Berbagi Cinta dan Nafsu Part 14

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20

Berbagi Cinta dan Nafsu Part 14

Start Berbagi Cinta dan Nafsu Part 14 | Berbagi Cinta dan Nafsu Part 14 Start

14. Aku yakin kok

Harta, tahta, raisa..
eh salah, Harta, tahta, wanita.
Ya ketiga hal diatas adalah godaan terberat untuk kaum laki-laki.

Nafsu manusia yang bisa mengatur adalah manusia itu sendiri. Sifat dasar manusia salah satunya tidak bisa puas dalam pencapaian. Kalo bisa lebih kenapa tidak. Pemikiran macam itu yang mungkin kini merasukiku. Bagaimana tidak, aku mempunyai 2 orang istri yang baik, cantik dan setia. Namun diluar, aku mempunyai hubungan spesial dengan Vivi. Walaupun dalam hubungan ini aku sama sekali tidak menggunakan hati, tapi entah dengan Vivi . Hubunganku dengan Vivi kuanggap selingan semata, cukup untuk saling memuaskan nafsu tidak lebih. Terlebih usia kandungan istri-istriku yang sudah masuk diatas 6 bulan, jadi intensitas hubungan sex ku dengan mereka sedikit berkurang. Di saat itulah, aku membutuhkan tubuh Vivi sebagai pelampiasanku. Sering kudengar saat aku menggenjot memeknya Vivi memintaku menyemprotkan spermaku ke dalam rahimnya supaya bisa hamil. Akupun menurutinya dan kamipun tidak pernah menggunakan pengaman saat bercinta serta aku bebas menyemprotkan spermaku ke memeknya.

Hubungan spesialku dengan Vivi semakin sering, minimal 2 kali dalam seminggu kami beradu kelamin. Di hotel, di rumah Vivi, di mobil, di ruang kerja kantor dan dimanapun selama kami ada kesempatan kami tidak pernah melewatkan. Status Vivi sebagai istri orang bahkan tidak menjadi hambatanku, justru aku mendapatkan sensasi liar yang susah dijelaskan dengan meniduri istri orang. Apalagi, Vivi adalah istri Alfred teman baikku saat kuliah, dan entah kenapa hal itu memberikan sensasi yg lebih nikmat. Ditambah lagi dengan rasa kesepian Vivi yang sering ditinggal kerja oleh suaminya, cocok sudah alasan kita untuk beradu kelamin saling memuaskan birahi.

——————————————————————

“Udah selesai pak pasang keramiknya?” ucapku melalui telepon.

“Belum mas, bntr lagi. Tinggal pasang beberapa lagi…” jawab pak Slamet diseberang telepon.

“Baik pak, tak kesitu sekalian lihat-lihat” ujarku lagi.
” Baik mas, saya tunggu”

“Klik” kumatikan teleponku.

Kemarin sore pak Slamet bilang, ada satu kamar di kos ku yang ada di Minomarta*i lantai keramiknya ngelupas. Kurang tahu juga apa penyebabnya, makanya kemarin aku suruh Pak Slamet untuk mencari tukang dan memperbaikinya hari ini. Aku segera meluncur kesana, sekalian untuk mengecek kondisi kos karena sudah lama aku tidak mengecek kondisinya mumpung sekalian hari ini adalah hari libur.

Ku parkirkan mobilku di depan halaman kos kemudian aku naik dan mengecek kamar yang sedang diperbaiki. Rupanya ada beberapa lantai keramik yang harus diganti dengan keramik yang baru.

“Kamar ini siapa yang pakai pak? ” tanyaku.
“Oh ini yang pakai mbak Beby mas, itu orangnya dibawah di ruang tamu” jawab pak Slamet.
Aku melongok ke bawah, kulihat sesosok wanita muda sedang duduk di sofa ruang tamu. Memang disetiap tempat kosku, aku sediakan ruang tamu untuk anak kos menerima tamu. Biasanya, tempat itu juga dijadikan oleh anak-anak kos sebagai tempat berkumpul karena aku lengkapi dengan kursi ,televisi dan lemari es.
Aku kemudian berjalan turun menghampiri wanita muda tersebut.

