandeng tangan Jane.

” Ishh.. genit ya. Mulai nie… hehee”
” Halah, cm gandeng tangan aja dibilang genit. Kaya sama siapa aja, orang dulu pernah keringetan bareng kok.. hahaa”
“Hahaaa… Ihh Dasar Genit. Berani beraninya Calon istri orang digandeng” Ucap Jane.
” Ah kamu juga genit, mau mau aja digandeng suami orang… hahaaa”

Kamipun sampai di mobil dan segera meluncur ke kosnya. Sepanjang jalan kami ngobrol dan bercanda dengan seru.

“Mas ga mampir?” ucap Jane sesampainya didepan gerbang kosnya.
” Emang boleh?” tanyaku.
” Engga boleh, bayar… hehee. Udah parkir aja di depan pos sekuriti itu. Aku tunggu didalam yaa.” ucapnya sambil turun mobil.

Aku segera memarkirkan mobilku ditempat yg dia suruh. Kuambil ponselku, ku kirim pesan ke Wulan dan Sari kalo aku telat pulang agak malem karena mendadak harus ketemu sama orang urusan kerja.

“Waduh udah packing ya kamu?” ujarku begitu masuk kamar Kos Jane dan kulihat dua tumpuk kopor besar.
” Baju-baju sama buku itu mas” jawabnya.
” Udah ada tiket buat lusa?”
” Udah mas, kenapa emang? mau beliin? hehehee” ujar Jane.
” Tadinya, tp udah beli ya udah ga jadi.. heheee”
” Hahahaaa… bisa aja kamu mas. Mau minum apa mas? mau kopi ga aku bikinin nih…” tawar Jane.
” Susu aja kalo boleh. Hahaaaa” candaku.
” Ga ada susu, meras sendiri kalo mau, hahaaa. Dasar bapak bapak cabul”
” Boleh, sini kuperas.. ”
” hahaaahahaaa” kamipun tertawa bersama.

” Jane, kalo km dag nikah kita ga bisa foto-foto lagi dong ini.” ucapku
” Halah, mas kan banyak kenalan model diluar sana, foto2 sama mereka kan bisa”
” Kalo itu sih mudah, cuma yg kaya kamu susah dapetnya.”
” Ya ntar deh kalo Jane main ke Jogja kita ketemu foto2 lagi mas” ucap Jane sambil berdiri ke arah pintu dan menutupnya.
” Kenapa pintunya ditutup Jane? Panas lah” ucapku.
Jane tidak menjawab, diambilnya remote AC dan dia nyalakan. Sesaat kemudian, dia menghampiriku dan duduk dipangkuanku.
” Mas Adi, mas tau ga sekalipun Jane tau mas itu sering tidur dengan banyak perempuan diluar sana dan sekalipun kita belum terlalu dekat tapi jujur mas, Jane sebenarnya suka sama mas sejak jaman kuliah dulu” ucap Jane sambil menatapku sayu.
” Tapi Jane tau mas, sekarang mas sudah beristri dan Aku sbentar lagi juga menikah, jadi biarkan itu jadi kenangan saja buat aku. Yang pasti, aku lega sudah sampaikan ini ke kamu mas” tambahnya.
” Maaf ya Jane, aku ga tau selama ini….”
” Sudah mas” potong Jane. ” Ga usah dibahas lagi.”
Kupeluk tubuhnya, kusandarkan di bahuku. Buatku ini gila, aku memang pernah menidurinya tapi aku tidak mengira sebenarnya dia ada rasa denganku, bahkan dari jaman kuliah.

Jane mengangkat kepalanya dan memandang mukaku. Wajah kami bertatapan.
Entah siapa yang mulai, tiba-tiba bibir kami berdua telah saling berpagut.

