5 Minutes Part 10

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Tamat

Cerita Sex Dewasa 5 Minutes Part 10 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya :Cerita Sex Dewasa 5 Minutes Part 9

~ Life Transition ~
(Road To Romantika Dion Dan Surti)
I

***

Setelah beberapa saat dalam kondisi gamang, dengan masih menyisakan sedikit rasa sakit di tengkuk, dan juga kerjapan mata memandangi sekitaran tempat di mana aku berada saat ini, akhirnya otakku mulai dapat di ajak untuk bekerjasama lagi,

Aaahhh..

Setelah semuanya nyata, semuanya jelas, ternyata aku sedang berada di dalam kamar kostku sendiri, sedang berbaring di atas kasur lusuhku sendiri, dan tentu saja dengan nyawa yang masih juga melekat di badanku sendiri,

” Aku belum mati ternyata “, ” dan tentu saja ini bukanlah di surga atau neraka “, ” Hahahaaaa “, gumanku sesaat setelah menyadari kondisi yang ada saat ini, kenapa juga aku berpikiran seperti itu, tidak lain adalah hantaman sesaat waktu aku sedang asyik menghajar Andre, dan aku pikir malaikat maut menurunkan titahnya untuk menghentikanku dengan satu hantaman telak di tengkuk, namun ternyata semuanya masih dalam koridor dunia nyata,

Jadi, kalau memang benar seperti itu keadaannya, berarti ada yang memang dengan sengaja memukulku?, tapi siapa?, apakah Siti?, ataukah Tono dan kroni?, ataukah??

” Addduuuuuuuuhhh “, ” Siaaall “, ” Masih lumayan sakit ternyata “, aduhku sesaat setelah mencoba untuk bangun dengan memegang leher bagian belakang serta mencoba menggerak-gerakkannya dengan sedikit memberikan pijatan lembut penetralisir rasa sakit,

Sementara di atas meja, jarum pendek Si Semok sudah nangkring di antara angka 5dan 6, sedangkan jarum panjangnya berhenti tepat di angka 6. Ahhh, jam setengah enam ternyata. Tapi, lagi-lagi pertanyaan hinggap di kepala? Ini jam setengah enam sore ataukah setengah enam pagi? Pemandangan di luar jendela masih gelap, lampu-lampu depan kamar kost juga menyala! Berarti?, ahhh, sebaiknya aku keluar saja untuk memastikan semuanya,

Belum sempat aku melaksanakan semua niatku itu, tiba-tiba saja,

Cekleeekk.. Kriieeeettt..

Pintu kamar kostku tiba-tiba berderik pelan untuk kemudian secara perlahan terbuka, dan tak lama kemudian, sebuah benda bulat berambut, bermata, serta dengan sebuah seringai muka sedang mencoba melongok ke dalam,

” Eeeeee.. Sudah hidup rupanya “, tiba-tiba sosok kepala itu berbicara sambil kemudian di ikuti oleh seluruh anggota lain tubuhnya,

” Oalaaaaahh “, ” kamu toh Pri? “, ” tak pikir penghuni kamar pojok kost ini “, jawabku sekenanya setelah mengetahui wujud sempurna sosok tadi,

” Ooooo.. Kamprett kamu Di “, “kamu kira aku Demit (Sebangsa lelembut/ makhluk halus dalam bahasa jawa) apa? Pakai bilang penghuni kamar pojok segala “, serunya sambil kemudian mengambil duduk di kasur sebelah kiriku,

Kamar pojok kost ini memang tidak ada penghuninya, karena isinya cuma perabotan tidak layak pakai dan juga beberapa barang sisa hasil peninggalan penghuni sebelumnya, yang entah sengaja di tinggal sebagai barang bukti peninggalan sejarah ataukan memang malas untuk membawa pulang, dan mungkin akhirnya bisa di tebak, kenapa Supri tadi mengatakan Demit, karena tidak mungkin ada seseorang yang mau tidur di tempat barang rongsokan yang gelap dan pengap selain sebangsa yang di katakan Supri tadi, Heheheheeee..