“Siang, mbak… maaf ya mbak agak kurang nyaman, kamarnya saya perbaiki dulu” ucapku ” Oiya, saya Adi pemilik kos ini” tambahku.
” Oiya mas, gapapa mas. Beby mas, panggil aja Beby ” ujarnya membalas uluran tanganku. ” Wah mas pemiliknya ya, akhirnya ketemu selama ini cm ketemu dengan pak Slamet . Kemarin saya bilang ke pak Slamet lantainya rusak” imbuhnya.
” Iya kemarin Pak Slamet juga kasih tahu saya makanya saya suruh secepatnya untuk memperbaiki supaya bisa ditempati lagi secepatnya ” balasku sambil tersenyum.
” Udah berapa lama dikos ini? ” tanyaku basa-basi.
“Udah 2 bulan ini mas, Wah mas pasti sibuk banget ya sampai jarang nengok kemari” ujarnya sambil tersenyum. Manis banget.
“Ah ga juga Beby, saya percayakan ke pak Slamet makanya jarang kemari” ujarku.

“Kamu kuliah dimana Beb? ” tanyaku sambil aku duduk di kursi depannya.
“Aku di STI* YK*N mas..” ujarnya menyebut salah satu kampus elite di Kota Jogja.
“Semester berapa?”
“Baru mas, semester 3 ” ujanya ramah.
“Oh pantesan masih keliatan muda banget” balasku.

Kami pun terlibat obrolan yang cukup akrab. Dari situ aku tahu Beby adalah mahasiswi yang berasal dari kota Ponti**ak. Dia adalah mahasiswa jurusan ekonomi. Usianya baru 20 tahun, masih sangat muda dan terlihat dari wajahnya. Cantik sih, kulitnya putih bersih, walaupun tidak terlalu berisi dan tidak terlalu tinggi. Hingga akhirnya aku tahu baby juga seorang model freelance.

“Jadi darimana ini tadi?” tanyaku ke Beby.
“Beby ada pemotretan ini tadi mas, ada event di Amp**z. Yah partime lhah mas, iseng2 sambil ngisi hari libur” katanya sambil menyebut nama satu mall di jogja.
” Oh kamu model ya? Bisa dong kapan-kapan jadi model fotoku” ujarku iseng.
” Lhoh mas fotografer juga ya? Boleh deh kalau memang Mas mau, tapi aku masih amatir lho mas…hehee” ujar Beby. Sekali lagi dia tersenyum. Manis sekali.
” Ah nggak masalah kali, aku juga bukan fotografer hehehe…Cuma lagi belajar photo-photo” Balasku.
“Boleh mas. Kapan ayok? Minggu depan hari kamis kan tanggal merah mas, Beby bisa” ujarnya.
Peluang nih pikirku.
” Boleh coba nanti tak cek jadwal dulu ya. Kalau tidak ada agenda aku hubungi kamu. Boleh aku minta nomor kontakmu?” Balasku.
Kamipun segera bertukar kontak HP.

Setelah sedikit obrolan basa-basi aku pun berpamitan pulang ke rumah. Perbaikan kamar sudah selesai dan ku selesaikan juga kewajibanku membayar upah para tukang. Sesampainya di rumah aku kemudian mencoba menghubungi kontak Beby, kami pun kemudian membuat kesepakatan untuk melakukan pemotretan pada hari Kamis depan. Tentunya setelah aku mengecek agendaku dan tidak ada jadwal kerja apapun di hari tersebut karena memang tanggal merah.
Aku kemudian membuka situs pencarian untuk mencari hotel yang cukup bagus interior kamarnya sebagai tempat pemotretan kamis depan. Setelah aku dapatkan hotel yang cocok aku segera menghubungi Beby untuk memberi tahu lokasinya dan menjelaskan konsep foto yang akan diambil. Hotel yang aku pilih cukup bagus sebuah hotel yang terletak di jalan Monjali. Sedikit agak mahal tapi ada kelebihan lain aku bisa melakukan sesi foto di kolam renang hotel yang terletak di Rooftop. Konsep yang aku sampaikan ke Beby tentunya konsep foto yang sederhana dan bukan konsep foto yang vulgar .

