5 Minutes Part 4

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Tamat

Cerita Sex Dewasa 5 Minutes Part 4 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya :Cerita Sex Dewasa 5 Minutes Part 3

~ The Chronicle Of Past Time ~
III

“Oohh yeeesss, shitt, fucking harder, I love your big cock” jerit keenakan wanita berbodi seksi tersebut terdengar makin kencang, tubuhnya makin meliuuk keenakan sembari menggeleng-gelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan jg ke atas dan kebawah sehingga menyebabkan rambut panjang sepinggang lurus warna hitamnya terlempar kesana kemari miirip seorang vokalis band musik rock..

Yahh.. Malam itu, daripada suntuk memikirkan nasib perjalan cintaku dengan Siti, dan juga demontrasi Dion Jr yg semakin hari semakin menjadi-jadi, akhirnya kuputuskan untuk bermain ke rumah salah satu teman wanitaku, setelah sebelumnya aku hubungi dulu untuk memastikan dia ada dirumah, maka tanpa basa-basi langsung saja kulincurkan motorku..

Sesampainya di sana pun aku langsung di suruh masuk, entah karena apa, belum juga duduk, aku langsung di gandeng, atau lebih tepatnya agak sedikit di seret masuk kamarl dan tanpa basa-basi, dia langsung melucuti semua perabotan yg melekat di tubuhnya, kemudian menyusul baju, celana, bahkan CD ku pun tak luput menjadi korban keganasannya! Aq yg dari awal memang sudah sange karena lama tidak ada jatah dari Siti, tanpa basa-basi langsung menerima saja tantangan syahwat itu.. Hingga akhirnya..

“Haaahh!, what you said bitch, you want more haahh”, balasku dengan tak kalah sengit sambil menampar pantatnya serta menarik rambut panjangnya macam kekang kuda hingga menyebabkan badannya agak sedikit terangkat di ikuti lengkungan indah punggung mengkilatnya..

“Ooohhh yeeahh, do like that, aarrghhhh, pull my hair, aaarggghhh, ooouughhh, yyeeesss godddd damn, I’m your fuckin bitch”, semakin lancar sajalah luncuran kalimat kalimat syahwat dari mulutnya..

Miss S, inisial itulah yg sering aku gunakan untuk memanggil namanya, seorang wanita asli USA yg dulu aku kenal di sebuah forum dewasa, berwajah cantik yg ditunjang dengan body seksi berornamen sepasang gunung kembar berukuran 34B serta sebuah lipatan nikmat yg look shaved, mulus tanpa bulu di tengah pertemuan pangkal paha, sementara rambut hitamnya tergerai lurus sepungung menghiasi kepalanya..

Yg sudah selama 1 bulan ini intens melakukan live communication menggunakan media social yg selama ini banyak bertebaran di dunia maya, sampai pada akhirnya terjadi kesepakatan untuk kopdar d kotaku, karena dia jg berkeinginan untuk liburan..

“You are Fucking bitch, I like to fuck your shaved pussy, it’s so tight, oouuugghh, yessshh, fuck, fuck, fuuuuuuuuuuuck” erangku sambil sedikit membisikkan kalimat-kalimat cabul pembangkit gairah persis di sebelah kiri kepalanya yg terangkat karena rambut panjangnya yg masih ku jambak tadi..

“Oooouughh my godddd, your cock is so full on my pussy, it’s make wet, make my pussy fucking weet, oouugghh haaardderr, hhaarrdeerrr, deeeppppeeerrr, I wanan cum, I wanna cumm, oooouuuggggrhhhh, oougghhh, I’m ccooooommmiiiiiiinnggg” jeritnya nikmat menyusul datangnya puncak kenikmatan, yg di tandai dengan semakin ketat jepitan vaginanya, di ikuti tubuhnya yg semakin mengejat-ngejat indah..

“Me to, me to bitch, I wanna cum to, I wwaannnnnaaa cuummm, oarggghhh, take thiiiisss, take my sperrrmm, oougghhh, I’m cuuuummmm………………………

***

Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnggggggg!

“Hyaaaaaaaaaaaaaa, prraaaakkk, klliiingg”

***

Huuhhh, pekak sekali suara itu, persis di sebelah telingaku, yg menyebabkan mau atau tidak mau aku terpaksa bangun..

Tapi tunggu dulu…. Sambil masih mengumpulkan cerai-beraian nyawaku yg belum sepenuhnya terkumpul..

Di mana aku?…

Bukannya tadi aku sedang ber_Ahh.. Uhh_dengan teman wanita kenalanku dari social media? Truss, kenapa sekarang aku di sini, kemana Miss S tadi?

