Berbagi Cinta dan Nafsu Part 17

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20

Berbagi Cinta dan Nafsu Part 17

Start Berbagi Cinta dan Nafsu Part 17 | Berbagi Cinta dan Nafsu Part 17 Start

17. Kepuasan tersendiri

Ahhh…
Kuhempaskan pantatku di sofa kantor.
Selesai sudah kerjaan menumpuk di akhir minggu ini. 2 minggu sudah Vivi resign dari kantor, dan aku belum dapat penggantinya. Hal-hal yang biasanya dikerjakan Vivi dan aku tinggal menerima laporannya, kini aku sendiri yang harus mengerjakanya. Cukup melelahkan hari-hari ku belakangan ini.

Tidak adanya Vivi di kantor benar-benar terasa. Kerjaanku otomatis bertambah, selain itu aku juga tidak bisa menikmati hiburan nikmat darinya. Kedua istriku hamil tua, otomatis jatah ku berhenti sementara.

Beruntung masih ada Beby, gadis muda penghuni kosku yang bisa kunikmati. Sejak kejadian pemotretan yang lalu, beberapa kali aku kencan dengannya. Dikosan atau pun hotel yang kita sewa, sekedar untuk saling berbagi nikmat. Intensitas hubungan kami pun semakin sering semenjak Vivi resign, karena cuma dengannyalah aku bisa mendapatkan sex. Aku bukan orang yang bisa menikmati sex dengan wanita bayaran. Aku lebih menikmati petualangan sex dengan wanita yang kudapatkan dengan proses pendekatan. Sensasinya lebih beda dan terasa intens saat berhubungan, karena kita akan sama – sama menikmati dan mengejar kepuasan. Melihat partner sex ku mencapai klimaks adalah kenikmatan tersendiri bagiku yang menurut aku pribadi susah terjadi jika kita melakukannya dengan wanita panggilan, karena orientasi mereka melakukan sex adalah uang, bukan kenikmatan. Maka dari itu sebisa mungkin aku tidak akan melampiaskan nafsuku kepada wanita bayaran. Bukan perkara uangnya tapi memang kepuasan uang ku dapat tidak akan maksimal.

Hubunganku dengan Beby semakin intens. Walaupun kenikmatan yang kudapat tidak sepuas jika aku melakukannya dengan kedua istriku atau Vivi yang tentunya lebih berpengalaman. Beby masih muda, masih harus banyak belajar bagaimana memuasakan lelaki di ranjang. Tapi bagiku bukan masalah besar, karena paling tidak aku bisa memuaskan libidoku dengan tubuh Beby. Beby pun selalu antusias jika aku mengajaknya mengadu nafsu, kenikmatan yang dia dapatkan juga yang mungkin membuatnya selalu ketagihan aku tiduri.
Hubungan kami tidak ada komitmen, Beby pun tidak menuntut apapun dariku. Hanya sekedar saling memuaskan.
Tapi buat aku, sering kuberikan sesuatu hal untuknya sebagai hadiah. Uang saku, kuajak belanja, nonton, makan dan tentunya free uang kos baginya. Beberapa kali dia menolak pemberianku, karena dia merasa jika menerima sesuatu dariku sama halnya dengan aku membayar tubuhnya. Namun aku selalu menjelaskan, bukan karena tubuhnya aku memberikan banyak hal, namun sebagai bentuk perhatianku baginya.

” Kriing….”
” Iya, halo sayang…” kujawab telepon yg masuk.
” Mas Adi udah mau pulang belum? Atau masih mau lembur?” Suara Sari terdengar dari seberang telepon.
” Udah mau pulang ini sayang. Kenapa, mau nitip sesuatu?” jawabku.
” Engga mas, ini dari sejam lalu mbak Wulan mulas. Sepertinya kontraksi mas. Segera pulang ya mas, anter ke RS. Tadi mau dianter pak Slamet, tp dia ga mau. Pengen sama mas, dia nunggu mas Adi pulang”
” Oiya, aku segera pulang sayang. Bilang Wulan ya, setengah jam lagi sampai rumah” Ujarku.
” Iya mas Adi….” tutup Sari

Aku segera berkemas dan meninggalkan kantor.
————————————————————-

2 bulan kemudian.
Bayi cantik ini tertidur dalam pelukanku, tepat 2 bulan dia lahir di dunia ini. Bayi kecil yang cantik, secantik mamanya, Wulan.
Kubaringkan tubuh mungil itu ke ranjang bayi. Aku tinggalkan dan beranjak ke ranjang Bayi disebelahnya.
Kulihat seorang bayi laki-laki yang tampan nampak terlelap. Wajahnya nampak seperti fotokopy mukaku, walaupun banyak yg bilang matanya mirip mamanya, Sari.