———————————————————–
Tibalah hari Kamis.
Aku mempersiapkan alat dan perlengkapan yang akan kupakai. Aku berpamitan kepada Wulan dan Sari dan bilang kepada mereka bahwa aku akan mengikuti lomba fotografi di Semarang dan kemungkinan akan menginap 1 malam di sana. Sari dan Wulan mengijinkan walaupun sebenarnya keberatan aku tinggal menginap. Aku sengaja berbohong kepada mereka supaya mereka tidak curiga dan aku juga bisa mempunyai waktu yang bebas untuk melakukan pemotretan.
“Hati-hati ya mas” ucap Sari.
“Kasih tau kalo sudah sampai, dan jangan nakal!” tambah Wulan.
“Hahaaa…iiya iyaa” Balasku
Aku cium mereka satu persatu dan segera aku berangkat dengan mobilku.

Jam setengah 2 siang tibalah aku di hotel I*d*lux di jalan Monjali, Yogyakarta. Aku parkirkan mobil di basement supaya aman.
Setelah menyelesaikan administrasi dan check-in kamar aku segera menghubungi Beby untuk berangkat menuju ke hotel. Seraya menunggu kedatangan Beby aku bersantai di bar yang ada di Rooftop hotel tersebut.
Setengah jam kemudian nampak Beby datang dan menghampiriku sambil berjalan.
” Halo mas, udah lama nunggu ya?” ujarnya.
“Belum kok, baru aja sampai” ujarku. “Apa kabar?”
“Kabar baik mas” jawabnya.
Kami sedikit mengobrol di meja bar sebelum memulai sesi foto . Beby ternyata sosok yang ramah dan sangat asik menjadi lawan bicara.

“Beb, sesi pertama di sini ya… Tempatnya bagus. Kamu ganti baju dulu sana dikamar sekalian taruh barang-barangmu di kamar” ujarku sambil memberikan lock card kamar ke Beby.
“Ok mas, makasih” jawab Beby.

15 menit kemudian Beby datang kembali. Beby nampak cantik dengan gaun yang simple dan elegan serta rambutnya ya diikat mirip standar pramugari.
” Cantik Beb, ..hehee. Mulai yuk” ujarku sambil bercanda.
“Makasih mas hehee…ayuk” balas Beby.

Kami pun segera memulai sesi photo.
Skip …skip … skip.

2 jam kemudian …

“Ok cukup Beb, ntr sesi 2 lanjut diroom aja ya, mendung ini pencahayaannya kurang bagus kalo photo sesion di outdoor kaya gini” ucapku sok tau.
” Boleh mas, tapi makan dulu ya. Laperr niee…hehee” ucap Beby.
” Oh iya boleh2, pesen aja kita makan dikamar aja ya. Kamu bisa istirahat dulu, Sekalian aku mau mindahin file ke laptop” ujarku.
“Ok mas….”
———————————————————–

Selesai makan aku duduk di meja kamar hotel sambil memindahkan file dr memory kamera ke laptop. Beby rebahan di ranjang sambil bermain ponsel.

“Mas Adi, aku dengar dari pak Slamet mas udah nikah ya dan istrinya mas dua..hehee ” Beby membuka obrolan.
“Hehee… iya Beb” balasku.
“Lhah kok bisa mas? serumah juga kan? kok bisa akur?” lanjut Beby.
“Ah kepo aja kamu…hehee. Panjang ceritanya kalo diceritain. Mang kenapa nanya? Berminat gabung jadi yg ketiga apa? heheeee…” candaku.
” Yeeeeeeeee..mulai genit ni bapak-bapak…hahaaa” Balas Beby.
” Kamu dah punya pacar Beb?” aku bertanya balik.
“Ihhhh kepoo… hahahaa. Udah ga punya mas. Putus 5 bulan lalu. Knapa nanya2 mas? Mau macarin aku yaa? Hahaaaa…” canda Beby.
” Yah kalo kamu mau hahaaaa… ” aku membalas candaannya.
“Kenapa putus Beb? tanyaku.
“Ada deh mas…heheee” balas Beby

Kami pun melanjutkan obrolan. Beby sangat supel, sehingga sangat seru berbincang dengannya.
Kulihat jam ditangan, sudah jam 6 sore.
Aku melirik ke arah ranjang, kulihat Beby rebahan diatasnya. Belahan Gaun yang dia pakai nampak tersingkap sehingga menampakkan pahanya yang putih mulus. Jujur aku tidak punya pikiran buruk sejak siang ketemu Beby tadi, namun pemandangan yang terpampang didepanku membuatku berniat iseng dengannya. Lagipula ini kesempatan besar, kami berdua di kamar hotel tanpa ada orang lain, sehingga semakin menguatkan niatku untuk mencoba menggoda Beby.

