5 Minutes Part 6

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Tamat

Cerita Sex Dewasa 5 Minutes Part 6 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya :Cerita Sex Dewasa 5 Minutes Part 5

~ Rise Of The Problem ~
II

***

Pagi ini kembali ku langkahkan kaki untuk menunaikan kewajiban, berselang setelah 2 hari kemarin setelah aku menambal ban depan motor kesayanganku di bengkel Bang Ulil.. Selama 2 hari itu pula aku sama sekali seperti tidak mempunyai keinginan untuk menjenguk kampus tercintaku, karena selain tidak ada mata kuliah yg lagi-lagi harus aku ulang, aku juga tidak ada bimbingan skripsi dengan Pak Prawiro. Tidak juga memikirkan beberapa laporan kejadian tentang Siti akhir-akhir ini.

Aku sedang ingin konsentrasi ke skripsiku yang sudah masuk ke Bab III yaitu Hipotesis dan Metode Penelitian, dan itu semua harus benar-benar valid karena merupakan beberapa langkah serta metode penelitianku nanti.

Jadi 2 hari kemarin kebanyakan aku habiskan muter-muter ke kota dan juga beberapa toko bahan kimia dengan tujuan pasti yaitu beberapa jenis bahan kimia yang nantinya akan aku gunakan dalam proses pembuatan skripsi dan dapat di beli secara langsung tanpa harus order terlebih dahulu, dan mungkin akan ditambahkan beberapa bahan kimia lain seperti yang di katakan Pak Prawiro yang mana akan beliau berikan daftarnya kepadaku saat bimbingan berikutnya…

Mestinya, hari ini aku ada bimbingan skripsi lagi dengan Pak Prawiro, namun tampaknya hal tersebut hampir bisa dipastikan tidak akan kulakukan.. Bukannya aku sedang malas melakukan bimbingan atau apa, namun tadi pagi ada sebuah pesan singkat yang masuk ke hand phone ku..

1 Message Received
From: Pa’ Prawiro Peternakan
Dion, hari ini bimbingan saya tiadakan dahulu, saya harus segera berangkat ke Australia untuk melakukan beberapa riset, untuk bahan yang saya rekomendasikan kemarin, silahkan kamu check di email kamu.. Thanks (Prawiro)

Nahh, itulah alasan mengapa aku pagi ini tidak pergi ke kampus, namun malah berbelok ke salah satu bangunan ruko, di mana didalamnya duduk manis dua orang wanita cantik, yang sedang asyik memainkan keyboard sembari mengeleng-gelengkan kepalanya, sementara kedua sisi telinganya tertutup headset berwarna pink, sedangkan yang satunya lagi sedang sibuk melakukan sesuatu dengan komputen di depannya, yang jelas dia nampak serius.. Sementara disebelahnya lagi duduk seorang laki-laki yang juga sibuk mengoperasionalkan beberapa peralatan yang berhubungan dengan dunia komputer..

Intermezzo Network Station, itulah tujuanku saat ini, di mana aku sudah sampai di dalam, persis di depan meja server yang mana sedang bertengger 3 orang seperti yang telah aku jelaskan di atas tadi.

“Permisi mbak, apa ada yang masih kosong?” Tanyaku pada sosok manis yang sejak tadi sibuk melihat, atau bahkan lebih cenderung melotot ke arah layar monitor di depannya sembari tangannya tidak juga diam terus mengoyang-goyang mouse…

“Eehh, iya Mas, sebentar saya cek dulu” jawabnya kemudian

“Nomor 35 masih kosong Mas, silahkan kalau mau digunakan” lanjutnya sembari menunjukkan bahwasanya bilik nomor 35 dari Warung Internet itu masih kosong..

“Iyya mbak, makasih”

“Sama-sama Mas, silahkan dilanjutkan, dan semoga menyenangkan”

Akhirnya, aku berjalan untuk masuk kedalam bilik nomor 35 seperti yang dikatakan si mbak tadi, namun sebelumya sempat mampir dulu di sebuah showcase untuk mengambil salah satu minuman dingin sebagai teman..

“Ok guys, it’s time to work” kataku dalam hati.

Kemudian mulai ku goyangkan si sexy mouse di atas mouse pad nya untuk meluncur serta menemukan vendor layanan internet working berlogo sebuah rubah api, kemudian setelah itu, aku ketik di dalam searcing box atau kotak pencarinya nama salah satu penyedia layanan internet cepat.

Setelah kembali terhubung, mulai lagi aku masukkan nama emailku beserta pass word nya, dan baru setelah semua itu dilakukan nampaklah dilayar komputer akun email atas nama [email protected]***.com, dilanjutkan masuk kembali ke kotak masuk emal, sampai aku temukan sebuah email yang baru masuk dengan akun atas nama [email protected]****.com, dan tanpa basa-basi lagi akupun meng-klik akun tersebut sampai muncul dilayar sebuah lampiran surat elektronik

From: [email protected]****.com
To: [email protected]***.com
Subject: Lampiran Bahan Kimia Penunjang
Date: Today, at 01.00 am

Dion, ini adalah beberapa bahan kimia yang kemarin saya janjikan:

1. Starter Mikrobia (Starbio)
2.Starter Molasses.

Kedua bahan itu bisa kamu beli beli di Nexa Pharmaceutical, tempat yg kemarin sudah saya tunjukkan waktu bimbingan, karena kedua barang tersebut termasuk kategori mahal jadi tidak di jual secara bebas

I think that’s all Dion..
See U Next Time

Dan setelah aku baca sekilas, kemudian aku mulai melakukan proses download dokumen, karena rencanaku nanti aku buka serta aku pelajari di kost saja..