Hari-hari ku adalah kebahagiaan sejak kedua anakku lahir. Wulan dan Sari sama sama sudah melahirkan. Aku resmi menjadi seorang Bapak. Hubunganku dengan kedua istriku pun semakin mesra sejak kami memperoleh momongan. Yang paling membahagiakan lagi tentunya kedua istriku sejauh ini tetap bisa akur dalam satu atap. Ada rasa saling memiliki diantara keduanya, dan terlihat tulus mereka menjalaninya.
Aku menjadi ayah dan suami yang baik bagi keluargaku, dan itu yang kulakukan dan kuperlihatkan didepan mereka tanpa mereka ketahui kelakuanku yang busuk di luar.
————————————————-

” Ahhhhhhhh…..”
Tubuh bugil Beby bergetar ketika aku yang sedang menindihnya mencumbu leher dan telinganya. Tubuh bugil kami berdua saling menyatu memburu kehangatan. Erangan lirih keluar dari bibirnya yang mungil.

Siang ini, aku menjemput Beby dari kampus dan ku ajak chek in hotel di daerah jalan Gejayan. Entah kenapa libidoku dari pagi bergejolak, mungkin karena aku sudah hampir dua minggu tidak bercinta. Beruntung, Beby bersedia kuajak kencan siang ini.

“Ahhhhh…. mas…. ssstt…. ohhh”
Beby merintih kembali ketika lidahku menghisap putingnya. Kuremas pelan toketnya.

” Ohwwwwhhh…. aaaaaahhhh….. ahhhhh…… ssssdtt…. mass… ohhhh”
Erangan dari bibir Beby keluar serentak dengan remasan dan jilatan lidahku di tubuhnya. Kontolku yang menindihnya bergesekan dengan kulit tubuhnya yang mulus.

” Puaskan aku ya sayang…. ahhhh” Bisikku lirih. Beby mengangguk, matanya terpejam.

“Ahhhhhh…. ohhh…. masss…. ”
Beby merintih saat batang kontolku kugesek-gesek dibibir memeknya.
Beby meraih kontolku, dielusnya perlahan dan diarahkan ke dalam memeknya.

” BLESSSS…..”
Perlahan kudorong kontolku memasuki memeknya yang sempit berwarna merah muda dan tanpa bulu. Kudiamkan sebentar. Nikmat sekali memang kelamin wanita muda ini. Memek sempit Beby terasa sangat mencengkeram kuat batang kontolku.

“Ahhhhhhhh….. ssssstttttt… ahhwhh”
Beby merintih pelan saat kutarik kontolku perlahan. Kucumbui mukanya dan kupeluk lehernya. Beby merespon dengan mengalungkan kedua tangannya ke leherku. Kulihat matanya nampak sayu dan menggemaskan. Kusodok dan kutarik perlahan kontolku dengan irama pelan di dalam memeknya.

“Ohhh…. ahhhhh…. sssst…. oooohhh…. ahhhhhh….. hhhmmm …..ahhhhh… ahh”
Rintihan kecil dari mulut Beby keluar seirama dengan gesekan kelamin kami yang sedang beradu.

” Arghhhhh…. oohhhhh… argggghhh.. ”
Aku pun tanpa sadar merintih menikmati kontol ku yang seperti diremas-remas memeknya yang sempit. Aku bangkit dan kutarik kaki Beby ke pinggir ranjang. Kontolku masih tetap didalam memeknya. Aku berdiri di tepi ranjang, tubuh mungil Beby terbaring dihadapanku. Kuangkat kedua kakinya dan kusandarkan ke pundakku.
Kontolku yang masih dijepit memeknya kugenjot perlahan, dan makin lama makin kupercepat.

” Ahhhhh…. Ahhhh… massd….. ahhhh ohhhh……… mmmmmm…. owh… ahh”
” Arghhhhhhh…. sssssst…. arghhh… ohh”

Kami saling mengerang dan merintih. Memek Beby benar benar nikmat, kurasakan jepitan memek sempit ini seperti mengurut batang kontolku. Kuhujamkan kontolku dan kupompa dengan liar. 10 menit kemudian…

” Ahhhhhh…… Aaaaaahhhhhhhh…. ahhhh owhhh…. Ahhhhhh… masss… owhhh… aaaahhh…. sssst…. mmmm… ahhhh”

Beby mengerang panjang, tubuhnya bergetar dan melengkung ke atas. Beby orgasme….
Mulutnya merintih dan mengerang. Nafasnya terengah- engah…
Pemandangan terindah yang paling kusuka, menyaksikan wanita orgasme.
Kuhentikan genjotan kontolku sejenak.
Kudekati mukanya dan kucium bibirnya.

” Enak…?” tanyaku
“He’em…” jawabnya sambil tersenyum dan mata terpejam. Ku usap peluh di jidatnya, sementara tanganku meremas -remas pelan toketnya.

” Masih kuat?” ucapku lagi.
” Iya mas…”
Kukecup sekali lagi bibirnya. Kulepas kontolku dan kutarik badannya berdiri. Aku duduk di tepi ranjang, kuarahkan Beby supaya duduk dipangkuanku dan menghadapku.
Kontolku yang menempel di perutnya dia usap-usap. Sementara muka kami saling bertemu dan bibir kami pun beradu.

“Smoccchhh… smoch.. smochh.. smochh”

Sesaat kemudian aku tarik badannya berdiri dan kuarahkan pantatnya agar memeknya menghujam kontolku. Kelamin kami pun bertemu,….
” Ahhhh… …. ahhhh ” Erang Beby.