Aku ambil HP ku, Kuhubungi Wulan dan Sari. Aku kirim pesan ke keduanya, menggabarkan kalo aku sudah sampai di Semarang, saat ini sudah dihotel dan mau tidur karena capek. Aku berbohong….
“Ting….” Pesan terkirim.
“OK aman…” batinku.

Aku berdiri dari kursiku dan berjalan ke arah ranjang.
“Sibuk amat Beb?” tanyaku sambil duduk di tepi ranjang.
“Engga mas, cek2 ig aja. Udah selesai pindahin file?” tanyanya.
“Udah…” balasku sambil tersenyum.
“Yang di kamar photo pake kostum apa mas?” tanyanya.
“Apa aja deh Beb, kamu pakai apa aja cantik” ujarku.
“Ihh…genit. Dasar hahahaa….”
“Emang Beby cantik ya mas?” tanyanya balik.
“Cantiklah, kalo ga cantik ga tak ajak photo. Untung aku dah nikah, kalo belum tak pacari…” godaku. Beby tersenyum mendengar ucapanku. Manis sekali.
“Bisa aja mas…” Beby berkata sambil mendorong badanku pelan.
Aku tangkap tangan Beby, aku pegangi tangannya. Aku menatap tajam matanya sambil tersenyum.
Beby yang masih rebah membalas pandanganku. Kami saling tatap.
Aku yang sudah gemas, nekat mendarat kan kecupan dibibirnya..
” Cup….”
“Masss….” Beby terucap lirih.
Aku angkat lagi kepalaku, kupandangi matanya sejenak. Beby nampak kebingungan dan wajahnya Sayu menatapku.
Kepalang tanggung aku yang sudah gemas kembali mendaratkan ciuman di bibirnya, kali ini tidak hanya mencium tapi aku melumat bibir mungil Beby.
Beby sejenak membiarkan aku mencium dirinya hingga kemudian dia membalas ciumanku, dan kami pun berpagutan…

“Smochhh..smochhh..smoch..smochh…”

Bibir kami beradu dengan lembut dan mesra, kurasakan gairah Panas mulai menyerang diriku. Aku lanjutkan ciumanku semakin panas, kini aku melumat bibirnya dengan penuh nafsu. Beby pun tidak mau ketinggalan dan balas melumat bibir ku balik. Aku tidak mengira segampang ini menaklukkannya.
Bibir kami beradu semakin lama semakin liar. Kami tidak hanya saling mencium dan mencumbu kali ini lidah kami pun mulai beradu. Kurasakan manisnya air liur Beby yang semakin membuat gairah aku naik.

“Masss…ahhh.” Beby merintih ketika jilatanku berpindah ke lehernya.
” Ouhhh…..masss..ah” Beby kembali merintih pelan ketika kujilat telingannya. Tanpa sadar tangan Beby dikalungkan dileherku.
Aku mencoba meremas toketnya yg masih tertutup gaun.

Mas….ahhh… jangan mas..ahh” Beby melepas ciumannya, mencoba untuk menolak melanjutkan. Tapi aku tau, dia tidak sepenuhnya menolak karena tangannya masih memeluk erat tubuhku.
Kupandang matanya, dan kubisikkan pelan…
“Aku menginginkanmu sayang…”

Tanpa menunggu jawaban dari mulutnya, kuserang lagi bibir mungilnya dengan cumbuanku yang liar. Beby tidak menolak, justru kembali membalas ciumanku dengan liar..