” Smochhhhh.. smoch… smochh…. hmm smochhhh…. smochhhhhh.. smochhhh”

Bibir kami beradu dengan liar, layaknya sepasang kekasih yang dimabuk cinta.
Tubuh Jane beringsut pindah ke pangkuanku, dengan kedua kakinya menyingkap tubuhku. Kedua tangannya memeluk leherku.
Cumbuan bibir kami berdua semakin panas, bahkan kini lidah kami saling bertemu menjilat dan menghisap. Sensual……

Aku remas toket Jane yang masih terbungkus baju terusan. Kenyal dan lembut khas buah dada remaja perempuan. Jane melenguh kencang dalam setiap remasan yang kulakukan.
Aku tarik kaitan BH dipunggungnya, lantas ku usap lembut punggungnya dari balik baju.
Jane berdiri, dibukanya baju yang dia kenakan di hadapanku. Sesaat kemudian tubuh bugilnya terpampang dihadapanku. Senyum nakal menghiasi bibirnya yang sexy. Kutarik kaos dan celanaku. Akupun telanjang bulat, kontolku yang telah mengeras mengacung dihadapan Jane.
Jane berjongkok di hadapanku, dipegangnya dengan lembut kontolku yang telah mengeras diusapnya dengan perlahan. Jane mendekatkan bibirnya, kemudian lidahnya menari menjilat kantung zakar ku, sesaat kemudian jilatannya naik menuju batang kerasku hingga rata dan sesekali dihisapnya dengan lembut.

” Ahhhhhh…… rrrrrrhhh….”
Aku merintih menahan ngilu dan nikmat yang terasa dari batang kontolku.
Jane melanjutkan aksinya diurut-urut nya batangku sesaat kemudian dia memasukkannya ke dalam mulut dan menghisapnya dengan kencang. Sementara tangan kiri Jane mengusap-usap kantung zakar ku dengan lembut.
Sungguh nikmat luar biasa. Jane melepaskan batangku dari mulutnya, lantas dia genggam erat batang kontolku kemudian kepalanya lihat jilati kepala kontolku.
Erangan dan desahanku semakin menjadi.
15 menit kemudian, kutarik badannya hingga dia tertidur di ranjang. Aku menyudahi oral pada kontolku , takut tidak tahan dan permainan selesai.

” Ahhhhhhh…. oh mass…. ahhhhhh”
Jane mengerang ketika aku menindihnya dan menghisap puting pink pada toketnya.

” Enak Jane?” tanyaku.
” Enak mas… ahhhh… remas yg kencang mas… ohhhh… sssstt… ahh” jawabnya.

Aku serang terus menerus tubuh Jane, jilatan dan remasan tanganku menyerbu toket, leher , perut dan pahanya. Tubuh putih mulus yang indah ini kini pasrah di dalam dekapan badanku. Aku berlutut di depan pahanya, kujilat dan kuhisap memek wanita muda ini dengan penuh nafsu. Sesekali bibirku menggigit pelan butiran kecil dipucuk nemeknya. Bulu -bulu halus diatas memeknya sesekali juga kuusap lembut sehingga membuat Jane semakin terangsang hebat.

” Ahhhh…. sssstt …… ohhhhh… mas… ahhh….. arghhh… owhhhh…. istt… ahh”
Erangan nikmat keluar dari mulutnya.
Tiba – tiba Jane menjerit, badannya melengkung ke atas dan bergetar. Rupanya dia orgasme dengan jilatan lidah ku. Nampak cairan bening keluar dari bibir memeknya. Mulutku pun mendekat, dan menghisap habis cairan tersebut. Memeknya nampak berkedut.

Aku berbaring disebelahnya, kudiamkan sesaat sambil kuremas pelan toketnya.
” Lanjut sayamg?” tanyaku.
” Iya mas…” katanya sambil menarik kepalaku dan mencium bibirku.
Kulepaskan ciumanku, kudorong tubuh Jane hingga dia terbaring miring membelakangiku.
Kuremas kedua payudaranya dari belakang. Sementara dibawah sana kontolku merangsek masuk diantara bongkahan pantatnya yg kencang. Sengaja tidak aku pegang kontolku, tidak aku arahkan. Hanya naluriku saja mendorong kontolku masuk dari belakang hingga akhirnya..
“BLESSSS……”
” Ahhhhhhh….”
Kontolku yang telah keras dan kencang amblas diantara kedua belahan pantatnya dan masuk seutuhnya ke dalam memek Jane. Pantatnya yang kencang kini menyatu rapat dengan pangkal kontolku. Kudiamkan sesaat, kontolku terasa seperti diremas erat didalam memeknya. Perlahan kutarik pelan kontolku dan kubenamkan kembali. Begitu seterusnya hingga kemudian tempo genjotanku kupercepat. Kedua tanganku yang memeluk tubuhnya tidak tinggal diam, kuremas kedua toket kencang Jane dari belakang. Sesekali ku pilin putingnya bergantian. Sementara itu bibirku mencumpu tengkuk, leher dan telinga Jane dari belakang. Benar benar posisi seks yang Intens dan sensual.