Setelah cukup terkumpul nyawaku, mulailah aku memutar pandangan mataku, menyusuri ruangan kamar berukuran 3 x 4 Meter itu, terus berputar, berkeliling, sampai akhirnya mataku bertumpu pada sebuah laptop di seberang pandangan…..

Aaaaahhhh… Siiaaaaaalll…

Ternyata aku berada di dalam kamarku sendiri! dan..

AaAaaahhhh… Lagi.. Lagi Siiaallll..

Di layar laptopku masih saja menampilkan Adegan-adegan dari Blue Film produksi BangBros yg di bintangi oleh salah satu Bintang Porno Favoritku yaitu Sasha Grey atau biasanya aku memberiinya Hot Code Miss S..

Berarti tadii…

Heheheheheheheee.. Ternyata Mimpi.. Huuufftt, gerutuku sambil kemudian merapa celanaku..

Amaaaaannn… Tidak ada basahan lendir nikmat sama sekali.. Untung tadi sempat di selamatkan oleh raungan Si Montok, jam weker kesayanganku yg berbentuk bulat dengan hiasan sebuah lonceng di atasnya..

“Makasih semok, kamu telah menyelamatkanku, karena kalau saja tadi sampai klimaks, bisa dipastikan aku akan pergi ke kampus pagi ini untuk konsultasi skripsi tanpa CD, hehehee” gumanku sambil mengembalikan lagi Si Semok ke posisinya semula setelah tadi dengan tanpa sengaja terlempar olehku karena kaget..

***

Aku memang pagi ini ada jadwal untuk bimbingan skripsi dengan Pak Prawiro, seperti yg telah di bicarakan sebelumnya, pertemuan kali ini aku sudah harus mampu menemukan hipotesis yg benar-benar bisa di pertanggung jawabkan, hipotesis mengenai jenis-jenis materi yg nanti bisa digunakan dalam pembuatan konsentrat, beberapa bahan kimia penunjang, serta beberapa alat pendukung lainnya!

Selain itu aku jg sudah harus mempunyai ukuran dan prosentase kelayakan untuk proses fermentasi dan pencampuran semua bahan konsentrat dengan bahan kimia yg ditambahkan, waktu pelaksanaan, sampai dengan kualitas uji materi kelayakan sampel hasil pemrosesan! Dan itu semua..

Sudah tertata rapi di atas meja.. Hahahahaaaa…

***

Memang semalam, dengan ditemani Supri aku mencoba menyelesaikan semua materi yg di minta oleh Pak Prawiro kemarin, meskipun pada awalnya ada sedikit ganjalan dikarenakan aku belum juga mendapat kabar dari Siti meskipun 2 hari kemarin aku sudah menempel pesan di pintu kamarnya, beberapa pertanyaan masih belum juga mendapat jawaban, kenapa Siti akhir-akhir ini bersikap seperti ini? Apa dia pulang k kampungnya? Atau aku ada salah? Kalau memang aku yg salah, kan dia bisa bilang!

Namun, akhirnya semua perasaan tidak tenang itu kalah oleh semangat dan juga janjiku ke Pak Prawiro, janji untuk tidak lagi mengecewakan beliau, apalagi setelah menerima hasil koreksi beliau pada pertemuan terakhir dengan beliau,

***

Kantor Fakultas Peternakan

***

Tokk.. Tokk.. Tokkk..

“Iyyaaa, Masuukk”.. Terdengar suara Pak Prawiro dari dalam Kantor tak lama setelah aku mengetuk pintu kantornya..

“Selamat pagi Pak”, ucapku sambil kemudian duduk di kursi persis di depan beliau..

“Selamat Pagi Dion, bagaimana kabar kamu pagi ini, sehat saja kann”,

“Iyya Pak, sangat-sangat sehat malahan”, jawabku sambil agak sedikit berbasa-basi

“Syukurlah, Bapak kira kamu akan sedikit pusing atau apalah setelah menerima koreksi Bapak mengenai hasil hipotesismu”, jawab beliau santai,

“Ahh tidak juga Pak” sambungku

“Baguslah, oya, bisa saya lihat bab yg saya minta untuk kamu perbaiki kemarin”, pinta beliau sembari meminta hasil pekerjaanku.

“Ini Pak, silahkan”, jawabku sambil menyerahkan map warna merah yg berisi beberapa lembar hasil hipotesis yg sudah aku perbaiki sebelumnya..

“Oya, terima kasih, dan tunggu sebentar di kursi itu sambil saya koreksi” lanjut beliau sambil memberikan aku ijin untuk menunggu beliau mengkoreksi hasil revisi hipotesisku di kursi panjang yg ada di belakangku..