” BLESSSSSS…..” Kutarik pantatnya turun dan otomatis batang kontolku masuk menghujam memeknya sampai mentok.

” AHHHHH….. Ahhhhhhhhh….” jerit Beby.
” Kenapa sayang, sakit ya?” tanyaku.
” Ahhh… dikit mas.. ssst…. tp gapapa… ahhhh… ohh lanjutin aja ..mas… ohhhh” Beby menjawab sambil merintih pelan.

Kugenjot kontolku perlahan, Beby pun ikut menaik turunkan patantanya.
Kupeluk tubuh mungilnya, sementara lidahku menari di tengkuk dan lehernya. Sembari memompa memeknya dengan kontolku, aku jilati bagian tubuhnya yang bisa kujangkau, wajah, telinga, leher , ketiak dan berakhir di toket mungilnya. Aroma tubuh Beby yang harum benar benar memacu nafsuku. Kujilati puting toketnya yang masih kecil dan berwarna merah muda.
Tanpa sadar kocokan dan genjotan kelamin kami mulai mengencang. Bunyi kelamin kami yang beradu serta rintihan nikmat dari mulut kami memenuhi ruangan hotel ini. Kupeluk badan mungilnya erat, kepala Beby bersandar di bahuku.

” Aaaaahhh… ohhhhh…. Ahhhhh… ahhh….
Ahhhh… ssssttttt… arghhhh… mmmmm….
Ahhhhhhh…. mas…. ohwhhh… Awhhhhhh.
Beby… arghhhhhh…. ohhhh enak sayang…
Ahhhhh…. he’em masss… ohhhh … ssttt”

Mulut kami saling merintih dan mengerang menikmati persetubuhan ini. Kuhajar memek sempit wanita muda ini dengan kontolku yang besar berurat dan telah tegang maksimal. Kulihat dari cermin hotel bayangkan kita yang saling memacu nafsu. Peluh membanjiri tubuh kami berdua. Tangan kami saling memeluk dan meremas. Sungguh menggairahkan.

” Ahhhhhh…. ohhhh… ssstt.. massss….
Ahhhh… ohhhhhh…. mmmm… Owhhhh…
Ahhhhhh… oohhh.. emmm… Ohhhhhhhhh”
Beby merintih-rintih merasakan nikmat memeknya yang sedang kugenjot liar.

” Mass…. ahhhh… aku sampai lagi… ohhhhhhhh….. ahhhhhhh… ahhhhhh….”

Tubuh Beby bergetar, dipeluknya tubuhku erat. Sementara itu kepalanya terdongak ke atas menatap langit-langit hotel meresapi orgasmenya. Kurasakan memeknya berkedut kencang dan batang kontolku yang ada didalam memeknya seperti diguyur cairan hangat.
Aku merasakan kepala kontolku berkedut seperti mau meledak sehingga tidak kuhentikan genjotanku.

” Ahhhhh…emmmm… ahhhhh… ahhhhh…….
Arggghhhhhh…. ahhhhhhh”

Memek Beby masih berkedut menghabiskan sisa cairan kenikmatan. Kurasakan batang kontolku geli dan linu hendank orgasmse…
Aku angkat dadan Beby, kulepaskan kontolku dari memeknya. Kutarik rambutnya dan kuarahkan kontolku ke mulutnya..

” Argghhhhh…. Isap sayang… isap… Ahhhh.. arrrggggggg… sssstttttt…ohhhh”
Bibirku memeracau, kuhujamkan kontolku mentok ke dalam mulutnya.

” CROTTTT….CROOT… CROOT.. CROOOT”
” Argghhhhhhhh… telan … telan… ahhh…
telan semua sayang… arghhhhh…..!!!”

Kusemprotkan sperma kentalku kedalam mulut Beby. Kulihat Beby menelan semuanya masuk ke tenggorokannya. Dihisapnya kepala kontolku sampai tidak ada sperma yang tersisa. Tidak sampai di situ, sesaat kemudian di jilati kontolku dari kepala, batang sampai kantong zakarku sampai bersih.
” Ahhhh….sssttttt…. oohhh..” aku mendesis menahan ngilu dan geli.
Dikecupnya kepala kontolku oleh bibir nya yang mungil menggemaskan.
Aku tarik dia dan kugendong, kucium kening serta bibirnya.

” Makasih Beby sayang…” ucapku
“Makasih juga mas Adi” ucapnya sambil tersenyum manis.
Kurebahkan tubuhnya di kasur dan kuambilkan minum untuknya.
Kami pun beristirahat setelah bertempur mengadu nafsu. Tubuh bugil Beby terlelap dalam pelukanku…..

Tak lama aku pun terpejam juga. Melelahkan namun sangat nikmat.

Bersambung

END – Berbagi Cinta dan Nafsu Part 17 | Berbagi Cinta dan Nafsu Part 17 – END

(Berbagi Cinta dan Nafsu Part 16)Sebelumnya |Bersambung(Berbagi Cinta dan Nafsu Part 18)