” Ahhhhhh…. ahhhh… owhhhhhh…. sssstttt….. arggghhh…. Enak mas…. ohhh”
” Sttttttt… ohhhh iya sayang… Ahhhhh”
” Hmmmm…. ohhhh.. aghhhh …. ahhhh sssttttt…. ohhhhhhhh… hmmmmmmmm”

Mulut kami saling merintih dan mengerang menikmati persenggamaan ini. Ruangan kos Jane penuh dengan suara rintihan kami yang sedang mengejar kepuasan birahi.
Aku Bertahan sekitar 20 menit dalam posisi seperti ini.

Kutarik Jane kembali telentang, kontolku tetap didalam memeknya. Aku berjongkok diranjang dan kulanjutkan genjotanku.
” Ahhhh… ahhhhhh…. ssssssttt… sst…. ahh.. mmmmhh… ohhhhhh” Jane kembali dan terus merintih-rintih menahan nikmat dari memeknya yang sedang kupompa dengan kontolku.
Bosan, kami pun berganti dengan posisi doggy. Kugenjot pantat jane yang kencang dari belakang. Kontolku dengan keras mengaduk aduk memeknya dari belakang. Peluh membanjiri tubuh kami berdua.

” Massss…hhhhh… ahhhhhh …. aahhh…. ohhhhhhhhh…. ssttttttt.. ahhhhhh”
Tubuh Jane bergetar lagi, kurasakan memeknya seperti menghisap batang kontolkuku. Cairan kenikmatannya menyiram kontolku dari dalam rahimnya. Nafasnya tersenggal- senggal.
Jane kembali orgasme untuk yang kedua.
” Ahhh.. ” Jane menjerit ketika kucabut kontolku.
Aku berdiri dan mengambil minum. Kuteguk beberapa kali Lantas kau berikan botol minum tersebut kepada Jane. Dia mengambilnya dan menenggak minuman tersebut sampai habis. Aku yang berdiri di samping ranjang mengelus-elus rambutnya. Kontolku yang masih berdiri tegak nampak mengacung di dekat mukanya dengan gagah.

” Lanjut ya sayang, aku belum keluar” kataku.
” Iya mas Adi sayang… hehee”
“Kenapa? ” tanyaku.
” Besar banget mas, sampai rasanya kaya robek vaginaku..hehee” katanya sambil mengelus kontolku.
” Tapi suka kan? hehee” tanyaku.
” Banget….!!”
” Enakan mana Jane, dientot aku apa cowokmu?” tanyaku dengan bahasa yang sedikit kotor supaya nafsunya kembali naik.
” Enakan kamu mas, penis mas lebih terasa menurutku…”
” Heheee … wah bahaya nih kalo kamu ketagihan”
” Hahahaha… haaaaahaaa.. hahahaaa”
Kami berdua tertawa.

Kembali ku telantang kan badannya di atas ranjang sementara aku berdiri di pinggir ranjang. Ku angkat kedua kaki keatas pundaku. Kontolku yang masih berdiri kuusap usapkan ke bibir memeknya.
” Ahhhhhhhh…. eeeeeeemmmhhhh” Jane kembali mengerang.
Kugesek dengan lembut kepala kontolku ke bulu halus memeknya. Kemudisn kuarahkan ke dalam belahan memeknya dan…
” BLESSSSSSS…”
Kontolku masuk seutuhnya ke memek Jane. Kali ini sedikit lebih gampang karena memeknya sudah basah dengan cairan orgasme nya.
Kupacu kontolku langsung dengan tempo yang cepat. Kuhentak dan kugenjot memek wanita muda ini dengan liar dan keras.
” Ahhhhhh… masss… ohhhh… Ahhhh…
Owhhhh… ssssttt… mmmmmm… Ahhhhhh… Ahhhhh… ahhhhh….”
Rintihan dari mulut Jane semakin kencang. Kedua tangannya memeluk tubuhku yang kurebahkan menindih tubuhnya. Tangan Jane memeluk leherku dengan erat.
Aku tak peduli, kugenjot kontolku lebih kencang dan liar memeknya.
” Eerggggghhh… enak ga Jane”
” Ahhhh.. enak masss.. owhhh”
” Enakan ngentot sama aku apa sama cowokmu? ha?? … ahhhh” racauku liar.
” Ahhhh enakan sama kamu mas… ahhhhhhhh… ohhhh… ssttt”.
” Kamu suka kontolku?” imbuhku sambil tetap menggenjot kencang.
” Ahhhh iya masss… ohhhh.. suka banget…. ahhwhh.. kecengin mas.. terusin.. oh yang kencang… ohhhh aahhhhhh… ssttt. massssd.. ahhhhhhhh” Jane ikut meracau.