“Smocch…smochh..smoch..smochh… sst”

Sambil melumat bibirnya, kususupkan tanganku masuk ke dalam gaunnya melalui kerah. Kuremas toketnya yang terbungkus BH, tidak besar namun sangat kencang dan bulat kurasakan.
“Ahhhh… sssttt ….Owhh.. ahhh.. ssstt..ahh”

Beby mengerang ketika aku mengusap dan meremas toketnya. Kurasakan pula ciuman dan pelukannya semakin liar. Tangan Kiri Beby, memeluk leherku dan menekannya seakan meminta aku melumat bibirnya lebih ganas. Sementara tangan kanannya mengusap-usap punggungku.

Aku hentikan ciumanku dan berjongkok di atas ranjang. Kutarik kaos dan celanaku, sehingga aku tinggal bercelana dalam. Kulempàr bajuku ke lantai dan aku kembali menindih Beby dan melanjutkan ciuman dan remasanku.

“Ahhhhh… ssstt ..mas..ouh…ahhh ah”
Beby mengerang manja saat kujilat dadanya yang tidak tertutup gaun.
Tanganku tak ketinggalan mengelus pahanya sambil sesekali kuremas pelan.
Kubalikkan tubuh Beby, kutarik naik gaunnya keatas hingga terbuka. Kini Beby tinggal menggunakan bra dan cd warna hitam model sporty. Sementara dia tengkurap, aku menindih tubuhnya. Kugesekkan kontolku yg masih tertutup cd di pantatnya. Terasa lembut, gemas aku remas pantat nya.

“Ouhh…Aaaaahhh…sstt..Ohhh..Ahh”
Beby terpekik geli dan kenikmatan ketika aku yg menindihnya menjilati tengkuk dan leher belakangnya. Aku usap punggungnya lembut, lalu kubuka kaitan bh nya sampai lepas. Kumiringkan badannya, dan aku rebah dengan posisi sama dibelakangnya. Kupeluk badannya yang mungil. Kutarik lepas cd ku dan tempelkan kontolku yang sudah membengkak ke pantatnya sambil kutekan-tekan. Sementara aku menciumi leher dan kupingnya, kuremas remas toketnya yang kencang dari belakang.

” Ahhhh…ohh…mas…ahhh..ohhh”
Beby merintih menahan geli ketika aku memainkan toketnya. Entah sengaja atau tidak, Beby menekan pantatnya ke belakang dan menggesekkan ke kontolku.
Kurasakan lembut pantatnya bergesekan dengan batang kontolku nikmat sekali.
Tiba-tiba, tangan kanan Beby meraih celana dalamnya. Rupa nya dia ingin melepasnya, aku bantu menariknya hingga kini dia juga telanjang bulat.

“Ahhh ….oohhh…ohhh..ahh”
Beby merintih manja saat kugesekkan kontolku dari belakang ke belahan pantatnya. Remasanku ke toketnya semakin liar, kadang kupilin putingnya dengan jariku. Sementara itu, kumiringkan mukanya sehingga kami bisa berciuman.
Tangan Beby meraih kontolku, digenggamnya erat kontolku dan dikocoknya pelan…

“Ahhhh…enak Beb..ohhh”
Aku merintih nikmat, tangan halus Beby benar-benar membuat kontolku geli.
“Besar banget mas…” ujar Beby
“Kenapa sayang, ntar enak kok? Kamu belum pernah ML ya?” tanyaku.

“Udah mas…ahhh..tapi..ahh..cowokku dulu ga sebesar ini..ahhh..ohh” Beby menjawab sambil merintih karena toketnya masih kuremasi.

“Aku masukin ya…” ucapku.
Aku melepas tangan Beby dari kontolku, ku genggam batang kontolku dan kuarahkan dari belakang menembus memeknya..
“Owhhh….ahh..” Beby merintih. Tubuhnya tegang kurasakan. Baru kepala kontolku yang masuk.
Beby memang sudah tidak perawan, tapi memeknya masih rapat.

“Mass…ohh.. gedee bgt . Ohhhh….kayanya ga mua…. sttt..” rintihnya.
“Aku pelan2 kok sayang, pasti muat” balasku. Aku usap memek Beby dari depan dengan tanganku, sementara dari belakang kudorong kontolku perlahan..

“BLEEESS…. SSSS”
“Ouhhh… Ahhrggggg ….!!” kami terpekik bersamaan.
Kontolku amblas semua di dalam memeknya. Kudiamkan kontolku.
“Sakit ga .?” tanyaku.
Beby menggeleng. Kedua tangannya meraih tanganku dan menempelkannya di toketnya. Aku remasi toketnya, sementara dibawah sana kontolku kutarik pelan.