“Iyya Pak”, jawabku sambil berdiri dari kursi sebelumnya untuk berpindah ke kursi yg beliau tunjukkan tadi..

Tik.. Tik. Tikk..

Sunyi.. Hanya itulah gambaran suasana di kantor Pak Prawiro saat itu, aku hanya bisa duduk dengan berharap-harap cemas saat beliau sedang melihat-lihat, membolak-balik, bahkan kadang sedikit mencoret-coret lembaran-lembaran yg aku berikan tadi..

Hufft.. Huftt.. Huuuufftt.. Sambil masih dusuk di kursi itu, kusapukan saja mataku berkeliling ruangan, sebelah kanan atas aku melihat jam dinding yg sedari tadi mengeluarkkan bunyi detik sebagai satu-satunya instrumen pengiring d ruangan ini, di tembok belakang Pak Prawiro, terpampang Foto Presiden serta Wakilnya mengapit Sang Lambang Negara, ku sapukan lagi pandanganku sampai akhirnya terhenti di meja beliau saat ini, dimana di atas meka itu, terdapat beliau dengan Pakaian Khas Wisuda namun dengan Model yg sering aku lihat sebelumnya, yaaa, ku akui itu berbeda karena foto tersebut adalah foto saat beliau Wisuda S3 di UNSW, tampak sangat tampan dan bersahaja sekali beliau, di dampingi istri tercinta, serta putra-putri beliau yg aku tafsir masih seumuran denganku…

“Dion, ke sini sebentar”

“Iyya Pak, ada apa Pak”, jawabku tergagap karena pandanganku tadi masih terpaku pada foto beliau sekeluarga., kemudian akupun kembali duduk di hadapan beliau..

“Hasil hipotesismu hampir mendekati sempurna, beberapa perhitungan dan prosentase kelayakan saya lihat juga sudah sesuai, beberapa contoh jenis bahan yg kamu pilih jg semuannya mengandung unsur yg dibutuhkan, tapi saya masih ada sedikit yg kurang, mengenai beberapa unsur kimia campuran” jelas beliau secara mendetail sekali..

“Eemmmm, maaf Pak, kira-kira kekurangannya ada di mana Pak” tanyaku kemudian,

“Urea (unsur penghasil sumber amonia/NH3OH), coba unsur itu nanti kamu tambahkan ke dalam perhitungan, setelah itu kamu bandingkan serta cocokkan dengan hasil perhitunganmu sebelumnya, kira-kira besar mana hasil protein dan kecernaan yg dihasilkan antara ditambahkan dengan urea dan tanpa urea” sambung beliau sambil menyerahkan selembar kertas hasil corat-coret beliau tadi.

“Oyya, sekalian pertemuan yg akan datang, kamu catat beberapa unsur kimia yg kamu butuhkan, mungkin Bapak punya teman yg bisa bantu cari, karena Bapak lihat, ada beberapa unsur yg kelihatannya jarang di jual di toko kimia kecil”, sambung beliau sambil memberikan sedikit bantuan..

“Iyya pak, secepatnya akan saya buat daftarnya, dan terima kasih atas bantuannya” sambungku kemudian

“Oyya, apa ada pertanyaan lagi?, kalau memang ada silahkan kamu tanyakan, kalau memang tidak saya kira untuk saat ini kita cukupkan dulu, karena sebentar lg saya juga ada jadwal mengajar” tawar beliau sembari sedikit mengingatkan aku bahwa sebentar lagi beliau ada jam mengajar, sehingga aku juga harus bisa memahami akan waktu beliau..

“Saya kira untuk saat ini belum ada Pak, mungkin minggu depan setelah saya menyusun kembali perhitungan seperti yg sudah bapak jelaskan tadi”, jawabku diplomatis

“Oyya, kalau gitu saya juga sekalian ijin mau masuk ke kelas dulu”..

***

Akhirnya pertemuan hari itu di akhiri dengan beberapa kesimpulan yg sangat berarti untuk perkembangan pengerjaan skripsiku..

Aaaahhh.. Kemana lagi setelah ini yaa.. Bingung juga kalau tidak ada kegiatan..

Namun..

Belum juga aku menemukan tujuan ku setelah ini, tiba-tiba saja pandangan mataku tertuju pada sepasang muda-mudi di seberang jalan depan kampus, mereka dengan mesra bergandengan tangan sambil bercanda tawa, si lelaki nampaknya aku kurang begitu familiar meskipun beberapa kali melihatnya, disamping itu juga, jarak pandang juga sedikit jauh..

Namun si wanita..