***

Sambil menunggu proses download yg sedang berjalan, dan juga mengusir jenuh, mulai kualihkan kegiatanku, headset ku pasang, kemudian sebuah media putar musik aku tampilkan, dan akhirnya terpilihlah satu lagu favoritku, kemudian setelah ku tekan tombol play, sambil sedikit merebahkan puunggung di sandaran kursi, kembali ku dengarkan lagu itu, sebuah lagu kenangan dari seorang penyanyi luar negeri, sebuah lagu berirama pop classic

***

I don’t know why, you said good bye

Just let me know you didn’t go, forever my love

Please tell me why, you make me cry

I beg you please, I’m on my knees

If that’ what you want me too

Never knew that it would go so far

When you left me on the boulevard

Come again, you would release my pain

And we could be lover again

Just one more chance, another dance

And let me feel it isn’t real

That I’ve been loosing you

This summer rise, within your eyes

Come back to me, and we will be happy together

Never knew that it would go so far

When you left me on the boulevard

Come again, you would release my pain

And we could be lover again

Maybe today, I’ll make you stay

A little while, just for a smile

And love together

For I will show, a place I know

In Tokyo where we could be happy forever

Never knew that it would go so far

When you left me on the boulevard

Come again, you would release my pain

And we could be lover again

***‚Äč

Yaaahh,

Sebuah lagu berjudul Boulevard yang di lantunkan oleh Dan Byrd ini dapat dikatakan sebuah lagu yang paling enak didengar sepanjang masa, lantunan suara penyanyinya yang enak di dengar, serta rangkaian musik yang membuat telinga nyaman.

Selain itu, sebuah peristiwa yang menurutku sangat bersejarah juga terjadi dengan iringan lagu itu, karena bersamaan dengan kumandang lagu ini pulalah, Setahun yang lalu, di kamar kost nomor 02, aku merasakan regukan syahwat dengan Siti untuk pertama kalinya,

Mass, ougght, ennakk Maasshhh”,

Dengan diiringi lantunan lagu ini pulalah, aku merasakan gesekan antar kulit yang menjalar dengan sangat nikmatnya.

“Ahh, Mas Dion, ahhh, aaahh, oooughhh”, “Terushh tusuukk Masshh, Oughhtt”,

Dengan melodi lagu ini pulalah, aku masih mengingat geliat tubuh berkeringat Siti yang menggial keenakan akibat dari tusukan penisku yang menghujam memek mungilnya..

“Aaaghhh, heghh, aaakkhh, ooouggghhhtt”, “ssshhhh, oooougghh”,

Dengan lantunan lagu ini pulalah, aku mendengar teriakan dan dan desahan kenikmatan Siti yang terdengar merdu di telinga, di singgahi elusan dan terkadang cakaran-cakaran lembutnya di punggungku, jepitan paha sekalnya di punggungku, saat aku ciumi dan jilati daun telinga serta sambil kubisikkan untuk menikmati semuanya..

“Ooouughhh, ooougghtt, oooooouugght, aaaaaaaghhhttt”, “massshh Siti ssaammppeee”,

Dan karena irama lagu ini pulalah, akhirnya Siti mendapatkan pengalaman terindah dalam persetubuhan itu,

***

Cliiinngg..

Hahhh..

Tiba-tiba aku tersadar karena mendengar sebuah tanda bahwasanya download sudah selesai,

ahhh, siall,

Kenapa lagi-lagi kembali masuk anganku tentang Siti, padahal sedari awal aku sama sekali tidak berniat mengingatnya dulu.. Karena Jujur aku memang masih menyukai Siti, dan sampai saat inipun belum ada kesepakatan dari kami untuk berpisah..

Namun..

Perkataan, laporan serta beberapa orang, bahkan terakhir kemarin Bang Ulil yang dengan sangat jelas kesemuanya menyatakan bahwa Siti telah melakukan sebuah kecurangan di belakangku, aku juga merasakan kecemburuan serta keraguan akan hubunganku dengan Siti, di tambah lagi beberapa protes dari Siti yang hampir bisa dikatakan sering mampir di telinga sehubungan dengan sifat dan keromantisanku..

Tapi..

Lagi- lagi aku masih saja belum melakukan sesuatu apapun yang berhubungan dengan itu..

Entahlah..

Aku belum juga menemui Siti, atau paling tidak menanyakan hal tersebut kepada Siti, karena pikiranku terus terang masih terfokus pada skripsi, selain itu aku juga ingin mengetahui semuanya dengan mata kepalaku sendiri, dan aku sangat yakin, hal tersebut tinggal menunggu waktu saja..

Ahhhh.. Sudahlah..

Daripada harus membahas Siti di sini, mending aku melakukan sesuatu yang lebih bisa menyemarakkan hati, sambil kemudian memindah data dowload yang sebelumnya telah kusimpan terlebih dahulu di flash disc.

“Berapa mbak semuanya, sekalian nambah ini”, kataku kepada si mbak penjaga tadi untuk menanyakan billing pembayaran beserta minuman yang aku ambil tadi.

“Semuanya Rp. 7500 Mas”, jawabnya,

***

Setelah jelas, aku menyerahkan uang pecahan Rp. 10.000 serta mengambil kembali kembaliannya, untuk kemudian keluar, dan mellanjutkan beberapa aktifitas yang mungkin bisa aku lakukan di sisa hari ini

***

To be continued