“AHHHH…ahhh..ohhhhh..mass..sstt ..ehh”
Beby menggelinjang ketika aku mulai memompa memeknya dengan kontolku pelan.

“Ahhhh…ohhhh…Aaaaahhhh..ahhhhh”
“Ahhhh…enak sayang?” tanyaku.
“Ahhh he’eh mas…enak…ahh..” jawabnya
“Sakit ga ..?” tanyaku lagi sambil terus menggenjotnya dr belakang.
“Ahhh.. engga mas..ahhh enakk..ahhh” balasnya sambil merintih.

Kupercepat tempoku. Kuhujamkan kontolku dan kupompa didalam memeknya.

“Clapp..clap..clap..clappp..clap”
Suara sodokanku terdengar nyaring bertumburan dengan pantat Beby.

“Ahhh…ohhhh..ahhhh.. ahhhhhhh arggghhh…sssstt…..Owhh..owh..ahhh.. ehhhrdhhh..Ahhh.”

Erangan dan rintihan kami berdua memenuhi kamar hotel. Peluh membasahi tubuh kami berdua. Bunyi ranjang pun berderit mengikuti irama sodokanku. Aku jilati kuping Beby didepanku agar sensasi dan gairahnya meningkat.

“Ahhh…sayang, ganti posisi yuk” kataku sambil mencabut kontolku.
Kutelentangkan Beby, memeknya nampak merah merona dengan bulu halus diatasnya. Gemas, kusodorkan mukaku dan kujilati bibir memeknya. Kusedot cairan cintanya dan kutelan. Kemudian kuhisap biji kelentitnya…

“Ahhhh…massss…Owhhh.”
Beby mengerang dan menggelinjang.
Kusudahi cumbuanku ke memeknya. Aku berjongkok di depan memeknya, kuangkat kedua kakinya dan kusandarkan di kedua pundakku. Kuarahkan lagi kontolku ke memeknya dan…
“BLESSSSSS SSSS….!!”
“Ahhhhhhh……..”
Kubenamkan habis kontolku ke memeknya.
Kugenjot memeknya dengan tempo tinggi.

“Ahhhh…ohhh…ahhhh..ssssttt…ssstt..ahh
Ohhhhh….Ahhhhh…..ahhhhh….ahhh..Owh
Ahhh..sssstt….arhhhh..arghhh..Owhhh.”

Kami saling merintih dan mengerang kenikmatan. Ku buka kedua paha Beby, kusorong muka ku ke arah mukanya dan kami berciuman liar…

“Smochh..smochhh..smoch..scmochhh..”
Mata Beby sayu menatapku. Pemandangan yang menggairahkan.
Sodokan kontolku semakin liar. Kurasakan kini kedua kaki Beby melinggkar di bahuku dan seperti menekan tubuhku untuk menggenjotnya makin dalam. Geli dan nikmat kurasakan pada batang kontolku. Memek Beby seperti memijat-mijat batang kontolku di dalam sana.

“Mass …ahhhh..ohhhj…Aaaashhhhhhh.”
“Ohhhhh……..enak mas….ahhhhhhh”
“Owhhhhhhh……..!!!”
Beby menjerit sambil memelukku erat. Kurasakan memeknya berkedut dan tubuhnya bergetar menggelinjang. Rupanya dia mendapatkan orgasmenya. Memeknya menyemburkan cairan mengguyur kontolku.

Kudiamkan sebentar kontolku di memeknya. Beby masih terengah-engah menikmati orgasmenya yang baru berakir. Dia peluk manja tubuhku yang menindihnya. Kucium keningnya.
Peluh deras membasahi tubuh dan mukanya yang cantik.