Aku balas pelukan erat Jane, kupeluk erat tubuhnya dan kutindih. Kedua kaki Jane kini menyilang di pinggangku. Kugenjot makin dalamdalam kontolku ke dalam memeknya.

” Ahhhhhhhhh…. massss…. ohhhh”
” Ahhhhh Jane……. ahhhhhrgghhh…”

” Crooottttt…. croooot… crot… croottttt…”
” Ahhhhh… owhhhh…. ahhh.. ahhhhhhh”

Kami orgasme bersamaan. Spermaku menyembur didalam memeknya. Memek Jane masih berkedut. Tubuh kami masih berpelukan dengan surat seakan tidak mau melepaskan kenikmatan yang barusan kami dapatkan bersama. Nafas kami berdua memburu dan terengah-engah setelah berpacu Birahi dengan dahsyat.
Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa begitu juga dengan nya.

10 menit kemudian kontolku mengecil di dalam memeknya. Kucabut kontolku dan aku telentang di sebelahnya. Cairan spermaku nampak meleleh keluar dari belahan Vaginanya.
Jane beringsut mendekat ke arahku dan memelukku. Kubalas dekapannya dan kucium kening serta bibirnya.

“Makasih ya mas..”
” Makasih untuk apa?”
” Jane puas banget mas, mas Adi benar bener hebat… ” ucapnya sambil tersenyum.
“Sama-sama sayang.. makasih ya” balasku sambil kembali mengecup keningnya.
” Mas, jika ntar ada waktu Jane main ke jogja atau kalo kita ad kesempatan bertemu mas masih mau kan manjain Aku kaya gini?” tanyanya.
” Maulah.. asal kamunya juga masih mau. heheee” ujarku.
” Pastilah mas… Jane bakalan selalu kangen sama ini, heheee” ucap Jane sambil mengelus kontolku.
” Sekalipun ntar kamu dah nikah?” tanyaku.
” He’em… Kenapa emang? itu ga masalah mas, asal ada kesempatan..hehee”
Aku tersenyum. Kupeluk erat tubuhnya.
———————————————————–

Aku berpamitan dengan Jane. Kulihat arlojiku sudah hampir jam sepuluh malam. Jane melepaskan pelukannya, pada tubuhku.
” Hati-hati mas…” ucapnya.
” Kamu juga, besok hati2 pulangnya”
” Makasih mas…”
” Kalau ke jogja kabari ya” ucapku.
” Pasti mas Adi..” jawabnya sambil tersenyum. Kukecup keningnya dan aku pun masuk ke dalam mobil.
Lambaian tangan dan senyuman dari bibir Jane mengiringi laju roda mobilku meninggalkan Kos Jane.

” No you don’t know what its like,
Welcome to my life…”

Diiringi lagu simple plan dari radio mobilku, aku melaju dikesunyian ring road utara jogja menuju ke jalan Kaliurang arah rumahku. Rumahku yang penuh cinta, rumah dimana tinggal keluargaku. Keluargaku, kedua istri dan juga anak2ku yang selalu setia menunggu kedatanganku. Tanpa mereka tahu kelakuanku diluar sana.

Bersambung

END – Berbagi Cinta dan Nafsu Part 18 | Berbagi Cinta dan Nafsu Part 18 – END

(Berbagi Cinta dan Nafsu Part 17)Sebelumnya |Bersambung(Berbagi Cinta dan Nafsu Part 19)