” Ehhh, ini masih sore atau sudah pagi Pri “, tanyaku kemudian sesaat setelah dia duduk,

” Heheheheee “, ” ini setengah enam pagi Di “, ” lagian kamu pingsan lama banget, sampe tak kira bablas menuju alam dunia lainnya “, jawabnya asal sambil cengengesan,

” Ooooo.. Setan “, ” seneng yaa kalau aku akhirnya bablas ndak balik lagi “, balasku spontan sambil mencoba sedikit keberuntungan melayangkan ringan tangan kiri dengan harapan mengenai sedikit saja anggota badan Supri sebagai pembalasan, tapi ternyata meleset,

” Ehh Pri, berarti aku pingsan hampir setengah hari sendiri ya? “, tanyaku yang kemudian di jawab Supri dengan sedikit anggukan kepala ringan sembari menata bantal untuk menyandarkan punggungnya,

Aku terakhir mengingat saat kemarin di kost Siti, saat itu aku ingat sudah jam 4 kurang 15 menit saat aku sedang memberi pelajaran pada Andre sebelum semuanya menjadi gelap sampai pada akhirnya aku berada di dalam kamar ini,

” Kalau gitu, siapa yang memukul tengkukku kemarin? “, tanyaku kemudian,

” Aku, kenapa?, ” Mau lagi “, ” Heemm “, jawabnya sambil sedikit menegakkan badan di ikuti sikap siap dengan kepalan tinju tangan kanan seolah-olah bersiap seandainya terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,

” Hiiiiiiiihhh “, ” ternyataa “, jawabku dengan sedikit mendelik ke arahnya, namun kemudian aku lebih memilih untuk tidak meneruskannya,

Akhirnya aku ingat, kemarin waktu aku akhirnya menerobos masuk ke kamar Siti, kemungkinan Supri dan Erna masih makan di Warung dekat kostnya Siti, sehingga Supri juga mengikuti rombonganku, hingga sampai saat terjadi pemukulan tengkukku yang akhirnya aku ketahui dilakukan oleh Teman sekaligus Saudaraku Supri,

” Kalau kamu mau marah, silahkan Di “, ” atau kamu mau menuntaskan sisa kekecewaanmu kemarin, silahkan “, ” tapi di sini saja, sama aku, jangan sama yg lain “,

“Daripada akhirnya nanti malah jadi pembicaraan lanjutan Di “, jawabnya kemudian,

” Maksudmu Pri? “, tanyaku dengan sedikit rasa tidak paham atas penjelasannya,

” Maaf Di! Kemarin, aku akhirnya harus menghentikanmu dengan pukulan itu, karena memang itu adalah satu-satunya cara yang ada diotakku, karena kamu di pegangi oleh Tono dan teman-temannya pun tetap tidak mampu, dan setelah itu, di bantu Tono dan teman-temannya pula, aku bawa kamu kembali ke kost ” jawabnya kemudian seolah-olah dia mampu membaca jalan pikiranku atas keingintahuanku saat ini kenapa akhirnya aku bisa sampai di kamar kostku sendiri setelah kejadian di kost Siti kemarin,

Memang Supri lah satu-satunya teman yang bisa dikatakan paling dekat, bahkan kami sudah seperti layaknya saudara saja, aku bahkan sudah mengenal hampir semua keluarga Supri, begitupin sebaliknya,

” Lhaaa, terus kira-kira menurutmu langkahku selanjutnya harus bagaimana Pri?, ” Aku yakin berita penyerangan di kostan Siti kemarin pasti membawa beberapa dampak, baik itu d lingkungan kampus, ataupun di lingkungan sekitar kost “, tanyaku kemudian sekalian sedikit meminta pertimbangan,

” Haaahh, itulah yang juga sedang aku pikirkan Di “, ” kalai masalah lingkungan sekitar kost, aku sudah minta Tono untuk mengurusnya, aku yakin dia sudah mampu “, ” namun, untuk masalah di lingkungan kampus, aku masih belum tahu jalan apa yang bisa aku tempuh “n ” huuuuufffttt “, jawabnya sambil mengepulkan asap rokok kesayangannnya,

” Haaahhh “, ” aku memang bodoh Pri “, ” kenapa sampai bisa sampai lepas kontrol seperti itu, dan semuanya hanya karena seorang Siti “, ” betul-betul bikin malu “, jawabku sambil ikut menyelipkan debatang rokok kemudian menyalakannya,

” Itulah Di yang kemarin sempat aku khawatirkan, meskipun kamu bilang tidak akan melakukan tindakan gegabah “, ” namun apa mau di kata, semuanya sudah terlanjur dan tidak mungkin di putar mundur lagi “, risaunya kemudian,

” Dahh, sekarang gini saja , kamu jangan dulu ke kampus, lagian Pak Prawiro kan katamu kemarin masih ada di Australia “, ” nanti biar aku cari informasi, apakah pihak kampus mengetahui kejadian ini atau tidak, dan untuk masalah Siti dan juga Andre, biar Erna yang usut itu “, jawab Supri kemudian sambil sedikit memberi solusi yang aku pikir cukup cerdas untuk masalah yang ada saat ini,