“Lanjut ya sayang…aku masih mau ” kataku.
Beby mengangguk sambil memejamkan mata, namun bibir nya tersenyum.
Kulepaskan tindihanku dan juga kontolku dari memeknya. Ku gulingkan tubuhnya, dan kutarik pantatnya supaya menungging. Aku berlutut dibelalang pantatnya. Aku ingin merasakan nikmatnya doggy style dengan tubuh mungil nan cantik di depanku.
Kuarahkan kontolku, kugenggam dan kupukul-pukulkan kepala kontolku ke pantatnya.
” Auuuww…Owww..Auww..” Beby menjerit tiap kontolku memukul pantatnya.
Kuarahkan kontolku ke memeknya….

“BLEEEEESSSSSS..SS”
“Owhhhh…” jerit Beby
Kubenamkan dalam-dalam. Kugenjot batang kontolku ke memeknya dengan tempo tinggi.

“Auhhh…Owhhhh…Ahhh..sssttt…Aaahhh..
Owhhhhhh…a rghhh.. argh…Ahhhh…..
Sssdttt…Oghh..ohh..ahhhhh…Arghhhh..”

Suara rintihan dan erangan kami berdua menggema di seisi ruang. Memek Beby benar2 nikmat. Rapet dan menggigit khas memek ABG. Kupacu genjotan kontolku di memeknya, sesekali kuputar kontolku mengaduk memeknya.

“Plak…”
“Ahhhhh…..ahh owh”
Beby menjerit ketika kutampar pelan pantatnya. Peluh membanjiri tubuh kami. Kulihat dari cermin disebelah kiriku, tubuh mungil Beby menungging binal sementara dibelakangnya tubuhku yang besar menusukkan kontolku yang bengkak ke memeknya. Sungguh pemandangan yang exotis dan merangsang.

“Ahhhh…ahhbhbh…owhhh….Sdstt..Ahhh”
Kami terus berpacu dan beradu kelamin. Gesekan kontolku dan memek Beby menimbulkan nikmat yg luar biasa bagi kami berdua.

10 menit kemudian, kurasakan batang kontolku berkedut dan seperti ingin meledak. Kupercepat pompaan kontolku..
“Ahhhh…masss…ahhh enak…Ohhh…”
“Mas…ohhh..aku dapat lagi…ohhhhhh…..”

Beby kembali orgasme. Memeknya berkedut seperti memijit kontolku didalamnya.
Aku yg sudah hampir puncak tidak peduli dan tidak mengendorkan genjotan kontolku. Kubenamkan dalam-dalam kontolku setiap menyodok. Rasa geli yang kuat menyerangku…

“Ahhhhhh… Agggrrhhhhh…Ahhhh..ooooh”
Aku mengerang nikmat, kucabut kontolku..
” Crooooott….croooot..crot….crooot..crot”

Kusemburkan maniku di pantat dan punggung Beby…

Aku berdiri, kusodorkan kontolku ke mukanya. Kudorong ke arah bibirnya.
Beby meraih batang kontolku dan dimasukkannya kemulut, ngilu dan geli aku rasakan. Kemudian dia jilat sisa sperma dan cairan vagina yang menempel di kontolku sampai bersih.

Aku rebah diranjang, tubuhku lemas. Beby mendekat kearahku dan rebah di dadaku. Kupeluk dadanya, kucium keningnya mesra.

“Capek mas…?” ucapnya sambil memandangku.
Aku tersenyum memandangnya.
“Enak ga Beb?” tanyaku balik.
Beby tersenyum sambil mengangguk.
” Mas Adi nakal…ihhh.” ucapnya sambil mencubit kontolku.
“Nakal tapi enak kan?” ucapku.
Beby memeletkan lidahnya. Dipeluknya tanganku yang ada di dadanya erat. Kulihat matanya terpejam.
Kupeluk balik tubuh mungil di depanku, dan ku usap-usap rambutnya.

Kami terdiam beberapa saat.

” Mandi yuk mas…” kudengar suaranya.
“Ohh kupikir tidur kamu” balasku. ” Ayo mandi, udah jam 8″ ucapku.

Kami pun masuk dan mandi bersama di kamar mandi hotel. Kami mandi saling menggosok dan meremas, sesskali bibir kami berpagutan.

Selesai mandi, aku hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada. Kulihat bebi memakai celana model hotpant dan tanktop warna putih.