Yaaa.. Wanita itu.. Sepertinya aku sangat-sangat mengenalnya..

Iyya.. Aku sangat kenal wajah itu, aku kenal tubuh itu, aku kenal baju itu..

Aku kenal semuanya.. Dan aku sangat yakin.. Wanita itu adalah SITI MAYSAROH..

SITI MAYSAROH… Pacarku………………

***

“Apakah harus aku datangi mereka secara langsung saat ini juga? Kalaupun aku datangi kesana, apakah aku akan mendapatkan jawaban sesuai dengan apa yang selama ini menjadi beban pertanyaan? Apakah benar berita-berita yang selama ini aku dengar dari beberapa teman tentang Siti? Apakah benar Siti berpaling dariku? Apakah? Apakah? Apakah????”

“Aaaaaaaahhh, sial” rutukku sambil sedikit bergumam kala memperhatikan pemandangan tak lazim di seberang jalan seperti saat ini.

Pemandangan itu memang lain daripada yang lain, yang aku saksikan saat ini adalah sebuah pemandangan yang melebihi euforia pandangan seorang fans akan idolanya, yang aku saksikan di seberang jalan itu sekarang bukanlah pemandangan seorang Syahrini atau Ariel NOAH yg sedang jumpa fans!! Bukan semuanya..

Pemandangan diseberang jalan itu adalah sebuah pemandangan yang mungkin menjadi sebuah pemandangan yang sangat menyesakkan dada, sangat tidak menyenangkan, dan mungkin sangat menyakitkan!!

Bagaimana tidak!!

Seorang wanita yang selama ini sangat aku harapkan bisa menjadi penyemangat, menjadi penerang saat kegelapan melanda hati, menjadi aspirin saat kepala terasa sakit, dan bahkan menjadi penghangat dikala tubuh menggigil.. Tapi yang aku lihat diseberang jalan itu, dia malah bergandengan mesra dengan lelaki lain, bercanda ria, tertawa-tawa, seakan dunia ini cuma punya mereka! Tidak ada kecanggungan, bahkan tidak ada keresahan saat mata-mata orang disekitar tertuju kepada mereka..

“Heeeeghh, heeeeeeghh, heeeeeeeeghh”, “Heaaarrggghh”, mungkin seperti itulah deru nafas yang keluar dari lubang hidungku! Di ikuti pandangan iblis dan dan kepalan nafsu! Deru nafas dan pandanan yang terpompa karena amarah dan nafsu! Deru nafas yang mungkin sangat tidak ingin aku keluarkan! Karena aku masih sangat mengingatnya! Deru nafas seperti inilah yang membuatku harus meringkuk di rumah besi!!

Lalu apakah aku harus mengikuti ini semua!!

Apakah aku harus menghampiri mereka saat ini juga?, bertanya baik-baik atas apa yang mereka lakukan?, Apa opsi yang akan aku tawarkan seandainya jawaban yang ku terima tidak memuaskan? Apakah aku akan menghindar begitu saja macam pengecut? Merasa kalah? Jawabannya jelas tidak!! Paling tidak aku berani menjamin beberapa hiasan memar akan menghiasi tubuh si lelaki, atau bahkan mungkin keduanya!!

Tapi jika seandainya kejadiannya memang benar seperti itu, akibat apa yang akan aku terima? Yang jelas akibatnya juga tidak lebih baik!! Apa akibat yang akan aku terima dari Universita, dari Fakultas, seandainya aku benar-benar kalap sampai menghajar mereka!! Drop Out mungkin jawaban yang paling tepat! Mencoreng almamater, apalagi kejadiannya persis di depan Universitas, pada jam-jam sibuk pula! Padahal di dalam tas ranselku saat ini terbungkus rapi masa depanku, cita-citaku, harapanku!!

Aaaaahhh.. Aku benar-benar bingung…

Mungkin saat ini, itulah pertanyaan yang bersliweran di kepala, sehingga tanpa kusadari ketika kusapukan lagi pandanganku ke sana, mereka berdua sudah bersiap untuk naik ke salah satu angkutan kota..

“Mau kemana mereka?”Tidak! Aku tidak boleh sampai kehilangan jejak mereka untuk kali ini, aku harus mengikuti mereka” tekadku saat itu sambil kemudian berlalu ke tempat parkir di mata motorku berada..

Namun!!

“Shiiitt.. Apa lagi ini” makiku di tempat parkir itu saat mengetahui ban depan motorku ternyata kempes..

“Ohhh Tuhaaaaaaaannn” kataku saat itu sembari menutup mukaku dengan kedua telapak tangan…

***

Bersambung

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Tamat