******​

Akhirnya obrolan singkat pagi itu di akhiri dengan berangkatnya Supri ke kampus setelah sebelumnya minta ijin dan pertimbanganku atas usulanku tadi, dan setelah semuanya aku pikir masuk akal, berangkatlah Supri ke kampus menyisakan aku sendirian di kamar, merenungi atas tindakan bodohku kemarin yang sudah lepas kontrol memberi pelajaran kepada Andre dan Siti, serta sambil berharap tidak terjadi sesuatu yang cukup fatal yang bisa mengganggu segala aktifitas akhirku di kampus..

******​

Si semok sudah menunjukkan tepat pukul 9 pagi, akupun sudah merasa lebih segar setelah sempat mandi tadi, setidaknya bisa lebih membuat pikiranku agak fresh meskipun otak masih belum bisa mencerna sisa kejadian kemarin,

Kemudian iseng aku menyalakan laptopku, mencoba sedikit berkonsentrasi dengan tugas akhirku! Namun, setelah di layar terbuka file skripsiku, bukannya tulisan atau ketikan dari lembaran skripsi yang aku buat sebelumnya, namun yang nampak adalah semacam sebuah slide movie dari beberapa kejadian yang aku alami akhir-akhir ini,

” Shiitt, ada apa dengan kepalaku “, gumanku setah mengamati tulisan yang nampak dilayar, meskipun kalau dilihat sekilas nampak rapi ketikan, tapi di mataku tulisan-tulisan itu seperti berjalan, bergerak bahkan akhirnya kabur dan semakin hilang berganti dengan beberapa kilas balik kejadian akhir-akhir ino,

Demikian pula ketika aku membuka buku referensi skripsi, tulisan yang ada di dalam referensi itupun lambat laun semakin mengabur serta kemudian seperti lari dari dalam lembaran buku itu,

” Aaaarrrrgggghhhh “, “Brrruuuuuuuaaakkk “, geramku kemudian sambil aku lempar buku itu menghantam dinding tembok kamar yang seolah juga ikut mengejek ketololanku saat ini,

” Apa yang harus aku lakukan Tuhan? “,
“What think that I can do Now? “,

Gelisahku sambil akhirnya membawa pikiran kosongku kembali kepada Tuhan, Hahahahaaa, lucu memang, bahkan mungkin bukan cuma aku saja yang berpikir seperti itu, mungkin kebanyakan orang juga berpikiran sama, sama-sama akan kembali mengingat Tuhan saat kekalutan menyerang pikiran mereka,

Namun..

Bukannya kembali meneruskan ikhtiar untuk mencari jawaban pasti, tiba-tiba saja seperti terdengar lirih bisikan anak setan yang menghampiri,

“Hey, Dion “, ” Kenapa juga kamu bingung seperti itu?” , ” Dasar manusian tolol “, ” Hahahahaaa “, begitulah kiranya bisikan yang bisa aku terjemahkan saat itu,

” Kamu dulu masih ingat kaaaan kalau kalau kondisimu sudah kalut seperti ini kawaaann “, ” Satu-satunya solusi praktis, ekonomis terbaik yaa cuma Kios Bang Simon sobaaattt “, ” heheheheeee “, kembali seperti terdengar nyanyian anak setan itu,

Tapi..

” Ada benarnya juga bisikan anak setan tadi, kenapa aku harus pusing mikir, lagian, kalau dipikir lagi semua kan bukan sepenuhnya kesalahanku “, ” bukankah mereka sendiri yang cari masalah “, ” Tapi, bagaimana dengan urusan kampus? “, ” Hallaaaaaahhh, mana ada urus, Pak Prawiro kan juga masih ada di Australia ” , ” Masih ada lahh waktu bersenang-senang melepaskan penat “, ” hahahaaaaa “, pikirku sempit saat itu setelah mendengar bisikan serta solusi anak setam tadi, dan juga ingatanku dulu saat masih sendiri, kalau terjadi masalah atau kekalutan pikiran seperti ini, solusinya praktis saja, Kios Bang Simon,