Beby menghampiriku yang sedang duduk di kursi dan duduk dipangkuanku.
Kucium rambutnya, kulingkarkan tanganku dipinggangnya.
” Makasih ya Beb, ” ucapku sambil menatapnya.
“Beby takut lho mas…” balasnya.
” Takut kalo istri mas tahu..” ucapnya sambil mengelanyut manja di pundakku.
” Tenang.. ga bakal tau kok…” ucapku meyakinkan.

“Terus lanjut photo ga mas?” tanyanya.
“Ga usah ya, malas… udah malam juga, mending istirhat heheee ” ucapku.
“Ihhhh..dasar genit. Kayanya emang niat mas ga photo aku ya.. ” ujarnya curiga.
“Enggaklah, niatnya bener photo… cuma kamu terlalu cantik, jadinya aku tergoda…hehee” balasku.
“Dasar om2 nakal…hahaaa”
“Nyesel ga..?” tanyaku
Beby menggeleng, dia peluk leherku erat.

” Beb.. ga usah pulang ya. Kamu tidur sini aja… nemenin aku” ujarku berbisik di kupingnya.
” Hmmm..gimana yaa??” ucapnya ragu.
“Ayolah, gak kasian sm aku disini sendiri. Aku dah bilang istriku nginap soalnya, aku bilangnya pergi ke Semarang..” bisikku.

” Nah kan nakal..pake bohongin istri segala..hehee.”
“Mau ya….please” rayuku lagi.
“Tapi…” ucap Beby
” Tapi apa..?” kulepas pelukannya dan kupandangi mukanya. Beby tersenyum.
“Tapi, Beby dienakin lagi ya mas” ucapnya manja sambil tersenyum.
“Lhah….Pastilah” ucapku senang.
“Kalo kamu nginap ya nggak mungkin tak anggurin dong sayang… smp pagi pun siap…hehehe” balasku sambil memeluk pinggangnya.
“Jangan smp pagi…ntr aku jebol mas..heheee”
” Jadi lanjut…?” pancingku.
Beby tidak menjawab, dia lingkarkan tangannya dileherku. Dia majukan bibirnya dan menciumku…
” Smochhh…smochhh..smochhhh..smoch.”
Bibir kamipun beradu.
Kuremas toketnya yang tertutup tanktop.
“Kamu ga pake bh?” tanyaku.
“Aku dah yakin kok bakal digenjot lg sama mas, jadi biar ga ribet aku sengaja ga pakai…heheee” balasnya.
“Nakal kamu..hehee” ujarku.

Kugendong tubuh Beby ke ranjang, dan kurebahkan. Kutindih tubuh mungil dan cantik tersebut. Kamipun segera melanjutkan beradu nafsu. Malam ini kulanjutkan dengan dua kali bercinta bersama Beby, dua kali pula batang kontolku menyemprotkan sperma satu ke mulutnya dan dia telan habis dan satu kali aku khilaf menyemprotkan ke dalam memeknya. Aku lupa berapa kali Beby mendapat orgasme.
Kamar hotel kami dipenuhi peluh dan rintihan nikmat dari kami berdua. Kami baru tertidur setelah capek. Beby tidur tengkurap diatas tubuhku dengan kontolku masih menancap di memeknya. Percintaan yang hebat membuatku lupa dan kilaf sehingga aku menyemprotkan spermaku kedalam memeknya dalam permainan yang terakir.
“Terlalu nikmat sih memeknya, Hamil atau engga bodo amat” pikirku

Aku pun tertidur sambil memeluk tubuh mungil Beby.
—————————————————————-

Malam ini, aku resmi kembali menyelingkuhi istriku. Beby menjadi wanita kedua yang menjadi teman selingkuhku setelah Vivi.
Aku kembali menghianati cinta Sari dan Wulan dengan meniduri wanita lain. Aku merasa bersalah, namun enggan melawan membayangkan kenikmatan-kenikmatan yang kudapat. Kesetiaan memang susah dijaga.
Entah kenapa birahi dan nafsuku dengan wanita terasa makin mudah naik setelah menikah.

——————————————————————

BERSAMBUNG

END – Berbagi Cinta dan Nafsu Part 14 | Berbagi Cinta dan Nafsu Part 14 – END

(Berbagi Cinta dan Nafsu Part 13)Sebelumnya |Bersambung(Berbagi Cinta dan Nafsu Part 15)