Kios Bang Simon, begitulah orang-orang mengenalnya, sebuah kios kecil yang letaknya agak jauh dari lingkungan kampus, sebuah kios yang menyediakan beraneka macam Minuman Surga alias Minuman Keras segala merek! Baik merek lokal semacam Topi Miring, Bir Bintang, sampai Anggur Cap Orang Tua, ataupun Minuman dengan Merek manca yang berharga mahal dengan bentuk wadah ataupun botol kemasan mirip botol jin, seperti Black Label, Red Label, Absolute Vodka, Brandy Fishop sampai Jack Daniel dan juga French Wine dengan harga yg fantastis, dan yang lebih aneh lagi, meskipun sudah banyak diketahui publik akan isi dagangannya, kios itu terletak persis di belakang sebuah kantor Polisi, hahahahaaaa.. Aneh bin ajaib bukan, tapi yaaa mau bagaimana lagi, semua ada sebab akibat dan juga azas simbiosis mutualisme,

******​

Akhirnya, setelah berganti dengan baju yang enak dipakai, segera saja aku menyalakan motor untuk kemudian meluncur ke Kios Bang Simon, dan tanpa basa-basi juga, setelah sampai aku ambil satu botol Red Label seharga kurang lebih Rp. 500 Ribu, yaaaaaahhh, meskipun mahal, tetap saja aku membelinya, karena sejak dulu aku sering mengkonsumsi itu untuk sekedar menghilangkan penat,

******​

Dan sesampainya kembali di kost, semok sudah menunjukkan jam setengah sebelas, bergegas saja aku kembali masuk kamar mumpung ndak ada yang melihat, kunci pintu, buka baju, siapkan sloki kecil, dan mulailah kembali ritual laknat yang sudah hampir 2 tahun lebih tidak aku lakukan,

1 Teguk.. Aaahhh Lumayan meskipun rasa panas sedikit menyerang tenggorokan,

2 Teguk.. Aaaaaahhh, agak enteng rasa pening di kepala,

3 Teguk,

4 Teguk,

5 Teguk,

Mulailah semua terlupakan, kalut yang melanda, galau yang terasa, semuanya seperti menguap, tidak ada lagi Siti, tidak ada lagi Andre, tidak ada lagi kampus, tidak ada lagi Skripsi, tidak ada lagi Pak Prawiro, dan yang tersisa hanyalah..

Rasa Nyamaaaann, Tenaaaaaang, Damaaaaaai..

Sambil di iringi lantunan Lagu favorit dari MP3 di laptop,

******

Satu lagi alasan little sista
Bilang-bilang saja jangan malu
Kalau kamu, mau..
Tapi cepat-cepat, balik lagi..

Aku ga bisa menunggu lama-lama
Badanku lemah dan sakit mulai terasa

Kau lihat dan tau ku, ga sekuat itu
Kau lihat dan tau ku, ga sekuat itu,

Sirine mobil polisi, bikin pusing dan pening
Ceritakan little sista, tentang kehidupan di sini
Yang kau lakukan apa ga terlalu berani
Demi stuff seperti ini,

Aku ga tega kau bisa berubah gini
Aku ga tega kau menjadi begini

Kita sampai merangkak, merangkak di lantai
Kita sampai merangkak, merangkak di lantai,

Petty yang pahit, makin lama ga berasa nikmat
Ayo cepat, sista petty
Kalau kau, sudah muak
Mending kita make love, dan kau jadi pacarku

Beresin kamar tidurmu sampai bersih dan rapi
Kita harus cepat-cepat pergi dari sini,

Kau tau esok kita bisa saja mati
Kau tau esok mungkin kita bisa mati

Di hotel, di kamar 407
Kau hanya duduk diam, membisu
Little sistaku, katakan sesuatu
Atau genggam erat tanganku
Mungkin bisa lupa ga kepikir ke situ

Apa kau ga pernah mencoba berhenti
Apa kau ga sadar kita bermain api

Kau pun tau aku memaksa berhenti
Kau pun tau aku memaksa untuk..
Stop

******​

Yahhhh,

Alunan lagu Sista Petty yang dilantunkan Bimo Setiawan a.k.a Bimbim dan juga Akadi Wira Aji a.k.a Kaka dari Band legendaris Indonesia Slank itupun seakan makin membius anganku, apalagi sambil dinyanyikan pula oleh mereka dalam keadaan fly alias mabuk berat, hahahaaaa, semakin menambah pula semangatku menghabiskan teguk demi teguk minumanku, mengaburkan sesaat akan permasalahan yang menjeratku, dan juga segala macam urusanku,

Aku sangat santai, hahahahaaaa

Aku sangat senaaaaang.. Hahahahaaaa..

Dan untuk esok hari,

Bullshit…

******​

To be continued